Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
32


__ADS_3

"Ayo kita ke dokter." Pinta sang Bunda saat baru sampai di rumah Azka.


"Tapi Bu." Ucap Grace karena tidak ingin jika dirinya ketahuan hamil.


"Ayo tunggu apa lagi." Ucapnya sambil menarik sang menantu dan berhenti tepat di depan pintu kamar Indah


"Sial! kalau seperti ini bisa-bisa aku ketahuan hamil." batin Grace.


"Kemana Indah?" tanya Bunda sambil melirik ke arah Azka.


"Dia sedang keluar." Jawab Azka


"Dasar anak itu. Benar-benar tidak tau untung. Sudah numpang gratis di rumah ini, ehhh malah seenak jidat keluar." Rutuk sang Bunda.. "Azka kamu itu harus memberikan pelajaran pada Indah, jangan biarkan dia suka berkeliaran diluar. yang ada dia bisa membuat mu malu nanti."


"Bun, Grace yakin, Grace baik-baik saja. Jadi tidak usah ke dokter." Timpal Grace.


"Sayang. Bagaimana pun Bunda akan membawamu untuk periksa. Karena bisa saja kamu sedang mengandung."


Mau tidak mau akhirnya Grace pasrah dengan keadaan ini. Meski kelak dirinya sudah tidak bebas lagi karena hamil, tapi setidaknya ia masih bisa hidup dengan aman dan nyaman karena harta yang dimiliki Azka.


Dan setelah beberapa saat kini mereka semua tiba di dokter. Dan betapa senangnya Bunda saat tahu bahwa ternyata Grace memang hamil. Akhirya penantian yang sekian lama membawakan hasil seperti yang ia inginkan.


"Terima kasih Nak." Ucap Bunda sambil memeluk tubuh Grace. "Akhirnya Bunda akan segerah memiliki cucu." Ucapnya lagi

__ADS_1


"Terima kasih sayang." Ucap Azka sambil mengecup kening Grace.


"Badanku." Batin Grace. "Sebentar lagi akan melar karena bayi ini."


.....


"Sudah aku katakan sayang, jika Grace itu lebih dari segalanya dari pada Indah." Ucap Bunda saat dirinya kini sedang duduk berdua dengan sang suami. "Sebentar lagi kita akan menjadi kakek dan nenek."


Ayah Azka tidak menjawab, ia justru berdiri dari duduknya dan berlalu meninggalkan sang istri yang masih duduk menatap dirinya.


"Sayang, kau kenapa??? Apa tidak senang?" Ucapnya namun tidak mendapatkan jawaban.


"Suatu saat kamu pasti akan tahu sayang, kalau Grace itu lebih pantas untuk menjadi menantu kita."


....


"Lukas. Sejak kapan kamu di situ?" Tanya Indah yang baru tersadar dari lamunannya.


"Sejak tadi. Sampai aku puas menatap wajah cantikmu tanpa kamu sadari." Goda Lukas.


"Hahahah apaan sih."


"Nah gitu dong, harusnya kamu tersenyum. Jangan cuman melamun. Ayo pulang, sudah sore. Biar aku yang antar."

__ADS_1


"Baiklah." Lalu Indah membereskan mejanya dan pulang bersama Lukas.


...


"Dari mana saja?" tanya Azka yang ternyata sedari tadi menunggu Indah di teras rumah.


"Aku dari mana itu bukan urusanmu." Jawab Indah lalu berjalan namun langkahnya terhenti kala Azka menahan lengannya.


"Sudah berani melawan?"


"Lepaskan Az. Jangan kasar padaku."


"Dasar kamu itu wanita tidak tahu diri, sudah aku beri tumpangan di rumah ini, tapi malah melawan."


"Iya, aku memang menumpang tapi kamu sudah mengambil harta berharga yang aku miliki. Kamu pria berengsek!"


Plakkkk. Azka menapar pipi mulus Indah.


Grace yang melihat itu, tersenyum senang, lalu mendekat.


"Sayang jangan seperti itu. Tidak boleh kasar." Ucap Grace menenangkan Azka.


"Kau dengan Grace memang beda. kau wanita kampung yang begitu liar sedangkan Grace wanita kota yang begitu sopan dan baik."

__ADS_1


Untuk reader setiaku. Maaf yah kalau aku jarang up akhir" ini🙏


__ADS_2