
"Hebat." Ucap Azka sambil bertepuk tangan saat Indah membuka pintu rumah.
"Az-,"
Belum sempat Indah menjawab Azka langsung menarik tangan Indah dengan sangat keras.
"Masuk!" Kata Azka sambil menarik Indah tanpa memperdulikan Indah yang kesulitan berjalan mengikuti langkahnya.
"Azka lepaskan, sakit " Ucap Indah karena merasakan sakit di pergelangan tangannya yang di tarik paksa oleh Azka.
"Diam!" Bentak Azka
"Azka, tolong lepaskan tanganku." Ucap Indah sekali lagi, namun Azka tidak menggubris sama sekali, justru semakin keras Azka menarik tangan Indah dan terus berjalan menaiki anak tangga membawa Indah masuk kedalm kamar miliknya.
Bruukkkkk..
Indah terjatuh saat Azka menghempaskan tubuh Indah dengan sagat keras.
"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Indah saat melihat Azka membuka belt di pinggang celananya.
"Azka, kumohon jangan lakukan yang tidak-tidak padaku." Ucap Indah sambil mundur dengan posisi duduk di lantai. Indah takut melihar wajah Azka yang sangat sulit Indah baca.
__ADS_1
Azka menunduk lalu mencengkram kedua pipi Indah. "Katakan dimana saja pria itu menyentuhmu?" Tanya Azka dengan suara yang sangat tinggi. "Katakan!" Ulangnya lagi.
"Sa-aakit Az."
"Apa di sini." Tunjuk Azka setelah melepas cengkraman di wajah Indah. "Disini, atau disini." Azkan menunjuk da-da Indah lalu setelah itu merobek baju Indah dengan sangat kasar.
"Azka jangan." Kata Indah sambil menutup da-da nya dengan kedua tanganya.
Azka menyentakkan tangan Indah. Lalu dengan sangat keras Azka meremas gunung Indah. "Begini cara pria itu menyentuhmu."
"Lepaskan." Teriak Indah dengan keras dan air matanya sudah jatuh membasahi pipinya.
Indah tidak menyangka dengan apa yang telah Azka lakukan padanya.
"Kau hanya wanita murahan, jadi jangan sok suci." Ucap Azka dan entah bagaimana caranya kini tubuh Indah polos tanpa sehelai benang pun
Hikkksssss, hikkkkkssss, Indah menangis, malu dengan dirinya yang baru pertama kali di pandang oleh pria tanpa kain yang menutup tubuhnya.
"Azka, jangan! Hikkksss, hiikkksss. Jangan lakukan itu Azka."
Dengan sangat kasar Azka menyambar bibir Indah, dan sesekali menggigit bibir Indah.
__ADS_1
Indah memberontak dan terus memukul tubuh Azka. Namun Azka yang sudah di bawah pengaruh emosi dan nafsu yang sudah di atas puncak tidak merasakan sama sekali pukulan yang Indah berikan.
"Katakan, dimana lagi pria itu menyentuhmu" Ucap Azka.
"Hikkksss, hikkksss, lepaskan." Ucap Indah dengan suara yang mulai melemah.
Lalu Azka menjalankan aksinya dan kedua tangan yang main dengan sangat kasar di kedua gunung kembar milik Indah. "Disini! Pria itu pasti menyentuhmu di sini juga"
"Azka, please lempaskan." Ucap Indah
Azka malah tersenyum sini melihat Indah yang berada di bawah tubuhnya yang sudah tidak berdaya akibat perbuatannya. Lalu Azka kemudian memasukkan miliknya ke milik Indah.
"Apa ini?" Batin Azka saat miliknya sangat sulit memasukki milik Indah.
"Hiiikkkkksss, Hikkkkkssss, lepaskan."
Tapi Azka tidak menyerah, ia terus berusaha menjebol gawang milik Indah. Hingga ia berhasil Indah berteriak di bawah tubuhnya dengan kuku yang menacap di pundak belakang Azka.
"Perawan! Indah masih perawan." Batin Azka sambil terus memaju mundurkan miliknya bermain di dalam gowa milik Indah.
"Beda sekali dengan Grace." Batin Azka sambil menikmati permainan yang ia mainkan, hingga sesuatu di dalam tubuhnya minta untuk di keluarkan.
__ADS_1
Azka mengerang saat sesuatu itu telah berhasil keluar.