
Grace mencoba merayu Azka agar tidak marah lagi padanya. Namun Azka tak bergeming sama sekali. Karena di pikiran nya saat ini terisi oleh Indah dan juga Lukas. Azka terus berfikir kemana mereka berdua? hingga sudah sore hari namun keduanya tidak juga pulang, dan Indah pun juga tidak mengaktifkan ponselnya sehingga membuat Azka semakin kesal.
"Sayang maaf aku. Aku tidak menyangka jika pemotretan sampai dini hari. Makanya aku terpaksa menginap di hotel yang tidak jauh dari lokasi" Ucap Grace sambil bergelayun manja di lengan Azka.
"Sayang, kamu marah?" tanya Grace sambil menatap wajah Azka yang masih diam.
Grace menundu sesaat. "Akh harus bagaimana?" Batinnya, lalu Grace memeluk tubuh Azka.
"Maafkan aku sayang. Aku janji tidak akan mengulangi lagi kesalahanku." Ucapnya dengan air mata yang mulai menetes di pipinya.
"Sayang." Ucap Azka "Kenapa menangis?" Tanya Azka sambil mengusap air mata di pipi Grace.
"Maaf karena membuatmu menungguku. Maaf karena tidak menepati janjiku yang akan pulang selesai pemotretan. Maafkan aku." Kata Grace dengan wajah sedihnya.
"Kenapa minta maaf? Aku tidak marah sayang. Dan aku juga paham dengan situasi dan kondisimu yang sedang bekerja."
"Aku kira kamu marah sayang."
"Tidak."
"Terima kasih" Ucap Grace lalu mencium pipi kiri dan kanan Azka.
"Kemana kau Indah." Batin Azka sambil mengepal kedua tangannya.
__ADS_1
........
"Makasih sudah mengantar ku ke tempat yang sangat indah ini." Ucap Indah sambil menatap danau yang ada di hadapannya.
"Apa kau suka?" Tanya Lukas sambil menatap wajah Indah yang sedari tadi tersenyum.
"Sangat suka." Ucap Indah. "Aku pikir kau akan mengajakku ke rumah mu tadi. Tapi ternyata kau malah mengajakku kesini." Indah menatap sekeliling tempat yang begitu indah.
"Aku sudah menganggap tempat ini sebagai rumah kedua ku. Dan kau adalah orang pertama yang telah aku ajak ke tempat ini."
"Masa sih?"
"Iya." Jawab Lukas. "Dan aku berharap kau lah orang yang terakhir juga." Batinya.
"Kekasih?" Ulang Lukas dengan tersenyum.
"Iya kekasih? Harus nya kamu mengajak kekasihmu ke sini. Bukan malah mengajakku."
"Kalau begitu mau kah kau menjadi kekasihku."
Indah menoleh ke arah Lukas, lalu menepuk pundak Lukas dengan sangat keras. "Kau itu, kalau bercanda suka kelewatan." Indah tertawa membuat Lukas tersenyum melihat wajah Indah yang sangat bahagia.
"Bagaimana jika aku serius?"
__ADS_1
Indah terdiam sesaat lalu menjawab. "Maka persahabatan kita cukup sampai dimana kau mencintaiku. Aku tidak ingin lagi menjadi teman ataupun kekasihmu"
Lukas sudah paham betul apa yang Indah katakan. Jika Lukas menyatakan cinta dengan sesungguhnya, maka Lukas pun harus siap kehilangan Indah untuk selama-lamanya. Karena Indah tidak ingin kehilangan sahabat. Dan tidak boleh ada kata cinta dari sahabat yang akan menghancurkan persahabatan.
"Sudah sore, ayo kita pulang." Ajak Indah setelah melihat jam yang melingkar di lengan kirinya.
"Baiklah." Jawab Lukas. "Aku antar kemana? Cafe atau rumah mu?"
"Cafe."
"Okey."
______________
"Hebat." Ucap Azka sambil bertepuk tangan saat Indah membuka pintu rumah.
"Az-,"
Belum sempat Indah menjawab Azka langsung menarik tangan Indah dengan sangat keras.
"Masuk!" Kata Azka sambil menarik Indah tanpa memperdulikan Indah yang kesulitan berjalan mengikuti langkahnya.
"Azka lepaskan, sakit " Ucap Indah karena merasakan sakit di pergelangan tangannya yang di tarik paksa oleh Azka.
__ADS_1
"Diam!" Bentak Azka