
Sebulan berlalu. Hasil sudah ada di tangan Azka. Ia sudah tahu bahwa ternyata Gisella bukan anak kandungnya. Azka yang sangat marah langsung mengambil foto pengantin nya yang tergantung di dinding rumah. Azka membanting hingga foto tersebut pecah. Sang pembantu yang melihat tuannya seperti itu merasa takut..
"Bagaimana hasilnya." Tanya sang Bunda yang baru saja masuk kedalam rumah Azka.
"Azka." Ucapnya kemudian saat melihat bingkai foto pernikahan sang anak sudah terletak di lantai dengan kaca yang sudah berserakan kemana-mana.
Ibunya yang sudah tahu persis apa hasil tes melihat situasi saat ini. Sang ibu menangis histeris saat tahu, cucu yang selama ini ia sayangi sepenuh hati ternyata bukan cucu kandungnya. Dan menantu yang selama ini ia bangga-banggakan ternyata bukan menantu yang baik. Tega berselingkuh mengkhianati anak kesayangannya. Dan tega membohongi dirinya.
"Grace.." Teriak Bunda dengan air mata yang sudah jahut membahasi pipinya.
Azka tidak lagi memperdulikan Bunda nya. Azka langsung bergegas pergi meninggalkan bundanya, bertujuan mencari di mana keberadaan Grace saat ini.
"Apa ini karma untukku karena telah membuang Indah." Ucap Bunda sambil terus menangis.
"Hiksss, hikkksss, hikkksss,. Kenapa semua ini bisa terjadi pada keluargaku. Kenapa?" Ucap Bunda.
....
Plak, plak...
Dua tamparan keras mendarat di pipi kiri dan juga kanan Grace membuat Grace kebingugan dengan yang barusan terjadi pada dirinya
"Sayang apa-,"
__ADS_1
Belum sempat Grace berkata lebih lanjut, Azka sudah mencekik leher Grace dengan sangat karas.
"Le..."
Ucapan Grace terpotong kala melihat kedalam mata Azka. Mata Azka memerah memancarkan kemarahan yang amat mendalam. Azka menatap Grcae dengan melotot seakan akan siap untuk melenyapkan Grace saat ini juga
"Lepaskan!" Salah seorang teman Grace mencoba untuk melepaskan cengkraman Azka di leher Grace. Namun tidak berhasil karena Azka mendorong tubuh orang itu.
"Jangan ada yang ikut campur dengan urusanku." Titah Azka dengan suara tegasnya, membuat semua orang merinding.
Belum lagi kilatan wajah Azka memancarkan kemarahan, jadi setiap yang melihat langsung takut.
Azka menarik paksa tubuh Grace masuk hingga kedalam mobil. Azka sama sekali tidak kasihan mendengar rintihan keluh kesakitan dari Grace.
Azka memacu mobilnya dengan kecepatan penuh membuat Grace berteriak histeris ketakutan. Takut jika terjadi kecelakaan, takut jika dirinya harus mati muda.
"Azka...." Teriak Grace sambil menutup matanya, takut melihat arah jalanan.
Dan saat mobil telah sampai di rumah. Grace menghela nafas, karena merasa telah selamat.
Namun sesaat kemudian, Azka membuka pintu mobil dan menyeret Grace keluar dari dalam mobil.
"Turun..!" Sentak Azka sambil menarim paksa Grace.
__ADS_1
Grace berjalan tertatih mengikuti langkah kaki Azka.
"Azka ada apa ini. Lepaskan!" Ucap Grace sambil mencoba melepas pegangan Azka namun sulit karena Azka memegangnya dengan kuat.
Sreettttt.. Azka menghempaskan tubuh Grace di atas lantai yang penuh dengan serpihan kaca bingkai pernikahan mereka.
"Kau wanita murahan! Katakan siapa ayah dari Gisella?" Tanya Azka dengan suara yang menggelegar memenuhi ruangan.
"Azka.. Apa maksud mu? Kau adalah ayah dari Gisel." Jawab Grace berbohong, sambil menitihkan air matanya.
Tangan Grace sudah mengeluarkan darah segar, karena terkena serpihan kaca.
"Bohong!! Cepat katakan siapa ayah dari Gisella?" Tanya Azka lagi.
Melihat raut wajah Azka yang sangat marah. Grace lalu merangkak ke arah Azka. Dan memohon di bawah kaki Azka.
"Azka percaya padaku. Gisel anak kita. Anak kamu dan aku. Percaya padaku sayang." Ucap Grace sambil menangis meluapkan rasa ketakutannya.
"Wanita iblis." Timpal sang ibu. "Dasar pembohong!" Ucapnya lagi dengan penuh emosi.
Azka langsung melemparkan lembaran hasil tes DNA tepat ke wajah Grace.
"Katakan! Sebelum aku membunuhmu."
__ADS_1
Grace membaca isi dari lembaran itu. Dan wow, betapa kagetnya dirinya saat semua sudah terbongkar dan sudah memiliki bukti.
"Sayang, sayang. Dengankan dulu penjelasanku."