
"Buatkan aku mie rebus." Ucap Azka lalu bangun dari tidurnya.
Bak terhipnotis dengan kecupan Azka, Indah masih tetap terdiam mematung, ia masih belum percaya dengan apa yang terjadi pagi ini. Apakah ini mimpi? Jika memang ini mimpi tolong jangan bangunkan Indah dari mimpi ini. Setidaknya jika belum bahagia di dunia nyata, bahagia di dunia mimpi tidak masalah.
Indah tersadar dari khayalannya kala Azka menutup pintu kamar, lalu kembali membuka pintu dan berkata.
"Aku ingin sarapan mie rebus buatanmu" Azka kembali menutup pintu dan berjalan menuju kamarnya dengan senyum di wajah. Melihat Indah, entah kenapa bisa membawa ketenangan dan kebahagiaan di hati Azka. Apa ini? Apa yang terjadi pada Azka?
"Sayang kamu dari mana?" Tanya Grace yang masih berbaring di bawah selimut tebal miliknya.
"Aku, hmm-," Azka terdiam sesaat, tidak mungkin ia bilang pada Grace jika dirinya tidur semalam dengan Indah, yang ada Grace bisa marah, dan membahayakan kandungan nya.
"Sayang, hari ini aku mau keluar. Semalam aku sudah janji ingin bertemu dengan teman-temanku." Pinta Grace
"Hhmm baiklah."
.......
Indah langsung beranjak dari tempat tidur saat Azka sudah menutup pintu kamar. Indah bersiap-siap lalu keluar dari kamar dan menuju dapur.
Setelah beberapa saat.
"Sudah siap" kata Indah sambil menatap mie yang berada di dalam mangkuk.
__ADS_1
"Apa itu?" Tanya Grace yang datang menghampiri.
"Mie."
"Iya aku tahu itu mie, lalu untuk apa kau masak mie sepagi ini? Dan siapa juga mau makan mie?" Ketus Grace.
"Azka-,"
"Hahahahahah, kau kira Azka mau makan mie itu?" Tunjuk Grace pada mie yang berada di atas meja. "Jangan mimpi!" Lanjutnya lalu mengambil mie tersebut dan membuanya.
"Apa yang kau lakukan Grace." Indah menahan lengan Grace namun tetap saja mie itu sudah jatuh ke tempat sampah.
"Jangan pernah bermimpi untuk mendekati Azka, apa lagi dengan cara kuno seperti ini." Grace menatap tajam pada Indah. "Ingat posisimu!" Grace menyenggol pundak Grace dengan sangat keras.
"Iya."
"Kenapa? Bukan kah kamu muntah jika mencium aroma mie? Lalu kenala meminta wanita itu membuatnya?"
"Itu karena-,
"Mie nya sudah aku buang, sekarang kamu pergi bekerja, nanti akan ku bawakan bekal."
Indah mentap pada Azka meminta penjelasan pada apa yang terjadi. Bukan kah dia sendiri yang meminta untuk di masakan mie? Lalu kenapa dia hanya diam saja saat Grace bertanya padanya. Harus nya dia bisa menjawab.
__ADS_1
.......
Setelah mengir bekal ke perusahaan Azka, kini Grace dan juga teman-temannya sedang berkumpul di cafe, mereka saling tertawa dan bercerita satu sama lainnya.
"Jadi bulan berapa kamu menikah Vit?" Tanya Aya, teman Grace
"Dua bulan kemudian." Jawab Vita. "Kalau kamu Ay?" Tanya balik Aya.
"Aku? Belum kepikiran untuk menikah tahun ini dan sampe tahun depan."
"Kenapa?" Tanya Grace.
"Aku masih ingin melebarkan sayap ku di dunia modeling, aku masih punya target yang harus aku capai sebelum menikah." Jawab Aya. "Kalau kamu sendiri Grace? Kapan kamu menikah? Bukankah kamu memiliki banyak kekasih?"
"Aku? Hahahahah, belum ada rencana sama sekali ke ara itu." Jawab Grace sambil tertawa.
"Iya jangan berpikir ke situ dulu. Ini yah aku sendiri nyesel cepat nikah, apalagi aku langsung hamil kan, aku mau kesini kesitu ngak bisa karena di tegur dari ibu mertua, ehhh pas aku lahiran kemana-mana ngak bisa seperti dulu lagi, karena sudah ada ekor yang harus di jaga." Timpal Sasa.
Grace terdiam sejenak mendengarkan cerita Sasa,. Jika memang seperti itu adanya. Berarto Grace harus kehilangan masa mudanya, jalan-jalam happy fun dengan teman, dan masih banyak lagi. Grace mengusap perutnya, dan berfikir apakah harus ia mempertahankan bayi yang kini ada di kandungannya.
Kalau pun harus di gugurkan, apakah Azka masih mau menerimanya, dan jika harus di lanjutkan itu berarti tidak ada lagi, cafe klub dan pesta-pesta bersama teman temannya.
"Aku harus bisa merayu Azka" batin Grace.
__ADS_1