Indah Istri Yang Tak Dianggap

Indah Istri Yang Tak Dianggap
Bertemu calon mertua


__ADS_3

"Gawat aku telat." Ucap Indah sambil memakai sepatunya. "Aku pamit dulu Di' doakan semoga orang tuanya Azka tidak menyukaiku dan tidak mau menerimaku menjadi menantunya." Teriak Indah sambil membuka pintu, dan tergesah-gesah keluar dari rumah.


"Hati-hati di jalan Indah" teriak Dian dengan sangat keras agar Indah mendengar ucapannya. "Indah, Indah, semoga kau bisa bahagia dengan pilihanmu ini." Gumam Dian.


Indah melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya, jam sudah menujukkan pukul sembilan pagi, dan yang membuat Indah kesal di pagi ini saat Azka mengiriminya pesan menyatakan bahwa dirinya tidak bisa datang menjemput. Karna ada hal yang penting yang harus ia kerjakan.


Dan yang membuat Indah lebih kesal, karna Azka pun menitipkan pesan jika sebelum Indah datang berkunjung kerumah orang tua nya, Indah harus mampir ke toko kue, membeli beberapa kue untuk di jadikan bingkisan dan di bawah ke rumah Bunda nya.


"Ada-ada saja maunya. Kenapa bukan dia saja yang beli kue ini untuk Bunda nya" kata Indah sambil menatap jejeran kue di etalase kaca yang ada di hadapannya. "Tunggu, tapi aku tidak tahu kue apa yang Bunda nya sukai. Bagaimana ini? Apa aku harus menelpon manusia menyebalkan itu?"


Setelah berpikir akhirnya Indah memutuskan untuk menghubungi Azka, namun beberapa kali Indah menelpon semuanya percuma saja. Azka tidak menjawab sama sekali, membuat Indah harus memilih kue tersebut secara acak, tanpa tahu kue rasa apa yang di sukai oleh Bunda nya Azka.


Setelah selesai Indah keluar dari toko kue tersebut. Mata Indah melirik kesana kemari mencari keberadaan taxi dan tanpa sengaja Indah melihat seorang ibu yang sedang berjalan, dan dari arah berlawanan ada pengendara motor yang mengebut motornya dengan sangat cepat, spontan Indah berlari lalu menarik lengan ibu tersebut, membuat Indah dan Ibu tersebut jatuh di atas trotoar.


"Apa ibu terluka?" Tanya Indah dengan sangat panik sambil memeriksa tangan ibu tersebut


"Tidak apa nak. Makasih sudah menolongku." Ucap ibu dengan tulus.


"Sama-sama Bu, ouh yah aku pamit yah Bu." Ucap nya sambil memungut satu persatu kue yang telah jatuh berserakan. "Astaga bagaimana ini, semua kue ini sudah rusak. Apa aku harus beli yang baru lagi? Tapi uangku?" Gumamnya. Lalu lekas bergegas menuju alamat yang Azka kirimkan tadi pagi melalui pesan.


"Andai gadis itu adalah calon mantuku. Betapa beruntungnya aku." Ucap Ibu itu sambil tersenyum menatap kepergian Indah.


___________


Setiba nya di alamat yang Azka berikan, Indah terdiam menatap pagar yang menjulang tinggi di hadapannya.


Pip, pip. Suara klakson membuat Indah terkaget dan langsung menengok kebelakang. "Ngak usah ngagetin kaya gitu juga kali!" Sontak Indah berteriak tanpa menyadari siapa yang ada di dalam mobil tersebut

__ADS_1


Lalu Azka yang berada di atas mobil, kembali membunyikan klakson mobilnya membuat Inda kesal dan langsung menepi agar mobil bisa dengan leluasa lewat.


"Masuk!" Pinta Azka sambil membuka kaca jendela mobilnya.


"Kau!"


"Masuk!" Ulang Azka lalu Indah membuka pintu mobil dan masuk duduk di kursi mobil.


Azka menatap tampilan Indah yang menurutnya sangat kacau, belum lagu rambut Indah yang terlihat berantakan, dan siku lengan Indah terdapat goresan luka.


Azka lalu menatap kantong kresek yang Indah pegang sedari tadi. Mata Azka menyipit memerhatikan isi dari kantong tersebut.


Indah memerhatikan pandangan Azka, lalu pandangannya turun ke tangannya yang memegang kantong kue.


"Hhm, ini kue-,"


"Senyumlah agar orang tuaku tidak curiga" kata Azka saat mereka berdua telah turun dari mobil.


"Aneh, dia menyuruhku untuk senyum sedangkan ia sendiri tidak senyum. Manusia aneh!" Gumam Indah dan masih dapat di dengar oleh Azka.


Azka melirik tajam pada Indah yang berada di samping nya..


"Jangan membantak dan ikuti saja perintahku"


Azka berjalan masuk kedalam rumah di susul oleh Indah yang berjalan mengikut di belakangnya. Indah melihat kesana kemari menatap rumah Azka yang terlihat sangat luar biasa di mata Indah.


Saat Azka berhenti, tiba-tiba Indah menabrak belakang Azka. "Auuhhh" ringis Indah

__ADS_1


"Kampungan!" Ucap Azka lalu kembali melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga.


"Dasar aneh!" Balas Indah


"Sayang .." Panggil Bunda saat melihat Azka yang berjalan mendekatinya. "Dimana calon mantu Bunda?" Tanya nya sambil melihat Azka yang hanya berjalam seorang diri.


Lalu Indah menengokkan kepalanya dari balik tubuh Azka. Bunda yang melihat langsung tersenyum.


"Kau, bukan kah kau gadis yang tadi?" Tanya Bunda sambil mendekat ke arah Indah untuk memastikan jika Indah adalah wanita yang tadi menolongnya saat hendak mampir ke toko kue.. "Benar kau gadis yang menolong Bunda tadi." kata Bunda dan langsung memeluk Indah.


"Bunda" Ucap Indah, baru pertama kali Indah rasakan di peluk oleh seorang ibu semenjak kepergian kedua orang tuanya untuk selama-lamanya.


"Apa ada yang luka? sini ikut sama Bunda biar Bunda obatin." Bunda Azka langsunh menarik Indah dan menyuruhnya duduk di kursi tanpa memperdulikan Azka dan juga suaminya. Bundah terlihat panik melihat luka Indah, dan secara perlahan mengobati luka Indah.


"Sepertinya Bunda mu sudah mendapatkan seorang putri yang sangat ia impikan." Ucap Ayah Azka.


Azka hanya diam tak menjawab. Mata Azka terus menatap Indah. Ia bertanya dalam hati, kenapa bisa Bunda nya yang sangat sulit akrab dengan orang langsung sangat welcome kepada Indah dan bahkan mau mengobati luka yang ada di lengan siku Indah.


"Tante, maaf kue yang Inda bawa-,"


"Tidak usah minta maaf sayang." ucapnya sambil mengusap lembut rambut Indah. "Panggil Bunda, jangan panggil tante. Okey sayang"


Indah menganggukkan kepalanya.


Makasih untuk semua yang sudah mampir🤗🤗.


Ouh iyaa jangan lupa like, komen dan masukkan daftar favorit kalian yah🥰

__ADS_1


Dan tetap stay, karna autor bakalan bagi-bagi pulsa untuk reader setia di akhir novel ini, 🥰🥰


__ADS_2