
Jam makan malam di rumah Abimanyu, tampak Abimanyu dan Ibunya sedang menyantap hidangan yang sudah disiapkan oleh para asisten rumah tangganya. Di meja sudah tersedia makanan dengan menu seafood kesukaan Abimanyu dan ada juga menu untuk ibunya sayur lodeh dengan segala macam kondimennya. Karna ini akhir minggu tampak juga keluarga kakak Abi yang sedari sore tadi berkunjung kerumahnya.
" Ayahmu kok belum sampai rumah yaa nak, padahal tadi pas telfon ibu, Ayahmu sudah akan berangkat pulang." Kata ibu Abi yang mulai menampakkan kekawatirannya terhadap suaminya.
" Mungkin sebentar lagi sampai buu, kan ibu juga yang selalu berpesan pada ayah kalau bawa mobil tidak boleh ngebut, Dan ayah selalu menuruti nasihat ibu, mangkanya ayah selalu pelan pelan kalau bawa mobil." Ucap Dewi mengalihkan kekawatiran ibunya.
Kini mereka telah menyelesaikan makannya. Dan Abimanyu berpamitan pada ibu,kakak dan kakak iparnya untuk kembali ke kamarnya. Tak lupa juga Abimanyu mengusap kepala gadis kecil berusia 4 tahun yang merupakan keponakannya lalu mencium pipi tembemnya. Kemudian berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai atas.
Di kamar Abimanyu, dia merebahkan tubuhnya diatas sofa sambil bermain main dengan hp nya. Setelah dia bosan dengan hp yang dimainkannya, Dia mengambil laptop yang ada di meja, membuka dan memeriksa pekerjaannya.
Selang beberapa saat, hp Abimanyu berderiing. Dan setelah melihat siapa yang menelfonnya, Dia segera mengangkat telfon yang ternyata dari ayaahnya.
Setelah berbicara pada ayahnya dan menutupnya wajah tampan Abimanyu tampak gelisah dan kawatir.
Abimanyu sedikit berfikir. Lalu keluar kamar untuk menemui kakaknya.
Saat itu Kakak dan suaminya berada di ruang keluarga sambil bermain bersama Nawang si gadis kecil. Dan Abimanyu menghampiri mereka.
" Kak...dimana Ibu?? Tanya Abi.
" Ibu ada di kamarnya, ada apa Bi??. Jawab Dewi.
Abimanyu tampak lega karna tidak ada keberadaan Ibunya disana.
" Ayah barusan telfon kak dan Ayah mendapat sedikit musibah." Abimanyu sedikit berbisik takut jika ibunya mendengar.
Dewi dan suaminya begitu kaget mendengar ucapan Abi.
"Ayah kenapa Bii, dan dimana ayah sekarang??" Dewi mencercah.
"Ayah ada di kota J, barusan Ayah kirim alamatnya. Tapi kakak gak usah kawatir karna ayah tidak apa apa Dan besok pagi Aku akan menjemputnya."
" Besok sama aku aja Bii jemputnya." Kata Firman suami Dewi.
"Iya kak tapi ibu jangan kasih tau dulu yaa, nanti saja kalau kita sudah pulang!!" Sambung Abimanyu.
" Bii gimana kalau kita berangkat sekarang aja, takut ayah kenapa napa." Firman berusul.
" Iya juga sih kak, ini belum ada jam sepuluh. Kalau kita pergi sekarang ibu mungkin mengira kita hanya pergi ngopi saja." Abimanyu menyetujui usulan kakak iparnya.
Tiba tiba bu Lasmi datang membuyarkan obrolan mereka. Tanpa curiga bu Lasmi duduk di kursi sebelah Abimanyu.
" Barusan ayah kalian telfon ibu, Dan bilang tadi gak jadi pulang soalnya mendadak kliennya telfon dan besok minta ketemu lagi sama ayah kalian." Kata bu Lasmi kepada anak dan menantunya.
Mereka bertiga yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hanya bisa mengangguk supaya tidak menimbulkan kecurigaan ibunya.
"Bu...saya mau mengajak mas Firman keluar sebentar, Ngopi." Abimanyu minta izin pada ibunya.
__ADS_1
" Sudah malam, ati ati loo ya." Bu Lasmi memberi izin.
Abi dan Firman segera bergegas pergi meninggalkan rumah.
" Cucu uti kok belum tiduk nak, Sudah malam loo." kata Lasmi pada Nawang wulan cucunya.
"Belum mengantuk tii, masih main." Nawang menjawab dengan suara cemprengnya.
" Ajak tidur nduk, sudah malam lo." Titah bu Lasmi pada Dewi.
" Iya buu," Jawab Dewi.
"Ayo nak kita bobok dulu yaa, besok Nawang main lagi". Kali ini Dewi yang berbicara pada putri kecilnya.
Dan Nawang si gadis kecil itupun menuruti perintah dari sang ibu.
Dan kemudian ibu dan anak itupun beranjak dari ruang keluarga menuju kamar mereka yang bersebelahan dengan kamar Abimanyu.
Lalu bu Lasmi pun ikut kembali ke kamarnya. Sebenarnya bu Lasmi masi belum tenang dan perasaan kawatir terhadap suaminya masih menyelimuti. Walaupun sang suami sudah menelfonnya dan mengatakan bahwa dirinya baik baik saja.
***
Hampir tengah malam, mobil Abimanyu sudah berada di kota J. Dia masuk gang yang ada gapura besar dan disitu tertera nama Desa yang tadi sudah disebutkan ayahnya ketika mengirim alamat. Sekitar 200 meter dia melihat mobil ayahnya yang terparkir di sebuah rumah sederhana.
Lalu Abimanyu dan Firman turun dari mobil dan berjalan menuju rumah tersebut.
Beberapa kali Abimanyu mengetuk pintu tapi belum juga dibuka oleh si pemilik rumah.
Ya memang semua penghuni rumah sudah terlelap.
Tapi kemudian pintu pun terbuka dan tampak Dika yang membukanya.
"Siapa yaa." Tanya Dika sambil mengerjap matanya.
" Maaf apa benar ini rumah pak Wiro??" Firman yang bertanya.
"Iya...Saya anaknya pak Wiro." Jawab Dika.
" Kami tadi mendapat telfon dari ayah kami pak Darma, Dan Apa benar pak Darma ada disini??" Lanjut Firman.
" Oh anaknya pak Darma, iya silahkan masuk mas!!" Dika mempersilahkan tamunya masuk.
"Dimana ayah saya??" Kali ini Abimanyu yang bertanya. Dia celingak celinguk mencari keberadaan ayahnya.
" Pak Darma sedang tidur si kamar mas,tadi habis minum obat anti nyeri lalu tertidur. Silahkan kalau mas nya mau menemuinya". Kata Dika sembari menunjukkan letak kamarnya yang ditempati oleh pak Darma.
Di rumah sederhana itu terdapat 3 kamar yang ukurannya tidak besar, Karna kamar Dika yang dipakai oleh pak Darma, maka dia mengalah untuk tidur di ruang tamu.
__ADS_1
Setelah mengantar Abimanyu ke kamar untuk melihat ayahnya, Dika lalu memanggilkan orang tuanya yang tidur di kamar belakang.
Tak lama pak Wiro dan Dika keluar menuju ruang tamu dan menemui Firman yang menunggu sendirian disana.
Pak Wiro pun langsung menyalami Firman dan memperkenalkan diri.
"Saya Wiro mas."
" Oh iya Saya Firman pak, dan yang didalam kamar tadi adik saya Abimanyu.
" Terima kasih , pak Wiro sudah menolong ayah kami." Sambung Firman kembali.
"Sudah seharusnya saya melakukannya mas." jawab pak Wiro.
Lalu Abimanyu keluar dari kamar dan menemui orang orang yang berada di ruang tamu dan menyalami pak Wiro.
" Ayah sedang tidur nyenyak mas, kelihatan sangat lelah, saya tidak tega kalau membangunkannya." Ucap Abimanyu.
" Biarkan disini dulu mas, Tadi kaki pak Darma bengkak akibat keseleo dan susah buat jalan." Kata pak Wiro.
Bu rohmah datang membawa minuman untuk kedua tamunya.
"Silahkan diminum teh hangatnya mas!!" Ujar bu Rohmah.
" Terima kasih bu, jadi merepotkan." Sambung Firman.
" Iya pulang besok pagi saja mas, lagian ini sudah tengah malam. Mas masnya istirahat disini dulu. Besok rencananya kalau tidak keberatan saya akan memanggilkan tukang urut buat pak Darma." Kata bu Rohmah lagi.
Firman dan Abimanyu hanya senyum dan mengangguk tanda setuju akan saran bu rohmah.
" Nanti mas masnya bisa tidur di kamar kami, tapi ya maaf keadaannya memang seperti ini." Pak wiro menambahi.
"Oh tidak usah repot repot pak, kami nanti bisa tidur di ruang tamu saja kok." Lanjut firman.
" Ya sudah kalau begitu, nanti tidur sama Dika saja, tapi ya begitu tidurnya cuma beralas tikar mas". Bu Rohmah menimpalinya lagi.
" Iya tidak apa apa bu."
Dengan segera Dika mengambil tikar dan menggelarnya di pojokan ruang tamu. Lalu disusul bu Rohmah yang membawa 2 buah bantal dan diberikan pada Dika untuk disusun diatas tikar.
" Monggo Silahkan mas masnya kalau mau istirahat sekarang!" Bu Rohmah memberitahukan kepada tamunya.
"Iya bu, Terima kasih sudah banyak merepotkan." Ucap Firman dengan sungkan.
Abi dan Firman pun memutuskan membawa pulang ayahnya keesokan harinya dan menginap di rumah pak Wiro.
Karna memang masih tengah malam mereka semua pun akhirnya beristirahat.
__ADS_1