ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Merekrut


__ADS_3

Sepulang Dirga dari kost Dila, sejenak wanita berbadan tambun itu tertegun memikirkan Abi yang marah ketika meninggalkannya beberapa waktu lalu. Ingin sekali dia meminta maaf pada Abi tapi niatnya terurungkan mengingat sikap Abi yang memang sangat menyebalkan.


" Haah...biarkan saja dia marah, toh dia kan memang suka marah marah gak jelas." gumam Dila.


Hari peresmian restoran pun tiba, semua keluarga Abi hadir, para relasi bisnis juga banyak yang diundang oleh pak Darma dan tak luput keluarga pak Wiro pun hadir ingin menyaksikan proses pembukaan restoran yang dikelola oleh Dila. Teman teman Dila waktu di kantin pun hadir tak ketinggalan Dirga pun turut diundang oleh Dila.


Kata kata sambutan dan permintaan restu untuk bisnis baru pun diucapkan oleh owner restoran yaitu bu Lasmi. Bu Lasmi pun tanpa ragu mengenalkan Dila sebagai partner usahanya yang kini sedang berdiri di sebelahnya.


Sebelum acara pemotongan pita oleh bu Lasmi, beliau juga mempersilahkan Abi sebagai putra mahkota dan juga penanggung jawab untuk menyampaikan pidatonya.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh...tak banyak kata yang akan saya sampaikan dan saya langsung pada intinya saja. Disini saya akan mengumumkan bahwa saya juga meminta restu pada hadirin semua yang pada hari ini bertepatan dengan pembukaan bisnis keluarga kami yang baru, dimana ibu saya juga sudah mengumumkan bahwa beliau merekrut Fadila Saputri sebagai partner kerjanya, saya juga akan mengumumkan bahwa saya ABIMANYU PRAKASA akan merekrut FADILA SAPUTRI sebagai partner hidup saya atau sebagai CALON ISTRI saya." ucap Abi dengan lantang, tegas dan tanpa ragu sedikit pun.


Tanpa mempedulikan entah apa nanti yang akan dikatakan orang tentangnya dan juga tentang Dila.


Tak ayal semua yang hadir di acara itu tanpa terkecuali termasuk Dila sendiri membelalakkan mata mereka dengan lebar, pandangan mereka tertuju pada sosok wanita bertubuh tambun yang sekarang sedang berdiri diantara bu Lasmi dan Abi.


" FADILA SAPUTRI kamu harus mau menikah dengan saya,HARUS MAU !!!" Abi melanjutkan perkataannya yang lain dari pasangan biasanya,karna jika pasangan pada umumnya berkata dengan kalimat yang menawarkan atau ajakan tapi lain dengan Abi yang kata katanya justru memaksa atau mengharuskan. Kali ini Abi berbicara dengan meraih kedua tangan Dila menghadapkan tubuh Dila yang masih sangat kaget menghadap dirinya.


Lalu Abi mengeluarkan kotak perhiasan berwarna navy berbentuk persegi panjang dari saku dalam jas yang dikenakannya. Dan di dalam kotak itu berisi sebuah kalung berliontin berlian yang sinarnya berkilat kilat terkena cahaya lampu.


Abi akan memasangkan kalung itu di leher Dila, sedangkan Dila seperti terhipnotis dengan semua kata kata yang diucapkan Abi, dia hanya mematung dengan wajah datar dan mulut masih menganga.


" Ngangguk dong!." bisik Abi pada Dila.


Dila pun tanpa sadar mengikuti perintah Abi, dia satu kali menganggukkan kepalanya. Dan kalung berlian itu pun sudah bertengger di leher Dila.


" Ibu..." panggil Abi pada bu Lasmi.


" Ah iya naak," bu Lasmi tersentak dengan panggilan Abi.


" Abi sudah selesai melamar Dila bu, sekarang ibu boleh memotong pitanya supaya kita dan para tamu undangan bisa segera menikmati cita rasa dari restoran kita" lanjut Abi.


" Emm...sebelumnya saya minta tepuk tangannya untuk pasangan yang berbahagia..." ucap bu Lasmi menghilangkan rasa kagetnya.


Prok...prook...prook...👏👏👏


Suara riuh tepuk tangan pun menggema.


" Tadinya saya yang akan memotong pita itu tapi saya mengalihkannya kepada pasangan kita yang berbahagia, saya persilahkan untuk anak dan calon menantu saya Dila untuk menggunting pitanya." tutur bu Lasmi mencoba mencairkan suasana.


Abi menyetujuinya lalu menggandeng tangan Dila menuju pita yang sudah terbentang indah sedari tadi. Tapi kemudian Abi menggandeng juga tangan ibunya yang lebih berhak karna bu Lasmi merupakan owner restoran.


Sekejap pita pun terpotong.


" Dengan terpotongnya pita ini, restoran resmi kami buka, dan juga Saya dengan Dila resmi juga bertunangan." ucap Abi dengan senyum mengembang dan juga tatapan penuh kemenangan yang ditujukan untuk Dirga.


Suara tepuk tangan pun kembali terdengar riuh.


Dirga yang dengan perasaan campur aduk hanya bisa menghela nafas panjang dan membuangnya dengan kasar. Terlihat Riska dan juga Ilham sedang mencoba mendinginkan hati Dirga.

__ADS_1


Para tamu undangan semua masuk ke dalam restoran dan menikmati semua hidangan yang tersedia dan mulai besok Restoran sudah bisa beroperasi.


Acara pun selesai semua tamu pulang dengan perut kenyang. Di restoran saat ini tertinggal keluarga inti dari Abi dan Dila lalu Arman yang masih setia disisi Abi sebagai asisten pribadinya.


Lalu bu Lasmi mendekati Dila


" Dila, ajak keluarga kamu ke rumah dulu ya naak." ucap bu Lasmi.


" Baik buu." jawab Dila mengangguk


Dua keluarga itu sekarang telah menuju kediaman pak Darma.


Dan sesampainya di rumah, mereka berkumpul di ruang keluarga yang cukup luas.


" Sebelumnya saya minta maaf yang sebesar besarnya buat pak Wiro dan keluarga atas apa yang sudah terjadi." kata pak Darma membuka pembicaraan antar keluarga.


" Kami sendiri selaku orang tua dari Abimanyu juga tak kalah terkejut dengan tindakannya yang dia lakukan, pasalnya Abi sebelumnya juga tidak membicarakannya dulu pada kami, tapi kami tau bahwa sebenarnya Abi memang telah mencintai putri pak Wiro." lanjut pak Darma dengan wajah sangat sungkan pada pak Wiro.


" Kami juga tak kalah terkejut mendengar perkataan dari nak Abi, kami malah tidak tau apa apa tentang perasaan mereka dan kami kesini juga karna akan menghadiri peresmian restoran." sambung pak Wiro.


Lalu Abi mendekati pak Wiro kemudian duduk bersimpuh di depan pak Wiro dan bu Rohmah. Semua mata tertuju pada Abi.


" Pak Wiro maafkan saya karna sudah lancang melamar putri bapak tanpa meminta izin dulu dengan bapak, saya melakukannya karna saya rasa ini waktu yang tepat untuk mengungkapkan pada Dila. Maka dari itu saya ingin meminta doa restu dari pak Wiro dan juga bu Rohmah serta adik adik, Bahwa saya serius mencintai putri bapak dan ingin menjadikannya sebagai istri saya." ucap Abi mantap kai ini dihadapan orang tua Dila.


Mendengar permintaan Abi membuat semua orang terharu tak terkecuali Dila yang tak bisa menahan air matanya, dan cairan bening itupun lolos mengalir di pipinya. Dila sungguh tidak menyangka akan ada hari ini di hidupnya. Entah apa yang dirasakannya sekarang ini, kaget, bingung, percaya atau tidak, senang atau bahkan susah semua bersatu masuk dalam pikiran dan hati Dila.


" Dilaa utarakan keputusanmu nduuk!" kata bu Rohmah memegang lembut pundak Dila yang duduk disebelahnya.


Dila yang sedari tadi tidak mengeluarkan suara sedikitpun akhirnya diberikan kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya saat ini.


" Sa saya tidak tau harus bicara apa karna saya juga tidak menyangka bahwa pak Abi bisa melakukan hal diluar dugaan saya, akan tetapi jika memang pak Abi serius dengan kata katanya saya akan mencoba berhubungan serius juga dengannya. Kita akan memulai dari awal hubungan ini." ucap Dila dengan gugup karna tegang.


Mendengar pernyataan Dila, semua orang pun tersenyum bahagia. Pipi Abi pun tampak merona karna senang.


" Bagaimana pak Wiro, bersediakah bapak menjadi besan saya?" tanya pak Darma.


" Kalau begitu keputusannya saya tidak bisa menolaknya lagi pak Darma, mari kita berbesanan." kata pak Wiro dengan tersenyum bahagia.


Abi pun sungkem dan memeluk pak Wiro begitupun pada bu Rohmah. Disusul dengan pak Darma dan bu Lasmi. Dua keluarga itu tampak sangat bahagia.


" Flash back on "


Sepulang Abi dari mengantar Dila waktu itu, Abi masuk rumah dengan uring uringan karna merasa tidak dipedulikan oleh Dila dan merasa kalah dari Dirga. Bu Lasmi yang melihat tingkah putranya hanya mengelengkan kepala saja.


" Kenapa lagi tuh perjaka satu." gumam bu Lasmi.


Akhirnya bu Lasmi turun tangan mendatangi putranya.


" Heeeh bujangan uring uringan mulu, kenapa sih." tanya bu Lasmi ketika sampai di kamar Abi.

__ADS_1


Abi tak menjawab.


" Makanya jangan kelamaan tar diambil orang lagi aja nangis kejeer, ngesot ngesot, gulung gulung gak ketulungan." kata bu Lasmi meledek putranya.


" Iya gimana buuk, orang kita berantem mulu kerjaannya jadi mau ngomong ituu gak tepat terus momentnya, kesel. Belum lagi itu kang ojek satu ngintilin mulu kerjaannya." Abi mengadu dan berbicara dengan berguling guling di atas kasur persis anak TK minta jajan gak dituruti mamaknya .


" Ya sudah terserah kamu, siapa cepat dia dapat, ingat looh Bii udah pernah kejadian." tutur bu Lasmi membuat Abi khawatir bahwa kejadian lalu akan terulang lagi.


Perkataan bu Lasmi benar benar membuat Abi kepikiran. Dia terus memutar otaknya berfikir bagaimana caranya secepat mungkin menyatakan perasaannya pada Dila.


" Apa langsung gue nikahin aja ya?... eeh jangan jangan kesannya gue udah kebelet banget mau kawin." gumam Abi.


Dan sebuah ide pun akhirnya nyangkut di otak Abi.


" Yeess.... itu dia..." teriak Abi dengan girang.


Keesokan harinya, tanpa berbicara pada siapa siapa akan rencananya dan berniat memberi surprise, Abi pergi ke toko perhiasan yang biasa keluarganya datangi. Dia bertanya kepada pelayan toko tentang cincin tunangan. Pelayan itu menunjukkan berbagai macam jenis cincin yang sangat bagus. Setelah itu Abi berfikir sejenak.


" Eh gue kan gak tau ukuran jaeinya segede apa, perasaan jarinya jempol semua." karna takut salah pilih dan tidak sesuai ukurannya maka Abi pun mengurungkan niatnya membeli cincin.


" Kalau misalnya tunangan dikasih kalung aja boleh gak ya mbak?" tanya Abi pada pelayan toko.


" Ooh tidak jadi masalah pak, karna itukan hanya simbolis saja." ucap pelayan toko.


" Oke deh mbak saya nyari kalung aja."


Akhirnya Abi mendapatkan kalung pilihannya.


Di perjalanan pulang Abi tersenyum,


" Gue bakal lamar kamu di hari peresmian restoran." Gumamnya.


" Iya ya kalau cincin kan kecil cuma pengikat jari aja nah kalau kalung,,kalau ceweknya macem macem cabut aja kalungnya langsung dari leher...hi hi hi..." kata Abi sambil melihat betapa indah kalung pilihannya dan sangat yakin Dila pasti akan suka.


* Flash back off *


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum readers setia tersayang...kalau ada yang terhibur dengan part ini mohon dukungan boom like, komen dan votenya yaa... Matur sembah nuwon readers sayaaaang.

__ADS_1


__ADS_2