
Abimanyu melihat piring di hadapannya. Dan dia sedikit kaget, tanpa disadari Dia sudah menghabiskan lebih dari separuh dari jumlah klepon yang disuguhkan Dila hingga menyisakan 3 biji saja.
" Hah...kok tinggal segini aja sih,,, ini serius ? Beneran gue yang makan ??" Kata Abimanyu dalam hati.
Karna Abimanyu sendiri juga heran, mengapa dia bisa tidak terasa makan si jajanan tradisional yang selama ini tidak dia sukai.
Abimanyu melihat ke arah Arman dan indah yang juga sedang menikmati klepon.
"Gimana pak...? Enak kleponnya ??" Tanya Arman sambil senyum dan mengangkat kedua alisnya berkali kali.
Abimanyu yang kebingungan menjawab cepat dan sekenanya...
" Enggak juga..."
Arman hanya bisa menatapnya dengan jengah.
" Enggak juga tapi nyisa 3 biji doang, yang 7 kemana ?? itu mah doyan." Dila membatin.
"Kalau menurut saya enak kok, klepon soalnya termasuk makanan favorit saya." Arman berkata pada Dila.
" Ayo Man balik" Abimanyu lantas berdiri dan berjalan meninggalkan kantin tanpa berkata apa apa lagi.
" Yaelah nii orang main pergi aja, belum juga habis ni klepon," Gerutu Arman sambil cepat cepat menghabiskan kleponnya.
"Mau dibungkusin pak Arman??" Dila menawarkan.
" Eeh...hee...boleh boleh kalo masi ada, Ndah kamu tungguin bungkusannya ." Kata Arman seraya berlari mengejar bosnya.
Indah yang dari tadi hanya diam saja pun tampak bengong melihat dia ditinggalkan oleh rekannya.
" Tunggu sebentar ya mbak In, Aku bungkusin dulu kleponnya." Kata Dila.
__ADS_1
" Iya Dut, aku tunggu sini yaa."
Beberapa menit kemudian pun Dila kembali kepada Indah yang menunggunya.
" Ini mbak bungkusannya, Aku bungkusin 2 yang 1 buat mbak Indah." Kata Dila seraya memberikan bungkusan pada Indah.
" Pak Abi gak dibungkusin Dut ??" Indah tersenyum meledek.
" Mubadzir mbak nanti kalau gak dimakan." Dila terlihat manyun.
" Udah gak usah diambil ati, aku yakin pak Abi suka kok sama kleponnya, cuma gengsi aja mau bilang enak, buktinya dicomot terus." Ucap Indah berusaha menghibur Dila.
Dila hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Ya udah Dut aku balik dulu takut dicariin sama bos, Btw makasih yaa." Sambung Indah sambil menunjukkan bungkusannya lalu pergi meninggalkan kantin.
***
Dan sampai di dapur, teman temannya langsung bertanya apa yang sebenarnya terjadi tadi.
Dan Dila pun menceritakan dengan detail kepada teman temannya.
" Ya ampun Dil kamu itu ada ada aja, makanya to kamu kalo ngomong ati ati, liat kanan kiri, jangan nyerocos aja ." Bu Tini memberi wejangan.
" Emang lagi nyebrang buuk liat kanan kiri." Timpal Ilham lalu disambut oleh tawa teman teman kantinnya yang lain.
***
Sesampainya di ruangan, Abimanyu langsung memeriksa beberapa dokumen yang ada di mejanya. Namun kegiatannya terhenti seketika karna ada yang mengetuk pintu.
Tok...tok...tok...
__ADS_1
" Iya masuk !!"
Tampak Indah yang masuk dengan membawa 2 tentengan berupa kotak kue dan yang 1 kresek putih yang dalamnya ada sterofom berisi klepon.
" Pak... Apakah Bapak mau makan kue sekarang ??" Tanya Indah.
" Kue klepon ?" Abimanyu balik bertanya.
Sepertinya Abimanyu lupa kalau dirinya tadi menyuruh Indah memesankan kue.
"Bukan pak... kue yang tadi bapak pesan, cheese cake sama tiramisu." Indah mengingatkan.
" Sepertinya saya sudah kenyang Ndah, Itu buat kamu aja."
" Baik pak, Terima kasih." Indah melangkahkan kaki pergi.
" Lalu yang satu itu bungkusan apa Ndah ??" Tanya Abimanyu menghentikan langkah Indah.
" Oh... ini klepon yang tadi pak, Dila tadi membungkuskannya untuk saya dan pak Arman."
" Dia tidak membungkuskannya buat saya ??"
" Emm... tidak pak." Jawab indah merasa sungkan dengan pertanyaan Abi.
" Kalau bapak mau, Ini buat bapak saja. Tadinya mau dibungkusin sekalian tapi Didut bilang takut nanti mubadzir karna gak di makan sama bapak."
" Sok tau sekali si gendut itu."
Sebenarnya Abimanyu masih ingin memakannya tapi berhubung dia tadi sudah bilang kenyang pada Indah, Dia pun merelakannya.
" Ya sudah kamu boleh keluar sekarang !!"
__ADS_1
Indah pun keluar dari ruangan Abimanyu.