ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Dulu tak begini


__ADS_3

Dua bulan pernikahan pun sudah dijalani oleh Abi dan Dila, Masa bahagia masih dirasakan oleh keduanya. Bahkan setiap hari ada saja kebahagiaan yang menghampiri keduanya. Keduanya sekarang sudah pindah ke rumah pribadi mereka.


Rumah keluarga Dila pun sudah selesai dibangun dan pak Wiro dan keluarganya menempati rumah lama yang baru direnovasi karna mereka merasa tidak cocok tinggal di rumah yang dibeli Abi. Katanya kurang nyaman karna tidak punya tetangga.


Begitu juga dengan restoran yang semakin hari semakin ramai, berbagai inovasi masakan yang dibuat oleh Dila begitu mudah untuk menarik pelanggan. Dan satu bulan lalu restoran sudah mempunyai satu cabang yang masih satu daerah dan rencananya Abi sedang mencari tempat yang strategis di luar daerah untuk membuka cabang restorannya.


Pagi ini seperti biasanya setelah mengantar istrinya ke restoran Abi berangkat ke kantornya. Sesampainya di kantor sejak Abi menikah seisi kantor selalu saja ada yang dibicarakan tentang Abi dan Dila. Karna mereka masih tidak menyangkan cewek gedut yang dulu penjaga kantin di tempat mereka bekerja sekarang berubah menjadi nyonya wakil direktur.


Seperti hari ini setelah Abi berlalu dari pandangan para karyawannya,banyak kasak kusuk yang berlalu lalang.


'' Eeh pak Abi badannya tambah berisi aja yaa habis kawin, ketularan istrinya kali.'' kata salah seorang karyawati.


'' Ya iyalaah pasti dimasakin yang enak enak mulu sama istrinya, secara emang Dila dari dulu kan jago masak.'' timpal karyawan yang lainnya.


Memang seperti yang diketahui kebanyakan orang mengenai perubahan bentuk badan Abi yang sudah jauh dari kata sexy lagi. Karna badan Abi sekarang semakin berisi. Perutnya yang dulu amat datar dan bergelombang sekarang sudah menyembul kedepan alias buncit.


Bagaimana tidak, setiap hari Dila memasakkannya makanan yang enak enak tapi tetap Dila masih memberikan makanan sehat untuk suaminya dan tanpa micin. Selain itu Abi yang dulu sering berolahraga sekarang sudah jarang sekali berolahraga. Mungkin yang rutin hanya olahraga malam saja bersama Dila. Sekarang hanya satu minggu sekali joging atau bersepeda di taman bersama Dila.


'' Huuuffhh....'' buangan nafas Abi terdengar saat dia mendudukkan tubuhnya di kursi singgasananya.


'' Gue sekarang kok gampang ngos ngosan yaa Man. Terus ini celana kok jadi sesak gini, apa celananya mengecil yaa?'' tanya Abi pada Arman yang duduk di depannya sambil memeriksa berkas.


Arman sejenak melirik atasannya.


'' Selama ini yang saya tahu cuma badan yang membesar kalau celana yang mengecil berarti habis di permak celananya. Celana bapak habis di permak?'' tanya Arman bersikap sok bodoh atas pertanyaan atasannya.


'' Maksud kamu badan saya yang jadi gendut?'' kata Abi beranjak berdiri menghampiri kaca dan melihat dirinya di kaca seakan tak sadar dengan perubahan badannya.


Sedangkan asisten peribadinya hanya mengangkat bahu dan alisnya secara bersamaan.

__ADS_1


'' Iyaa yaa Man , Yaa Allah kemana body sixpack gue yang dulu. kok jadi bulet gini perut gue man. Badanku dulu tak begini tapi kini kok begini...'' kata Abi masih di depan kaca dan menepuk nepuk perutnya sambil bernyanyi.


'' Iya pak, ada apa aja yang nyempil di dalam perut bapak sampek nyembul keluar gitu?'' kata Arman bernada ledekan.


'' Besok gue olahraga aja deh, ngejim.''


'' Dari kemarin kayaknya besok besok mulu olahraganya. Terus alat alat olahraga yang di rumah buat pajangan aja niih pak?'' celetuk Arman.


'' Yaa kalau di jim kan ada instrukturnya Man jadi ada yang kontrol, kalau di rumah asal asalan doang, alat yang dirumah malah bini gue yang rajin makenya.''


'' Iya deh paak suka suka bapak.'' kata Arman pasrah dengan kemauan bosnya.


'' Sebentar lagi kita rapat dengan klien pak, bahan presentasinya sudah siap.''lanjut Arman.


'' Iya Man, tapi saya laper Man kayaknya harus makan dulu.'' kata Abi.


'' Bapak belum sarapan dari rumah tadi?'' tanya Arman.


'' Mau disiapkan makan pak?''


'' Gak usah gak usah itu saya makan bekal buat makan siang aja.'' kata Abi sambil mengambil tasnya dan mengambil kotak bekal yang tadi sudah disiapkan oleh istrinya.


'' Terus buat nanti siang apa bapak ingin makan lagi ? ''


'' Ya jelas dong Man , bisa kejang perut saya kalau gak makan.'' jawab Abi sambil melahap makanannya.


Arman yang melihat tingkah bosnya cukup geleng geleng saja. Dilihatnya jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya menunjukkan jam setengah sepuluh.


" Baru tadi pingin ngecilin perut, maksa ngejim pula, jam segini udah makan dua kali, gak makan siang katanya perutnya kejang, heehm dasar si bos."

__ADS_1


Setelah Abi menikmati makan keduanya mereka pergi ke tempat rapat di sebuah perusahaan lain.


'' Man nanti kita mampir di toko roti biasa yaa.'' kata Abi ketika di dalam mobil.


Sambil mengangkat satu alisnya tanpa banyak bertanya, Arman hanya mengIyakan perintah atasannya.


Dan ketika sampai di sebuah toko roti langganan Abi,dia segera bergegas masuk kedalam toko. Seperti orang kalap Dia mengambil beberapa roti dan kue basah serta kue kering, tak lupa dia juga meminta minuman float pada pelayan toko. Setelah membayar di kasir Abi membawa tiga kantong penuh makanan hasil buruannya barusan dan memasuki mobil kembali.


'' Mau dibagiin buat peserta rapat nanti pak ?'' tanya Arman yang kaget melihat bawaan Abi saat keluar toko roti.


'' Enak aja yaa buat saya makan sendiri laah, kamu mau Man ? niih satu aja yaa, ini juga minum!.'' kata Abi sambil memberikan sebuah roti dan minuman float pada Arman dan Arman pun menerimanya.


Lalu Abi membuaka roti dan memakannya dan meminum minuman yang tadi dia beli juga. Dalam sekejap Abi sudah menghabiskan dua roti dan beberapa kue basah. Arman yang melihat dari sepion depan sampai menelan ludah karna sepanjang perjalanan Abi masih saja terus mengunyah.


''Nih orang gak ada kenyangnya apa yaa kayak orang gak makan seminggu aja, jadi enek gue lihat dia makan.'' gumam Arman.


Sesampainya di perusahaan tempat Abi dan Arman akan melakukan rapat,sebelum memasuki kantor Abi merapikan kembali penampilannya dan mulutnya jangan samapai ada bekas makanan yang tersisa di mulutnya.


Di tenggah tengah rapat yang masih berjalan setengan jam yang lalu, Tiba tiba saja perut Abi melilit dan ingin buang air. Karna sudah merasa tidak tahan dia berpamitan pada peserta rapat untuk meninggalkan rapat sebentar. Sebelumnya Dia juga berpamitan pada asistennya.


''Man, kalau waktu presentasi saya belum kembali,tolong kamu gantikan saya buat presentasi yaa, perut saya mules.'' bisik Abi pada Arman lalu buru buru keluar ruangan.


Arman hanya mengangguk dengan terpaksa dan mengutuki atasannya tersebut.


'' Rakus siih sekarang aja mules mules luu.'' gumam Arman.


Sekitar lima belas menit kemudian Abi kembali dan dia langsung mendapat giliran presentasi. Beruntung seperti biasa Abi dengan mudah memenangkan tendernya.


Saat acara perjamuan pun lagi lagi Abi makan dengan rakus,semua makanan yang di hidangkan menjadi santapannya. Padahal biasanya hanya secukupnya saja dan lebih memilih gengsi dan reputasi.

__ADS_1


''Sejak kapan bos gue jadi rakus gini yaa.'' gumam Arman yang sedikit malu dengan kelakuan bosnya itu.


__ADS_2