
Abi dan Dila sudah selesai di rias. Keduanya memakai baju adat jogja dan menggunakan riasan paes ageng. Abi terlihat gagah dengan bagian dadanya yang terbuka sedangkan Dila terlihat juga sangat ayu dengan paes agengnya.
" Yang ini aku apa gak masuk angin ya pake kemben gini?" protes Abi ketika melihat dirinya di depan kaca.
" Diih masa gini aja masuk angin siih mas, lebay deh. Mas Abi kelihatan gagah loo pake kostum ini." kata Dila.
" Masa siih yaang, besok kalau ngantor pake baju gini aja kali yaa biar tambah gagah akunya." jawab Abi dengan PDnya.
" Jangan rusuh deeh mau dihisterisin sama semua karyawati kantor?" ucap Dila kesal mengingat dulu saat bekerja di kantin Dila memang tau banyak karyawati yang memuja muja Abi.
" Ha ha haa kamu cemburu yang." ledek Abi.
Dila memajukan bibirnya kesal karna ledekan suaminya.
Lalu terlihat pintu kamar terbuka, bu Lasmi dan Bu Rohmah tampak masuk.
" Duh duh duuh penganten baru senyum senyum terus gak keluar keluar dari kamar, betah banget siih di kamar?" bu Lasmi menggoda.
" Ck ck ck Masya Allah ayune kamu nduuk." kata bu Rohmah yang takjub dengan putrinya yang benar benar terlihat berbeda hari ini.
Dila hanya tersipu malu mendengar pujian ibunya.
" Yaelah buuk gimana mau keluar orang dari tadi badan kita di ubek ubek sama nooh dua perias itu." kata Abi sambil menunjuk perias dengan dagunya.
Si perias hanya senyum senyum saja tau mereka hanya dikambing hitamkan oleh Abi. Padahal acara merias sudah selesai sejak setengah jam yang lalu.
" Yaudah yuuk kita ke ballroom, kita mulai acaranya karna tamu tamu sudah pada datang." ajak bu Lasmi pada anak dan menantunya.
Mereka pun berjalan menuju ballroom, Abi dan Dila terlihat kesusahan berjalan karna baju yang mereka pakai.
Acara pun dimulai dengan sangat meriah. Banyak tamu yang diundang, mulai dari kolega Abi dan pak Darma, rekan dan kerabat kedua keluarga serta semua karyawan kantor dan juga restoran, tak lupa tetangga kost Dila juga terlihat disana.
Karyawan kantor banyak yang iri dengan nasib baik yang dialami Dila. Yang tadinya hanya seorang penjaga kantin sekarang malah menjadi nyonya boss.
Dila dan Abi sudah dipajang sedari tadi di pelaminan dan kini saatnya para tamu memberi selamat pada mempelai.
__ADS_1
Terlihat Dirga juga hadir dan kini ia akan menyalami kedua mempelai. Dirga juga telah mengikhlaskan Dila untuk bahagia bersama orang lain.
" Selamat yaa bro akhirnya elu yang dapetin Dila, inget kata kata yang udah pernah gue kasih ke elu." kata Dirga mengingatkan Abi sambil menjabat tangan Abi.
" Sory yaa bro elu yang berjuang bertahun tahun tapi gue yang dapet." kata Abi dengan wajah dan senyum penuh kemenangan dan membalas jabatan tangan Dirga.
" Selamat ya Dil, semoga kamu bahagia bersamanya." kata Dirga berlanjut untuk Dila.
" Iya mas Dirga, makasi yaa selama ini sudah banyak bantuin aku." jawab Dila dengan mata berkaca kaca mengingat betapa besar pengorbanan Abi untuknya.
Renata tidak tampak di pesta itu karna memang setelah Abi mengetahui insiden Renata akan mengadu domba dia dan Dila, Abi tak sudi lagi mengundangnya. Di lain itu Abi juga takut Renata akan membuat kekacauan saat perta berlangsung.
Semakin malam tamu undangan semakin ramai dan ballrom yang bisa menampung ribuan orang itu sudah dipadati.Silih berganti datang dan pergi para tamu ikut menyaksikan kebahagiaan kedua mempelai.
" Yaang capek nggaak?" bisik Abi di sela sela tamu yang mengajak berfoto bersama.
" Mas Abi capek? " Dila balik bertanya.
" Aku gak cuma capek yang, gigi aku juga udah kering ini, udah yaa kita balik kamar aja yaa yaang, kamu juga pasti capek juga kan?" rengek Abi.
" Masa mau ninggalin tamu tamu penting gini mas?"
Akhirnya Dila pun merasa kasihan dengan Abi dan mereka memutuskan untuk kembali ke kamar.
Sesampainya di kamar Abi senyum senyum pada Dila lalu mendekatinya dan membantu Dila melepas semua asesoris yang menempel pada badan dan rambutnya.
" Udah mas cukup nanti aku buka sendiri bajunya." kata Dila.
" Kok gak sekalian aja yang nanggung itu." kata Abi.
" Mas Abi aja duluan mandi sana habis itu istirahat ."
" Kok istirahat yang bukannya malam ini kita lembur yaa?" ucap Abi sambil memeluk Dila dari belakang.
" Iih apaan sih mas, lepasin." karna belum terbiasa dan masih risih Dila menepis tangan Abi yang melingkar di pinggangnya.
__ADS_1
" Kenapa yang aku udah jadi suami kamu looh."
" Iya iyaa mas Abi mandi dulu aja bau keringat itu ." kata Dila sambil menutup hidungnya karna beralasan.
" Masa sih yang bau." balas Abi sambil menciumi badannya yang memang tidak bau.
" Udah mandi sana." Dila memaksa suaminya sambil mendorongnya agar masuk ke kamar mandi.
Abi pun menyerah dan menuruti kemauan Dila untuk mandi. Beberapa menit kemudian Abi sudah tampak segar dengan rambutnya yang masih basah. Dia kembali mendekati Dila dan ingin merayunya.
" Yang bobok yuuk..." ajak Abi manja sambil kembali mencoba memeluk Dila.
Kali ini Dila tak melakukan perlawanan, tapi jantungnya menjadi dua kali lebih kencang saat Abi memeluknya.
Karna Dila tak melakukan perlawanan, Abi semakin melancarkan aksinya. Di putarnya tubuh Dila agar menghadap ke arahnya lala memeluknya lagi lebih erat. Abi mendaratkan ciuman di puncak kepala Dila lalu berlanjut ke pipi cuby dan menempelkan hidungnya ke hidung Dila.
" Sayang...aku seneng banget akhirnya aku bisa nikahin kamu dan aku berharap kita bisa bangun rumah tangga kita bahagia selamanya." ucap Abi.
Dila tak sanggup berkata hanya senyum haru yang bisa ia keluarkan dan matanya yang berkaca kaca menandakan ia juga sangat bahagia dan beruntung bisa menikah dengan Abi yang bisa menerimanya apa adanya.
Abi ingin mencium bibir Dila tapi lagi lagi Dila menolaknya karna Dila sudah gerah dan tidak percaya diri karna dirinya belum membersihkan tubuhnya.
" Bentar yaa mas , aku mandi dulu." kata Dila sambil menjauhkan badannya dari Abi.
" Yaang gak usah mandi laah badan kamu masih wangi kook." Ahi berusaha meraih tubuh Dila kembali. Tapi Dila malah berlari menuju kamar mandi.
" Udaah bentar aja kok maas." ucap Dila sambil menutup pintu kamar mandi.
" Haaaiissshhh......gagal maning gagal maniing, gak tau apa di dedek udah lonjak lonjak mau lompat." gumam Abi sambil menghamburkan tubuhnya ke kasur.
Di kamar mandi Dila memegang dadanya yang tidak karu karuan karna detak jantungnya sedari tadi berdetak dengan kencang. Beberapa kali pengambilan nafas dilakukan oleh Dila dan dikeluarkannya pelan pelan agar Dila bisa sedikit rilek.
" Duuh gini amat yaa mau malam pertama, mau kabur itu takut dosa dia udah suami gue, mau ngeladenin itu takut gak bisa bayangin deh gue telanjang di depan cowok hiiiiiii......" Dila berfantasi dengan pikirannya sendiri.
Dila pun memutuskan untuk berendam air hangat sejenak, mungkin itu bisa menenangkan hati dan pikiran menghadapi malam pertamanya.
__ADS_1
Hangatnya air dalam bathup dan aroma therapy benar benar membuatnya tenang hingga melupakan bahwa diluar ada Abi yang sedang gelisah menunggunya.
Setengah jam sudah Dila di kamar mandi, akhirnya dia keluar juga dan berjalan pelan menghampiri Abi. Tapi saat matanya menemukannya ternyata suaminya itu sudah tidur dengan lelapnya. Dila pun membuang nafasnya seakan lega melihat Abi yang sudah terlelap. Akhirnya Dila pun membaringkan tubuhnya di samping Abi dan ikut terlelap juga.