ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Minta tolong


__ADS_3

Malam harinya ketika jam makan malam telah usai, Abi, Ayah serta ibunya sedang mengobrol di ruang keluarga.


Ya hampir setiap hari mereka sempatkan untuk mengobrol sambil minum teh atau kopi di sela sela kesibukan Abi dan Ayahnya. Entah tentang pekerjaan,keluarga dan apa saja yang nyaman untuk mereka bahas.


" Oh iya Bii...ada urusan apa kamu sama Dila?" Tanya pak Darma tiba tiba mengingat tadi siang dia berpapasan dengan Dila yang hendak ke ruangan Abi.


" Uhuuukk...." Abi tersedak kopi yang baru ia teguk dan tampak salah tingkah.


" Ayah tanya Bii nggak nyuruh nikah." kata Pak Darma menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya.


" Urusan apa yaah, nggak ada urusan apa apa." Elak Abi.


" Tadi ayah papasan dengan Dila waktu Dia mau ke ruangan kamu."


" Oh anu yah gak pa pa cuma mau pesan kue untuk rapat besok."


Pak Darma dan Bu Lasmi mengerutkan keningnya mendengar ucapan anaknya.


" Ha ha ha...Pesan kue? Gak ada kerjaan kantor yang lebih penting dari pada pesan kue dengan Dila?" Pak Darma tertawa mendengar jawaban dari anaknya.


" Yaa klien orang jawa yah, Abi juga ingin memanjakan lidahnya supaya mau bekerja sama dengan kita, maka dari itu Abi ingin menyuguhkan kue kue tradisional."


" Cukup meyakinkan jawaban kamu dan Ayah harap bukan cuma klien yang besok akan kamu temui saja yang mendapat jamuan khusus, tamu yang lain pun harus diperlakukan yang sama karna setau Ayah klien yang kamu tangani kebanyakan orang jawa asli karna kamu masih memegang klien lokal saja dan yang klien asing masih Ayah yang pegang." tutur pak Darma pada anak bungsunya yang juga akan mewarisi perusahaan yang kini mereka kembangkan.


" He he he iya yah." jawab Abi sambil menggaruk tengkuknya.


" Oh iya ya Bii, Dila kan juga pintar bikin kue kue gitu, sekalian bilangin dong Ibu mau minta tolong bu Tini sama Dila bantuin bikin kue dirumah untuk arisan minggu besok." tiba tiba bu Lasmi menyambar.


" Lhah kok Abi bu, kenapa bukan ibu saja yang mendatangi orangnya sendiri.." jawab Abi


" Yaa kirain kamu udah deket sama Dila jadi ya sekalian bilangin biar ibu gak usah ke kantor."


" Deket apa siih buu, orang cuma nyuruh bikin pesanan kue kok, lagian siapa juga yang mau deketin si gendut itu, bukan tipe Abi buu." Abi berkilah.


" Kamu kok Ge-Er siih, siapa juga yang bilang kalo kamu deketin Dila buat dijadiin pacar, ini deket dalam artian apa coba, maksud ibu deket itu kamu sama Dila udah jadi teman bukan yang lain." Bu Lasmi menggoda anaknya.


Abi salah tingkah dengan ucapan ibunya.


sedangkan bu Lasmi dan pak Darma yang melihat tingkah anaknya yang kelagapan dibuat tertawa senang bisa mengerjai Abi.


" Ya yaa itu maksud Abi juga, Gendut bukan tipe buat dijadiin teman buat Abi, udah ah ibu bilang sendiri aja."


Bu Lasmi berfikir sejenak.


" Oke deh besok ibu mau menemui bu Tini sama Dila sendiri." kata bu Lasmi kemudian.


***

__ADS_1


Keesokan harinya...


Setelah dari ruangan suaminya, bu Lasmi menuju kantin untuk menemui Dila.


Setelah sampai di kantin bu Lasmi pun bertemu dengan Dila.


Pegawai yang berpapasan dengan bu Lasmi pun menyapa seraya menundukkan kepala.


"Pagi.... Maaf apa Dilanya ada?." Sapa Bu Lasmi ketika bertemu dengan bu Tini.


Kata ramah dan senyum manis yang selalu tertanam pada diri bu Lasmi.


" Oh Ibu Lasmi, selamat pagi buu. Ada, sebentar saya panggilkan di dapur. Ibu silahkan duduk dulu." Ucap bu Tini membalas sapaan bu Direktur.


" Iya nanti bu Tini juga ikut temui saya ya!" Bu lasmi pun mengiyakan perkataan senior kantin yang sudah sering ia temui dan segera duduk di kursi kantin yang sudah tertata rapi.


Tak lama kemudian terlihat bu Tini dan Dila menghampiri bu Lasmi yang tengah duduk.


" Selamat pagi bu Direktur," sapa Dila.


" Iya pagi, kalian silahkan duduk!"


" Ada yang bisa kami bantu buu?" Tanya bu Tini kemudian.


" Iya saya mau merepotkan bu Tini dan Dila, besok hari sabtu dan minggu saya mau minta tolong untuk buatkan saya kue untuk arisan seperti biasa, berhubung ini nanti buatnya lebih banyak dari biasanya jadi saya minta tolong sama kalian. Gimana, apa kalian bisa?" tutur bu Lasmi lembut.


" Kalau Dila bagaimana?


" Saya juga bisa buu." Jawab Dila.


" Baiklah kalau begitu hari sabtu sama minggu kerumah yaa bu Tini, Dila!"


" Baik buu ." Jawab bu Tini dan Dila serempak.


" Ooh iya Dila maaf yaa kalau sikap Abi kurang baik sama kamu." Tiba tiba saja bu Lasmi berkata yang membuat Dila tidak bisa menjawabnya.


Dila hanya tersenyum dan mengangguk pelan.


" Pak wadir bilang apa ya sama bu Lasmi."


***


Sabtu pagi Dila sudah bersiap siap akan pergi ke rumah bu Lasmi, dia sudah sepakat dengan bu Tini akan bertemu di rumah bu Lasmi saja.


Dila tampak menunggu seseorang yang akan menjemputnya. Tak menunggu lama orang yang menjemput Dila pun datang membawa motornya. Dan Mereka pun berlalu meninggalkan kost kostan Dila.


Sesampainya di rumah bu Lasmi, Dila turun di depan gerbang. Lalu tak lama terlihat Abi dengan sepeda gunungnya memasuki gerbang rumahnya. Seolah olah tak kenal Dia hanya melewati dua orang yang juga berada di depan gerbang. Bahkan sapaan dari Dila pun tak dihiraukan.

__ADS_1


Entah mengapa Abi sangan tidak suka melihat dua orang yang berada di depan gerbang rumahnya tadi. Seperti ada yang menunjam dadanya. Saat di dalam rumah Abi pun tampak uring uringan.


" Pacaran di depan gerbang rumah gue, maksudnya mau pamer gitu." Gumaman tak jelas Abi mengiringi langkahnya menuju kamar.


Dila dan bu Tini sudah memulai kegiatannya di dapur dan bu Lasmi juga tampak membantu mereka.


Tidak biasanya juga Abi yang tiba tiba jadi wira wiri keluar masuk dapur. Tak tau juga apa maksud dari tingkahnya itu. Ini sudah lima kali dia bolak balik ke dapur sampai membuat bu Lasmi heran dengan tingkah anaknya.


" Abi, kamu sebenernya sedang nyari apa sih nak?" tanya bu Lasmi.


" Kalau ke dapur ya nyari makanan buu kalau nyari paku di kepalanya kuntilanak." jawab Abi yang menekankan kata kuntilanak dengan mata yang melirik tajam ke arah Dila.


Dila yang merasa dilirik pun mengerutkan kedua alisnya.


" Sudah sudah kamu jangan bolak balik aja nanti ibu suruh kamu bantuin Dila bikin kue loo."


" Jangan buu nanti pacarnya marah." Jawab Abi lalu melengos meninggalkan dapur.


Dila terkesiap mendengar penuturan Abi dan hanya mencebik saja tanpa mempedulikan.


" Dila sudah punya pacar?" tanya bu Lasmi pada Dila.


Dila tak menjawab, ia hanya tersenyum dan menunduk.


" Maaf yaa Abi memang seperti itu, kalau di rumah masi suka manja sama ayah dan ibunya dan masi suka seperti anak kecil, saya aja kadang heran, suka nyebelin." Tutur bu Lasmi.


"Lha wong ibunya aja bilang kalo nyebelin, apalagi orang lain bilangnya naudzubillah terus pasti." Gumam Dila dalam hati.


***


Sore hari Dila dan bu Tini sudah pulang dan besok pagi mereka akan kembali lagi ke rumah bu Lasmi.


Malam harinya seperti biasa bu Lasmi dan pak Darma ngobrol, kali ini tak ditemani oleh putra bungsungnya, karna si bungsu seharian ini sedang tidak enak hati dan uring uringan. Kedua orang tuanya pun tak tau sebab musabab sang anak menjadi seperti itu.


" Bu...Ayah sudah mengorek info dari Arman, ternyata minggu belakangan ini Abi minta makan sama Dila terus loo." Kata pak Darma.


" Haaa minta makan sama Dila? Abi tu malu maluin aja sih yah, Sampe minta makan ke Dila, Kurang uang si Abi gak bisa beli makan sendiri?" Sahut Bu Lasmi ngomel.


" Ibu ini pelan pelan dong dengerin ayah dulu." Sambung pak Darma lembut.


" Maksud ayah, si Abi ini tiap makan siang minta dimasakin sama Dila, entah awalnya bagaimana tiba tiba saja Abi suka masakan Dila." Ucap pak Darma lagi.


Pak Darma sudah di info oleh Arman semua tentang Abi beberapa minggu terakhir ini. Dan pak Darma pun menceritakan semua pada Istrinya.


" Ooh jadi gitu ceritanya!! Terus Abi sama Dila lanjutannya gimana yah?" tanya bu Lasmi lagi.


" Kok tanya ayah, tanya sama anak ibu dong." jawab pak Darma dengan senyum bijaksananya.

__ADS_1


Dan dari sini bu Lasmi yang seorang ibu pun tau dirundung apa anaknya saat ini.


__ADS_2