ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Pak Damar


__ADS_3

Menjelang sore hari terlihat semua karyawan perusahaan akan bersiap siap akan pulang.


Tak terkecuali dengan pegawai kantin.


"Dut... Kamu jadi pulang sore ini ?" Riska bertanya pada Dila.


" Iya Ris jadi dong,,, Mau nitip sesuatu kah ??"


" Enggak Dut, salam aja ke bapak sama ibu yaa,, Ati ati jangan ngebut nanti benjut !!"


Semua karyawan sudah terlihat pulang tak terkecuali pegawai kantin.


Dila menuju parkiran mengambil motornya dan mengendarai dengan kecepatan sedang.


Bukan kost kostan yang ia tuju melainkan rumah orang tuanya.


Setiap 2 minggu sekali Dila pulang ke rumah yang jarak tempuh sekitar 2 jam perjalanan dari tempat dia bekerja menggunakan motor.


Tepat jam 7 malam Dila sampai di rumah orang tuanya. Dan disana terlihat pak Wiro dan bu Rohmah kedua orang tua Dila serta Dika dan Dania adik adik Dila berada di ruang tamu.


Rumah sederhana itu terlihat asri dan nyaman.


" Assalamualaikum..." Ucap Dila


"Waalaikumsalam..." jawab seisi rumah serempak.


Mengetahui anak perawannya pulang, Bu Rohmah langsung menyambutnya.


" Kok baru sampai rumah nduk??"


" Iya buu , tadi pas maghrib mampir ke masjid dulu sama beli camilan ." jawab Dila seraya mencium tangan ibunya lalu berlanjut menuju bapak dan adik adiknya.


"Gimana kerjaannya nduk?" Tanya pak Wiro.


"Alhamdulillah lancar aja pak." Jawab Dila tersenyum sambil duduk di kursi depan bapaknya.


"Bawa apa mbak Dil ?" Tanya Dania adik bungsunya.


Lalu Dila membuka bungkusan plastik yang tadi dibawanya.


"Nih martabak telur kesukaan kalian." Jawab Dila sembari membuka bungkusannya.


" Di makan Pak, Buk !" Dila menawari orang tuanya terlebih dulu.


" Bapak nanti saja mau ke musholla dulu, udah adzan isya" Jawab pak Wiro sambil beranjak dari duduknya.


"Ayo Dika ke musholla dulu!!" Tak lupa pak Wiro mengajak anak laki lakinya.

__ADS_1


"Nggeh pak." Jawab Dika sambil mengambil sepotong martabak telur dan membawanya menyusul bapaknya.


"Jangan dihabisin ya dek!!" Ultimatum Dika pada Dania.


"Ya sudah sana bersih bersih dulu nduk terus isya'an,makan, baru istirahat." Sambung bu Rohmah pada Dila.


Dila hanya menggangguk lalu bergegas menuju kamarnya dan bersiap siap melakukan apa yang diperintahkan ibunya tadi.


Jam sudah menunjukkan pukul 20.30 , Dila sudah menyelesaikan semua. Dan dia kembali menemui ibu dan adiknya yang sedang duduk di ruang tamu.


" Bapak sama Dika kok belum pulang dari musholla buuk ??" Tanya Dila.


" Oh itu tadi katanya mau tahlilan dulu ke rumah pak Wawan, mungkin sebentar lagi pulang, para tetangga juga sudah pada pulang kok."


"Ooh... Warung rame buk ?"


" Ya Alhamdulillah nduk makin rame, sekarang ada ruko ruko yang dibangun di deket warung itu kan pekerjanya makan di tempat kita." Kata bu Rohmah.


Beberapa saat kemudian terlihat Pak Wiro dan Dika pulang, mereka tampak membopong seorang laki laki yang terdapat luka di pelipisnya.


" Lhooh Astaghfirullahal'adziim... ada apa ini paak??" seru bu Rohmah panik dan segera berlari ke arah suaminya.


Dila dan Dania yang melihatnya pun juga kaget dan panik.


Tak segera menjawab Pak Wiro dan Dika membawa orang itu masuk ke rumah dan membaringkannya di kursi panjang.


" Pas tadi bapak sama Dika mau pulang, trus liat Bapak ini di tepi jalan raya mau di kroyok sama 4 anak muda brandalan yang mabuk. Bapak nggak tau kejadian yang sebenarnya kenapa sampai bapak ini bisa berurusan sama mereka." Jelas pak Wiro.


"Dila tolong ambilkan minum nak buat bapak ini!!" Perintah pak Wiro.


Dila yang sedari tadi mencoba mengingat sesuatu, langsung kaget begitu bapaknya berbicara. Dila langsung melihat pak Wiro tanpa berkata dia langsung bergegas menuju dapur mengambilkan minum.


Sedari tadi sebenarnya Dila mencoba mengingat ingat wajah dari orang yang sudah ditolong oleh bapaknya, akan tetapi dia masi belum bisa mengingatnya.


Dila kembali ke ruang tamu dengan membawa segelas air putih lalu memberikannya kepada laki laki paruh baya yang sedang berbaring di kursi panjang.


"Diminum dulu pak airnya !!" Kata Dila.


Dika lalu membantu bapak itu untuk duduk agar bisa minum air yang diberikan Dila. Kemudian bapak itu meneguk air lantas mengucapkan "Terima kasih"


" Bagaimana keadaan bapak, apa perlu bapak kita antar ke rumah sakit?" Tanya pak Wiro kemudian.


" Tidak perlu pak, saya baik baik saja cuma kaki saya sepertinya terkilir." Kata pak Damar sambil memijit mijit kaki kanannya yang keseleo.


" Kenapa bapak bisa sampai ber urusan dengan anak anak berandalan itu pak ?" Tanya pak Wiro lagi.


" Tadinya saya mau mampir ke toko seberang jalan mau membeli air minum, Lalu tiba tiba saya terserempet motor mereka dan jatuh, mereka pun turun,,, Tapi bukannya minta maaf mereka malah mengeroyok saya. Untungnya Bapak dan adik cepat datang,,, kalau tidaak,,," pak Damar menjeda kata katanya sambil menghela nafas panjang.

__ADS_1


" Mungkin keadaan saya akan lebih parah dari ini." Pak Damar melanjurkan kata katanya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


" Iya saya Wiro, ini Istri saya Rohmah, dan mereka bertiga ini anak anak saya. Kalau bapak memerlukan sesuatu bisa panggil kami." Ucap pak wiro kemudian.


" Saya Damar pak, terima kasih atas pertolongannya." sambut pak Damar


" Oh iya ,,,Apa mobil yang tadi mobil milik bapak?" Tanya Dika kemudian.


" Iya itu mobil saya."


" Kalau begitu saya akan membawanya kesini , bahaya kalau di pinggir jalan pak." Lanjut Dika.


Pak Damar hanya mengangguk tanda menyetujuinya sambil menyerahkan kunci mobilnya.


" Emang Dika bisa buk bawa mobil?" Bisik Dila pada ibunya karna meragukan adik laki lakinya yang sudah SMA kelas 3 itu.


" Adikmu sering diajarin mas Zainal pake mobil pick up yang biasanya buat antar barang bangunan dari tokonya, Adikmu kalau libur sekolah juga sering diajak mas Zain nyupir nganter pesanan." Jelas bu Rohmah.


Dila hanya ber "O" ria sambil manggut manggut tanda mengerti.


"Apa pak Damar tidak ingin menghubungi seseorang untuk mengabari keadaan bapak?" Kali ini bu Rohmah yang bertanya.


"Iya saya akan menelfon anak saya." Jawab pak Damar seraya meraba saku celananya akan mengambil hp.


" Oh hp saya ternyata ketinggalan di mobil, biar nanti nunggu nak Dika saja."


Tak lama Dika pun datang karna jarak rumahnya menuju jalan raya hanya sekitar 200 meter saja.


" Ini pak kunci mobilnya." Kata Dika seraya menyerahkan kunci mobil.


"Dan ini maaf,,,hp Bapak dari tadi bunyi, makanya saya ambil sekalian barang kali ada yang penting." Dika menyerahkan hp ke pak Damar.


" Terima kasih nak,, saya memang membutuhkan hp ini untuk menghubungi anak saya. Dan mungkin yang telfon itu istri saya karna khawatir saya belum sampai rumah." Lalu Pak Damar meraih hp nya dan menelfon seseorang.


" Halo nak..."


" Iya halo ayah, dimana ayah sekarang.??" Tanya suara diseberang.


"Ayah sedang ada musibah sedikit, tapi jangan kawatir ayah tidak apa apa hanya kaki ayah terkilir saja."


"Lalu dimana ayah sekarang??"


"Ayah berada di rumah Pak Wiro, orang yang sudah menolong ayah. Jangan bilang pada ibumu dulu dengan keadaan ayah. Besok pagi saja kamu jemput ayah di rumah pak Wiro, nanti ayah kirim alamatnya."


" Baik ayah, jaga diri ayah dan segera kirim alamatnya sekarang!!"


Pak Damar pun mematikan telfonnya.

__ADS_1


__ADS_2