ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Angkringan


__ADS_3

Di pinggir jalan sebuah mobil sport berwarna putih terparkir, tidak terlihat ada mobil lain disana.


" Kamu mau kemana?" Tanya Abi.


" Lhah kok malah nanya saya sih pak, kan bapak yang tiba tiba nyulik saya." Ketus Dila.


" Nyulik gimana, orang kamu saya bawa pasrah pasrah aja kok."


Kaget dengan jawaban Abi, dengan reflek Dila langsung memukul, meremas lengan Abi tanpa ampuun.


" Hiiiiiii.....nyebeliin banget siih, maunya apaaa...." Dila berteriak dengan kesal.


" Aduuh... aduuuh...sakit sakit tau, kamu bisa saya laporin tuduhan penganiayaan looh.!" Kata Abi yang kesakitan karna remasan tangan Dila.


" Bapak saya laporin sama Allah karna bapak yang mendholimi saya, biar diazab sekalian,"


" Eh jangan dong,ngeri banget kata katanya. iya iya maaf saya yang salah."


" Haaa...Saya nggak salah dengar, bapak minta maaf sama saya?"


" Ya..yaa.. karna saya lebih takut sama Allah dari pada kamu." Elak Abi.


Abi segera melajukan mobilnya menyusuri jalan kembali. Dengan ragu ragu dia melirik ke arah Dila.


" Eem...Cari makan dulu yaa." Kata Abi lembut.


" Serah." Dila ketus.


" Makan dimana ? Restoran western, chinese, atau restoran yang kemarin." Abi benar bingung mengajak Dila pergi kemana, karna benar benar tidak direncanakan sama sekali.


" Restoran rakyat jelata." Jawab Dila enteng.


" Emang ada? dimana?" ucap Abi, karna memang dia belum pernah dengar ada restoran yang disebutkan Dila.


Lalu Dila yang mengarahkan jalan menuju tempat pilihannya.Tak lama mereka pun sampai.


" Bilang aja kaki lima, serius makan disini?" kata Abi setelah menghentikan mobil.


" Kalau saya serius karna uda biasa makan disini, kalau bapak nggak mau yaa sudah, pulangin saya ke kost saja."


" Jangan jangan, iya makan disini! tapi kamu gak takut sakit perut nanti?" tanya Abi lagi.


" Gak usah ditanya,Perut saya udah kebal."


" Yaudah deh pilih aja mau makan dimana." Abi pasrah pada Dila.


Abi dan Dila turun dari mobil dan berjalan menyusuri lapak kaki lima yang berjajar jajar siap memanjakan perut yang lapar.


Dila menggiring Abi ke sebuah angkringan yang pengunjungnya cukup ramai. Lalu mendudukkan tubuh mereka di lesehannya.


" Bapak mau minum apa." tanya Dila pada Abi yang terlihat bingung ingin memilih menu apa.


" Udah samain aja sama kamu." jawab Abi.


" Wadang uwuhnya dua yaa mbak." Dila mengatakan pesanannya pada pelayan angkringan.


" Wedang apa?" Tanya Abi yang baru mendengar jenis minuman yang disebutkan Dila.

__ADS_1


" Wedang uwuh pak."


" Apa itu ? saya kok baru tau ada minuman dengan nama itu"


" Wedang artinya minuman, uwuh artinya sampah jadi minuman sampah."


" Haah sampah, minuman sampah kok dijual, kamu mau meracuni saya yaa?" Abi langsung menyahut omongan Dila.


" Ck..." Dila berdecak.


"Mangkanya kalau orang ngomong itu dengerin dulu jangan asal potong aja." Dila mulai kesal dengan Abi.


" Oh masih ada lanjutannya tooh, yadah lanjut lanjut, bilang dong kalo ada lanjutannya." Abi meringis.


" Wedang uwuh terdiri dari jahe, cengkeh atau batang cengkeh, daun cengkeh, daun kayu manis kering, daun pala kering, serutan kayu secang, dan gula batu. Lalu khasiatnya sebagai antioksidan dan menurunkan kolesterol juga menghangatkan badan." Jelas Dila.


Abi terlihat manggut manggut mendengar penjelasan Dila. Setelah itu minuman pesanan mereka pun datang.


" Wiiih merah gini yaa warnanya." Kata Abi melihat minuman di depannya.


" Iya kan dari rempah rempahnya tadi direbus jadi satu lalu keluarlah warna merahnya."


" Seger gini yaa, anget pula. Kamu tau banyak tentang masakan dan rempah tradisional kayak gini?" tanya Abi


" Ya kalo orang Indonesia apalagi jawa banyak yang tau pak, bapak aja orang jawa tapi gak njawani." Sindir Dila pada Abi.


" He he he, eeh ini kalau makannya gimana? banyak banget siih satenya, itu sate apa aja?" Kata Abi lagi karna ini pertama kalinya Dia makan di angkringan.


" Biar saya aja yang ambilin, bapak bisa makan apa aja kan, gak ada alergi?" Tanya Dila waspada jangan sampai ngeracun anak orang.


" Los dol kalo lagu mah, gak ada alergi kecuali racun, ini sampah aja diminum." Abi terlihat senyum.


Dila kembali terlihat membawa nampan dengan bermacam macam sate ala angkringan, dan terlihat ada dua bungkusan berbalut daun.


" Wiih banyak banget macamnya, sate apa aja ini, trus makan sate aja gak pake nasi?" Abi mengamati macam macam sate di depannya.


" Lhah ini nasinya pak, nasi kucing." Kata Dila sambil memberikan bungkusan pada Abi.


" Nasi kucing?, saya sering dengar nasi kucing tapi denger namanya aja udah ngeri sendiri, maksudnya apa siih?"


" Nasi kucing itu nasi yang dibungkus dengan daun pisang dengan lauk sambal dan ada sedikit ikan asin atau bisa ikan yang lain tapi dengan porsi yang sedikit seperti ini."


" Bisa nambah gak nasinya, nasi cuma secuil ini mana kenyang." ucap Abi sambil mengangkat nasi kucing yang sangat kecil itu.


" Nooh masi satu bakul bungkusannya dibeli semua sekalian satenya juga bisa paak, ha ha ha." tutur Dila sambil tertawa renyah.


Abi pun menikmati senyuman Dila kala itu dan mereka pun memakan makanan yang ada di depan mereka.


Semakin malam jalanan semakin ramai, para pengunjung angkringan pun juga semakin memenuhi meja meja lesehan yang masih kosong.


Pengamen pengamen jalanan mulai memperlihatkan aksinya bernyanyi dan bermain alat musik, semakin menambah keramaian malam itu.


Abi dan Dila masih terlihat menikmati makanannya, terlihat beberapa pengamen menghampiri mereka yang penyanyinya mempunyai suara yang sangat merdu. Dan mereka mulai menyanyikan lagu dari Roulette yang judulnya Aku Jatuh Cinta.


******Huu


Awalnya ku tak mengerti apa yang sedang kurasakan

__ADS_1


Segalanya berubah dan rasa rindu itu pun ada


Sejak kau hadir di setiap malam di tidurku


Aku tahu sesuatu sedang terjadi padaku****


Di awal lagu Dila tampak akan memberikan uang pada pengamen, lalu Abi segera memegang pergelangan tangan Dila untuk membiarkan pengamen menyelesaikan dulu lagunya.


" Biarin dulu!"


Dila mengurungkan niatnya.Abi dan Dila sesaat saling memandang. Lalu Abi menjauhkan tangannya yang masih menempel di pergelangan tangan Dila.


******Sudah sekian lama kualami pedih putus cinta


Dan mulai terbiasa hidup sendiri tanpa asmara


Dan hadirmu membawa cinta sembuhkan lukaku


Kau berbeda dari yang kukira


Aku jatuh cinta kepada dirinya


Sunguh-sungguh cinta, oh, apa adanya


Tak pernah kuragu namun tetap selalu menunggu


Sungguh aku jatuh cinta kepadanya


Hu-u


Coba, coba dengarkan apa yang ingin aku katakan


Yang selama ini sungguh telah lama terpendam


Aku tak percaya, membuatku tak berdaya


'Tuk ungkapkan apa yang kurasa


Aku jatuh cinta kepada dirinya


Sunguh-sungguh cinta, oh, apa adanya


Tak pernah kuragu namun tetap selalu menunggu…


Sungguh aku jatuh cinta kepadanya****...


Setelah menyelesaikan lagunya, Abi memberikan selembar uang berwarna merah yang bergambar Presiden Soekarno dan Bung Hatta. Para pengamen pun terlihat senang dan setelah mengucap terima kasih mereka meninggalkan meja Abi dan Dila.


Waktu sudah menunjukkan jam sepuluh, waktunya Abi mengantar Dila kembali ke kostnya. Setelah Abi melakukan pembayaran, dia pun mengajak Dila ke mobil. Mobil Abi melaju membelah jalanan yang masih sangat ramai di waktu akhir minggu seperti sekarang ini.


Sesampainya di depan kost, Dila hendak membuka pintu mobil, lalu Abi menarik tangan Dila hingga membuatnya kaget dan mengurungkan niatnya unyuk membuka pintu mobil.


" Makasih yaa udah nemenin saya makan." Kata Abi dengan senyum menawan yang sudah kedua kalinya ditunjukkan pada Dila.


" Sama sama pak, harusnya kan saya yang terima kasih karna udah ditraktir makan." Sambut Dila dengan senyum yang tak kalah menawan dari Abi.


" Ya udah sana turun lalu masuk, sudah malam, habis itu saya langsung balik " ucap Abi lagi.

__ADS_1


Dila pun keluar dari mobil Abi dan masuk ke dalam kost. Setelah dilihat Dila sudah berada di dalam kamar kostnya, Abi pun beranjak pergi.


.


__ADS_2