ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Sedang sakit


__ADS_3

Seperti tiga hari sebelumnya, Dila mengantar makanan ke ruangan Abi.


" Ini makanannya saya taruh meja pak."


Abi segera menuju meja sofa untuk makan siang.


" Makanan apa ini, kamu kira saya kambing kamu kasih lalapan segini banyanya?" Kata Abi setelah sadar makanan yang disajikan Dila hanya satu potong ayam, sambal dan lalapan yang sangat banyak.


"Makanan yang lainnya mana?"


" Maaf pak, hari ini saya kurang enak badan jadi cuma bisa siapin makanan itu saja." Kata Dila dengan suara lemas.


Mendengar itu Abi kemudian memperhatikan wajah Dila yang memang pucat.


" Kamu sakit? kalau sakit ya ke Dokter, istirahat di rumah saja, jangan sampai kamu pingsan di kerjaan, kasian nanti yang angkat badan kamu." Kata Abi alih alih perhatian malah meledek.


" Iya pak" Jawab Dila singkat karna dia sudah tidak sanggup untuk menanggapi ocehan wadirnya.


" Ya sudah kamu bisa kembali, jangan lupa istirahat."


Dila hanya mengangguk dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Abimanyu.


Dan Dengan pasrah Abi pun memakan apa yang sudah Dila siapkan untuknya.


***


Empat hari sudah Dila menyiapkan makanan untuk Abi, Dan ini hari ke lima Abi akan menikmati makan siang buatan Dila, yang artinya ini adalah hari terakhir. Tapi sampai Arman kembali ke ruangan Abi dari makan siangnya, bosnya itu masi belum beranjak dari singgasana kerjanya.


Ketika Arman masuk ruangan bosnya, dia melihat ruangannya masi sama seperti saat akan ditinggalkan untuk makan siang tadi. Tidak ada bekas piring kotor di meja sofa dan bosnya masi saja duduk anteng.


" Bapak belum makan?" Sapaan Arman mengejutkan Abi.

__ADS_1


" Lhoh kamu uda balik makan siang Man, emang jam berapa ini?" Abi malah balik bertanya sembari melihat jam tangannya.


" Setengah dua pak." Jawab Arman singkat.


" Gendut kok gak nganter makanan ya? apa dia beneran sakit?" Tanya Abi dalam hati.


" Kamu tadi makan dimana Man?"


" Kamu gak liat si gendut tadi Di kantin?"


" Tidak lihat pak?"


" Ngapain aja kamu tadi di kantin sampe orang segede itu gak liat?"


" Pertanyaan model apa itu?" Batin Arman.


"Ya saya makan siang pak, tadi sama rekan yang lain. Bapak mau dipesankan makan di kantin?"


" Boleh, pesankan saya makanan dan tanyakan kenapa gendut tidak mengantar makanan kesini." Perintah Abi.


Di depan ruangan, Arman berkata pada Indah apa yang dikatakan bosnya kepadanya. Dan Indah pun menurutinya.


Beberapa saat kemudian Arman dan Indah datang ke ruangan bosnya. Indah tampak membawa nampan berisi makanan untuk Abi.


" Silahkan dimakan dulu pak." Kata Indah sambil meletakkan nampan di meja.


" Kenapa kamu yang bawa Ndah?" Tanya Abi sambil berjalan mendekati meja.


" Kata pegawai kantin tadi Didut gak masuk pak, lagi sakit katanya." Kata Indah.


Abi melihat nampan yang berisi makanan yang tadi di bawa Indah.

__ADS_1


" Sakit apa? Udah dibawa ke dokter? Di kost apa di rumah sakit, apa pulang ke rumahnya? " Tanya Abi lagi dengan kawatir.


" Kurang tau pak, kemarin sih katanya izin pulang gitu." Jelas Indah lagi.


Rentetan pertanyaan Abi membuat Arman dan Indah lagi lagi dibuat heran oleh sikap bosnya.


Tau makanan itu bukan buatan Dila, Abi seakan tak berselera untuk memakannya.


" Buat kamu aja itu makannya, saya udah nggak selera makan." Kata Abi kemudian.


" Bapak belum makan, apa mau dipesankan makanan lainnya pak? " Tawar Indah.


" Gak usah biar kopinya aja saya minum."


" Kayaknya Bapak bucin yaa?" Ucapan yang terlontar dari Mulut Arman yang tiba tiba terbuka dan berhasil membuat mata Indah melotot ke arah nya.


" Bucin gundulmu Man? Emang dasar lambe turah, mulut netijen! Gak usah ditiru Ndah dari pada mulut kamu dilaknat Allah." Abi yang sedang kawatir dengan Dila pun akhirnya mencaci maki Arman yang menurutnya asal bicara.


Kata kata Abi berhasil membuat Arman dan Indah menertawakannya. Setelah puas tertawa merekapun keluar dari ruangan bosnya itu.


" Pak Arman ini ngawur kalau ngomong, untung wadir gak ngamuk." Kata Indah setelah keluar dari ruangan Abi.


" Saya kan bisa baca suasana hati wadir Ndah, jadi yaa saya berani bilang seperti tadi, coba kalo dia lagi kacau,,, bisa sampe urusan rumah tangga saya yang kena."


" Lha kok bisa sampe urusan rumah tangga bapak?" Tanya Indah yang belum mengerti.


" Ya kalo saya di pecat trus nganggur kan gak lucu kalo saya yang diamuk istri saya." Jelas Arman.


" Ha ha ha... bisa aja pak Arman ih!


***

__ADS_1


Di dalam ruangan Abi terlihat sedang melamun di atas meja kerjanya yang penuh dengan berkas berkas perusahaan.


Entah apa yang menjadi pikirannya saat ini.


__ADS_2