ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Selamat buat kamu


__ADS_3

Satu minggu berlalu dan satu minggu itu pula Abi masih setia dengan minyak telon dan parfum bayinya. Dia seakan sudah tidak peduli lagi dengan gerutuan orang orang yang ada di sekitarnya. Yang ada di benaknya hanyalah dari pada nanti harus muntah di depan orang lebih baik cari aman saja. Bahkan Arman pun menjadi sasarannya, Arman tidak boleh memakai parfum aroma maskulin yang biasa dia pakai karna Abi juga mual ketika mencium bau parfum Arman. Oleh karna itu Arman memutuskan ke kantor untuk tidak memakai parfum dari pada harus disuruh memakai minyak telon dan parfum bayi juga dengan atasannya itu.


Pagi ini sebelum sampai di restoran,Dila mampir ke apotik terlebih dahulu. Tanpa diketahui oleh Abi, Dila membeli 3 buah tespack dengan merk berbeda tetapi saat ditanya Abi dia hanya bilang membeli p3k untuk keperluan restoran. Tanpa curiga Abi hanya mengiyakannya saja.


Sesampainya di restoran Dila bersiap siap untuk menggunakan tespack nya karna Dila sudah terlambat sekitar dua mingguan dan akhir akhir ini juga perutnya sering eror makanya Dila memutuskan untuk membeli tespack dan berharap hasilnya akan sesuai dengan keinginannya.


Setelah masuk kamar mandi Dila segera menggunakan alat uju kehamilan tersebut. Ketiga alat itu semua digunakan oleh Dila demi melihat keakuratan dari hasilnya. Dengan perasaan was was ditungguinya hasil dari ketiga alat itu dan setelah hasilnya sudah nampak dua alat tes menunjukkan dua garis dan satu lagi menunjukkan tanda plus (+).


Darah Dila serasa berdesir dan tubuh Dila menghangat ingin rasanya dia teriak bahagia tapi tenggorokan Dila seperti tercekat dan dibungkam mulutnya dengan tangan, air mata haru pun lolos di pipi Dila yang cuby.


'' Masyaa Allah , Alhamdulillaah ya Allah.'' Dila tak henti berucap syukur atas kebahagiaan yang ia terima.


Dila pun keluar dari kamar mandi tak sabar ingin segera memberitahukan suaminya, lalu Dila menelfon resepsionis menanyakan reservasi restoran hari ini. Dila pun sudah mendapat informasi tentang tamu hari ini dan beruntung tidak ada reservasi. Dila berencana jam makan siang nanti ingin pergi ke kantor suaminya, lalu Dila pun menelfon Abi.


Abi baru saja memasuki ruangan kantornya bersama Arman


'' Hallo...Assalamualaikum...yang.'' sapa Abi.


'' Waalaikumsalam sayangkuu cintakuu....'' balas Dila dengan riang.


Abi melihat handphone yang tadi berada di telinganya sambil menyipitkan matanya sambil bergumam.


'' Kenapa ni bini, gak biasanya.''


'' Seneng banget yang, habis menang togel yaa ?'' kata Abi menggoda istrinya.


'' Astaghfirullah...ngaco kamu mas.'' kata Dila cemberut.


'' Iya kamu kenapa kok kayak seneng gitu.''


'' Nanti siang aku ke kantor yaa,aku bawain makanan.''


'' Lhaa kan uda bawa bekal tadi.''


'' Iya aku bawain camilannya, mau nggak?'' kata Dila ketus.


'' Oke okee dengan senang hati sayangku.''


'' Ya udah tunggu yaa.'' Kata Dila kemudian menutup telfonnya.


'' Waalaikumsalam dulu woooy main tutup aja nii bini satu.'' gerutu Abi.


Siang harinya sebelum jam makan siang Dila pun pergi ke kantor Abi. Sejak menikah ini kali pertama Dila berkunjung ke kantor Abi. Dila sebenarnya agak canggung dan sungkan jika pergi ke kantor Abi karna mengingat dulu dia pernah menjadi karyawan disini.


Sesampainya di recepsionis Dila menghela nafas dalam untuk merilekkan badannya. Dan bersikap biasa saja sebelum dirinya menikah dengan Abi.


'' Siang mbak Tika, mbak sari apa kabar?'' sapa Dila pada kedua recepsionis cantik itu.


Kedua wanita itu menoleh ke arah Dila, sedikit kaget juga dengan kedatangan Dila dan bingung bagaimana harus bersikap.


'' Oh baik .'' jawab Tika datar dengan wajah sedikit tidak senang.


Lain halnya dengan Sari ,dia malah menunjukkan wajah yang ramah pada Dila.


'' Baik buu wadiir, bu wadir gimana kabarnya?'' tanya Sari balik.

__ADS_1


'' Baik juga mbak, Iih mbak sari panggilnya biasa aja dong kan jadi gak enak.'' kata Dila sungkan.


'' Mau kita dipecat karna kita dianggap tidak sopan dengan istri wadir?'' kata Tika dengan wajah kesal dan penuh penekanan.


Sari yang mendengar ucapan temannya yang ngawur langsung menginjak kaki Tika. Dan Tika tampak kesakitan dan melirik kesal ke arah Sari. Sari yang tidak enak dengan Dila langsung tersenyum sungkan.


'' Ada yang bisa dibantu bu Dila?'' tanya Sari lagi.


'' Saya mau ketemu pak Abi, tadi sudah ada janji siih.'' jawab Dila sopan.


'' Mohon ditunggu sebentar buu.'' kata Sari.


Dila hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman. Sari tampak meraih telfon dan menyambungkannya pada sekertaris Abi.


'' Silahkan bu Dila sudah ditunggu sama bapak.'' kata Sari sesaat setelah menutup telfonnya.


'' Oke terima kasih yaa mbak Sari mbak Tika saya permisi dulu.'' kata Dila lalu berlalu dari hadapan dua wanita recepsionis itu.


'' Kamu ini yang sopan napa Tik, Didut sekarang kan udah jadi istrinya pak Abi jadi kita juga sepantasnya menghormatinya walaupun dulu dia juga karyawan biasa di sini.'' tutur asari pada temannya.


'' Habis sok sok an gitu, Dia kan bisa langsuung masuk ke ruangan suaminya, pake kesini dulu lagi. Mau pamer ke kita kalau sekarang dia sudah jadi istri wadir? sombong.'' kata Tika kesal.


'' Justru omongan kamu tadi yang bisa bikin kamu dipecat, lagian bagus dong dia masih sopan dari pada main selonong aja kayak Renata dulu, belum apa apa udah main masuk aja gak ada permisinya kek apa.'' Sari mengingatkan temannya.


Tika terdiam dan membenarkan omongan dari temannya Sari. Dan Tika merasa menyesal sudah bicara jutek pada Dila.


Setibanya di depan ruangan Abi, Dila pun disambut dengan Indah sang sekertaris.


'' Haai...Mbak Indah.'' sapa Dila sambil melambaikan tangan.


'' Iih mbak Indah udah biasa aja mbak gak usah sungkan gitu aku ini tetap Didut yang dulu.'' kata Dila.


Indah pun tersenyum lebar mendengar penuturan Dila. Lalu Dila berhambur memeluk Indah.


'' Yaa Ampun Diduut aku tuu kangen banget tau sama kamu dan kue buatan kamu yang biasanya ada di kantin.'' kata Indah menggoda Dila.


'' He he he iya mbak, kalau mbak Indah mau pesan kue lagi gak pa pa mbak aku masih terima orderan kok, jangan sungkan.'' tutut Dila.


'' Serius kamu Dut ?, iya deh kapan kapan aku hubungin kalau mau pesan kue.''


'' Oke, bisa diatur. Eh mbak bos kamu ada kan di dalam?'' tanya Dila kemudian.


'' Ada, udah ditunggu dari tadi tu.'' kata Indah sambil berjalan lalu mengetuk dan membukakan pintu untuk Dila.


'' Makasi yaa mbak.'' kata Dila tersenyum.


Indah pun menutup pintu kembali dan menuju ke tempat kerjanya.


Ternyata di dalam ruangan Abi ada Arman yang sedang memeriksa berkas bersama dengan Abi . Saat Dila masuk, Arman pun keluar ruangan.


'' Siang sayaang....'' ucap Dila sambil berhambur memeluuk Abi dengan bahagia.


Jelas Abi merasa heran dengan sikap Dila. Karna Dila dirasa lebih agresif dari biasanya.


'' Kamu kenapa sih yaang bahagia banget.'' tanya Abi.

__ADS_1


'' Mas Abi duduk dulu, aku bawa makanan buat mas.'' titah Dila.


Abi pun menuruti istrinya. Lalu Dila mengeluarkan kotak bekal dan diletakkannya tepat di depan Abi. Abi pun membuka kotak bekal di depannya. Setelah dibuka Abi tak mendapati makanan di dalam kotak bekalnya melainkan tiga buah tespack kepunyaan Dila.


'' Apa ini yaang ?'' tanya Abi yang belum mengerti benda apa di dalam sana.


'' Tespack.'' jawab Dila singkat.


'' Tespack ?''


Dila mengangguk dan tersenyum. Abi mengamati benda tersebut.


'' Yaang garis dua yaang ?'' kata Abi terkesima.


'' He'em.''


'' Yang garis dua, itu berarti kamu hamil yaang....'' kata Abi antusias melihat Dila.


'' Iya mas , aku hamil.''


Abi berdiri berhambur memeluk Dila dengan bahagia.


'' Alhamdulillaaah Ya Allah... Selamat yaa sayang.'' kata Abi penuh haru dan memberi beberapa kecupan di kening dan pipi Dila.


'' Selamat juga buat kamu mas, kamu akan jadi ayah.'' ucap Dila dengan mata berkaca kaca.


'' Tapi kamu yang hamil kok aku yang pengen muntah yang, kamu mual mual nggak yang?'' tanya Abi.


'' Enggak, yaa udah kamu nikmatin aja mas masa masa kehamilanku hi hi hi.'' kata Dila terkekeh.


'' Curang kamu yang.''


'' Ya kok aku, itu alami sayang. Udah nikmatin aja,Allah itu adil kan, Allah pengen kamu juga tahu rasanya hamil itu gimana gak cuma tahunya bikin doang.'' celetuk Dila.


'' Iyee iyee aku terima yaang. Sudah jam makan siang , kamu belum makan siang kan? Kita makan di kantin mau? gak kangen sama kantin.''


'' Mau bangeet.'' kata Dila manja.


'' Yuuk, kita bikin sukuran kecil kecilan kita beri tahu semua orang kalau kamu hamil.'' kata Abi.


'' Eh jangan dulu mas kita kan belum periksa ke dokter, mendingan kita tunda dulu pemberitahuannya.'' cegah Dila.


'' Iya deh aku gak bilang dulu, tapi aku tetap akan bikin syukuran kecil kecilan sekarang, setelah dari sini kita ke dokter ya.'' kata Abi kekeh sambil merangkul istrinya dan keluar menuju kantin.


'' Man, Ndah yook ke kantin bareng.'' kata Abi dengan raut wajah bahagia.


Setibanya di kantin, karyawan sudah memenuhi kantin untuk mengisi perut mereka yang lapar. Dila langsung masuk ke stan yang dulu pernah jadi tempat dia bekerja. Dila saling melepas rindu dengan bu Tini dan Riska juga Ilham. Dila membantu sedikit pekerjaan yang dulu sering ia lakukan. Walaupun bu Tini sudah melarangnya tapi Dila tetap kekeh membantunya. Sedangkan Abi terlihat berbicara bersama Arman.


'' Permisi rekan rekan, minta perhatiannya sebentar.'' teriak Arman tiba tiba dengan lantang.


Semua karyawan yang berada di kantin pun pandangannya tertuju pada Arman.


'' Maaf mengganggu acara makan siangnya tapi ada yang ingin disampaikan oleh bapak wakil direktur kita, silahkan pak.''


'' Maaf rekan rekan mengganggu waktunya,saya hari ini sedang bahagia dan sebagai rasa syukur saya hari ini kalian silahkan makan sepuasnya di kantin gratis. Sekian dari saya Terima kasih.'' kata Abi lantang.

__ADS_1


Semua karyawan pun bersorak gembira tanpa ada yang tahu kebahagiaan apa yang dialami wadirnya.


__ADS_2