ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Akhirnya...


__ADS_3

Di ballroom semua orang mencari dimana ke dua mempelai berada karna tamu masih belum surut tapi sang pengantin sudah tidak terlihat.


" Yah Abi kemana siih, banyak yang nyariin itu." tanya bu Lasmi pada suaminya.


" Tadi pamitnya sih istirahat sebentar tapi gak tau kok gak balik balik," jawab pak Darma.


" Ibuu ini kayak gak tau si Abi aja, anak udah kebelet kawin mana tahan dia lama lama di pajang disini , paling juga ngajak ngamar istrinya." kata Dewi menyahuti.


" Huuh...paling tidak tunggu sebentar napa, ini kan belum ada jam sepuluh udah ngamar aja, ibu kan juga mau kenalin mantu ibu ke teman teman." gerutu bu Lasmi kesal dengan kelakuan anaknya.


" Ya sudah laah buu kasihan juga mungkin mereka kecapean beneran, masa iya ibu mau ganggu mereka, ibu kalau lagi berdua sama ayah kan juga gak suka kalau ada yang ganggu." pak Darma meledek istrinya yang masih terlihat kesal.


" Iih ayah apaan siih..." kata bu Lasmi sambil memukul dada suaminya dan wajahnya pun bersemu merah karna malu .


Di kamar pengantin, kedua mempelai masih terlihat pulas. Tak lama setelah itu Dila mengerjapkan matanya, dadanya terasa sesak seperti ada yang menghimpitnya, lalu dia mencoba menggerakkan badannya dan memang seperti ada yang menindih kakinya.


Setelah matanya terbuka sempurna, Dila baru menyadari bahwa memang ada yang menindih sebagian tubuhnya. Dila tersentak kaget dan baru akan melompat dan berteriak tapi dia mengurungkan niatnya karna sudah ingat bahwa dirinya sekarang sudah bersuami.


" Mau teriak minta tolong karna dipeluk sama suami sendiri?" suara Abi tiba tiba malah mengagetkan Dila yang masih bengong.


Ternyata Abi tidak tidur, dia memang sengaja memeluk Dila saat istrinya itu masih terlelap.


" Iihh mas Abi kirain masih tidur, berati mas Abi sengaja yaa, mas mau ngapain ?" protes Dila pada suaminya sambil menjauhkan tubuhnya.


" Aku juga gak sadar yaang tiba tiba aja aku udah meluk kamu, yaa habisnyaa empuk siih aku kira guling ya aku terusin he he he..." sanggah Abi yang cuma beralasan sengan memasang senyum jailnya.


" Bisanya alasan kayak gitu." kata Dila dengan bibir manyunnya.


" Lagian kenapa sih yang aku kan udah jadi suami kamu, tadi malam juga kamu dilama lamain di kamar mandi jadinya aku ketiduran kan, sengaja gak dibangunin pula." gerutu Abi.


" Lhaa mas yang ketiduran kenapa aku yang disalahin."


" Kelamaan, Gak peduli sekarang kamu harus tanggung jawab karna kewajiban kamu yang ketunda tadi malam." kata Abi sambil mendekati tubuh Dila dan menindihnya lagi.


" Eeh...eeh...mas mas tunggu dulu itu adzan subuh gak dengar apa, subuhan dulu tau nanti disambung lagi." Dila menahan tubuh Abi yang sudah ada di atasnya dengan tangannya.


" Yaa Allah...cobaan apa lagi ini..." kata Abi sambil membuang tubuhnya lagi ke kasur dengan menjambak rambutnya.


Dila segera berlari ke kamar mandi membersihkan diri dan berwudhu. Lalu Abi juga beranjak ke kamar mandi saat Dila sudah keluar.


Mereka berdua pun melaksanakan sholat subuh dengan berjamaah. Setelah dzikir dan berdoa, keduanya bersalaman dan Dila mencium tangan Abi dilanjutkan Abi bergantian mencium kening Dila.


" Mas ini pertama kali kita sholat berjamaah sesudah menjadi suami istri, semoga istiqomah yaa mas." kata Dila.


" Iya yang Aamiin, tinggal malam pertama kita yang belum terlaksana, semoga nanti juga tiap malam istiqomah ya yaang." kata Abi sambil tersenyum penuh harap.


Dila memukul bahu suaminya sambil tertawa. Abi pun tak menyia nyiakan lagi kesempatan karna sudah tidak ada yang akan mereka kerjakan lagi.


" Udah yaa yaang jangan menghindar lagi yaa, nanti kamu dosa loo yang..." rengek Abi sambil memeluk tubuh Dila.


" Heee...mas Abi gaaak..."

__ADS_1


Abii langsung membekap mulut Dila dengan ciumannya, tak ada perlawanan dari Dila, Abi pun semakin memperdalam ciumannya. Tubuh Abi dan Dila mulai memanas lalu Abi menggiring Dila ke tempat tidur. Tangan Abi mulai bergerilya mengitari tubuh Dila dan mulai melepaskan kancing piyama yang Dila kenakan.


Tok...tok...tok...


Tiba tiba pintu kamar ada yang mengetuk dari luar.


" Mas ada yang datang, berhenti dulu yaa!" kata Dila melepas ciuman dan menggeser tubuhnya menjauh dari Abi.


" Astagfirullaaaaaaaaaaah....." Abi berteriak di dalam bantal sambil menggeram kesal setelah Dila berhasil lolos dari naungannya.


" Cobaan apa lagiiii ini yaa Allaah..." sekarang malah Abi berguling guling sendiri saking kesalnya.


Dila bergegas membuka pintu dan melihat siapa yang datang. Terlihat bu lasmi dan dua orang perias berdiri di depan kamar.


" Dila, ini periasnya mau ambil baju katanya, tadi malam gak berani kesini katanya takut ganggu." kata bu Lasmi setelah masuk kedalam kamar.


" Justru kalau kalian masuk tadi malam dan bangunin saya, saya bakalan bersyukur dan sangat berterima kasih pada kalian," jawab Abi dari atas tempat tidur dengan nada kesal.


Dila dan bu Lasmi hanya tertawa melihat tingkah Abi. Dan dua perias itu hanya tersenyum sambil membereskan barang barang mereka.


" Emangnya tadi malam kalian gak ngapa ngapain?" tanya bu Lasmi ingin tahu.


" Kita tidur buu," jawab Dila singkat sambil tersipu.


" Suamimu yang ketiduran?" tanya bu Lasmi lagi.


Tak menjawab Dila hanya mengangguk saja membenarkan pertanyaan ibu mertuanya.


Abi hanya mendengus kesal sambil memeluk guling, menyembunyikan wajahnya yang merah akibat perasaan campur aduk yang menderanya.


" Kirain kamu dari sore udah masuk kamar udah ngapa ngapain,ternyata malah tidur.


Ya sudah nanti habis sarapan kita pulang yaa." imbuh bu Lasmi.


" Gak mau buu, kita gak pulang dulu Abi mau lanjutin disini aja." kata Abi ngambek.


" Ooh gitu ya sudah kalau itu mau kamu." kata bu Lasmi mengiyakan keinginan putranya.


" Mas apa gak sebaiknya kita pulang aja sama ibu dan ayah?" tanya Dila.


" Bisa gak kelar kelar nanti yang tugas negara aku kalau pulang sekarang, udah semalam lagi aja yaa yaang, tapi tergantung juga sih bisa gol apa gak, kalau gak gol yaa tetap disini dulu?" tutur Abi tersenyum jahil pada istrinya yang sebenarnya memang masih takut dengan Abi.


" Maaass....lanjut dirumah kan bisa mas."


" Bawel, udah yang kamu nurut aja dari pada tiap malam aku siksa kamu ha ha ha." ancam Abi.


Dila pun tak membantah lagi keinginan suaminya. Dan setelah makan pagi semua keluarga meninggalkan hotel dan meninggalkan kedua pengantin baru itu di hotel.


Malam yang dinantikan Abi pun tiba, setelah makan malam dan setelah sholat isya Abi tak menyia nyiakan kesempatannya untuk mendapatkan haknya sebagai suami. Karna di saat siang tadi Abi masih sibuk menemui relasi bisnisnya yang ingin mengucapkan selamat padanya.


" Yaang bobok yuuk." ajak Abi pada Dila yang akan menyalakan televisi.

__ADS_1


" Mas ngantuk? masih sore gini kok udah ngantuk."


Tak mau berlama lama, Abi menarik tangan Dila untuk naik ke atas tempat tidur.


" Menunaikan kewajiban itu gak boleh ditunda tunda sayang, dosa nanti Allah marah loo." kata Abi bersemangat memeluk Dila.


" Iya iyaa tapi jangan grusa grusu gitu dong, Aku kan takut maas."


" Iyaa tau, emang suami kamu ini singa liar gak bisa pelan,nanti kalau kamu kesakitan bilang yaa kalau aku keenakan kamu dorong aja." ucap Abi.


Dila hanya mengangguk dan pasrah saat suaminya mulai membaringkan tubuhnya ke kasur dan menciuminya. Balasan dari Dila membuat Abi semakin mergairah dan membuat tangannya bergerilya liar dalam baju Dila.


Tak lama baju Dila dan Abi sudah teronggok di lantai dan kini berganti selimut yang membungkus tubuh polos mereka. Ketika Abi akan memasukkan juniornya ke tempat persemayamannya, dia merasa kesulitan.


" Yang kok susah yaa, lubangnya kecil banget sih, kamu tahan bentar yaa." kata Abi sambil bergerah pelan karna takut menyakiti Dila.


Lagi lagi Dila hanya mengangguk dan sedikit meringis ketika dorongan dari Abi terasa perih. Setelah sekian menit berusaha menggali sarangnya akhirnya si junior pun bisa masuk dengan sempurna dengan diiringi pekikan kecil dari Dila yang merasa perih.


" Sakik kah yaang?" tanya Abi ketika istrinya memekik kesakitan.


" Heem mas ." jawab Dila masih menahan perih.


" Sakitnya emang Dikit kok yang habus itu enak." ucap Abi.


" Dikit gundulmu, ini mah perih bangeet ." Gumam Dila dalam hati.


Abi menggerakkan badannya perlahan, setelah keduanya bisa saling menikmati dan Dila sejenak melupakan rasa sakitnya Abi baru menggerakkan badannya lebih keras lagi. Berapa saat kemudian tubuh mereka menegang, Abi dan Dila terdengar melenguh barulah Abi menghentikan aktifitasnya dan memeluk Dila Sampai keringat mereka bercucuran dan bersatu di badan mereka.


Abi melepas juniornya dari sarangnya, dan terdapat darah yang ikut mengalir keluar.


" Alhamdulillaah, berdarah." ucap Abi.


" Haaa aku berdarah kok kamu malah Alhamdulillah senang gitu mas."


" Yaa aku seneng yaang berarti kamu memang masih suci, masih perawan makanya tadi agak kesulitan masukinnya." Abi tersenyum puas.


" Makasi ta sayang sudah menjaga kesucian kamu buat aku." kata Abi lagi sambil mencium puncak kepala Dila dan memeluknya.


" Sama sama yaa mas, makasi juga sudah mau mencintaiku." ucap Dila terharu..


" Akhirnyaa aku dapat perawaan kamu ha ha ha..." tawa Abi dan Dila menggema di dalam kamar hotel yang menjadi saksi bisu perhelatan antara Abi dan Dila.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Yuuuk readers sayang kirim selamat dan amplop kondangannya buat mas Abi dan Dila yaa lewat like, komen,vote dan ratenya yaaah....Matur suwon.


__ADS_2