
Pagi di akhir minggu ini tepatnya hari sabtu, Abi si wadir tampan sudah kelihatan rapi. Iya dia akan pergi menjemput keluarga Dila untuk jamuan makan di rumahnya.
Di rumah Abi sudah tampak ramai dengan celotehan si cantik nawang wulan putri kecil Dewi dan Firman yang baru saja sampai. Ya gadis kecil yang lucu yang selalu membuat suasana menjadi riuh itu kini sedang bermain dengan ayah dan eyang kakungnya.
Bu Lasmi dan Dewi terlihat sedang berada di dapur.
" Eyang... om Abi dimana?" Tanya si cantik nawang yang memang semenjak datang dia belum menjumpai om kesayangannya.
" Om Abi masi di kamar sayang, sebentar lagi pasti turun." Jawab sang kakek pada cucu pertamanya itu.
" Oh iya Fir, kalau kamu tidak keberatan tolong kamu ikut dengan Abi menjemput keluarga pak Wiro!" Kata pak Darma kemudian kepada Firman.
" Baik yah, biar Firman yang menemani Abi menjemput pak Wiro." Jawab Firman tanpa penolakan sama sekali.
Tak lama setelah itu Abi turun dari kamarnya dan menyapa Kakak dan kakak iparnya. Tak lupa dia juga menggendong keponakannya yang sedari tadi mencari keberadaannya.
" Abi nanti biar masmu yang ikut dengan kamu." Kata Pak Darma setelah Abi ikut duduk dengannya dan Firman di ruang keluarga.
" Emm...baik ayah!! Kalau begitu gimana kalau kita berangkat sekarang saja mas, nanti biar tidak kesiangan." Kata Abi dengan melihat jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
" Ya boleh." Jawab Firman singkat sambil menyesap kopi yang berada di depannya.
Sebelum pergi Abi dan Firman pun berpamitan dengan ayah, ibu serta Dewi yang berada di dapur.
***
Dua jam perjalanan pun dilalui Abi dan Firman dengan selamat hingga sampai ke ruamah pak Wiro. Mengetahui Abi datang, pak Wiro dan keluarganya menyambut dengan senyum sumringah.
" Assalamualaikum,,," Firman yang terlebih dahulu mengucap salam.
" Waalaikumsalam... " Jawab penghuni rumah serempak.
" Ayo monggo silahkan masuk mas Abi, mas Firman, Duduk dulu!." Pak Wiro mempersilahkan dua tamunya.
"Bagaimana kabar masnya berdua dan juga keluarga?"
" Alhamdulillah baik semua pak, Bapak dan keluarga sendiri bagaimana?" Firman yang menjawab dan Abi hanya senyum senyum saja.
Setelah cukup berbasa basi dan menghabiskan kopi yang disuguhkan bu Rohmah, mereka memutuskan untuk segera berangkat lagi menuju rumah pak Darma.
" Kok dari tadi gue gak liat gendut yaa?" Batin Abi.
" Sudah pak tidak ada yang ketinggalan?" Abi bertanya pada Pak Wiro.
" Sepertinya ini anaknya kurang satu ya pak." Tanya Abi lagi seraya bergaya seperti mengabsen anak pak Wiro.
" Oh kak Dila, Dia tidak pulang mas, katanya nanti ketemuan disana saja." Jawab Dika.
Setelah mengerti Abi mempersilahkan pak Wiro dan keluarganya masuk ke dalam mobil.
" Bii kamu kok udah perhatian aja sih sama anak pak Wiro yang gendut itu?" celetuk Firman pada adik iparnya.
" Bukan gitu mas, nanti kalo dia ketinggalan terus nebeng di bak mobil pic up gimana hayo, nanti pasti aku yang dimarahi ayah."
" Ha ha ha pengalamanmu waktu sekolah ya Bi nebeng bak mobil pic up."
" Diih sory ya mas, anak sultah mah gedean dikit ya tebengannya."
__ADS_1
" Emang apa tebengannya, bak mobil truk sampah?"
" Enak aja ha ha ha."
Setelah siap, Abi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Kini tepat jam 1 siang mobil Abi sudah memasuki halaman rumahnya lagi.
Kedatangan keluarga pak Wiro disambut hangat oleh keluarga pak Darma. Tak canggung pak Darma menyapa serta merangkul tubuh pak Wiro. Begitupun bu Lasmi dan Dewi yang baeu pertama bertemu,Mereka sudah seperti teman akrab tanpa memandang status sosial yang membedakan antara dua keluarga tersebut.
Pak Darma membawa keluarga pak Wiro ke ruang keluarga dan mengobrol sebentar sebelum bu Lasmi memanggil mereka untuk makan siang.
" Iya mas Abi alamat rumah ini apa yah?" Dika tiba tiba saja menanyakan itu pada Abi.
" Untuk apa kamu menanyakan itu Dika?" Tanya pak Wiro.
" Ini pak Kak Dila mau kesini tapi tidak tau alamat rumah ini, makanya kakak menyuruh Dika menanyakan alamat rumahnya." Dika menjelaskan.
" Begini saja, Abi tolong kamu jemput saja Dilanya kasihan nak nanti kalau sampai nyasar." Kata kata pak Darma membuat Abi menjadi kesal.
" Tidak usah pak Darma biarkan saja Dila kesini sendiri, kasihan mas Abi baru saja sampai menjemput kami." Tolak pak Wiro merasa sungkan kepada Abi.
" Tidak apa apa kok pak, lagi pula Abimanyu tidak akan keberatan hanya menjemput saja, iya kan Bii." Kata pak Damar lagi seraya memandang Abi dengan penuh paksaan.
Tidak ingin membuat ayahnya malu di depan tamunya, dengan terpaksa Abi mengIyakan perintah ayahnya.
" Ya sudah biar saya jemput, beri tau alamat kost nya pada saya." Kata Abi dengan malas.
Setelah mengetahui alamat kost Dila, Abi segera menjemputnya dengan perasaan masi dongkol.
Abi menyisir jalan yang biasa dia lalui untuk pergi ke kantor, karna memang kost Dila tidak jauh dari kantornya.
Di pinggir jalan sebelum memasuki gang ternyata Dila sudah menunggunya di pinggir jalan. Mungkin pikir Dila, supaya Abi tidak usah repot menjemputnya sampai di kostnya.
Mobil Abi berhenti tepat di depan Dila, Lalu Abi membuka jendela dan menyuruh Dila naik ke mobilnya.
" Ini mau naik mana yaa, kalo naik depan, iya kalo pak Abi mau duduk sebelahan terus kalo belakang nanti Dia ngira aku jadiin dia supir, suh serba salah." Dila membatin sambil bengong dan memutuskan untuk bertanya saja dari pada kena semprot.
" Saya naik mana pak??"
" Nooh di bagasi belakang atau tuuh di kap mobil depan, kalau mau diatas juga boleh." Kata Abi enteng dan hanya menggerakkan kepalanya saja sebagai petunjuk untuk Dila.
" Yaelaah masi aja salah, udah nanya loo ini." Dila hanya bisa membatin.
" Cepet naik duduk depan sini malah bengong." Titah Abi dengan jutek.
" Tu kan salah lagi."
Tanpa bicara lagi Dila pun naik mendudukkan dirinya di kursi depan sebelah Abi.
Sebenarnya Dila benar benar merasa sungkan kepada Abi karna telah repot repot menjemputnya.
Hening
Hening
Canggung
__ADS_1
Akhirnya Dila membuka suara memecah kesunyian.
" Maaf pak sudah merepotkan Bapak, saya jadi tidak enak." Ucap Dila sambil menunduk.
Tiba tiba terbesit sebuah ide untuk membalas demdam pada Dila atas kekesalannya tempo hari yang sudah menabraknya, ditambah dengan hari ini ayahnya memaksa menyuruh menjemput Dila. Dan senyum licik pun tersungging di bibirnya.
" Hehm...Tidak semudah itu esperansa." Kata Abi sambil menggerakkan jari telunjuknya ke arah Dila.
Dila mendongak melihat Abi. " Korban telenovela."
" Kamu sudah menyusahkan saya sejak peristiwa penabrakan yang hampir membuat tubuh saya remuk redam dan harga diri saya sebagai wakil direktur yang tampan dan gagah itu hancur berantakan,, lalu kamu kabur begitu saja tanpa tanggung jawab."
" Astaga lebay deh pak kata katanya udah kaya penabrakan pakai kendaraan aja padahal kita kan cuma tabrakan badan."
" Gak sadar badan situ segede apa? Ya anggap aja saya tabrakan sama angkot."
" Emang badan saya udah segede angkot pak."
" Diiih masih PD nanya lagi. Pokoknya kamu harus tanggung jawab!!" Ucap Abi penuh penekanan.
" Emangnya Saya ngeHamilin bapak tanggung jawab segala."
" Nggak mau tau, besok waktu makan siang di kantor kamu yang harus masakin saya selama seminggu. Dan makananya harus berbeda dari makanan yang kamu sediakan untuk karyawan kantor. Paham??"
" Lah pak kenapa harus beda sih, kan sama aja." Protes Dila.
" Lhaa terserah saya, mau minta nasi tumpeng kek yang penting harus beda dari yang lain." Abi kekeh.
Dila diam tak bergeming karna akan percuma jika harus bernegoisasi dengan orang yang berada di samping itu.
" Gimana setuju kan? Harus setuju doong, senin besok mulai siapin makan siang saya. Antar ke ruangan saya!."
" Haah nganter ke ruang bapak juga?"
" Kamu mau pake aplikasi ojol? oke boleh ga pa pa."
Dila mendengus dan menarik nafas dalam karna percuma saya berdebat ujung ujungnya Dila juga yang harus menuruti kemauan wadirnya.
Mobil Abi sudah terparkir di depan rumah mewahnya. Dan mengajak Dila masuk.
Kedatangan mereka di sambut bu Lasmi yang memang ingin kenal dengan Dila.
Lalu mereka memulai makan siang yang sudah lewat dari jamnya itu.
Setelah makan siang pak Darma mempersilahkan keluarga pak Wiro untuk istirahat di kamar yang sudah mereka siapkan. Karna pak Wiro dan keluarga berencana akan pulang nanti malam setelah makan malam.
.
.
.
.
.
Silahkan tinggalkan jejak readers biar lebih semangat. Matur sembah nuwun!
__ADS_1