ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Melipir part 1


__ADS_3

Minggu sore sebelum acara arisan bu Lasmi berlangsung, pekerjaan Dila dan bu tini sudah siap semua. Setelah memberi upah dan bingkisan pada keduanya, bu Lasmi pun memperbolehkan mereka pulang.


" Bu Tini pulangnya dijemput kan yaa." Tanya bu Lasmi.


" Iya bu saya dijemput suami." Jawab bu Tini sambil membereskan barangnya.


"Kalau begitu saya pulang dulu bu karna suami sudah menunggu di depan."


Setelah berpamitan pada yang punya rumah dan Dila, Bu Tini pun pamit duluan karna memang suaminya sudah berada di depan gerbang.


" Kalau Dila dijemput juga?" Tanya bu Lasmi lagi.


" Saya nanti naik ojek buu." Jawab Dila pelan.


" Ooh Dila nggak dijemput, naik ojeek ?" Kata bu Lasmi sambil mengeraskan suaranya seolah memberi kode.


" iya bu saya naik ojek." Dila mengulangi kata katanya.


" Gimana kalau diantar sama Abi aja." Celetuk bu Lasmi.


Ternyata celetukan bu Lasmi membuat orang yang dari tadi duduk di meja pantry dekat dapur terbatuk batuk. Iya disana ada Abi yang sudah lama nongkrong di meja itu entah apa juga yang sedang dilakukannya disana.


" Kok jadi Abi yang nganter buu, Dia yang gak dijemput cowoknya kenapa Abi yang repot?" Jawab Abi ketus.


" Emang biasanya yang jemput Dila cowoknya?" Tanya Bu Lasmi.


" Bukan, itu sepupu saya bu." jawab Dila.


Mata Abi langsung berbinar dan menahan senyumnya.


" Tu kan Bii bukan cowoknya. Udah anterin Dila gak kasian apa liat cewek pulang sendiri."


" Tidak sendiri buu, dia kan bilang mau naik ojek." Abi masih berlagak tidak perduli dengan Dila.


" Tidak apa apa bu biar saya pulang naik ojek saja, tidak enak kalau harus merepotkan pak Abi terus." Tolak Dila dengan sungkan.


" Ya sudah Dila kamu naik..." Bu Lasmi tidak melanjutkan kata katanya memancing reaksi Abi.


" Ya sudah ya sudah biar Abi yang antar," Dengan cepat Abi langsung menghambur tubuhnya dari kursi pantry dan berlari menuju kamar untuk mengambil kunci mobil.


Kemudian Abi turun lagi dengan berlari, bahkan melewati tangga dia juga dengan berlari seperti dikejar hantu.


" Yaa Allah Bii pelan pelan kenapa sih, nanti kalo ngejungkel aja, nangiis...udah tua juga." bu Lasmi ngomel ngomel sambil teriak.


" Emang Abi anak TK buu jatoh dari tangga aja nangis." Elak Abi.

__ADS_1


" Iya wajah aja yang wakil direktur tapi sikap dan kelakuan udah sama kaya Nawang." Ledek bu Lasmi menyamakan Abi dengan cucunya.


" Ya sudaah buu jadi tidak nganterin gendut?"


" Yang sopan kamu Bii." tegur bu Lasmi


" Ya sudah kamu antar sana."


Abi pun langsung keluar menuju garasi untuk mengambil mobilnya.


" Kalau gitu saya pamit dulu." Kata Dila lalu mengulurkan tangan dan mencium tangan bu Lasmi.


" Iya makasi yaa Dila sudah dibantuin." Bu Lasmi mengantar Dila sampai depan.


Dan disana Abi sudah menunggu di dalam mobil.


"Bii hati hati yaa bawa anak orang." Tutur bu Lasmi kemudian.


" Siap." Jawab singkat Abi


Mobil Abi pun berlalu meninggalkan rumah.


Hening


Hening


" Ngapain kesini pak?." Tanya Dila kemudian setelah Abi memarkirkan mobilnya.


" Nambal ban." jawab Abi singkat.


" Saya nanya serius." Kata Dila.


" Saya dobel rius,,, Lhaa kamu juga ke restoran nanya mau apa, ya pasti mau makan lah." Kata Abi kesal


" Ya kali bapak mau kerja sampingan jadi kang cuci piring." Sahut Dila tak kalah kesal.


" Bener bener ya kamu mau menjatuhkan harga diri saya sebagai seorang wakil direktur, untung gede badan kamu."


" Kok jadi bawa bawa badan sih,Emang kenapa, kenapa? salah badan saya besar?" Dila semakin emosi dengan perkataan Abi.


" Ya salah laah, kan saya jadi takut kalo kamu tiba tiba gencet badan saya kan bisa gepeng ." Ucap Abi dengan mimik wajah yang dibuat seperti orang ketakutan.


" Dasar jangkung kaya jelangkung ku sumpahin keselek kangkuuuung....hiiii." Teriak Dila gemas sambil meremas remas tangannya.


" Ooh berani berani beranii ngatain saya, berani nyumpahin saya? Kuwalat baru tau rasa."

__ADS_1


" Justru bapak yang bakal kuwalat sama saya karna saya yang di dholimi sama bapak, dan bapak tau kan doa orang teraniaya itu di ijabah sama Allah."


" Kebanyakan nonton sinetron azab kamu itu, lagian gak bakal ada yang percaya kalau kamu teraniaya, orang badan segede gaban gitu, orang teraniaya itu kecil kurus kering kerontang kayak lahan sawah yang kena kemarau panjang."


" As........"


Tiba tiba Abi membekap mulut Dila, tubunya kini menjadi sangat dekat dengan Dila dan mata mereka saling menatap lekat . Keheningan terjadi beberapa saat.


" Hiiih....lepasin, apa apaan siih?" Ucap Dila sambil melepaskan tangan Abi yang masih menempel di mulutnya.


" Kalo gak saya bekap kamu bisa bisa nyerocos terus dan saya akan mati kelaparan kalo meladeni ocehan kamu, terus kamu mau saya hukum masakin makan siang buat saya lagi?" ucap Abi tanpa sadar kalau dia juga yang lebih banyak ngomel.


Dila langsung menggeleng dengan cepat.


" Ya sudah cepat turun sekarang ikut saya masuk ke dalam." Perintah Abi.


Merekapun keluar dari mobil dan memasuki restoran. Abi memilih tempat duduk dan Dila tampak pasrah mengikutinya. Kemudian pelayan menghampiri mereka untuk memilih menu.


" Kamu mau makan apa?" tanya Abi pada Dila yang sudah di sodori buku menu oleh pelayan.


" Saya nggak makan pak, tadi di rumah bapak sudah makan ,sekarang masi kenyang." tutur Dila yang masih kesal dengan Abi.


" Makannya kan tadi waktu di rumah, sekarang makan lagi gak pa pa kan, lagian itu perut juga masi gede pasti masih muat juga kalau sekarang makan lagi." Abi masik kekeh dengan perintahnya terhadap Dila.


Pelayan yang ada di samping meja hanya menahan tawa atas ucapan Abi yang sembarangan.


Dila memutar bola matanya jengan dan ingin sekali meremas mulut Abi yang sudah dianggapnya lempeng seperti jalan tol tanpa hambatan.


" Pak saya masih kenyang, lagian lidah saya nggak cocok sama masakan ginian pak jadi nggak tau apa yang bisa saya makan." Dila juga masi berusaha meyakinkan Abi.


" Oke kalo gitu, kenapa gak bilang dari tadi. Mbak kita gak jadi makan disini." Ucap Abi lalu meninggalkan meja lalu keluar dari restoran.


Dila terbengong bengong sambil melihat Abi yang ngeluyur saja keluar dari restoran.


Dengan rasa sedikit malu pada pelayan yang masi setia berdiri dan melihatnya itu, Dila pun berpamitan padanya, lalu berlari mengikuti Abi yang sudah ada di dalam mobil.


" Pak, bapak maunya apa siih tadi maksa maksa ngajakin masuk sekarang tiba tiba aja keluar tanpa basa basi, malu tau pak." Dila yang baru saja masuk mobil pun langsung menyerang Abi dengan omelannya.


" Lhah katanya kamu gak bisa makan sama makanan begituan ya sudah gak jadi makan, apa yang repot sih, belum pesen ini." Elak Abi tak mau kalah dari omelan Dila.


" Yang mau makan kan bapak, kenapa jadi saya yang disalahin, orang saya juga sudah bilang kalau gak mau makan karna masih kenyang." Dila berusaha terus mendebat Abi yang dari tadi sudah membuatnya kesal ditambah malu dengan pelayan restoran.


" Duuh reweeeeeeellll banget yaaa kamu dari tadi, tinggal diem, anteng, nurut gitu aja apa susahnya siiih."


Akhirnya Dila pun memilih untuk diam menuruti perkataan Abi dan sebenarnya Dila juga sadar kalau berdebat dengan Abi tidak akan menang.

__ADS_1


__ADS_2