ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Berani beraninya


__ADS_3

Semua prosedur sudah dijelaskan oleh pak Darma dan bu Lasmi, dan urusan pembangunan sudah Abi yang menangani. Dila hanya tinggal mempersiapkan diri untuk memulai kehidupan yang baru.


Malam sudah menunjukkan jam sembilan, Abi mengantarkan Dila untuk pulang ke kostnya. Dila yang sedari tadi senyum senyum sendiri karna cita citanya menjadi koki akan terlaksana. Dia sudah membayangkan bagaimana dirinya nanti setiap harinya akan berkutat dengan makanan yang lezat yang bisa dinikmati oleh semua orang dan yang pasti itu adalah hasil dari tangannya sendiri.


" Kamu kenapa dari tadi senyum senyum sendiri ?" tanya Abi yang sejak tadi memperhatikan Dila.


" Saya sudah membayangkan kalau saya setiap hari ketemu dengan masakan yang enak enak dan itu buatan saya sendiri lalu bisa dinikmati semua umat manusia di seluruuuuuh dunia ha ha ha..." kata Dila dengan tawa riangnya tak sungkan dan sepertinya sudah melupakan bahwa Abi masih atasannya.


" Makanan terus yang dipikirin, badan tuu pikirin udah segede gapura kabupaten masiiih aja mikirin makanan." kata Abi dengan ketus.


Seketika membuat mood Dila menjadi ambyarrr...


" Bener bener gak punya filter ya ngomong sama cewek, Saya mikirin makanan kan bukan untuk dimakan sendiri tapi saya senang orang lain bisa menikmati masakan saya." ucap Dila dengan nada kesal.


" Ooh jadi kamu senang kalau masakan kamu dimakan orang lain?" tanya Abu dengan senyum penuh arti.


Dila mengangguk sambil mengerucutkan bibirnya yang tipis.


" Yasudah kalau gitu tiap hari aja bikinin makanan buat saya, saya kenyang kamu senang." ucap Abi .


Dila memutar bola matanya dengan kesal.


***


Keesokan harinya Dila mengajukan surat pengunduran diri kepada kepala bagian kantin. Karna minggu depan pak Darma meminta Dila untuk segera memulai sekolah kokinya.


Dila berpamitan pada semua penjaga kantin, mereka sedih karna Dila yang dikenal sebagai orang yang menyenangkan selama ini akan meninggalkan mereka. Tapi mereka juga senang karna Dila akan mendapat pekerjaan yang lebih baik lagi. Dila tidak bilang pada mereka kalau dia akan bekerja dengan ibu direktur, Dila hanya bilang dia mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik.

__ADS_1


Dila berjanji kepada teman satu teamnya yang tak lain bu Tini, Riska dan Ilham yang selama ini sudah dianggap seperti keluarga sendiri, jika Dila berhasil dengan pekerjaannya yang baru, dia akan mengajak mereka bekerja bersamanya lagi.


" Dut jangan lupain kita yaa." kata Riska dengan sedih.


" Lupain apaan sih Ris, aku kan gak pergi kemana mana, kost ku juga tetep disitu jadi kita masih bisa sering ketemu dan kalau akhir minggu kita main bareng." ucap Dila menghibur temannya.


Lalu Dila berpamitan akan pulang, dia ingin mengumpulkan berkas berkas yang dibutuhkan untuk mendaftar sekolah dan menyerahkannya pada pak Darma.


Semenjak Dila resign dari kantin, Abi seperti sudah tidak bersemangat lagi berangkat ke kantor. Sudah tidak ada lagi mood boster untuknya.


Dan ini adalah hari yang dinantikan oleh Dila. Dia mulai hari ini sudah bisa mengikuti pelajaran bidang yang ditekuninya. Dila terlihat sangat bersemangat.


Jam, hari, minggu sudah berganti menjadi bulan, ini sudah hampir 3 bulan Dila mengikuti sekolah kokinya. Dan sepertinya Dila sudah sangat paham dengan pelajaran yang dia terima dan hanya tinggal menerapkannya saja.


Pembangunan restoran pun sudah sembilan puluh delapan persen selesai dan beberapa hari lagi peresmian pembukaan pun akan dilaksanakan. Tak tanggung tanggung restoran yang dibuat oleh Abi dibangun diatas lahan yang luas dengan mengusung konsep nusantara dua tempat outdor dengan lesehan di atas gasebo bambu dan indor di desain jawa klasik dengan ukiran kayu jati asli sesuai kolaborasi keinginan bu Lasmi dan juga Dila. Abi pun memanggil juru masak handal dari berbagai restoran dan hotel ternama untuk membantu Dila dan pastinya mereka mendapat gaji yang sangat fantastis.


" Beberapa hari lagi pembukaan restoran, apa kamu sudah siap lahir batin, dan dua kali lipat capeknya dari hari hari sebelumnya?" tanya Abi yang sedikit khawatir dengan keadaan Dila nantinya.


" Jangan ngeremehin pak, gendut gendut begini tenaga saya juga dobel dan nggak kalah sama yang kurus." jawab Dila dengan penuh percaya diri.


" Siapa yang ngeremehin, saya kan cuma tanya, gak inget juga kalau punya tipes. nanti kambuh saya juga yang repot." nada ketus Abi mulai mewarnai pembicaraan mereka.


" Siapa juga yang mau ngerepotin bapak, saya gak bakal ngerepotin bapak, lagian kalaupun saya sakit banyak kok temen saya yang mau bantu." Dila juga mulai menaikkan nada bicaranya satu oktaf lebih tinggi.


" Jelas rugi, kamu sakit restoran terbengkalai, lalu omset turun duuuh celaka dunia perekonomian.Belum lagi kalau sakit ngandelin si Dirga kang ojek kamu yang bisa antar jemput kamu bawa keliling naik motor istimewa duduk di mukanya, iyaa?"


" Kenapa bawa bawa mas Dirga, kenapa bapak yang sewot, cemburu...?"

__ADS_1


" Yaa jelas laah..." Abi tak menyadari kata katanya.


" APAA..?" Dila kaget.


" Yaaa yaaa Jelas enggak laah, ngapain cemburu sama Dia, kurang kerjaan banget." elak Abi sambil gelagapan.


Suasana hening hingga mobil Abi sampai di depan kost Dila. Tanpa mereka sangka di depan kamar kost Dila sedang ada Dirga yang baru saja akan pulang karna Dila tidak ada di tempat, tapi ketika melihat Dila sudah kembali, Dirga pun mengurungkan niatnya.


Mimik wajah Abi pun langsung berubah dan sedikit berwarna merah.


" Mas Dirga ," sapa Dila yang buru buru turun dari mobil tanpa berpamitan kepada pemiliknya untuk segera menghampiri Dirga.


" Iya Dila tadinya mau main sambil ngasih ini ke kamu tapi ternyata kamu baru pulang dan mungkin sekarang kamu capek, jadi yaa lain kali saja aku kesini lagi." kata Dirga sambil memberikan Dila bungkusan yang berisi martabak telur kesukaan Dila.


" Nggak capek kok mas, ayo duduk dulu! sudah lama juga kita gak ngobrol." kata Dila yang membiarkan Abi berada di mobil tanpa mengajaknya turun terlebih dahulu bahkan untuk berterima kasih pun tidak.


" Beneran gak capek, oke deh kita ngobrol sebentar." ucap Dirga sambil melirik tajam ke arah Abi seakan penuh kemenangan.


Merasa tidak dipedulikan, amarahnya sudah mencapai di ubun ubun, tidak menunggu lama Abi pun melajukan mobilnya dengan kasar dan berlalu meninggalkan Dila dan Dirga tanpa berpamitan.


Sadar dengan apa yang dilakukannya pada Abi,Dila pun merasa bersalah sehingga membuat Abi pergi begitu saja. Sejenak Dila tertegun, Sebenarnya Dila juga tanpa sengaja melakukan itu hanya saja dia masih berbicara sebentar dengan Dirga hingga terkesan Dila tidak memperdulikan Abi.


Lalu Dila dan Dirga pun duduk di kursi depan kamar kost Dila.


Di jalanan Abi melajukan mobilnya dengan kencang. Rasa cemburu yang membuat amarahnya bergelora. Sampai beberapa kali dia memukul kemudi yang sedang dia pegang.


" Lihat saja kamu gendut, berani beraninya kamu tidak mempedulikan seorang ABIMANYU PRAKASA."

__ADS_1


__ADS_2