
Setelah makan siang Abi dan Dila pun segera pergi untuk menemui dokter kandungan yang tal lain adalah kakak Abi sendiri yaitu Dewi. Dewi pun memeriksa Dila dan keadaan bayinya.
'' Selamat yaa buat kalian, Ini kantung kehamilannya yaa . Usia kandungannya sekitar lima jalan enam minggu. kalau usia segini masih belum berbentuk, sekitar dua minggu lagi baru sudah bisa dilihat janinnya.'' dokter menjelaskan.
'' Jenis kelaminnya sudah kelihatan belum kak?'' tanya Abi.
'' Seperti yang sudah ku jelaskan tadi, usia kandungannya belum bisa untuk melihat jenis kelamin bayi. Biasanya usia sekitar 20 minggu keatas atau sekitar lima bulanan baru bisa dilihat..''
'' Yaa ampun lamanya kak, kalau misalnya alatnya lebih canggih lagi mengkin bisa dilihat ya kak.'' tanya Abi lagi kekeh dan membuat kesimpulan sendiri.
Dila langsung memukul paha suaminya yang ngeyel dan terlalu banyak bicara itu. Abi pun mengaduh.
'' Ck...kamu ini Bi selalu saja gak sabaran. Tapi Tidak apa apa,wajar kok kalau Abi sangat antusias dengan calon bayi pertamanya. Kamu sabar dulu ya Bi. Karna ini kehamilannya masih muda jadi sangat rentan keguguran jadi diharapkan kalian ekstra hati hati ya untuk menjaganya.'' kata Dewi lagi.
'' Apa ada pantangan Kak selama hamil, seperti larangan makanan gitu ?''
'' Kalau makanan Tidak ada pantangan, asalkan tetap sehat dan tidak berlebihan karna semua yang berlebihan itu tidak baik tentunya, kurangi kegiatan fisik ya Dila. Gimana apa masih ada yang ingin ditanyakan Abi,Dila? ''
'' Terus ini kalau yang mual yang ngidam dan berkelakuan aneh itu aku ini gimana ceritanya kak ?'' tanya Abi.
'' Iya Bii dibeberapa kasus memang ada yang mengidam suaminya. Dan ini dinamakan Sindrom kehamilan simpatik , ketika suami ngidam dan mengalami gejala-gejala kehamilan seperti yang dialami istrinya ketika mengandung. Dalam dunia medis dikenal dengan nama couvade syndrome. Ini tidak berlangsung lama kok Bii nanti juga akan hilang sendiri seiring semakin bertambah usia kehamilan si ibu. Dan bisa muncul kembali saat ibu akan melahirkan.'' kata Dokter menjelaskan panjang lebar.
Abi dan Dila bisa menerima semua penjelasan Dewi. Lalu Dewi meresepkan vitamin untuk Dila dan mereka pun pamit.
Setelah menebus vitamin, mereka pun pulang ke rumah bu Lasmi untuk memberitahu berita bahagia ini.
Setibanya di rumah bu Lasmi , Abi berbicara mengenai kehamilan istrinya. Kebahagiaan bu Lasmi yang akan mendapatkan cucu kembali tak terbendung, dipeluknya menantu dan anaknya sampai menitikkan air mata. Lalu dengan segera mengambil telfon dan memberitahukan suami dan Dewi anak sulungnya.
Dila pun tak lupa untuk memberitahukan berita bahagia itu pada keluarganya di kampung. Dan mereka pun sama menyambut dengan bahagia berita kehamilan putri tercintanya.
__ADS_1
Semenjak Dila hamil Abi lebih protektif terhadap Dila, semua kegiatannya dibatasi. Bahkan sekarang Dila hanya boleh untuk menyelesaikan sekolah kokinya saja yang sebentar lagi akan selesai tanpa harus ke restoran. Paling hanya dua minggu sekali saja Dila ke restoran untuk mengecek perkembangan restoran.
Tak terasa dengan berjalannya waktu usia kandungan Dila sudah memasuki bulan ke tujuh. Perut Dila yang semakin membesar menyulitkannya untuk beraktifitas. Satu minggu yang lalu Dila sudah resmi mendapat sertifikat sebagai chef. Mengenai restoran Abi sudah mencari seseorang yang bisa menggantikan pekerjaan Dila. Kegiatan Dila sehari hari di rumah saja. Dila pun merasa bosan dan ingin pergi ke restoran tapi dia hanya boleh pergi jika bersama Abi.
Masa masa mengidam Abi sudah terlewati sekarang dia sudah lebih baik, hanya sesekali saja dia bertingkah aneh. Setiap pagi dan sore Abi rutin meluangkan waktu untuk berolahraga bersama dengan istrinya. Entah itu hanya berjalan keliling komplek pada pagi hari sebelum berangkat ke kantor dan sore harinya berolahraga kecil si rumahnya sendiri. Dan setiap dua minggu sekali Abi menemani Dila untuk senam hamil.
Hari ini adalah acara tujuh bulanan Dila atau adat jawa biasa disebut mitoni atau tingkepan. Tradisi jawa masih diterapkan oleh bu Lasmi. Hari ini di kediaman pak Darma sudah ramai tamu undangan yang ingin menyaksikan prosesi mitoni. Serangkaian acara dimulai dari pengajian yang berjalan dengan hikmad lalu dilanjutkan dengan acara lainnya seperti siraman, brojolan, angreman, mecah cengkir atau kelapa muda, rujakan dan dodol atau jual dawet. Abi terlihat gagah dengan beskap dan blangkonnya dan Dila memakai kebaya yang anggun.
Malam hari setelah acara selesai Abi berada di kamar sedang memijat kaki istrinya. Karna tadi terlalu capek dan terlalu banyak berdiri kaki Dila sedikit bengkak. Semenjak Dila hamil Abi memang sering memijat kaki istrinya bukan Dila yang memintanya melainkan keinginan Abi sendiri. Abi merasa kasihan kepada Dila karna kemana mana harus membawa anak di dalam perutnya yang masih belum bisa digantikan dengan orang lain.
'' Kamu tadi ngapain aja yaang sampai bengkak kayak gini?'' tanya Abi .
'' Ngapain mas, wong yaa seharian sama mas terus, emang mas liat aku lari lari .'' jawab Dila dengan tergelak.
***
Sampai pada saat ini, bulan ini adalah bulan ke sembilan kandungan Dila dan pada waktu kemarin kontro kandungan, dokter Dewi mengatakan minggu ini kemungkinan bayi akan lahir, karna dari posisi dan keadaan bayi serta air ketuban yang baik maka dokter Dewi menyarankan untuk persalinan normal. Senam hamil dan berjalan pagi dan sore keliling komplek dilakukan Dila setiap hari dengan teratur menjelang persalinannya.
Pagi ini setelah Abi berangkat ke kantor Dila dan bu rohmah sedang membuat kue untuk diantarkan ke rumah bu Lasmi. Tapi tiba tiba Dila memekik kesakitan, bu Rohmah yang berada disebelahnya segera menghampiri Dila.
'' Kenapa nduuk?'' tanya bu Rohmah dengan panik.
'' Perut Dila sakit buu.'' kata Dila sambil memegang perutnya.
'' Ayo duduk dulu.'' bu Rohmah menuntun Dila ke kursi.
Tapi Dila malah semakin keras mengaduh. Tak Ambil pusing bu Rohmah segera memanggil supir dam membawa Dila ke rumah sakit. Setelah di mobil bu Rohmah lalu segera menelfon Abi dan menyuruhnya segera ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Dila langsung ditangani langsung oleh dokter Dewi dan membawanya ke ruang bersalin. Tak lama Abi datang dengan panik lalu menyusul Dila ke ruang bersalin. Dia sudah meminta izin Dewi sebelumnya untuk menemani istrinya melahirkan.
__ADS_1
Bu Lasmi pun sudah sampai di rumah sakit karna sebelumnya dikabari oleh bu Rohmah. Kedua calon nenek itu menunggu di depan ruang bersalin dengan tegang. Bu Lasmi yang sudah menjadi seorang nenek sebelumnya mencoba menenangkan bu Rohmah.
Tak berapa lama suara tangis bayi pun terdengar dan benar itu adalah suara tangis bayi Dila. Tangis haru dari Abi pun pecah, ia telah menjadi saksi bagaimana Dila istrinya berjuang hidup dan mati untuk anak mereka. Abi mendaratkan beberapa ciuman di puncak kepala dan pipi Dila.
'' Terima kasih sayang terima kasih.'' itulah kata kata yang mampu keluar dari mulut Abi di sela sela tangis bahagianya.
Setelah dibersihkan oleh suster, sang bayi diberikan kepada ayahnya untuk di adzani.
'' Selamat yaa pak, bayinya laki laki sehat. Silahkan di adzani dulu pak.'' kata suster sambil memberikan bayi pada Abi.
Setelah selesai mengadzani dibawanya si bayi pada ibunya yang masih dalam perawatan dokter. Lalu membawanya ke luar menemui para nenek. Di luar sudah ada juga pak Darma yang menyusul bu Lasmi dan juga Firman yang juga kebetulan sedang satu shif dengan istrinya Dewi.
'' Bayinya jagoan ganteng kaya bapaknya.'' kata Abi dengan bangga.
Semua pun bahagia melihat bayi yang baru saja dilahirkan itu. Mereka bergantian untuk menggendongnya. Tak lupa mereka pun memberi selamat pada Abi.
Dua hari dirawat di rumah sakit, Dila dan bayinya sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Semua keluarga sudah menunggu di rumah Abi dan Dila.
Ini sudah tujuh hari kelahiran si bayi dan dirumah Abi sedang mengadakan syukuran aqiqah untuk pemberian nama si bayi. Abi mengundang anak yatim piatu juga para kerabat dan tetangga untuk mendoakan bayinya. Dan bayi Abi dan Dila diberi nama ''MUHAMMAD ABDILAH PRAKASA'' dan dipanggil ABDI. Abdi sendiri adalah singkatan dari Abi Dila dan Semoga kelak Abdi menjadi anak yang sholeh,selalu beruntung, dan selamat dunia dan akhirat. Aamiin.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Assalamualaikum readers, Terima kasih untuk para readers tersayang yang sudah mau membaca karya saya yang masih jauh dari kata baik ini dan Alhamdulillah novelnya sudah tamat yaa dan semoga novel saya ini meninggalkan kesan dan pelajaran untuk readers. Sekali lagi terima kasih untuk dukungannya selama ini. 🙏🙏