
Tak ingi melanjutkan perdebatannya dengan Abi, Renata kemudian berjalan meninggalkan Abi. Dan Abi pun mengejarnya.
" Ree kamu gak bisa kayak gini, kamu kasih aku kesempatan, aku sayang banget sama kamu Ree." ucap Abi penuh harap pada Renata.
" Maafin aku Bii, aku tetep gak bisa pernikahan aku udah di depan mata." Renata tetap kekeh dengan keputusannya.
Di raihnya tangam Renata yang hendak berjalan meninggalkan Abi lagi.
" Kamu gak boleh nikah dengan orang lain Ree, kamu harus nikah sama aku ."
" Sayang, apa urusan kamu sudah selesai?"
Saat Abi masi membujuk Renata, ada suara laki laki yang masuk dalam pembicaraan mereka.
" Iya sayang." jawab Renata pada laki laki itu.
" Kriss..." kata Abi sambil melihat ke arah datangnya suara yang memanggil Renata sayang.
" Sory bro, gue duluan karna luu kelamaan." ucap laki laki itu dengan menggandeng tangan Renata dan mengajaknya pergi dari hadapan Abi.
" Tunggu Ree...." cegah Abi yang mengurungkan kembali langkah Renata dan laki laki disampingnya.
" Jangan bilang laki laki yang akan kamu nikahi adalah Dia." kata Abi sambil menunjuk ke arah Kris.
Tak menjawab dengan kata kata, Renata hanya menganggukkan kepalanya pelan sambil menatap sendu kepada Abi, lalu pergi meninggalkannya bersama dengan Kris.
Sekali lagi Abi ingin mengejarnya namun niatnya diurungkan oleh Arman yang tiba tiba datang mencegah Abi.
" Udalah pak, gak usah dikejar..." ucap Arman sambil memegang badan Abi yang terus berontak ingin mengejar Renata.
" Tapi Renata harus nikah sama gue Man." teriak Abi pada Arman.
__ADS_1
" Pak...gak usah ngancurin harga diri bapak sendiri, malu maluin tau gak siih." teriak Arman pada Abi sambil mendorong tubuh Abi seakan dia lupa bahwa itu atasannya.
Abi pun mulai tenang dan Arman mengajak Abi duduk. Abi terlihat sangat marah terlihat dari bola matanya yang merah menahan amarah.
" Itu bukannya KRISYONO ya pak, teman sekaligus saingan bisnis bapak, yang bapaknya pengusaha tambang batu bara?" tanya Arman mengingat orang yang sering dia lihat bersama bosnya.
Tak menjawab, Abi hanya menatap Arman masih dengan mata yang ingin menerkam.
" Brengsek...ternyata mereka berdua menjalin hubungan dibelakang gue." Umpat Abi dengan kakinya menendang meja di depannya.
" Tapi bukannya si Yono itu udah nikah yaa bos?" tanya Arman yang memang mengetahui profil dari Kris.
" Udah cere jadi dia sekarang duda." kata Abi lagi.
" Diih mau maunya si Rena sama duda nolak perjaka ting ting kaya bos."
" Tapi gue juga sih man yang salah, selama ini gue terlalu pengecut buat ngungkapin perasaan ke Rena."
" Tapi gue sayang banget sama Rena Man, gue udah berharap banget bisa nikah sama Rena. tapi Rena malah milih si tongos Yono itu, delapan tahun Man gue ngeyakinin perasaan gue eeh malah orang lain yang embat." Abi berkata dengan menggebu gebu.
" Terus bapak mau nglakui apa sekarang?"
" Dua minggu sebelum janur kuning melengkung Man, gue bakal bawa Rena balik lagi sama gue." Kata Abi penuh dengan keyakinan.
Arman menatap Abi dengan kesal karna keras kepala Abi. Dan kalau Abi sudah yakin dengan keinginannya siapapun akan sulit menasihatinya.
* Flash back off *
" Terus apa yang dilakuin pak Abi setelah itu." kata Tifani sambil membenarkan posisi duduknya.
" Huuuh....selama dua minggu sebelum Renata nikah pak Abi sibuk mencari cara agar Renata kembali, dan semua pekerjaan jadi terbengkalai akhirnya aku yang handle semua. Dan sesudah Renata menikah pak Abi malah semakin frustasi dia seperti orang gila, gak bunuh diri aja masih untung, yaa selama kurang lebih hampir satu tahun pak Abi baru bisa merelakan Renata, meskipun kadang pak Abi diam diam masih sering melihat foto dirinya dan Renata." Arman masih melanjutkan cerita pada istrinya.
__ADS_1
" Yaa sebenarnya pak Abi disini yang salah, dia terlalu menganggap remeh perasaan seseorang, dikiranya aja tau kalau sama sama cinta gak menutup kemungkinan bisa diambil orang, kita sebagai cewek juga ogah lah di PHPin." Tifani membela kaumnya.
" Yaa mangkanya pak Abi sekarang gak mau ngulangin kejadian Renata pada Dila. Dan kayaknya sekarang lagi getol getolnya deketin si Dila. Untung aku gercep ya yang waktu dapetin kamu, he he he...?" tutur Arman sambil mencolek pipi istrinya.
Tifani hanya mencebik dan tertawa mengingat bagaimana dulu dia akhirnya bisa menikah dengan Arman.
***
Sampai di rumah Abi gusar, diparkirnya mobil dengan sembarangan hingga membuat pak penjaga pintu gerbang yang tadinya sedang santai kini dia harus beranjak dan membenarkan posisi mobil yang sembarangan dan memang Abi sengaja meninggalkan kunci mobilnya.
Pun ketika masuk rumah , Dia melewati orang orang yang berkumpul di ruang keluarga tanpa mempedulikan beberapa pasang mata yang memperhatikannya. Teriakan cempreng keponakan kecil nan cantiknya pun tak membuat Abi menoleh sedikitpun kearahnya.
" Abi kenapa sih buuk," tanya Dewi pada ibunya yang melihat tingkah aneh adik semata wayangnya.
" Tau, jatuh cinta kali." kata bu Lasmi sambil mengangkat bahunya.
Saat jam makan malam pun Abi dan keluarganya menikmati hidangan yang sudah disiapkan bu Lasmi.
" Setelah makan kita main yuuk om." kata Nawang si gadis kecil kepada Omnya.
" Nawang main sama yang lain aja yaa, uncle capeeek bangeet." balas Abi dengan nada lembut.
Si cantik Nawang pun terlihat kecewa dia hanya mengangguk dengan memajukan bibirnya yang mungil.
" Diiih uncle,, Paman!" sahut Dewi pada adiknya.
" Kerenan dikit napa kak, dasar kejawen." jawab Abi dengan suara malasnya.
" Kamu kenapa siih Bii, ancur banget mukanya." kata Dewi yang sedari tadi memperhatikan tingkah adiknya.
" Gak pa pa." hanya itu yang keluar dari mulut Abi.
__ADS_1
Lalu Abi pun pamit pada keluarganya untuk kembali ke kamarnya.