ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Saat reuni


__ADS_3

Hari yang ditentukan untuk reuni pun tiba. Para alumni seangkatan Abi pun sebagian sudah berkumpul di tempat yang ditentukan.


Begitupun Renata yang juga sudah berada di tempat acara dia terlihat datang sendirian.


" Hai Ree...sini gabung." sambut Diandra yang sudah terlebih dahulu datang dan terlihat bersama dengan suami juga teman teman yang juga dengan pasangan masing masing.


" Sendiri aja Ree..." sapa seorang perempuan yang bernama Vita.


" Aku udah janjian kok sama Abimanyu, sebentar lagi Dia juga pasti datang?" jawab Renata dengan senyum mengembang.


Iya Renata berkali kali menghubungi Abi memaksanya datang dengan dirinya, dan Abi pun menyanggupi akan datang bersamanya. Tapi karna tidak punya waktu untuk menjemput Renata, Abi menyuruh Renata untuk pergi duluan dan bertemu di tempat reuni.


" Lhook kok sama Abi Ree, suami kamu mana? Si Abi datang sama tunangannya?" tanya Vita secara beruntun.


" Tunangan? Abi datang sendirian kok, kan sudah janjian sama aku?" Renata masih percaya diri.


Acara sudah akan dimulai tapi Abi belum juga terlihat batang hidungnya. Renata terlihat gelisah menunggu Abi. Lalu tak lama Abi pun terlihat datang sendirian.


" Naah itu Abi datang." tiba tiba seseorang bernama Johan berteriak yang membuat semua orang melihat ke arah Abi.


Renata terlihat sangat senang melihat Abi yang datang sendiri, dan dia pun segera menyambut Abi dan mengajaknya untuk bergabung dengan dirinya dan beberapa teman yang sedari tadi juga menunggu kedatangan Abi.


Abi menyapa teman temannya yang sudah lama tidak bertemu karna kesibukan masing masing. Abi dulu waktu SMA memang sangat populer terutama di kalangan cewek cewek. Selain tampan dan kaya Abi juga mempunyai banyak prestasi di sekolah. Abi termasuk anak yang pintar dan cerdas setiap ada lomba cerdas cermat Abi selalu bisa menjuarainya.


Tak hanya itu prestasi Abi, di bidang olahraga basket dan kesenian musik Abi juga sangat jago. Tak heran jika mulai dari teman perempuan dan laki laki bahkan guru guru pun sangat mengidolakan sosoknya.


" Kok sendirian aja Bii tunangan kamu kemana?" tanya Diandra pada Abi.


Renata yang terlihat sebal dengan pertanyaan Diandra segera menyahutnya sebelum Abi menjawab.


" Dari tadi kan sudah aku bilang, Abi janjian datang sama aku," kata Renata ketus.


Renata memberikan Abi tempat duduk di sebelahnya. Renata tampak bahagia karna Abi benar benar datang sendirian. Renata lalu mengambilkan Abi minum dan beberapa kue untuk Abi.


Tak lama setelah itu tiba tiba Dila menghampiri Abi yang sedang ngobrol dengan teman temannya. Dan itu juga yang mengejutkan Renata. Oh sungguh Renata seketika tampak pucat dan terdiam.


" Maaf mas telfonnya lama." kata Dila menghentikan obrolan Abi.

__ADS_1


Senyum Abi mengembang ketika Dila datang, Dan Abi lalu berdiri menyambut Dila.


" Ooh ya kenalin ini tunangan aku." kata Abi tanpa ragu .


Semua orang menyalami Dila dan menyambutnya dengan ramah kecuali Renata yang terlihat geram dan malu pada teman temannya. Abi memberikan tempat duduknya untuk Dila dan dia bergeser ke kursi sebelahnya.


Sebenarnya dari awal Abi mengajak Dila untuk pergi ke acara reuni.Karna teman Abi yang bernama Johan yang juga sebagai panitia menelfon Abi untuk datang. Johan menjelaskan bahwa sangat diharapkan membawa pasangan karna teman teman juga ingin bersilaturahmi dengan pasangan masing masing persis seperti apa yang dikatakan Diandra pada Renata. Lain dengan yang dikatakan Renata, Abi pun hanya mengIyakan saja ajakan Renata dan tidak menganggapnya serius karna Abi tidak mau Renata terus merengek padanya.


Saat Abi dan Dila tiba di parkiran Abi sebenarnya sedikit takut jika nanti Dila mendapat bullyan dari teman temannya mengingat dulu waktu SMA teman temannya juga sangat rusuh dan mulutnya juga tak berfilter sama seperti dirinya dan tak ingin nantinya Dila jadi tersinggung.


Ketika akan turun, Abi melihat Dila dengan seksama dan berniat untuk membatalkan pergi ke acara reuni.


" Sayang kita pulang aja yaah." kata Abi tiba tiba.


" Kok pulang, emang kenapa? kemarin aja maksa maksa suruh aku ikut, kamu malu ya ngenalin aku sama teman teman kamu?." protes Dila dengan selidik.


" Kok gitu ngomongnya, kalau aku malu mah dari dulu gak bakal mau sama kamu, gak inget apa moment lamaran kayak apa, masih kurang pengumumannya, makanya mau kalau diajak nikah, diajakin nikah tar sok mulu." cerocos Abi tak terima tuduhan Dila.


" Lha terus kenapa tiba tiba ngajakin balik?"


" Teman temanku itu titisan mak lambe turah semua, aku takut mereka nyinyirin kamu, tar kamu kesinggung ngamuknya ke aku lagi." kata Abi.


" Lhaah itu mah enak sayur aseem lhah ini bacot orang masalahnya,kamu ngomong sayur asem jadi laper yaang...." ucap Abi sambil memegang perutnya.


" Yaudah kok gak usah repot ngurus omongan orang, urus aja perut kamu nanti sampe dalam langsung makan, udahlah mas tenang aja, aku udah tahan banting kook." kata Dila.


" Sapa yang kuat banting kamu?" tanya Abi polos dengan wajah datar penuh ledekan.


Mendengar itu,Dila pun mencubit pinggang Abi hingga membuat Abi menjerit pura pura kesakitan...


Akhirnya mereka berdua pun masuk ke tempat acara. Tapi ketika akan sampai di pintu masuk tiba tiba handphone Dila berbunyi.


" Mas, aku angkat telfon dari resto dulu yaa siapa tau ada yang penting." pamit Dila pada Abi.


Dirasa telfonnya terlihat penting Dila menyuruh Abi untuk masuk terlebih dahulu nanti Dila akan menyusulnya.


***

__ADS_1


Apa yang ditakutkan Abi ternyata tidak terjadi, semua teman nya menyambut Dila dengan baik, mereka sepertinya makin tua makin dewasa sifatnya, itu yang dipikirkan Abi dan Dila yang supel dalam bergaul pun sangat cepat akrab dengan mereka.


Renata tak banyak berkata, dari sekian banyak orang ternyata hanya Renata yang datang sendirian di pesta itu. Sebenarnya Renata sedari tadi mencoba memancing pembicaraan yang menyudutkan Dila, tapi belum juga berhasil karna semua temannya tidak begitu menghiraukan ucapannya bahkan berusaha dengan cepat mengalihkan topik agar tidak merembet.


Renata sebenarnya dari SMA memang terkenal sombong dan ambisius. Mentang mentang cantik dan kaya dia selalu pilih pilih dalam bergaul. Itu sebabnya juga Renata tak banyak teman di sekolah, bahkan banyak yang tidak menyukainya dan prestasinya juga biasa biasa saja.


" Oh yaa kamu percaya diri sekali yaa hanya lulusan SMK saja berani mengolah sebuah restoran." kata Renata dengan nada menyindir.


Semua mata tertuju pada Renata yang tidak menyangka bisa bicara seperti itu dan mereka hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkahnya.


Abi terlihat panik dan ingin menjawabnya tapi buru buru Dila memegang tangan Abi berniat untuk mencegahnya bicara. Lalu Abi pun tidak melanjutkan niatnya dan membiarkan Dila menjawab sendiri pertanyaan Renata.


" Yaa Alhamdulillah bu Lasmi ibu dari tunangan saya sangat percaya dengan skill yang saya punya, setelah mengetahuinya beliau langsung memberi saya kepercayaan untuk mengolah restoran dengan bantuan beliau dan mas Abi tentunya. Yaa saya juga belum terlalu percaya diri untuk mendapat amanah sebesar itu karna saya sadar hanya orang berpendidikan rendah, maka dari itu saya sekarang masih mengasah ilmu dan kemampuan di International cooking school, dan kedepannya saya berharap kemampuan saya akan lebih baik lagi." terang Dila merendah diiringi dengan senyum ramahnya.


" Woow itukan sekolah koki terbaik disini dan lulusan sekolah itu pasti akan menjadi chef hebat,udah banyak kok chef terkenal yang lulusan dari situ. Berarti kemampuan kamu sudah tidak diragukan lagi Dila." kata Johan dengan antusias.


" Waaah aku belum mampir niih, besok aku mampir deh mau nyicipin langsung masakan dari chef Dila ." tambah Diandra.


" Boleh boleh nanti kalau kesana minta tolong waiter atau waitres panggil saya nanti saya sendiri yang akan memasak buat kalian." kata Dila dengan senyum riang.


Renata yang menyimak obrolan itu semakin panas hati karna tujuannya menjatuhkan Dila dihadapan teman temannya telah gagal.


Acara pun usai mereka pun membubarkan diri dari tempat pertemuan. Sebelum ke parkiran, Johan,Abi,Diandra beserta pasangan masing masing berjalan bersama, saat itu mereka melihat Renata yang terlihat sendiri seperti akan memanggil taksi.


" Lhoo Ree naik taksi, aku kira kamu dijemput suami." tanya Johan.


" Enggak aku naik taksi." jawab Renata.


" Aku anter pulang aja yaa Ree, udah malam loo." Diandra yang mengetahui masalah rumah tangga Renata bersimpatik dan menawarkan tumpangan.


" Nggak usah makasi." jawab Renata.


Lalu tanpa basa basi lagi Renata segera naik taksi yang tadi sudah ia panggil. Renata saat berangkat memang sengaja naik taksi berharap saat pulang dia bisa diantar oleh Abi tapi ternyata Abi malah mengajak Dila jadi terpaksa saat pulang Renata menggunakan taksi kembali.


Abi pun berpamitan pada teman temannya dan menuju mobilnya. Saat mobil sudah melaju Abi tersenyum genit pada Dila.


" Kenapa senyum senyum?" tanya Dila.

__ADS_1


" I love you tunangan. " jawab Abi singkat.


Dila pun membalas dengan tawa sumringahnya.


__ADS_2