ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Membuat kekacauan


__ADS_3

Hari ini restoran terlihat ramai, semua karyawan sibuk melayani para tamu yang datang. Di dapur Dila dan para koki juga sibuk,mereka dengan lihai mengayunkan peralatan memasaknya. Mereka terlihat sangat cekatan menghidangkan menu menu yang sudah dipilih oleh para tamu.


Lalu seorang waiter datang ke dapur untuk memanggil Dila.


" Chef Dila, ada yang mencari chef." kata waiter itu.


Dila pun menoleh ke arah waiter itu, masih dengan menggerakkan wok pan dan spatula di tangannya.


"Siapa" batin Dila.


" Iya tunggu sebentar, saya akan segera kesana." kata Dila yang masih bertanya tanya siapa yang ingin menemuinya.


Setelah plating masakannya, Dila membersihkan diri lalu pergi ke depan untuk menemui tamu yang ingin bertemu dengannya. Dan waiter yang tadi memanggil Dila mengantarkannya pada tamu tersebut.


" Renata..." sapa Dila setelah sampai pada meja yang ternyata dipesan oleh renata dan beberapa temannya.


" Haai Dila... aku mampir niih bawa teman teman aku, siapa tau mereka bisa bantu merekomendasikan restoran ini karna mereka juga pernah bergelut di bidang kuliner loo," kata Renata dengan antusias.


" Oh yaa, waah senang sekali bertemu dengan anda sekalian." kata Dila dengan senyum ramah.


" Yang itu pernah jadi QC restoran xx yang terkenal enak, mahal dan mewah itu, yang satu lagi pernah jadi koki di restoran hotel bintang lima yang terkenal itu. Dan satunya lagi pemilih bakery ternama yang dulu pernah jadi langganan aku sama Abi ." Renata mengenalkan teman temannya dengan antusias, seolah sangat membanggakan prestasi temannya di depan Dila yang belum pernah mempunyai prestasi apa apa.


DEG.


Mendengar nama Abi disebut, Dila mencium gelagat tidak mengenakkan dari Renata.


" Sekarang masih jadi QC dan jadi koki restoran?" tanya Dila mengarah pada kedua teman yang dibawa Renata.


Mereka terdiam seakan pertanyaan Dila menusuk.


" Sekarang mereka ikut suami saja karna suami mereka sangat kaya jadi yaa buat apa mereka kerja lagi." lagi lagi Renata yang antusian menjawab.

__ADS_1


" Baiklaah silahkan kalian memesan menu yang kami sediakan." Dila menyodorkan buku menu makanan dan minuman yang dibawa oleh waiter pada Renata dan teman temannya.


" Iyaa pasti, kita akan memesan menu yang paling spesial tapi bolehkan kita meminta rekomendasi makanan apa saja yang paling spesial?" kali ini Nadin teman Renata yang berbicara.


" Tentu saja nanti waiter yang akan menjelaskannya."


Lalu Dila menyuruh waiter melayani dengan baik tamu yang terlihat akan sedikit merepotkan ini. Dan Dila pun berpamitan untuk kembali bekerja.


Dan benar saja para waiter dan waitress yang melayani mereka tampak kuwalahan dengan permintaan mereka. Lalu salah satu waiter masuk lagi ke dapur untuk mengantarkan list menu yang mereka pilih.


" Cheef mereka sangat cerewet sekali." kata waiter itu sambil memperlihatkan pada Dila list menu yang mereka bawa.


Dila mengambil kertas dari tangan waiter yang berisi permintaan Renata dan teman temannya. Dan benar saja banyak sekali permintaan di setiap menu yang mereka pesan. Tanpa ini tanpa itu, tambah ini tambah itu,jangan terlalu ini itu dan masih banyak lagi permintaan mereka.


" Ya sudah tetap layani dengan baik, karna bagaimana pun mereka adalah raja." kata Dila dengan bijak.


Dila sendiri yang memasak makanan untuk Renata dan teman temannya, Dia memperhatikan betul permintaan di setiap menunya supaya tidak ada yang salah.


" Apa ini, kenapa asin sekali." Renata berkata dengan sedikit kencang dan membuat tamu yang berada di meja sebelah menoleh padanya.


" Dan ini juga kenapa terlalu banyak mericanya dan minumannya manis sekali, apa mau bikin kita diabetes." salah satu teman Renata ikut menimpali.


Setelah waiter menghampiri,mereka malah melayangkan rentetan komplain yang sungguh berlebihan, sampai salah satu teman Renata yang bernama sandra terlihat marah dan ingin dipanggilkan koki yang memasaknya.


Dila kembali dipanggil ke depan untuk menemui Renata dan teman temannya. Dila menerima kritikan yang sangat pedas dari mulut mulut yang tak berfaedah itu. Semua tamu yang dapat menjangkau peristiwa itu melihat dengan seksama apa yang diributkannya dan sedikit merasa terganggu.


Tanpa rasa panik sedikit pun, Dila mencoba menjelaskan dan memperbaiki suasana agar tamu yang lain tidak terganggu.


" Saya sudah memasaknya sesuai dengan yang anda inginkan, dan kalau masih ada yang salah,Kami mohon Maaf dan akan kami ganti makanannya dengan yang baru."


" Baik, ganti semuanya." ucap Sandra pada Dila.

__ADS_1


Waiter pun membereskan semua makanan di meja. Dan Dila kembali ke dapur untuk memasak ulang pesanan Renata dan teman temannya.


Beberapa menit pun berlalu, Bahkan kali ini Dila sendiri yang mengantar ke meja Renata. Dengan wajah ramah Dila melayani mereka, padahal ini sebenarnya tidak dilakukan oleh seorang koki tapi Dila tetap mau melakukannya.


" Silahkan, semoga kali ini pesanannya sudah sesuai dengan yang kalian inginkan." kata Dila penuh harap agar mereka tidak membuat onar lagi.


Mereka memakan lagi makanan yang sudah tersedia di meja.


" Ini kenapa yaa masakannya kok kaya kurang paas gitu di lidah, kamu memasaknya pake cara apa siih." kata Nadin dengan mencebikkan bibirnya.


" Maaf itu mungkin karna permintaan anda yang tidak mau memakai bahan yang sudah ditetapkan didalamnya, maka dari itu rasanya kurang standart dan mungkin jika anda tidak banyak permintaan di menu itu, rasanya mungkin akan pas karna dengan memakai standart yang ada." Dila menjelaskan dengan mantap sambil menatap tegas ke arah Nadin.


" Kamu ini bisa aja ya alasannya ini memang kurang pas karna skill kamu yang dibawah standart, ini kalau Abi tau pasti marah sama kamu karna kamu juga sudah mengecewakan pelanggan." Renata berdiri di hadapan Dila berbicara dengan sombongnya sambil menangkupkan tangannya di depan dada.


Dila menghela nafas panjang dan dalam lalu mengeluarkannya dengan kasar untuk segera menghilangkan rasa kesalnya pada Renata yang selalu melibatkan nama Abi.


" Baiklaah maaf kan atas semua kesalahan kami dan untuk permintaan maaf dari kami semua makanan yang kalian pesan kami free kan." ucap Dila mengakhiri.


" Oke kita terima permintaan maaf kalian." Sandra menjawab dengan tersenyum puas.


Kekacauan itu pun berakhir, para tamu dan karyawan hanya menggelengkan kepala saja melihat kejadian itu.


" Dasar tampang gratisan, bisanya hanya membuat kekacauan saja." gumam Dila dengan langkah cepatnya menuju dapur.


Renata dan teman temannya pun pulang. Ketika di parkiran mereka menuju mobil masing masing yang letak parkirnya terpisah.


" Girl's...makasi yaa bantuannya hari ini." kata Renata sambil berdiri di samping mobilnya.


" No problem Ree, sering sering juga boleh kok." tawa Sandra diikuti dengan kedua teman yang ada di belakangnya.


" Oke, aku balik dulu yaaa." Renata melambaikan tangan lalu membuka pintu mobil dan melajukannya.

__ADS_1


" Ha ha ha...lumayanlah dapet tas branded cuma buat ngerjain koki ni restoran." ucap Nadin ketika di mobil dan mengusap usap tas baru yang diberikan oleh Renata sebagai imbalan karna sudah mau membantunya.


__ADS_2