ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Istri GendutKu


__ADS_3

Dila menjalani hidupnya dengan sangat baik di restoran maupun sekolah kokinya. Begitupun Abi mendekati hari pernikahannya dia malah sangat sibuk di pekerjaannya. Untungnya dia mempunyai Arman sang asistent yang selalu bisa diandalkan untuk masalah pekerjaan.


Besok adalah hari pernikahan Abi dan Dila. Sudah satu minggu bu Lasmi melarang mereka bekerja dan juga bertemu, katanya untuk pingitan dan itu membuat keduanya menyimpan rindu yang besar. Bahkan komunikasi lewat handphone saja tidak diperbolehkan oleh bu Lasmi karna kata bu Lasmi itu bertujuan agar perasaan cinta dan rindu semakin besar diantara mereka.


Abi sudah seperti cacing kepanasan karna tidak bisa bertemu dengan Dila. Berkali kali dia merengek pada ibunya agar diizinkan bertemu paling tidak bisa berkomunikasi lewat telfon dengan Dila tapi bu Lasmi dengan kekeh tetap melarangnya.


Dila dan keluarganya semua sudah berada di hotel yang disiapkan. Dila pun sangan rindu dengan laki laki yang beberapa jam lagi akan sah menjadi suaminya, tapi Dila masih bisa bersikap dengan santai dan berbanding terbalik dengan Abi. Dila mengikuti semua yang dianjurkan oleh bu Lasmi dan juga ibunya sendiri.


Malam ini di rumah Abi sedang diadakan pengajian. Abi dan keluarganya dengan khusyu mengikutinya. Besok acara akad nikah akan di laksanakan di aula sebuah masjid dan dilanjutkan acara resepsi pada malam hari yang berada di hotel bintang lima dimana Dila dan keluarganya saat ini sedang menginap.


Malam seusai pengajian Abi masih tampak tidak bisa tidur dan dia memutuskan untuk mencari angin di area kolam renang rumahnya. Firman melihat adik iparnya sedang melamun sendirian dan ia pun mendatanginya.


" Ngelamun aja calon pengantin?" sapa Firman.


Abi pun kaget dengan kedatangan kakak iparnya itu.


" Kagak kak cuma cari angin aja." jawab Abi.


" Berati lagi nyari cinta dong?" sambung Firman lagi.


" Maksudnya?"


" Ya kan angin itu tak terlihat tapi bisa dirasakan, sama kan kamu bisa merasakan cinta tapi tidak melihatnya." jelas Firman.


" Kaya kentut gue dong mas, luu gak bisa ngelihat tapi bisa merasakan aromanyaa." banyol Abi.


" Iya sama, berati cinta luu ke Dila yaa kaya kentut luu gitu aja, ngowooos...." kata Firman dengan wajah jengkel karna jawaban si adik ipar yang somplak itu.


" Enak aja cinta gue disamain kaya kentut, beda kali mas. Cinta gue sama si gendut itu udah kaya romeo dan juliet." Abi tak kalah kesal dengan kakak iparnya.


" Iya nanti luu mati Dila kawin lagi."


" Astaghfirullah.... mas doanya tega banget." kaya Abi sambil memegang dadanya.


" Yaa elu ngaco aja siih, bahasnya apa sampe kentut segala dibawa." Firman menoyor kepala si ipar karna jengkel.


" Ha ha ha mas Firman baper banget siih."


" Mas...enak nggak sih nikah?" tanya Abi memecah keheningan sesaat yang mereka ciptakan.


" Kawinnya yang enak Bii..." jawab Firman dengan tertawa.


" Yee mas gue serius kali nanya."


" Ya itu tergantung porsi orang masing masing, kalau kamu nikah berdasarkan cinta ya enak kalau terpaksa yaa nyiksa, gitu aja Bii...yang penting kalian harus bisa saling menghargai satu sama lain." tutur Firman.


" Yang mas rasain selama ini nikahin kak Dewi gimana?" tanya Abi lagi.


" Banyak, ada suka dan duka Bii kita masih harus banyak belajar buat mahamin pasangan kita dan kita juga harus pintar pintar membuat pasangan kita nyaman dan bahagia,,," kata Firman mengingat selama ini yang dia rasakan selama menikah.

__ADS_1


" Huuuff...." Abi menarik nafas panjang.


" Gak usah luu pikirin Bii dijalanin aja dulu."


" Bukan gitu mas, gue cuma gak sabar aja nunggu besok, he he he..." kata Abi.


" Paling juga luu nunggu kawinnya." ledek Firman.


Mereka berdua tertawa memecah kesunyian malam di rumah mewah itu. Malam pun semakin larut Firman menyuruh Abi untuk beristirahat karna besok adalah hari bersejarah buat Abi dan Abi harus memiliki stamina yang Dobel.


***


Esok pun tiba, Abi terlihat tampan dengan setelan jas berwarna putih dan memakai peci putih pula. Sedangkan Dila baru saja selesai dirias. Balutan kebaya putih senada dengan jas yang dikenakan Abi dan juga rambut disanggul menambah kesan anggun pada Dila. Badan Dila yang tambun pun seakan tertutupi dengan kecantikannya.


Mobil kedua mempelai pun menuju masjid tempat mereka akan melaksanakan ijab qabul. Dan mobil Abi sampai terlebih dahulu. Dan ketika Dila juga sampai, ibu Rohmah menuntun Dila duduk di sebelah Abi.


Detak jantuk semakin kencang, darah berdesir panas membuat keringat dingin mengucur deras di badan kedua mempelai. Abi dan Dila tidak punya keberanian untuk saling menatap hanya lirikan sekilas keduanya saja yang mewakili rasa penasaran mereka terhadap pasangannya.


Pak penghulu pun bersiap siap untuk memimpin pernikahan mereka. Hingga pak penghulu memberikan titah pada pak Wiro dan Abi untuk saling berjabat tangan.


" Saya nikahkan engkau ABIMANYU PRAKASA bin DARMA HENDRAWAN dengan anak saya yang bernama FADILA SAPUTRI binti WIRO SUSENO dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai."


" Saya terima nikah dan kawinnya FADILA SAPUTRI binti WIRO SUSENO dengan mas kawin tersebut dibayar TUNAI." akhirnya Abi bisa melafalkan kalimat itu dengan lantang dan satu tarikan nafas.


" SAAAAAAH....." tarikan panjang dari para saksi yang hadir juga menggema di area masjid diiringi senyum bahagia.


Abi dan Dila sudah resmi menjadi suami istri, raut kebahagiaan tak bisa disembunyikan dari wajah mereka. Senyum Abi yang tak kian pudar terlihat semakin mengembang ketika Dila mencium tangannya dilanjutkan Abi yang mencium kening Dila.


" Udah mikir jorok ya paak?" tepukan tangan Arman di bahu Abi membuyarkan lamunannya.


" Luu apaan siih Man ganggu kesenengan aja, lagian siapa yang mikir jorok yang ada luu yang gue gorok karna sudah ngagetin gue." kata Abi kesal.


" Diih penganten baru ambekan ha ha ha, tapi selamat yaa pak akhirnya kawin juga sama si genduut." kata Arman sambil menjabat tangan Abi dan memeluknya.


" Heeh luu yang sopan ya Man, yang lu bilang gendut itu sekarang bini gue jadi panggil dia Buu Dila. Kata gendut itu cuma boleh gue yang ngucapin ke dia, ngarti luu?" ucap Abi penuh penekanan.


" Haah iyee iyee pak," Arman memutar bola matanya.


Para kerabat yang menyaksikan akad satu per satu memberikan selamat pada mempelai.


" Kamu cantik banget yang didandani kayak gini, sampe pangling looh aku. Kirain tadi yang duduk sebelahku bukan kamu." kata Abi menggoda istrinya.


" Ngarep banget ya kalau yang duduk sebelah kamu bukan aku?" jawab Dila manyun.


" Bukan yaang beneran kamu mangglingi banget, gitu aja ngambek siih." Abi membujuk istrinya.


Dila mencebikkan bibirnya lalu seulas senyum muncul disana.


" Uluuh uluuh gemesin banget sii Istri gendutku ini." Abi mencolek dagu Dila lalu mengeratkan giginya karna gemas.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian rombongan pengantin menuju hotel tempat untuk resepsi malam nanti. Abi dan Dila sudah berada di satu kamar, nantinya mereka juga akan di rias di dalam kamar tersebut.


Abi merebahkan tubuhnya di kasur berukuran king nan empuk tersebut karna dirasa tubuhnya sangan capek dan mengantuk akibat semalam dia tidak bisa tidur dan baru bisa tidur akan menjelang subuh.


Sedangkan Dila melepas kan sanggul yang masih tersemat di kepalanya dan merapikan rambutnya. Ternyata tanpa disadari setiap pergerakan Dila selalu diperhatikan oleh Abi yang masih rebahan di atas kasur. Abi senyum senyum sendiri melihat Dila dan entah apa arti senyuman itu.


Dila yang baru menyadari bahwa dirinya diperhatikan oleh suaminya merasa risih dan menjadi salah tingkah.


" Mas Abi ngapain siih ngeliatin mulu dari tadi?" tanya Dila.


" Gak pa pa seneng aja akhirnya bisa sekamar sama kamu." seringai senyum jail tersemat di bibir Abi.


Dila membeliakkan matanya mendengar ucapan Abi.


" Mas ngomong apa siih?"


Abi bangkit dari kasurnya dan mendekati istrinya yang sudah selesai merapikan rambutnya. Tangan Abi meraih pundak Dila dan menghadapkan padanya lalu menangkup kedua pipi Dila yang cuby.


" Sayang....apa mungkin kalau aku cium kamu sekarang, kamu masih mau nampar suami kamu?" kata Abi dengan tatapan penuh harap.


Seketika Dila menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah karna malu dan semakin salah tingkah. Lalu menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Abi.


Abi meraih dagu Dila agar melihatnya dan kini mata mereka saling memandang. Abi mencium kening Dila lalu menurunkan ciumannya di bibir Dila. Tapi sebelum bibir mereka saling bertemu pintu kamar tiba tiba berbunyi.


Tok...tok...tok...


Kedua mempelai kaget, lalu Dila bergegas berjalan ke pintu untuk melihat siapa yang datang.


" Sial baru juga mau nyicip udah gagal aja." gumam Abi sambil mengusap wajahnya kasar.


Saat pintu terbuka ternyata dua tukang rias yang datang dengan membawa berbagai peralatan tempur mereka.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf readers baru bisa up karna author masih sibuk banget...Sibuk nyiapin pernikahan mas Abi dan Dila he he he...


Hayoo sapa yang mau kondangan nanti malem...? Kondangannya pakai like, vote, komen dan rate aja yaa...

__ADS_1


Matur nuwuun....🙏🙏


__ADS_2