ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Undangan Dirga


__ADS_3

Malam ini Dila tampak rapi, kelihatannya dia akan pergi bertemu dengan seseorang. Dila menatap cermin dan merapikan pakaiannya. Lalu bunyi dering telfon berbunyi.


" Iya Ris...tar lagi berangkat kok, kalian udah sampe sana?" ternyata Riska yang menelfon Dila.


" Iya Dut ini baru aja sampai kita." kata Riska diujung telfon.


" Oke tunggu yaa." Dila menutup telfonnya.


Tak berapa lama Dila mendapat notifikasi dari handphonenya yang ternyata dari aplikasi ojol yang dia pesan barusan. Lalu Dila keluar dan melaju dengan kang ojol.


Dila menuju sebuah caffe dan setelah masuk ke dalam, disana sudah menunggu Riska, Ilham dan....Dirga.


" Hai....udah lama nunggunya?" sapa Dila ketika sampai di meja.


" Dari subuh Dut." Ilham menimpali.


" Mas Dirga selamat yaa atas kenaikan jabatannya, pak manager ini sekarang." ucap Dila dengan tawa riang pada Ilham sambil menjabat tangan Ilham dan duduk di kursi kosong sebelahnya.


Dila diundang oleh Ilham untuk merayakan kenaikan jabatannya yang sekarang Ilham telah menjabat sebagai manager pemasaran di tempatnya bekerja. Tak heran jika Ilham dinobatkan menjadi manager karna dia memang seorang yang rajin, smart, pekerja keras dan jujur. Dia bisa bekerja sambil kuliah hingga lulus sarjana dengan uang hasil keringatnya sendiri.


" Makasi Dil udah datang." balas Dirga.


" Pasti datang lah mas." jawab Dila


" Diih nasib kalian ini yaa bener bener mujur, mas Dirga udah jadi manager trus si Didut tiba tiba aja dilamar sama pengusaha kaya lalu jadi General manager merangkap jadi chef di restoran milik tunangannya , haah doain gue sama mas Ilham ngikut nasib kalian juga deh." ucap Riska membanggakan teman temannya.


" Aamiiin..." jawab semuanya serempak.


" Tapi gak enak banget kata kata kamu Ris, kesannya kayak gue aji mumpung gitu padahal gue kan juga gak tau apa apa kalau gue tiba tiba dilamar." protes Dila sambil cemberut.


" Hadeeew...udah deh luu ralat sendiri deh Dut kata kata gue, gue emang bukan orang yang pandai merangkai kata." jawab Riska enteng.


Mereka berempat berpesta di caffe itu merayakan keberhasilan Dirga, menikmati banyak makanan, mengobrol dan bercanda.


***


Sedangkan di kost Dila, Abi beberapa kali mengetuk pintu kamar kecil itu, tapi tidak ada jawaban sama sekali.


" Kemana gendut satu nii." Abi bertanya tanya.


Di kost Dila tampak sepi penghuni jadi tidak ada orang yang bisa ditanyai dimana keberadaan Dila.


Lalu Abi mencoba berkali kali menelfon Dila tapi tidak juga ada jawaban. Abi menyisir jalan sambil melihat kanan dan kiri berharap bisa menemukan sosok yang ia cari.


Di caffe Dila memang tengah asik dengan teman temannya dan ketika akan melihat jam di handphone, Dia terkejut ada beberapa panggilan tak terjawab dari tunangannya. Dan ternyata Dila lupa kalau handphone yang sedari tadi di dalam tasnya dalam mode Diam dan pantas saja berkali kali ada telfon masuk Dila tidak mendengarnya.


Saat mengetahui ada telfon dari Abi, Dila kemudian langsung menghubungi Abi. Dalam deringan pertama Abi langsung mengangkat handphone yang sejak dari tadi berada di genggamannya.

__ADS_1


" Hallo... kamu dimana?" sahut Abi.


" Assalamualaikuum...." kata Dila.


" Waalaikumsalam...kamu dimana?" Abi mengulangi pertanyaannya.


" Aku lagi di caffe xx mas." jawab Dila.


" Sama siapa?"


" Sama mas Dirga sam...."


Tut...tut...tut... telfon ditutup oleh Abi.


" Kok dimatiin." gumam Dila dan mencoba menelfon balik Abi tapi percuma tidak ada jawaban dari Abi.


Dila kembali berbincang dengan teman temannya tak lama setelah itu seseorang berdiri tepat di sebelah Dila.


" Ngapain kamu disini?" tanya Abi dengan tatapan dingin ke arah empat orang yang berada dalam satu meja dan pandangan dinginnya berhenti pada Dirga.


Setelah di telfon tadi Dila menyebutkan nama Dirga, Abi langsung mematikan telfonnya dan melajukan mobil dengan kencang menuju caffe yang disebutkan Dila, dan kebetulan caffe itu tak begitu jauh dari tempanya saat itu.


Mereka yang kaget dengan kedatangan Abi saling berpandangan, Ilham dan Riska menunduk dengan kedatangan atasannya dan Dirga mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Dan Dila langsung berdiri menyambut Abi.


" Lhoh mas Abi disini juga?" tanya Dila.


Abi bergeming dan menatap Dila tajam.


Suasana yang tadinya riuh menjadi sangat mencekam, kecanggungan merajai penghuni meja.


" Pesan minum dulu bro." Dirga mencoba mencairkan suasana dengan menawari Abi minum dan memanggil waiter.


" Apa acaranya belum selesai?" tanya Abi dengan suara baritonnya.


" Kita sudah selesai makan, apa kamu mau pesan makan juga?" tawar Dirga.


" Tidak terima kasih." jawab Abi datar.


" Oke, kopi satu ." kata Dirga pada waiter yang berdiri di sebelahnya.


Sampai pesanan kopi datang mereka hanya diam diam saja.


" Sebentar yaa aku mau ke toilet dulu." pamit Dila yang sedari tadi ingin buang air kecil.


" Eh ikut dong Dut." sahut Riska yang sudah tidak nyaman duduk di antara laki laki yang membuat suasana kikuk.


Tatapan tajam Abi tertuju pada Ilham yang masi anteng saja seolah Abi memang menyuruh Ilham untuk pergi dari sana. Ilham yang merasa ngeri pun segera menyusul kedua temannya.

__ADS_1


" Sampai kapan ngarepin tunangan gue?" tanya Abi pada laki laki yang duduk di sebelahnya.


Dirga hanya membalas dengan senyum.


" Masih ngerasa gue saingan?" tanya Dirga ketus.


" Jelas... luu masih deketin tunangan gue."


" Gue udah bilang kan dimana gue bakal berhenti ngejar cinta Dila. Dimana dia akan benar benar bahagia bersama orang yang dia cintai. Dan disini luu masih sebagai tunangannya. Gue belum bisa mundur sepenuhnya. Bahkan jika besok luu ngambil langkah cepat lagi untuk nikahin Dila, yaa mungkin saat itu gue akan mundur tapi jika ditengah jalan sampai ada apa apa dengan pernikahannya....Gue pastikan gue orang pertama yang bakal bisa dapetin Dila lagi. Gue bukan bermaksut untuk mendoakan yang jelek buat Dila tapi gue cuma ngasih peringatan aja ke elu kalau gue gak bisa lihat Dila disakitin oleh orang lain."


" Yakin ?? Salut gue sama ke PDan luu, tapi luu tenang aja gue bakal bikin Dila gak akan pernah berfikir untuk nerima cinta luu karna gue bakal selalu bahagiain dia." ucap Abi penuh keyakinan.


" Bagus kalau itu pikiran luu, dan sekali saja omongan luu meleset gue gak bakal nyia nyiain kesempatan buat ngambil Dila. Dan gue harap kalau luu besok nikahin Dila alasannya bukan karna luu takut Dila gue ambil tapi karna luu bener bener cinta sama dia." tak mau kalah Dirga juga berbicara dengan nada tegas.


" Gak usah sok tau luu, perasaan gue ke Dila cuma gue yang tau dan kalaupun besok gue nikahin dia, bukan karna gue takut elu rebut Dila dari gue tapi karna gue memang mencintainya." Abi mulai emosi.


"Gila nih cowok gak ada gentar gentar nya, sedalam apa sih cintanya sama Dila. gue bakal ambil langkah seribu biar nih cowok ngejauh dari Dila. Tapi Dila sendiri diajakin nikah nolak mulu. Dasar gendut kenapa gue bisa sebucin ini ke dia." gumam hati Abi.


Obrolan dua cowok penggila Dila pun terhenti saat Dila dan teman temannya kembali dari toilet. Karna sudah terlalu malam dan suasana sudah tidak nyaman, Dila memutuskan untuk pulang.


" Udah malam nih balik yuuk," ajak Dila pada teman temannya.


Mereka pun setuju dengan usul Dila dan segera meninggalkan caffe. Dila pun berpamitan pada teman temannya.


Dila masuk mobil Abi, dan Abi hanya diam saja tak menegur Dila sama sekali. Jelas saja suasana menjadi sangat hening.


" Mas Abi sudah makan?" tanya Dila memecah keheningan.Tapi tak ada jawaban dari Abi.


" Mas Abi kenapa siih, ditanya juga. Mas Abi marah?." Dila terpancing emosi karna dia benar benar tidak tau kenapa Abi mendiamkannya.


" Kamu masih tanya kesalahan kamu? gak sadar salah kamu dimana?"


" Apa kamu marah karna aku pergi sama teman temanku?"


" Bukan teman tapi Dirga." Abi meninggikan suaranya dan tiba tiba menepikan mobil lalu menghentikannya di pinggir jalan.


" Mas Dirga, memang kenapa kalau aku pergi dengannya? Dia sepupuku." jawab Dila.


" Sepupu apa? sepupu jauh yang benar benar mengharap cinta kamu bahkan sampai mati pun dia bakal ngejar cinta kamu. Iya itu yang kamu sebut saudara sepupu kamu? Dan kenapa kamu tidak bilang kalau kamu pergi bersama Dirga?" Abi berbicara dengan lantang.


Dila yang mendengarnya merasa kaget kenapa Abi bisa tau perasaan Dirga padanya.


" Da dari mana maas Abi tau itu? Lagian kan aku tidak cuma berdua mas." kata Dila dengan gagap karna tidak menyangka kalau Abi tau tentang perasaan Dirga padanya.


" Tidak penting aku tau dari mana dan jangan banyak alasan, yang terpenting sekarang dalam waktu dekat ini aku akan nikahin kamu terserah kamu setuju atau tidak." kata Abi penuh penekanan.


Dila mendelikkan kedua matanya mendengar pernyataan Abi barusan.

__ADS_1


" Ta taapii maas..." Dila mencoba protes.


Tapi Abi melajukan lagi mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Dila kaget tidak bisa melanjutkan kata katanya dan berpegangan erat pada pintu dan tangan satunya meremas lengan Abi dengan kencang.


__ADS_2