ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Makan bersama


__ADS_3

Arman masih bingung dengan kelakuan bosnya, dan masih bingung kenapa tiga orang kantin itu bisa berada di apartemen bosnya.


Tapi untuk menanyakan sebab musababnyapun percuma, karna bosnya tidak akan mudah menceritakan hal yang sebenarnya.


Waktu memasak yang sudah ditentukan pun sudah habis, Dila dan teman temannya sudah menyelesaikan tugas mereka. Hanya tinggal bersih bersih area dapur saja yang belum.


Semua masakan Dila sudah tersaji di meja makan besar nan mewah itu.


Dila lalu menuju tempat dimana ada Abi dan asistennya Arman sedang mengobrol.


" Pak makanannya sudah siap semua." Kata Dila yang menghentikan obrolan mereka.


Hanya dijawab anggukan oleh Abi, Dila pun kembali ke dapur.


Abi disusul Arman dan istrinya beranjak dari duduknya di sofa dan pindah ke meja makan.


" Sebutin apa aja yang kamu masak!!" Kata Abi.


" Ini ada pecel pak, sayur lodeh gori, sama rawon, lalu ini kuenya ada nagasari dan camilannya sosis solo." Dila menjelaskan dan menunjuk satu persatu masakannya.


" Yang ini ada cumi cuminya ya??" Tanya Abi sambil menunjuk rawon.


" Bukan pak, pakai daging sapi." Jawab Dila.


" Kok item gitu??"


" Itu dari kluwek pak warna hitamnya."


" Kok pakai kluwek,Kenapa gak pakai tinta cumi cumi aja kan nanti pastinya lebih enak dan lebih gurih rasanya." Abi mencoba memberi saran pada Dila, yang sebenarnya Abi sendiri tidak tau menau sama sekali tentang bumbu bumbu masakan apalagi masakan tradisional Indonesia.


" Yaa emang rawon masaknya pake kluwek pak bukan tinta cumi cumi." Dila menyanggah saran Abi dengan nada nyolot.


" Ya kamu biasa aja dong jawabnya , gak usah nyolot gitu." Kata Abi dengan nada suara sedikit tinggi.


" Habisnya bapak sok tau sih kalo dibilangin." Balas Dila melotot dan lebih meninggikan suaranya. Dan membuat Abi dan yang lainnya merasa kaget dengan sikap Dila.


Yang lebihnya lagi Abi malah langsung diam ditempat dan menundukkan pandangannya.


"Lhaah si wadir ciut gitu sama si gendut, kesambet apaan coba?" Kata Arman yang sedari tadi hanya menggerutu dalam hati saja.


" Yaa udah, ya udah lanjutin sono!" Perintah Abi lagi.


" Lanjutin apa lagi pak, Saya sudah selesai menjelaska." Kata Dila lagi yang terlihat masih kesal.

__ADS_1


" Ya-ya udah lanjutin makan kalo gitu, apa lagi?


" Iya satu lagi ya pak, ini niih namanya sosis solo isinya ayam bukan sosis! Walaupun namanya sosis tapi gak ada unsur sosisnya!" Jelas Dila lagi penuh penekanan.


" Saya nggak tanya yang itu." Tukas Abi.


" Dari pada nanti bapak protes itu kenapa namanya sosis solo tapi gak ada sosisnya dan bikinnya di sini bukan di solo jadi namanya sosis sini, ya saya jelasin sekalian." Cerocos Dila tanpa menjeda kata katanya.


" Galak banget jadi orang, ya udah ayok makan, pada duduk gih makan bareng." Abi menyelesaikan pedebatannya dengan Dila. Yang sebenarnya Abi memang sudah sangat lapar sekali karna dari pagi belum makan apa apa.


Dila, Riska dan Ilham pun tampak sungkan ketika akan makan dan duduk satu meja dengan atasannya, tapi karna itu permintaan dari atasannya mereka pun menurut saja. Suasanya di meja makan pun terlihat sedikit canggung.


Tapi Abi tampak ragu ragu ketika akan mengambil makanan. Dia merasa tak berselera melihat makanan makanan itu yang selama ini belum pernah Ia makan.


Abi ingin menanyakan pada Arman bagaimana rasa masakannya tapi dia sudah tau pasti apa jawaban Arman karna memang itu makanan sudah biasa dia makan.


" Bapak gak jadi makan?" Tanya Arman yang melihat Abi hanya memandang masakannya saja.


Seakan tahu apa yang dipikirkan bosnya, Arman mencoba meyakinkan bosnya itu.


" Ini dijamin enak pak kaya sayur asem yang kemarin." Bisik Arman supaya tidak ada yang mendengarnya.


Abi hanya menarik nafas panjang lalu dia membulatkan tekat untuk mulai mencicipi masakan Dila satu per satu.


Makanan yang pertama di ambil Abi yaitu pecel.


" Ini apa ya Man tadi namanya?" Tanya Abi pada Arman yang ada disebelahnya.


" Ooh...this is it vegetable salad with peanuts sauce sir..." Kata Arman menirukan kontestan progam masak yang di televisi.


" Bacanya PECEL pak Abii." Sahut Ilham gamblang dan membuat orang yang berada di meja makan tertawa. Sontak membuat suasana menjadi tidak canggung lagi.


Abi mencicipi semua masakannya dan kelihatannya tidak ada masalah dengan rasanya, Abi terlihat menikmati dan tanpa protes sedikitpun.


" Gimana pak Abi makanannya enak??" Ilham bertanya setelah Abi menghabiskan makanannya.


" Rasanya sih tidak ada masalah tapi tidak tau dampak apa yang akan terjadi pada saya." Kata Abi yang tidak mau terlalu memuji masakan Dila.


" Dampaknya adalah nanti itu makanan bakal jadi sampah di tubuh bapak dan keluar sebagai kotoran, itu yang jelas." Dila berbicara memperlihatkan wajah judesnya.


" Aah udah udah dengerin tu kata neneknya upin ipin, Tak baik begaduh depan rejeki." Kata Arman yang mencoba merelai agar perdebatan tak terjadi kembali.


" Baik tok dalaaaang..." Kata Ilham dan Riska serempak.

__ADS_1


Acara makanpun selesai, lalu Abi mengantarkan Dila dan teman temannya kembali ke taman waktu pertama mereka bertemu tadi pagi.


***


Awal minggu yang cerah mengantarkan para pekerja yang dengan malasnya melakukan aktifitas normal setelah liburan akhir minggunya.


Berbeda dengan Dila si gadis tambun yang hari ini dengan semangat paginya melajukan motor ke tempat ia bekerja. Walaupun bertubuh besar gerakannya selalu cepat dan tangkas mengalahkan mereka yang bertubuh lebih kecil darinya.


Setibanya di Kantin Dila belum menjumpai teman temannya. Ya Dila sudah terbiasa berangkat lebih pagi dibanding teman temannya. Dila pun mengerjakan tugas yang sudah menjadi rutinitasnya setiap hari. Selang beberapa saat seniornya, bu Tini datang dengan membawa dua box kue dan meletakkannya di meja yang ada di dapur kantin.


"Pagi Dila..." Sapa bu Tini pada Dila.


" Pagi buuk... waah uda ready niih kue, ada lebihan nggak buuk, belum sarapan ini anak perawannya he he he." Sambut Dila yang tanpa basa basi pada senior yang sudah di anggap seperti ibunya sendiri.


" Itu ambil yang di kantong kresek putih Dil!"


"Oke deh buuk,,, Oh iya ini kue lapis sama kroket ayam pesanan semua kah buk?"


" Bukan, itu yang satu box buat jualan. Nanti kalo orangnya ambil tolong kamu anter ke depan ya Dil!!"


" Siap ibuuk!"


Tak lama setelah itu semua pegawai kantin sudah datang dan memulai aktifitas rutinnya.


Ketika bu Tini memberi tahu Dila bahwa dia harus mengantarkan pesanan ke depan kantor, Dila pun bergegas melaksanakan perintah bu Tini.


Setelah sampai lobi, tak sengaja Dila berpapasan dengan pak Darma sang direktur perusahaan. Dila pun segera menyapa dengan senyum dan menundukkan kepalanya.


Pak Darma yang berjalan dengan dua orang dibelakangnya pun melihat Dila dan tampak menyadari dan mengenali Dila.


" Kamu anaknya pak Wiro kan." Tanya Pak Darma menghentikan langkahnya dan ingat bahwa Dila anak dari orang yang pernah menolongnya.


" Iya pak, benar saya anaknya pak Wiro." Jawab Dila masih dengan menundukkan kepalanya.


" Emm... baiklah setelah ini temui saya di ruangan yaa." Kata pak Darma kemudian.


" Ba... baik pak." Jawab Dila singkat.


Pak Darma pun melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Dila yang masi menunduk.


Dila baru menyadari perkataan pak Darma dan Dia meyakinkan dirinya bahwa pak Darma benar benar menyuruh menemuinya di ruang kerja.


Dila berjalan menemui si pemesan kue. Lalu kembali menuju kantin.

__ADS_1


__ADS_2