ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Provokator 1


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu, semua sekarang menjadi sibuk dua kali lipat dari sebelumnya karna juga harus mempersiapkan pernikahan Abi dan Dila. Meski memakai jasa W.O tapi semua keluarga Abi tetap antusian menyiapkannya.


Hari ini Abi dan Dila terlambat pergi bekerja karna mereka terlebih dahulu menemui W.O. Setelah mengantar Dila ke restoran Abi pun langsung pergi ke kantornya.


Sesampainya di ruangan Dila berganti pakaian kebangsaan seorang chef dan akan pergi ke dapur. Tapi sebelum itu Dila mengecek handphonenya terlebih dahulu. Dan ternyata ada pesan masuk dari Dirga.


" Dila kalau ada waktu, aku ingin bertemu sebentar saja sebelum kamu jadi pengantin he he he." kata Dirga dalam pesannya dibubuhi dengan gambar emoticon tertawa.


Dila berfikir sejenak lalu membalas pesan daei Dirga.


" Oke mas Dirga nanti jam makan siang bisa kita ketemu." balas Dila.


" Oke nanti aku kasih tau tempatnya yaa." lanjut Dirga.


Dila pun tak membalasnya kembali. Lalu dia bergegas menuju dapur. Restoran pagi itu cukup ramai, Dila pun langsung membuat pesanan para pelanggan.


Jam makan siang pun tiba, Dila bersiap siap untuk menemui Dirga. Sebelumnya Dirga sudah memberi tahu Dila lewat pesan singkat dimana mereka akan bertemu.


Hanya Sepuluh menit saja perjalanan yang ditempuh Dila untuk sampai menuju sebuah cafe yang ditunjukkan Dirga. Dan ternyata Dirga sudah menunggunya disana.


" Sudah lama mas?" sapa Dila saat sampai di meja Dirga dan mendudukkan badannya disana.


" Barusan kok Dil." jawab Dirga senyum.


" Mas Dirga mau ngomong apa ?" tanya Dila.


" Bukan hal yang serius kok, ya kamu kan mau nikah jadi setelah menikah gak mungkin kan kita bisa ngobrol berdua lagi kayak sekarang ini, mungkin ini juga terakhir kali kita ngobrol berdua kayak gini." kata Dirga.


" Mas Dirga ini ngomong apa siih, kaya kita udah gak ketemu aja."


" Yaa ketemu cuma gak mungkin kan aku ngajakin makan berdua istri orang." kata Dirga dengan tawanya yang dipaksa untuk menutupi rasa sakit yang didera oleh hatinya.

__ADS_1


" Aku doain juga mas Dirga segera dapat jodoh dan juga segera menikah." balas Dila yang juga diiringi dengan tawa.


" Abi beruntung bisa dapetin kamu secepat ini, sedangkan aku yang sudah bertahun tahun mengharap dan menunggu kamu hanya bisa mengikhlaskan saja walau rasanya berat." kata Dirga dengan wajah sendu.


Dila menghela nafas panjang dan membuangnya pelan. Dada Dila berdesir, menatap dengan iba lelaki yang didepannya yang sudah lama mengharapkan cinta darinya.


" Mas Dirga... seperti yang sudah aku bilang sebelumnya, rasaku ke mas Dirga hanya sebuah rasa sayang terhadap seorang kakak. Aku juga sudah berkali kali mencoba memberikan hati pada mas Dirga tapi nyatanya tidak berhasil. Yang aku rasakan sama sekali tidak berubah. Jadi tolong maas... jangan siksa diri kamu untuk mendapatkan sesuatu yang jelas jelas sudah menolakmu. Carilah orang lain, berbahagialah dengannya." tutur Dila berkaca kaca merasa benar benar sangat tak tega melihat Dirga.


" Tapi benarkah kamu sudah bahagia dan nyaman dengan calon suamimu?" tanya Dirga.


" Insya Allah aku yakin mas, kalaupun mas Dirga menganggap aku hanya mencari materi, aku tidak bisa melarang mas karna yang tahu hati dan perasaanku hanya aku sendiri dan Allah. Dan akupun tidak akan marah sama mas karna menganggapku seperti itu." Ucap Dila.


" Tidak Dila, kenapa kamu sampai menuduhku seperti itu. Aku tahu kamu tidak akan melakukan itu, aku tahu bagaimana sifatmu yang tak pernah tergoda dengan materi jadi kamu tenang saja, aku tidak akan berfikir seperti itu." kata Dirga meyakinkan Dila.


" Mas Dirga sangat baik, aku yakin kelak wanitamu akan selalu bahagia di sampingmu." Dila selalu membubuhkan senyuman disetiap kata katanya.


" Iya Dil, kalau kamu memang bahagia bersama calon suami kamu,semoga aku pun ikut bahagia. Aku selalu mendoakanmu dan jika nanti kamu membutuhkan bantuanku jangan sungkan sungkan datang ke aku yaa." tutur Dirga dengan memegang tangan Dila kemudian berlanjut menepuk lengan Dila.


Iya pemilik tatapan dua pasang mata itu adalah kepunyaan Abi dan juga Renata. Beberapa saat lalu Renata melihat Dila sedang memasuki cafe dan setelah Renata mengikutinya ternyata dia mendapati Dila sedang bertemu dengan Dirga. Lalu dengan cepatpun Renata menelfon Abi. Dan kebetulan sekali Abi waktu itu sedang dijalan akan ke restoran menemui Dila dan mengajaknya makan siang juga.


Abi dengan cepat melajukan mobilnya ke arah yang sudah diberitahukan Renata. Setibanya di depan cafe Renata menghampiri mobil Abi dan masuk kedalam. Renata menunjukkan keberadaan Dila dan Dirga yang terlihat dari luar cafe karna kaca cafe yang transparan.


Abi melihat adegan dimana Dila tertawa bersama Dirga, saat Dirga memegang dan menepuk lengan Dila. Abi emosi pastiny dan kesempatan itu tidak disia siakan oleh Renata yang ingin menyulut api antara Abi dan Dila. Renata terus saja mengompori Abi dan emosi Abi kian memuncak.


Abi berniat akan turun dan masuk ke kafe menemui Dila tapi Renata memegang lengan Abi mencegah dan mengajak Abi pergi dari sana. Abi menuruti Renata dan pergi dari cafe tersebut.


Di dalam mobil,wajah Abi memerah menahan amarah. Renata memanfaatkannya untuk terus memanasi Abi. Renata mengarahkan Abi untuk pergi ke rumahnya, Abi yang masih emosi dengan Dila pun menurutinya. Renata senang karna berhasil membawa Abi ke rumahnya.


" Diminum dulu Bii, biar hati kamu gak panas." kata Renata sambil membawakan satu gelas jus jeruk.


" Makasih Re." kata Abi datar.

__ADS_1


" Kamu sudah melihat kelakuan tunangan kamu kan Bii, harusnya kamu bisa berfikir lagi untuk menikahinya sebelum nanti kamu benar benar akan menikah tapi dia masih sering bertemu dengan lelaki lain dibelakang kamu."


Abi hanya diam tak menjawab. Pikirannya masih memikirkan Dila dan Dirga, apa yang mereka bicarakan di cafe itu.


Tiba tiba Renata memeluk tubuh Abi,


" Abii kalau kita bersama kita akan selalu bahagia dan aku tidak akan menghianatimu." kata Renata.


" Ree tolong lepaskan, aku sudah bertunangan dan akan menikah." ucap Abi.


" Tapi Bii kamu lihat kelakuan tunangan kamu, dia menghianatimu."


" Iya tapi aku belum meminta penjelasan padanya kenapa dia bertemu dengan lelaki itu." tutur Abi.


" Tapi sudah jelas jelas Bii mereka terlihat bahagia." bantah Renata.


" Tidak Ree aku harus tetap meminta penjelasan darinya." kata Abi sambil berdiri akan pergi dari rumah Renata.


Renata mencegahnya dengan memeluk Abi dari belakang tapi Abi segera mengelak.


" Renata tolong jangan seperti ini." kata Abi dengan setengah berteriak.


Lalu Abi segera melangkahkan kaki dari rumah Renata. Dia kembali melajukan mobilnya menuju kantor.


Renata sangat kesal dengan Abi karna Abi tidak mudah untuk di provokasi. Dia hanya bisa melihat Abi keluar dari rumahnya yang masih dalam keadaan marah. Lalu tiba tiba senyuman licik tersemat di bibirnya.


Setibanya di kantor, Abi masuk ruangan dengan marah, Dia membanting beberapa berkas yang ada di meja kerjanya. Dia menggebrak meja dengan keras. Lalu Abi mengeluarkan handphone dari saku celananya bermaksud akan menelfon Dila tapi tiba tiba Arman masuk.


" Pak rapatnya akan segera dimulai jadi bapak bersiap siap." kata Arman setelah bertemu dengan Abi.


Abi pun mengurungkan niatnya untuk mencari kejelasan tentang Dila dan Dirga.

__ADS_1


***


__ADS_2