
Malam yang indah antara Abi dan Dila sudah usai. Kini mereka sudah tertidur dengan nyenyak dan dengan perasaan yang plong, mungkin juga malam ini mereka akan bermimpi dengan indah.
Pukul tiga dini hari, Abi terbangun karna tenggorokannya yang kering lalu ia bangun untuk mengambil minum. Dia pun bangun pelan pelan agar tidak membangunkan istrinya. Setelah turun dari ranjang dan hendak berjalan mengambil air, rasanya ada angin sepoi sepoi yang berhembusan di area vitalnya dan saat Abi melihat ke arah juniornya ternyata memang Abi belum memakai kembali celananya alias masih bugil.
" Pantesan aja semriwing orang si doi masih telanjang,kalo dibiarin bisa masuk angin nanti." kata Abi sambil terkekeh sendiri.
Dan Abi pun segera mencari onggokan baju di lantai dan ketika menemukan celana pendeknya Abi segera memakainya dan pergi minum.
Setelah Abi naik keatas kasur lagi dan berniat akan tidur kembali, dilihatnya Dila yang tidur nyenyak di bawah selimut. Diamatinya wajah Dila yang polos tanpa make up dan masih kelihatan cantik alami. Tiba tiba Dila merubah posisi tidurnya dan membuat selimut yang menutupi tubuhnya yang polos tersingkap dan memperlihatkan dadanya yang putih dan mulus. Seketika Abi yang melihatpun melototkan matanya melihat pemandangan bening diantara lampu kamar yang remang remang oleh lampu tidur. Dan tak dipungkiri junior Abi pun ikut meronta ronta lagi ingin loncat mencari sarangnya.
Niat baik Abi yang akan kembali tidur pun terurungkan karna melihat pemandangan dari istrinya. Dan kini menjadi niat buruk untuk mengerjai istrinya lagi. Tak lama lama Abi pun segera menciumi wajah istrinya, karna sangat terlelap dan karna kecapekan, Dila sampai tidak merasakan ciuman dari suaminya. Abi melanjutkan mencium bagian dada Dila yang terlihat dan mendaratkan beberapa bercak tanda kepemilikan disana. Setelah daerah sensitif di dadanya tersentuh oleh lidah suaminya, Dila mulai merasakan sensasinya dan mengerjapkan matanya merem dan melek.
Saat sadar bagian dadanya ada yang memainkannya Dila pun kaget ketika melihat bahwa suaminya sudah berada diatas tubuhnya.
" Mas mau ngapain?" tanya Dila sengan suara serak dan sedikit mendesah.
" Ngenakin kamu." jawab Abi singkat sambil melanjutkan aksinya.
Dila sudah terlanjur menikmati aksi suaminya dan pasrah begitu saja karna untuk berontak pun sudah tidak bisa karna Abi sudah semakin menindih tubuh istri gendutnya itu.
Pergulatan antara mereka pun terjadi kembali.
Ketika adzan subuh mereka sudah menyelesaikan pekerjaan malamnya. Dua sejoli itu masuh terlihat berpelukan di dalam selimut.
" Mas, mandi yuuk udah subuh." kata Dila dengan lemas.
" Iya ayuk." jawab Abi.
Dila akan bergegas ke kamar mandi, dia berjalan dengan menunduk nunduk sambil meringis menahan sakit pada daerah intimnya. Tak tega melihat istrinya seperti itu, Abi menghampirinya.
" Yang aku gendong aja yaa." Abi menawarkan bantuan.
__ADS_1
" Gak usah basa basi deh mas, kayak kuat aja gendong aku." jawab Dila merengut sambil terus berjalan menuju kamar mandi.
Abi yang niat baiknya ditolak dan ditinggalkan Dila pun hanya garuk garuk kepalanya yang tidak gatal sambil melihat istrinya itu masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah keduanya selesai mandi dan sholat subuh berjamaah, mereka memutuskan sambil menunggu sarapan di hotel untuk berjalan jalan sekitar hotel karna pemandangan hotel juga cukup indah.
" Mas kita jadi pulang kapan?" tanya Dila.
" Kita nginep lagi yaa disini, kita kan masih cuti kerja yang." jawab Abi.
" Nggak nggak, kita pulang aja yaa,ngapain lama lama disini mahal mas bayarnya cuma buat tidur doang." protes Dila.
" Ya sudah nanti siang kita pulang." kata Abi.
Siang hari pun Abi dan Dila pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Abi disambut bahagia oleh Bu Lasmi.
" Alhamdulillaah pengantin baru udaah pulang, udah gool belum?" ledek bu Lasmi.
" Jebol gawangnya buuk." kata Abi sambil meraih tangan bu Lasmi dan menciumnya.
" Udah makan siang belum? itu ayah ada si meja makan mau makan siang, sekalian aja kalau gitu." kata bu Lasmi.
Abi dan Dila pun menuju meja makan menemui pak Darma sekalian akan makan siang.
" Oh iya Abi Dila tadi ibu sudah telfon keluarga Dila menanyakan persiapan resepsi yang di sana, katanya sih tinggal kalian aja yang fitting baju pengantinnya, jadi besok atau lusa usahain kalian kesana yaa, kan acaranya udah akhir minggu besok." kata bu Lasmi di sela makannya.
" Iya bu, kita akan kesana. " jawab Dila.
Iya Abi Dila akan mengadakan resepsi di kampung Dila juga, supaya semua kerabat dan tetangga Dila juga ikut merasakan kebahagiaan pengantin baru.
" Iya Bii apa kalian akan berbulan madu?" tanya pak Darma.
__ADS_1
" Kita belum kepikiran itu yah, ya mungkin nanti kita bisa bicarakan lagi." jawab Abi.
" Kalian bilang saja kalian mau bulan madu kemana biar nanti ayah yang siapkan semuanya, yaa anggap saja itu hadiah pernikahan dari ayah." kata pak Darma lagi.
" Siap yah nanti kita pasti bilang sama ayah."
" Iya yaah kita masih belum bisa pindah karna rumah masih belum selesai di renovasi, ya mungkin awal bulan baru kita akan pindah." kata Abi.
" Lho kita mau pindah mas?" tanya Dila.
" Iya sayang, aku udah siapin rumah buat kita tinggal nanti. Ini masih direnovasi jadi sementara kita numpang dulu disini." jelas Abi pada Dila.
" Numpang kaya apa aja siih Bii, jangan bikin ibu sedih deeh. Belum apa apa kamu udah bilang gitu, ini kan rumah kalian juga, ibu malah pengennya kalian tinggal disini buat nemenin ibu." kata bu Lasmi sambil berkaca kaca.
" Jangan sedih gitu dong ibu kuu tercinta,Yaa kita kan butuh mandiri juga lagian kita gak jauh kan cuma tetanggaan, tiap minggu kalau gak ke rumah Dila kita kan pasti pulang kesini kaya kak Dewi, belum lagi nanti kalau Abi gak dimasakin istri kan bisa lari kesini minta makan." gurau Abi menghibur ibunya.
Abi memang membeli rumah yang tak jauh dari tempat orang tuanya, hanya berbeda komplek saja. Sebelum menikah dengan Dila Abi memang ingin menyiapkan rumah sendiri untuknya dan keluarga kecilnya. Dan kebetulan di dekat rumah pak Darma ada rumah yang dijual dan tak butuh berfikir dan waktu yang lama Abi pun segera membelinya dan sekalian merenovasinya.
Setelah makan siang, Abi mengajak Dila ke kamarnya. Ini pertama kali bagi Dila masuk ke kamar Abi.
" Kamar kamu ini cukup untuk buat rumah minimalis lo mas." kata Dila dengan matanya masih bergerilya mengelilingi kamar suaminya tersebut.
Dila membuka sebuah pintu yang ada di samping tempat dia berdiri saat ini. Dan yang dia kira itu kamar mandi ternyata adalah walk in closet dan kamar mandi masih ada di dalamnya.
" Ya udah berati kita dikamar aja terus gk usah keluar keluar, biar aku puas." senyum mesum Abi mulai mengembang dan alisnya yang ikut terangkat.
" Hah itu sih mau kamu mas."
" Yang...gak mau nyobain kamu?" tanya Abi.
" Nyobain apa?"
__ADS_1
" Nyobain bercinta di kamar aku yang seukuran rumah minimalis." kata Abi sambil menarik tubuh sang istri dan menghamburnya ke kasur.
Dila mencoba berontak tapi walau badan Dila lebih besar dari Abi tapi tidak dengan kekuatan tenaganya. Sekali dorong saja Dila sudah terbaring di kasur luas nan empuk itu. Dan pergulatan di siang hari bolong pun terjadi.