ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Bau yang lain


__ADS_3

Siang ini di restoran Dila selesai membuat pesanan untuk para pelanggannya. Dan sekarang jam makan siang tiba waktunya Dila dan rekan rekannya mengistirahatkan badan mereka.


'' Cheef Dila nggak makan? ini sudah saya bikinkan sop buntut buat kita makan.'' tanya rekan Dila yang bernama Chef Hendra.


'' Waah kayaknya enak itu sop buntutnya chef, tapi saya lagi malas sekali makan chef sudah beberapa hari ini rasanya perut saya penuh terus.'' jawab Dila.


'' Chef Dila punya magh?'


'' Iya chef sepertinya maghnya kambuh.'' kata Dila.


'' Ya sudah chef minum obat aja dulu nanti kalau sudah enakan makan dulu ya chef.'' kata Chef Hendra menghawatirkan rekan sekaligus atasannya itu.


'' Siap, saya ke ruangan dulu ya.'' kata Dila lalau berjalan menuju ruangannya.


Sore harinya setelah Abi dan Dila sudah berada di rumah mereka, Dila dan Abi menuju tempat olahraga yang berada di area kolam renang, Dila berolah raga sejenak untuk sekedar mengeluarkan keringat. Abi lebih memilih ngopi dan makan camilan di sofa yang tak jauh dari tempat Dila berolah raga.


Lalu terdengar suara bel berbunyi. Asisten rumah tangga mereka bi Yati yang membukakan pintunya. Tak lama datang bu Lasmi menemui Abi dan Dila yang sedang bersantai. Bu Lasmi pun duduk di sebelah Abi.


'' Eeh ibu.'' kata Abi sambil bangkit dari duduk nyamannya kemudian mencium tangan ibunya.


Begitu pun Dila menghentikan aktivitasnya dan menyambut ibu mertuanya tersebut.


'' Sendirian aja buu?'' tanya Dila sambil menengok ke arah pintu.


'' Iya sendiri aja, ibu dari supermarket terus mampir sebentar.'' jawab bu Lasmi.


'' Kok nggak bawa apa apa bu dari supermarket.'' kata Abi berharap ada oleh oleh yang dibawa oleh ibunya.


'' Ya bawa belanjaan Bii di mobil.''


'' Belanjaan doang, makanan apa kek.''


'' Iya iyaa itu looh ibu bawa cenil lupis, masih disiapin bii Yati.'' kata bu Lasmi.


'' Itu bukannya jajanan pasar ya buu, katanya tadi dari supermarket kok dapet jajannya jajan pasar?.'' tanya Abi lagi.


'' Duuh kamu itu bawel banget siih mas, dimakan aja kenapa ssih?'' Dila menimpali suaminya yang cerewet.


Bi Yati pun datang membawa cenil lupis yang dibawakan oleh bu Lasmi. Tak lagi banyak bicara Abi melahap makanan yang baru saja diletakkan bi Yati di meja.


'' Dila kamu tidak makan ?'' tanya bu Lasmi.


'' Iya bu nanti Dila makan, perut Dila masih kenyang.'' jawab Dila.


'' Keburu habis sama Abi nanti kalau kamu gak buru buru makan, sekarang Abi jadi rakus itu badannya jadi gendut gitu, malah kamu yang kelihatan kurusan.'' tutur bu Lasmi.


'' Gimana gak kurus buu sekarang Dia rajin olahraga, kamu sengaja diet yaang?'' tanya Abi dengan mulut yang masih mengunyah.


'' Enggak diet kok mas cuma emang beberapa hari ini aja perutku terasa kenyang terus.''


'' Gak usah diet loo yang aku gak suka kamu jadi kurus jadi gak empuk lagi .'' ucap Abi yang langsung mendapat pukulan dari bu Lasmi di pahanya.


Hari semakin sore bu Lasmi pun pamit pulang ke rumahnya. Abi dan Dila pun menyudahi kegiatan sorenya.


Malam harinya seperti biasa, setelah makan malam Abi dan Dila kembali ke kamar, walaupun tidak langsung tidur, mereka mengobrol atau menonton televisi terlebih dahulu. Setelah mengantuk Abi dan Dila pun beranjak untuk tidur.


Abi tidur sambil memeluk Dila, tangannya sudah bergerilya melakukan serangan serangan nakal yang membuat istrinya malah menikmati perlakuannya. Tidak membutuhkan waktu lama mereka berdua sudah tidak memakai pakaian sama sekali. Dan pergumulan panas pun akhirnya terjadi malam itu.


'' Yaang kamu lama yaa gak kedatangan tamu bulanan,? '' tanya Abi tiba tiba di saat mengistirahatkan badannya yang masih berkeringat.


'' Enggak kok....eeh... sekarang tanggal berapa yaa mas, iya kok aku belum haid yaa harusnya satu minggu yang lalu tanggalnya.'' Dila bicara sambil berfikir.


'' Kamu hamil yaa yaang??'' kata Abi antusias.

__ADS_1


'' Gak tau juga mas, yaa mungkin aja kecapean mas soalnya sering juga kok aku telat telat kayak gini.'' jawab Dila seakan tak ingin terlalu berharap karna takut kecewa.


'' Yaang aku lapeer niih.'' keluh Abi.


'' Masa udah lapar lagi mas, kan tadi sudah makan malam?''


'' Iya makan tengah malamnya belum,lagian barusan kan udah kekuras energinya.'' sanggah Abi.


'' Ya udah mas mau makan apa biar aku siapin.''


'' Kita cari makan di luar aja yuuk yaang.'' pinta Abi.


'' Mana ada jam segini restoran yang buka.'' kata Dila sambil menunjukkan jam pada suaminya.


'' Setengah dua belas. Ya udah nyari di pinggiran aja,angkringan keek.''


'' Yakin mas mau makan di kaki lima?'' tanya Dila memastikan,pasalnya selama ini Abi masih ogah makan di kaki lima.


'' Iyaa yakin seyakin yakinnya, yuuk ah berangkat udah terjerit jerit niih cacingnya di perut.'' kata Abi sambil bergegas memakai pakaiannya.


'' Gak ah mas aku mau mandi dulu,pamali tau keluar dalam keadaan kotor, kalau mas gak mau mandi dulu makan mie instan aja.'' kata Dila.


Dengan terpaksa akhirnya Abi menuruti kemauan istrinya sambil sedikit menahan laparnya.


Selesaai mandi mereka pun keluar rumah sekitar pukul satu dini hari. Ini semua hanya menuruti kemauan Abi yang kelaparan dan ingin makan di luar.


Abi memilih makan soto ayam di pinggir taman. Sedangkan Dila hanya minum teh hangat saja karna perutnya masih kenyang. Entah Abi memang kelaparan atau kalap sampai menghabiskan dua mangkuk soto.Setelah soto di mangkuknya tak bersisa,mereka pun pulang ke rumah.


Sesampainya di kamar, Badan Abi seperti lemas dan ingin muntah. Dan benar perut Abi terasa penuh dan merasa mual, kemudian dia pun berlari ke kamar mandi mengeluarkan semua isi yang ada dalam perutnya.


Hoeek....hoeek...


Dila yang melihat suaminya pun mengikutinya dan memijat mijat tengkuk dan pundaknya.


'' Mas Abi kenapa? .'' kata Dila sambil terus memijat suaminya.


'' Sebentar aku bikinin air jahe hangat yaa.'' kata Dila sambil bergegas ke dapur.


Tak lama Dila pun kembali lagi ke kamar.


'' Yang apa aku keracunan soto yaa?'' kata Abi menerka nerka.


'' Ngaco aja mas ini kalau mas keracunan aku kok baik baik aja padahal aku kan juga makan sotonya.'' jawab Dila sambil memberikan segelas air jahe hangat yang barusan ia buat.


'' Kamu mah nyicip cuma dua suap yang, lhaa aku makan dua mangkuk.''


'' Bukan keracunan paling mmasuk angin atau gak kekenyangan,habisnya kaya orang gak dikasih makan seminggu sih makan sampai dua mangkuk, udah minum dulu air jahenya.'' kata Dila kesal.


Tak lagi bicara Abi pun meneguk air jahe buatan istrinya.


'' Gimana sudah enakan, mau dikerokin barangkali masuk angin?'' tanya Dila.


'' Gak usah yang, yuuk tidur aja." kata Abi masih lemas.Lalu mereka pun tertidur hingga pagi.


Keesokan paginya mereka memulai aktifitasnya mereka masing masing. Badan Abi masih sedikit lemas tapi dia masih memaksa untuk bekerja.


'' Mas gak usah maksa kalau masih gak enak badannya.'' kata Dila sambil memegang dahi suaminya yang ternyata tidak deman.


'' Gpp yang nanti aku minta jemput sama Arman kok.'' kata Abi sambil memakai celana panjangnya.


'' Ya sudah kalau begitu buruan sarapan kalau gitu nanti keburu pak Arman datang.'' kata Dila.


'' Iya...Eh yang punya minyak telon atau minyak kayu putih gak,ini aku mau pakai parfum ku yang biasanya kok malah mual yaa, perutku juga gak enak banget ini mau aku pakein minyak telon aja.'' kata Abi sambil menutup hidung dan menyerahkan botol minyak wangi pada Dila.

__ADS_1


'' Kalau minyak telon gak ada mas adanya minyak kayu putih, ini...'' kata Dila sambil menyerahkah minyak kayu putih pada Abi.


Abi pun mengoleskan minyak kayu putih ke sebagian badannya.Perut, dada, leher dan pelipisnya.


'' Yang tolong punggung aku olesin minyak yang.'' kata Abi meminta tolong.


'' Mas serius mau ratain badan pakai minyak kayu putih?'' tanya Dila heran.


'' Iya yaang masih mual ini rasanya.''


Lalu Dila pun mengoleskan minyak kayu putih ke seluruh badan Abi. Setelah selesai Abi memakai pakaian lengkapnya. Dila merasa lucu pada suaminya, bagaimana tidak,Tubuh Abi yang biasanya bau minyak wangi maskulin sekarang malah bau minyak kayu putih. Mereka pun turun untuk sarapan.


Ketika di meja makan ternyata nafsu makan Abi tak berubah, Dia masih memakan nasi goreng dengan lahapnya. Dila pun semakin heran dengan suaminya, biasanya kalau orang mengeluh perutnya tidak enak pasti nafsu makannya juga hilang seperti yang dialaminya beberapa hari ini,tapi tidak dengam suaminya dia masih lahap saja.


'' Mas perutnya udah enakan?'' tanya Dila.


'' Belum siih tapi siapa tahu dengan makan banyak bisa sembuh he he he...'' kata Abi nyengir.


Tak berapa lama Arman pun datang dan menghampiri Abi yang sedang sarapan di meja makan. Bau bauan yang tidak biasanya menyeruak ke dalam indra penciuman Arman. Dan ketika dia mendekati bosnya bau aneh itu semakin tajam di hidungnya.


''Bau minyak nyong nyong , siapa yang mabok?" gumam Arman dalam hati.


'' Pagi pak, buu...'' sapa Arman ramah setelah sampai tepat di samping Abi.


'' Iya silahkan sarapan dulu pak Arman.'' tawar Dila pada Arman.


'' Iya terima kasih buu tadi sudah sarapan di rumah.'' kata Arman lalu mencoba mengendus endus mencari asal dari bau minyak kayu putih itu.


'' Luu ngenduus apa Maaan, kayak kucing aja.'' tegur Abi yang dari tadi masih asik menikmati sarapannya.


'' Eeh enggak pak,kok nggak seperti biasanya baunya agak agaak beda.'' sahut Arman.


'' Lagi ganti parfum pak Arman mas Abi nya.'' celetuk Dila sambil tertawa.


Abi menanggapi ledekan istrinya dengan cemberut.


'' Perut saya lagi eror Man, mual pengen muntah. Kamu gak mau kan saya muntahin nantinya.'' kata Abi kesal.


Arman pun mengalah tak mau hal buruk terjadi padanya dia memilih diam tak menanggapi.


Setelah menyelesaikan sarapannya, Abi mengajak istri dan asistennya berangkat ke kantor dan terlebih duulu mengantar Dila ke resto.


Saat di mobil Abi malah semakin mual dan meminta AC supaya tidak dinyalakan dan hanya memakai angin jendela saja.


'' Yang minyak kayu putih tadi mana?'' tanya Abi.


'' Lhah gak dibawa mas masih di kamar.'' jawan Abi.


'' Yaudah man berhenti di mini market yaa.'' titah Abi.


Ketika ada mini market Arman pun menghentikannya disana. Lalu Abi turun dan masuk kedalam mini market.


Tak lama kemudian Abi keluar membawa kantong kresek yang berisi barang yang dibeli oleh Abi.


'' Beli apa aja mas?'' tanya Dila saat Abi sudah berada di mobil.


Tak menjawab Abi hanya menyerahkan kantong belanjaannya pada Dila.


'' Minyak kayu putih, minyak telon, lhaa kenapa beli minyak wangi bayi juga mas?'' tanya Dila.


'' Iya tadi ada ibu ibu yang nyoba parfumnya, kok seger ya baunya gak bikin mual, yaudah aku beli aja.'' jawab Abi dengan senyum lebarnya.


Lalu Abi mengoleskan minyak telon ke badannya lagi dan memakai minyak wangi bayi ke kemejanya. Bau bayi sudah semerbak di dalam mobil. Arman dan Dila hanya menggelengkan kepala tak ada yang bisa diperbuat lagi dengan kelakuan Abi.

__ADS_1


Setelah Dila turun ke resto, Arman langsung melajukan mobilnya ke kantor. Dan sesampainya di kantor sudah bisa ditebak, para karyawan yang berpapasan dengan Abi mencium bau yang tak biasa dari atasannya.


'' Ini beneran bau pak Abi? Pak Abi kok jadi bau bayi gini, gak salah beli parfum? makin unyu aja deh pak Abi.'' gerutu para karyawan yang sudah berpapasan dengan atasannya.


__ADS_2