ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Sarapan


__ADS_3

Pagi sebelum subuh, bu Rohmah memang sudah terbiasa bangun terlebih dahulu untuk menyiapkan masakan yang akan dibawa ke warungnya.


Tapi untuk hari ini karna ada tamu, bu Rohmah memutuskan untuk tidak berjualan di warung. Dan dia akan menyiapkan makanan untuk tamunya saja.


Dan ketika subuh semua anggota keluarga pak Wiro sudah bangun melaksanakan sholat subuh.


Kini adzan subuh pun terdengar tampak juga kedua tamu pak Wiro bangun akan melaksanakan sholat juga. Pak Wiro mengajak keduanya untuk sholat di musholla dekat rumah pak Wiro.


Abimanyu dan Firman baru mengetahui bahwa pak Wiro adalah takmir sekaligus Imam musholla.


Ketika semua Laki laki kecuali pak Darma yang memang masih sakit dan belum bisa berjalan, Dila pun bangun dan membangunkan Dania yang memang tidur bersamanya. Lalu keduanya pun keluar dari kamar. Dua bersaudara itu bertemu dengan ibunya yang juga akan sholat subuh dirumah.


" Ayo nduk jama'ah dirumah sama ibuk". Bu Rohmah memberi perintah.


Keduanya pun bergegas membersihkan diri, berwudhu dan melaksanakan sholat subuh berjamaah bersama ibunya.


Keluarga pak Wiro memang orang yang taat beragama. Sejak kecil anak anak mereka sudah digembleng agar tidak meninggalkan sholat. Dan setelah dewasa pun anak anaknya juga rajin beribadah tanpa harus orang tua yang menyuruhnya.


Beberapa saat pun mereka selesai melaksanakan sholat. Bu Rohmah pun kembali ke dapur dibantu dengan Dila.


Sedangkan Dania dia mempunyai tugas menyapu rumah dan halaman.


" Buu tadi malam yang datang keluarganya pak Darma yaa?" Dila membuka percakapan dengan ibunya.


"Iya nduk, tadi malam yang datang anaknya pak Darma. Kamu tau to ada yang datang tadi malam?"


" Tadi malam Dila bangun bu, denger ada orang yang datang. Sekarang kemana bu orang orangnya??"


" Ke musholla sama bapak dan adikmu,,,


Nduk kamu bikin camilan ya buat tamu kita!."


" Iya buu, tapi ada bahan apa aja di rumah??"


" Kamu coba cari dulu di lemari bahan ada apa aja, terserah kamu mau bikin apa!!"


Dila pun bergegas menghampiri letak lemari bahan dan melihat apa yang bisa ia buat dengan bahan yang ada.


"Walah buu cuma ada tepung beras sama terigu aja, mau dibikin apa ya??" Dila berpikir.


" Di kulkas ada gula merah nduk, kamu bikin kue cucur gula merah aja."


" Iya deh bu bikin itu saja yang gampang."


Dengan cekatan Dila langsung membuat adonan kue cucur. Tak butuh waktu lama Setelah jadi adonannya, Dila segera menggorengnya di wajan kecil.


Para lelaki terlihat sudah kembali dari musholla. Mereka duduk di teras rumah menikmati udara pagi.


Abimanyu terlebih dulu masuk ke dalam rumah menuju kamar dimana Ayahnya tadi malam tidur. Tetapi dilihat ayahnya masih pulas, Lalu dia memutuskan menunda membangunkan ayahnya dan kembali ke teras bersama para lelaki.


Di dapur...


"Nduk sepertinya mereka sudah kembali dari musholla, Kalo kue cucurnya sudah ada yang matang, kamu antar ke depan dengan kopinya yaa!!" Perintah bu Rohmah.


"Sudah kok bu, ini tinggal sedikit aja adonannya."


" Ya sudah biar ibu yang melanjutkan."


Dila kemudian menata kue cucur yang ada dipiring dan kopi diatas nampan. Kemudian berjalan menuju teras.


Sesampainya di teras dan Dila hendak meletakkan nampan diatas meja, alangkah terkejutnya saat pandangan mata Dila dan Abimanyu bertemu.


"GENDUUT." Seru Abi. "Ngapain disini?"


Semua orang terlihat kaget dengan seruan Abi. Firman yang berada disebelah Abimanyu pun sontak dengan reflek langsung menendang kaki adik iparnya.


" Bii kalo ngomong di filter dulu napa !!" Geram Firman.


Dila menutupi keterkejutannya dengan segera meletakkan nampan diatas meja sambil tersenyum.

__ADS_1


" Baru inget gue yang di dalam itu pak Darma bapaknya pak Abi, telmi banget sih." Gerutu Dila dalam hati.


" Ini Fadila anak pertama bapak,,,Kalian kenal toh?" Tanya pak Wiro.


" Ini pak Abimanyu wakil direktur di tempat Dila bekerja pak, yang di dalam itu Direkturnya." Jelas Dila.


" Lho lhakok kebeneran gini yaah, kamu kenapa baru bilang nduk kalo kamu kenal pak Darma?" Kata pak Wiro lagi.


" Karna Dila lupa wajah pak Darma pak." Jawab Dila sambil nyengir.


" Kamu ini wajah atasannya sendiri kok lupa to nduk." Pak Wiro geleng geleng.


Tanpa bicara lagi, Dila pun segera kembali masuk menuju dapur.


"Maaf yaa mas Abi, anak saya ndak ngenali pak Darma."


" Tidak apa apa kok pak, Ayah saya memang jarang sekali ke kantor jadi wajar kalau Gen...eh e...(sapa ya namanya gendut tadi), anak bapak tidak mengenalinya." Abimanyu tidak berhasil mengingat nama Dila.


" Oh iyaa iyaa,,, Eh...ayo silahkan kopinya diminum dulu,sama kuenya dicicipi!!"


" Iya pak." Jawab Abi dan Firman bersamaan.


"Ayo cucurnya ini dimakan, mumpung masi hangat !" Pak Wiro menawarkan kembali.


Firman mengambil satu biji kue cucur dan memakannya. Firman yang tau bahwa Abi tidak akan menyukai kue itu mencoba mengerjai adik iparnya.


" Ambil Bii, enak loo ini masi anget lagi".Kata Firman sambil ngunyah.


Abi melirik Firman lalu melihat kue yang ada di piring.


" Kue apaan ini" Batin Abi.


" Makan Bii, itu kue dorayaki enak kok." Tutur Firman.


" Dorayaki kok berminyak gini, warnanya sama siih." Kata Abi meneliti.


" Mas Firman ini bisa aja." Kata Dika kemudian.


" Ini kue cucur gula jawa mas Abi, Fadila sama istri saya sering bikin kue kue gini buat dijual di warung." Ucap pak Wiro.


"Nggak kaget pak kenapa badan anak bapak bisa bengkak gitu, ketemu sama si gendut urusannya sama ginian mulu". Batin Abi lagi tanpa sopan.


"Saya permisi mau lihat ayah saya dulu pak Wiro." Alih alih menghindar supaya tidak jadi mencicipi kue cucur, Abi memilih kabur dengan alasan menemui pak Darma.


Sesampainya di kamar, ternyata pak Darma sudah bangun. Dan terkejut melihat Abi.


"Lhoh Bii kamu sudah disini, kapan sampai?" Tanya pak Darma.


"Tadi malam yah waktu ayah tidur, Abi sama mas Firman kok. Gimana keadaan ayah?"


"Iyaa ini masi bengkak kaki ayah,,, Bii bisa bantu ayah ke kamar mandi??"


" Iya yaah."


Abi pun memapah ayahnya ke kamar mandi. Kamar mandi di rumah pak Wiro melewati dapur dimana disana ada Dila yang sedang memasak sendirian, entah kemana bu Rohmah waktu itu.


Dila yang akan pergi ke kamarnya berpapasan dengan Abi yang memapah ayahnya.


Karna jalan antara dapur dan kamar mandi memang sempit dengan ada beberapa perabot yang menghalangi, tidak memungkinkan mereka bertiga jalan bersamaan dan harus ada yang mengalah.


" Ndut badan kamu ngalangin jalan tau, minggir dulu gih". Kata Abimanyu seolah lupa kalau dia sedang berbicara dengan anak si pemilik rumah.


Sambil menggerutu Dila dengan wajah kesal mengalah dengan pergi ke kamarnya lewat pintu belakang yang pasti akan membuat dirinya memutar melewati pintu depan.


"Yang punya rumah siapa yang diusir siapa?"


Jam sudah menunjukkan 07.00.


Bu Rohmah dan Dila selesai menyiapkan sarapan. Karna orangnya banyak jadi acara sarapan kali ini lesehan. Hanya pak Darma yang duduk di kursi.

__ADS_1


"Ayo bapak bapak monggo kita sarapan dulu!" Ajak bu Rohmah.


Lalu semuapun ber lesehan ria. Disana ada beberapa menu masakan yang tersaji. Ada cah kangkung,sayur asem, pecel lele, bakwan jagung, tahu dan tempe.


Mereka mulai mengambil piring dan hidangan yang tersaji.


Abimanyu mengamati hidangannya sembari berfikir apa yang bisa dia makan.


Firman yang tau kalau adik iparnya tidak memakan itu semua hanya bingung bagaimana nanti kalau pak Wiro dan keluarganya tersinggung.


Sedangkan Dila yang tau bahwa pak wadirnya tidak menyukai masakan seperti itu, memilih tidak mempedulikannya dan tidak mau ambil pusing.


Pak Darma yang mengetahui kebiasaan anaknya sedikit merasa kawatir.Kemudian suara pak Darma memecah pengamatan Abimanyu.


"Abi kemari sebentar!" Panggil pak Darma.


Abi pun mendekat ke ayahnya.


"Bii tolong jangan bikin malu ayah, hargai keluarga pak Wiro yang sudah menolong ayah!" Bisik pak Darma.


Abi hanya mengangguk. Lalu dia bertanya pada Firman.


" Mas yang bisa ku makan yang mana?"


"Semuanya bisa kamu makan Bii, kecuali kamu mau makan rumput."Jawab Firman sekenanya.


Mendengan jawaban si ipar yang menyebalkan itu akhirnya Abi memutuskan mengambil Cah kangkung dan bakwan jagung sebagai lauknya.


"Hooookk...oook..." Abi tersedak.


Sontak Firman yang disebelahnya langsung menepuk nepuk punggung Abi.


"Pelan pelan napa Bii makannya!" Tutur Firman masih menepuk punggung Abi.


"Ini daunnya kenapa gak dipotong kecil kecil ada siih, nyangkut ini!" Tanpa sengaja protes itu keluar dari mulut Abi yang ternyata antara tenggorokan dan lidahnya tersangkut daun kangkung yang panjang.


"Maaf nak tadi kangkungnya cuma dipetik pendek saja" Kata bu Rohmah


Abi jadi merasa tidak enak hati mendengar ucapan bu Rohmah yang memang sebenarnya bukan bu Rohmah yang salah melainkan Dialah yang tidak pernah makan kangkung.


Dan tanpa sengaja mata Abi melihat ke arah Dila, Dan ternyata diam diam Dila sedang menertawakannya. Setelah tau Abi melihatnya Dila pun langsung berhenti tertawa dan langsung menunduk.


" Sialan gendut ngetawain gue". Umpat Abi dalam hati.


" Kamu makan sayur asemnya aja tuh, biar gak keselek lagi!" Kata Firman kemudian.


Dan dengan terpaksa Abi mengambil sayur asem, mencoba untuk bernegosiasi dengan lidahnya.


Ketika sesuap sayur asem yang terlihat sangat segar itu masuk ke mulut dan tenggorokan Abi...


" Eehmm...seger gini ya rasanya " Gumamnya setelah suapan pertama itu masuk.


Mencoba meyakinkan rasanya kembali, ternyata Abi sudah menghabiskan sepiring nasi dan sayur asem beserta bakwan jagungnya.


"Apa sayur asem yang biasa dimasak ibu di rumah itu rasanya kek gini yaa?" Gumamnya lagi dalam hati.


" Gimana Bii enak makannya?" Firman bertanya sambil menyunggingkan senyum meledek.


Abi hanya menjawab dengan senyuman kecut .


Setelah acara sarapan selesai para lelaki berkumpul di ruang tamu dan yang perempuan kembali ke dapur.


Mereka mencari solusi untuk pak Darma yang akankan langsung di bawa pulang atau dipanggilkan tukang urut terlebih dahulu.


Pak Darma memutuskan untuk sekalian saja kakinya di urut di tempat pak Wiro.


Lalu Bu Rohmahlah yang memanggilkan tukang urut ke rumahnya.


Setelah selasai dan sudah merasa mendingan, Pak Darma segera di bawa pulang oleh anak dan menantunya.

__ADS_1


__ADS_2