
Sekitar lima belas menit kemudian mobil Abi berhenti di parkiran sebuah restoran lagi. Tapi kali ini Abi menghentikan mobilnya di depan restoran yang berbeda dari yang tadi. Ini adalah restoran dengan masakan Indonesia.
" Sekarang turun dan jangan banyak bicara cukup ikuti saya saja, kalau kamu masih gak mau nurut kamu bakal saya ikat dan saya seret kayak sapi mau disembelih." Tutur Abi memaksakan kehendaknya kepada Dila.
Kali ini Dila menurut tanpa diikuti perdebatan seperti yang sudah sudah.
Walaupun Dila sebenarnya masi sangat kesal dengan Abi. Merekapun masuk dan memilih tempat duduk yang nyaman.
Saat pelayan datang menawarkan makanan Abi sudah mewanti wanti agar Dila mau memilih makanan.
Dila pun memilih makanan yang ingin dimakannya dan menu pilihannya adalah urap urap,trancam dan ayam bakar. Abi pun menyamakan menu makannya dengan Dila.
" Kamu ini bener bener udah kaya sapi yaa makanannya sayur mulu." Abi mulai memancing perkara lagi.
" Sapi makan rumput pak, buka sayur." Sahut Dila dengan wajah judes.
" Heh kamu jangan bikin saya takut dan was was yaa."
" Apalagi siih pak, orang saya diem anteng lagi makan masih aja salah." jawab Dila dengan wajah menantang saking kesalnya dengan Abi.
" Tuh tuh belum ngomong aja uda nakutin orang."
" Emang bapak mau ngomong apa lagi, perasaan dari kecil udah ngomoong terus, gak capek apa?."
" Emang kamu gak ngomong dari kecil? sembarangan aja kalo ngomong."
" Bapak mau ngomong apaan?" Lagi lagi Dila ketus.
" Ituu beneran bukan cowok kamu yang kemarin jemput." Abi ternyata benar benar dibuat penasaran dengan laki laki yang beberapa hari terakhir mengantar jemput Dila.
" Kepo!" jawab Dila singkat.
" Bukan gitu nanti kalo tiba tiba dia nongol terus saya dihajar di depan orang banyak tapi akhirnya dia yang kalah kan jadi lucu ha ha ha." Abi tertawa garing.
" Korban FTV , halu."
" Udah jawab cepet, lamaa."
" Terus kenapa bapak pengen tau banget masalah pribadi saya."
" Jangan GR, saya cuma gak mau ada ribut ribut sama hal yang GAK PENTING, tinggal jawab aja apa susahnya,." kata Abi penuh penekanan .
" Saya waktu dirumah bapak tadi kan sudah bilang kalau dia bukan pacar saya tapi sepupu saya."
" Yaa kali aja kamu bohongin ibu saya."
" Udah deh pak gak usah bahas yang GAK PENTING , lagian bukan urusan bapak juga kan." Dila membalikkan kata kata Abi.
Akhirnya mereka pun diam dan memilih menghabiskan makanannya.
__ADS_1
" Katanya makanan sapi tapi habis juga, ini mah sapi teriak sapi." Gumam Dila dalam hati.
Setelah makanan habis dan Abi sudah membayar tagihan, merekapun keluar dari restoran. Dan Abi pun mengantar Dila ke kostnya.
Sekitar dua puluh menitan Abi sampai di depan gang kost Dila. Dan Dila pun akan turun dari mobil Abi.
" Saya turun dulu pak, terima kasih banyak sudang mengantar saya pulang dengan selamat." Ucap Dila yang lega akhirnya sampai juga di kostnya.
" Kamu ini bener bener gak tau terima kasih yaa." Kata Abi yang menghentikan tangan Dila ketika akan membuka pintu mobil.
" Astaghfirullahal 'adzim.... apa lagiiiiii paaaaaak." Dila merasa hatinya sangat capek menghadapi orang yang kini tengah bersamanya di dalam mobil.
" Kamu kan udah saya beliin makan, saya anterin pulang juga, eeh mbok yaa disuruh mampir kek, ini kan udah mau maghrib suruh sholat dulu gitu, dasar bukan cerminan wanita sholehah ."
" Bapak kan bisa sholat di masjid masjid yang nanti bapak lewatin."
" Tuu kaan gak ada sopan sopannya sama orang yang berbuat baik sama kamu."
" Tapi orang baik itu gak pernah pamrih."
" Ngeles aja, gak sopan ya gak sopan, beda ya kelakuan kamu sama pak Wiro, beliau itu baik loo."
" Kok jadi bawa bawa bapak saya sih. Ya udah ya udah sana masuk dulu, cepet sholat habis itu pulang." Dila tidak mau memperpanjang urusannya dengan Abi, maka dari itu dia mengIyakan saja kemauan Abi.
Dila benar benar dibuat lupa kalau dirinya kini tengah berbicara dengan wakil direktur tempat Dila bekerja.
Dila membawa Abi ke kost nya yang hanya beberapa meter saja jaraknya dengan gang jalan raya.
Dan waktu maghrib pun tiba, Abi pun segera melaksanakan sholat maghrib.
Setalah selesai sholat Abi menunggu Dila di kursi depan kamar Dila karna Dila pun akan melaksanakan sholat. Tak lama kemudian Dila pun sudah menyusul Abi dan ikut duduk bersamanya.
Hening
" Kok belum pulang pak?" Kata Dila
" Ngusir niih ceritanya."
" Duh nii orang maunya apa siih." Gumam hati Dila.
" Ini kan udah malam pak , sebaiknya bapak pulang dulu, bapak nggak capek?." Bujuk Dila dengan sangat lembut karna dirasa terlalu lelah jika harus berdebat lagi dengan Abi.
Abi berfikir memang waktunya dia harus pulang dan sudah cukup untuk mengerjai Dila hari ini. Abi akan berpamitan dengan Dila tapi suara motor yang berhenti di depan kost Dila mengurungkan niatnya.
Abi dan Dila melihat siapa yang datang. Dan Abi pun tak asing dengan wajah orang tersebut.
" Dila..." Sapa laki laki itu yang ternyata memang akan menemui Dila.
" Oh mas Dirga...duduk mas!." Dila mempersilahkan lelaki itu duduk.
__ADS_1
Iya itulah Dirga kakak sepupu Dila yang mendapat amanah dari Pak Wiro untuk sementara menjaga Dila karna pak Wiro khawatir dengan keadaan Dila yang baru saja sembuh dari sakit.
Dirga bekerja sebagai karyawan swasta tak jauh dari tempat kerja Dila. Dan Dirga juga kost di sebelah daerah tempat Dila juga kost.
Jadi tak masalah jika Dia harus antar jemput Dila karna jaraknya tidak jauh dan juga searah.
" Mas Dirga dari mana?" Tanya Dila.
" Ini habis beliin kamu makan." Jawab Dirga sambil menyodorkan bungkusan ke Dila..
" Duuh ngerepotin terus, makasih ya mas."
" Eheem..."
Merasa dicuekin, Abi pun berdehem.
" Oh iya mas Dirga, kenalin ini wakil direktur di tempat Dila kerja, sekalian putra dari bu Lasmi yang tadi rumahnya Dila datangi." Sadar dengan arti deheman Abi, Dila pun memperkenalkannya pada Dirga.
Dirga mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Abi, dan Abi pun membalasnya.
" Tadi aja diajakin makan sok sok nolak tapi ya dimakan juga, sekarang ada yang ngasih makan ditampung juga, heemm..." Abi berbicara dengan penuh nada sindiran.
" Kamu udah makan Dil?" Tanya Dirga.
" Eh he he, iya udah mas, tapi gak pa pa nanti buat sahur." Kata Dila spontan.
Sebenarnya itu hanya alasan Dila saja supaya tidak sampai menolak pemberian Dirga. Karna rencananya sepulang Dirga nanti makanannya akan diberikan pada tetangga kostnya karna Dila benar benar masih sangat kenyang. Dan untungnya besok memang hari senin jadi cukup masuk akal alasan Dila.
Sebenarnya Abi masih ingin tetap di kost Dila karna Abi merasa tidak nyaman meninggalkan Dila hanya berdua saja dengan laki laki yang katanya hanya sepupunya. Akan tetapi baru saja dia mendapat pesan dari pak Darma agar segera pulang karna ada yang ingin dibicarakan masalah pekerjaan.
" Ya udah saya mau balik dulu," Pamit Abi pada Dila dan Dirga.
" Kok buru buru ." Sambung Dirga.
Tak menjawab Abi lantas hanya tersenyum. Lalu meninggalkan mereka berdua.
" Oh yaa kalo berduaan jangan lama lama nanti setannya nongol." Lanjut Abi menghentikan langkahnya sejenak dan melanjutkannya lagi.
Dila hanya memutar bola matanya saja.
Abi pun berlalu membawa mobil sportnya menyusuri jalan menuju rumahnya.
Tak lama setelah Abi pulang, Dirga juga .
.
.
.
__ADS_1
.
.