ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Bertemu Diandra


__ADS_3

Di dalam mobil saat perjalanan pulang, Dila sebenarnya ingin sekali menanyakan siapa sebenarnya Renata tapi bibir Dila seakan terkunci dan selalu mengurungkan saat ia akan bertanya pada Abi.


" Cuacanya panas banget yaah hari ini," ucap Dila seraya mengipasi wajahnya dengan tangannya.


" Hati kamu panas nggak?" tanya Abi.


" Panas kenapa?"


" Ya kali ada yang ingin kamu tanyain tapi gak berani tanya." kata Abi tanpa menoleh seolah mengerti isi hati Dila.


" Siapa Renata?" akhirnya Dila tak bisa menutupi rasa penasarannya.


" Gitu dong tanya, jangan dipendem aja tar jadi bisul loo." ledek Abi.


" Jadi jawab gaak?"


Abi pun menceritakan semuanya pada Dila tanpa terlewat. Tujuannya agar tidak ada lagi yang disembunyikan pada Dila.


" Terus sekarang Dia ngapain kok balik?"


" Ya mana aku tau, Dianya gak bilang juga ngapain balik, cemburu yaaa? he he he." ledek Abi yang terlihat senang melihat Dila cemburu.


" Sapa yang cemburu, emang kamu mau balik sama dia?" Dila menyembunyikan rasa cemburunya.


" Yaa Dia kan dah nikah, ogah ah jadi pebinor iih amit amiit."


" Syukur deeh kalo inget." Dila terkekeh.


" Eh tunangan...bagi kissnya doong." kata Abi seraya mendekatkan wajahnya ke arah Dila.


" Niiih..." jawab Dila sambil menunjukkan Abi kepalan tangannya. " Itu lagi,Apa siih gelii banget deeh manggilnya," Dila menggedikkan bahunya.

__ADS_1


" Ya kan biasanya kalau masih pacaran manggilnya Hai pacar ... lha ini kita uda tunangan kan jadi gak salah variasi panggilannya gitu." Abi kekeh dengan pendapatnya.


" Yaa jangan sampai aja nanti kamu panggilnya diambil depannya aja tun..tun...jadi Atun nanti." protes Dila dengan bibir yang dimajukan.


Abi tergelak mendengar penuturan dari tunangannya tersebut. Ingin sekali Abi mencium bahkan mencubit pipi Dila yang cabi setiap merasa gemas dengan Dila, Tapi Abi selalu bisa menahannya karna menghormati Dila yang bukan seperti wanita kebanyakan yang dengan mudahnya bisa disentuh oleh laki laki yang belum sah menjadi suaminya.


Pernah suatu hari Abi memaksa mencium bibir Dila dan tanpa ragu pipi Abi terkena tampolan keras dari tangan Dila yang bantet itu. Dila pun amat sangat marah pada Abi dan langsung pergi meninggalkan Abi begitu saja.


Abi yang masih terkejut dan meringis kesakitan pun sadar akan kesalahannya, Dia mengejar Dila dengan berlari kencang. Tapi naas ketika Abi sedang berlari dan sudah mendekati Dila, Dila malah berhenti tiba tiba dan tubuh Abi yang tidak bisa mengerem menabrak tubuh bagian belakang Dila yang keras seperti samsak tinju lalu jatuh terjerembab kebelakang.


" Aku bukan cewek gampangan yang bisa kamu sosor seenak jidat kayak gitu, jadi tolong yang sopan." teriak Dila setelah berbalik badan yang benar benar emosi kala itu.


Abi panik dan sampai memohon pada Dila untuk memaafkannya. Berhari hari Abi belum dimaafkan oleh Dila, walaupun begitu Abi tak menyerah untuk meminta maaf. Beruntung Dila pun akhirnya mau memaafkan Abi. Abi pun berjanji pada dirinya sendiri agar bisa benar benar menahan hawa nafsunya ketika sedang berhadapan dengan Dila.


***


Disebuah kamar seorang wanita tampak sedang menelfon dan marah marah.


Dia nampak menangis tersedu, lalu dilemparnya beberapa barang yang ada di dekatnya untuk meluapkan amarah yang ada di hatinya.


Renata bangkit dan membersihkan dirinya, setelah itu beberapa alat make up diaplikasikan diwajahnya yang glowing agar wajah sembab sehabus menangis tak terlihat disana. Dia menyambar tas bermerek mahal yang berada di atas nakas dekat tempat tidurnya dan juga tak lupa dengan kunci mobil yang berada disebelah tas.


Renata melajukan mobilnya tak tentu arah, dengan wajah yang masih tersisa kegusaran disana. Beberapa kali Dia berfikir, kemana dia akan pergi. Dan tak lama kemudian mobilnya terparkir di sebuah mall yang biasa sering disinggahinya.


Masuk ke toko satu ke toko yang lain sudah dilakukan beberapa kali dan setiap keluar dari toko Renata selalu membawa paper bag yang terisi barang dari toko tersebut.


Lalu sepasang mata Renata menangkap sosok yang Dia kenal. Dan mereka pun akan berpapasan.


" Diandra..." sapa Renata pada perempuan seumuran yang berpapasan dengannya.


Diandra adalah teman sekelas Renata bahkan teman sebangku dulu saat SMA.

__ADS_1


" Renata..." Diandra pun langsung mengenali Renata.


Lalu mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah caffe yang masih berada di area mall.


" Kamu bukannya di luar kota yaa Ree ikut suami kamu." Diandra memulai pembicaraan.


" Iya kemarin kemarin ikut tapi sekarang aku pulang kesini." kata Renata dengan wajah malas dan terlihat kesal.


" Kamu kenapa Ree, aku harap pernikahan kamu baik baik aja."


" Ceritanya panjang Dii, aku sudah tidak nyaman dengan rumah tanggaku." kata Renata dengan berkaca kaca.


" Aku pikir kamu dulu akan menikah dengan Abi, secara semua orang yang melihat kedekatan kalian pasti akan berfikir bahwa kalian adalah pasangan yang sangat serasi tapi ya namanya jodoh gak ada yang tau." tutur Diandra sambil mengingat ingat masa lalu.


" Ya kamu doakan saja aku sama Abi masih ada jodoh yaa Dii... he he he." ucap Renata tanpa basa basi.


" Husshh...kamu itu ngaco aja kalau ngomong, perbaiki dulu rumah tangga kamu Ree, lagian aku dengar Abi juga bukannya sudah punya tunangan kan?"


" Masih tunangan kan Dii, lagian kamu belum tau aja bentuk tunangan Abi, dan aku yakin Abi hanya memakainya untuk pelarian dariku saja atau bisa jadi hanya untuk memancingku supaya aku bisa kembali ke sisi Abi." kata Renata dengan penuh percaya diri.


" Ck ck ck...Renata Renata sifat percaya diri kamu dari dulu gak berubah berubah yaa, lagian dari mana kamu tau kalau Abi masih ngarepin kamu?" Diandra berkata sambil mengerutkan keningnya dan merasa heran dengan temannya yang mempunyai sifat percaya diri yang amat tinggi.


" Iyalaah coba kamu lihat semua sosial media Abi, satupun foto saat kita bersama tidak ada yang dia hapus, masih banyak foto ku yang terpajang disana." Renata menunjukkan senyum kebanggaan terhadap dirinya sendiri.


" Oke oke... aku ngalah deeh! Dan ini kebetulan banget dua minggu lagi anak anak SMA kita ngadain reuni, Kamu datang yaa nanti aku info lagi tempatnya. Dan jangan lupa ajak Abi sekalian tunangannya, kamu juga kalau bisa ajak suami kamu. Biar kita sama teman teman bisa nyambung silaturahminya." Diandra terlihat masa bodoh dengan apa yang dikatakan temannya.


" Ngapain ngajak tunangannya nanti yang ada malah kalian buli lagi." Nada sinis terlihat dari perkataan Renata.


" Emangnya kita tukang nyinyir julid Ree, gak ada buli bulian yaa, tujuan kita cuma silaturahmi aja." kata Diandra mulai kesal dengan perkataan Renata.


Setelah selesai mengobrol, Mereka pun mengakhiri pertemuannya. Dan Renata memutuskan untuk pulang kerumah.

__ADS_1


__ADS_2