ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Memberi fasilitas


__ADS_3

Keesokan harinya Dila dan keluarganya dibuat terkejut dengan kedatangan mobil barang yang menurunkan sebuah kasur yang berukuran besar dan sangat mewah.


" Dila kamu yang beli kasur itu nduk?" tanya pak Wiro.


" Iya pak, kami yang membelinya sebagai ganti ranjang yang tadi malam rusak." Abi yang menjawab pertanyaan pak Wiro.


" Waah bagus sekali kasurnya, bikin malas bangun aja yaa nanti pengantin baru." ledek tetangga Dila yang melihat kasur yang baru dibeli oleh Abi.


Kasur baru sudah diletakkan di dalam kamar Dila, yaa memang sangat besar kasurnya, kamar Dila terlihat hanya berisi kasur saja dan lemari pakaian yang ada di dalam kamar Dila pun terpaksa dipindahkan keluar.


Pada malam hari pun sang pengantin melaksanakan tugas malamnya tanpa hambatan dan gangguan.


***


Hari resepsi pun tiba, Abi dan Dila kembali menjadi ratu semalam. Busana adat jawa pun masih diusung oleh keluarga Dila. Bagi Abi acara yang diadakan di rumah istrinya itu sangat sederhana tapi tidak dengan Dila dan para kerabat maupun tetangga. Itu merupakan pesta pernikahan yang sangat mewah di kalangan mereka. Abi juga tidak terlalu merasa capek untuk menyalami para tamu undangan. Setelah acara selesai pun Abi masih mengobrol bersama para kerabat yang menginap di rumah Dila.


Dua hari setelah resepsi Abi memberikan kejutan lagi pada keluarga Dila. Pasalnya pagi itu saat Abi dan mertuanya sedang bersantai di teras rumah beberapa mobil material datang ke tempat Dila. Disusul pula dengan Arman yang juga datang kesana.


'' Pagi boos, dan bos mertua .'' sapa Arman pada Abi dan pak Wiro sambil menundukkan kepalanya.


'' Pagi juga nak.'' jawab Pak Wiro sedangkan Abi hanya mengangguk saja.


'' Ini asisten pribadi saya pak.'' kata Abi memperkebalkan Arman pada mertuanya.


Arman menjabat tangan pak Wiro dan disambut juga dengan pak Wiro dan mempersilahkan Arman duduk.


" Ini apa lagi nak Abi?'' tanya pak Wiro pada menantunya yang saat itu sedang menikmati gorengan dan secangkir kopi.


" Itu material pak.'' jawab Abi singkat.


Pak Wiro berdecak kesal pada menantunya yang menjawab pertanyaannya sekenanya. Sedangkan Arman memutar matanya ke segala arah.


" Yang bilang itu gorengan siapa nak? kalau itu gorengan sudah habis kamu makan.'' kata pak Wiro menyindir Abi yang sudah menghabiskan sepiring gorengan.


Abi meringis dan baru sadar kalau gorengan di depannya hampir habis ia makan. Arman hanya bisa menahan tawanya.


" He he...iya pak itu meterial buat renovasi rumah bapak, maaf kalau saya lancang tidak berdiskusi dulu dengan bapak." Abi menjelaskan.

__ADS_1


'' Ya Allah naak kenapa kamu sampai repot seperti ini? Kamu mau menikahi Dila dengan tulus saja itu sudah buat kami senang." kata pak Wiro terharu.


'' Tidak apa apa pak itu sudah kewajiban saja sebagai suami Dila. Dan apa yang menjadi kebutuhan bapak sekeluarga itu juga sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai anak.'' kata Abi.


'' Tapi rumah ini berdiri diatas tanah bapak sendiri kan?" tanya Abi lagi.


'' Iya nak ini resmi tanah milik bapak sendiri." jawab pak Wiro.


'' Baik pak serahkan saja pada kami untuk pembangunannya nanti. Boleh kan pak kami yang mengambil alih designnya atau bapak ingin mendesign sendiri rumahnya?'' tanya Abi.


'' Sudah nak saya pasrah saja sama nak Abi.'' jawab pak Wiro senang.


'' Baiklah pak ini nanti rencananya rumah akan dibuat dua lantai karna lahan tanahnya sedikit sempit. Dan untuk sementara bapak,ibu dan adik adik tinggal di perumahan yang sudah saya beli atas nama Dila. Jika bapak lebih suka tinggal disana bapak boleh menempatinya.'' terang Abi.


'' Nak Abi apa tidak terlalu banyak nak semua ini, apa orang tua nag Abi juga setuju dengan ini semua?'' tanya bu Rohmah yang dari tadi menyimak obrolan menantu dan suaminya dari dalam rumah bersama Dila.


Dila pun keluar dengan membawa secangkir kopi untuk Arman.


'' Terima kasih buu Dila'' kata Arman. Disambut dengan senyuman dari Dila.


'' Maas bahkan kamu tidak memberitahuku juga.'' kata Dila.


'' Maaf sayang ,aku hanya ingin memberimu sedikit hadiah saja.'' kata Abi sambil merentangkan tangannya agar Dila memeluknya.


'' Makasih mass.'' sambut Dila dengan haru dan berhambur memeluk Abi.


" Biaya sekolah sampai kuliah adik adik juga nanti saya yang tanggung pak. Iya nanti saya ada sesuatu juga buat Dika, jika sudah pulang sekolah saja saya berikan padanya.''


'' Nak Abi dari kemarin disini, kapan menyiapkan semua ini? Apa jauh jauh hari sudah disiapkan nak?" tanya bu Rohmah dengan polosnya.


'' Aha ha ha...maaf bu saya baru tiga hari yang lalu menyiapkan ini semua, semua ini juga yang menyiapkan asisten saya yang tampan ini.'' kata Abi sambil menunjuk Arman.


'' Ekheem...'' seketika Arman berdehem dan merapikan dasi dan jasnya.


'' Alhamdulillah baru kali ini looh bos Abi mengakui ketampanan saya, he he he'' kata Arman membuat semua orang tertawa.


'' Terima kasih banyak nak Arman sudah ikut membantu.'' kata pak Wiro.

__ADS_1


'' Ini sudah menjadi tugas dan kewajiban saya pak untuk mengikuti semua keinginan atasan saya.'' ucap Arman.


'' Rugi pak saya bayar mahal dia kalau dia tidak menurut pada saya.'' sahut Abi membuat mereka tertawa.


'' Iya pak tinggal telfon langsung beres, he he he, jadi besok pembangunannya akan dimulai dan kalau bisa hari ini kita bisa pindah ke rumah yang baru untuk sementara.'' ucap Arman menjelaskan.


Pak Wiro dan bu Rohmah pun hanya mengangguk tanda mengerti. Mereka tak bisa berkata kata lagi dengan apa yang sudah dilakukan oleh menantunya. Mereka hanya bisa berucap syukur karna Dila mendapatkan lelaki yang baik.


Siang hari Dika dan Dania sudah pulang sekolah dan setelah makan siang Dika dipanggil Abi dan mengajaknya berbicara di ruang tamu.


'' Iya mas Abi ? '' tanya Dika saat sudah berhadapan dengan kakak iparnya.


Semua keluarga juga ikut berkumpul di ruang tamu untuk mengetahui apa lagi yang akan diberikan Abi pada keluarga mereka.


'' Ini kunci mobil yang warna putih itu. Kamu bisa nyetir kan Dika ?'' kata Abi sambil menunjuk mobil yang tadi dikendarai oleh Arman saat kesini yang terparkir di halaman rumah dan bersebelahan dengan mobil miliknya.


'' Bisa mas.'' jawab Dika.


'' Mobil ini kamu gunakan untuk mengantar bapak ibu kemana pun mereka mau. Mobil ini sudah menjadi milik keluarga. Dan berapa umur kamu Dika ?''


'' 18 tahun mas.'' jawab Dika.


'' Punya SIM?''


'' Punya SIM motor mas.''


'' Besok kamu urus SIM mobil, mas tidak mengijinkan kamu kemana mana menggunakan mobil itu kalau belum mempunyai SIM, mengerti ?''


'' Siap mas, mengerti'' jawab Dika mantap.


'' Oh yaa satu lagi, kasih mas nomor rekening kamu, setiap bulan kamu dan Dania mas kasih uang jajan jadi kamu sudah tidak perlu minta lagi pada ibu atau bapak. Jika ada keperluan untuk membayar sekolah kamu langsung bilang ke mas, begitu juga dengan Dania.''


'' Iya mas.'' jawab Dika dan Dania serempak.


Siang itu juga mereka membereskan sebagian barang barang untuk dibawa ke rumah baru. Rumah yang dibeli Abi berada di pusat kota dan rumahnya juga bisa terbilang mewah dan berada di kawasan elite. Pak Wiro dan keluarga tak menyangka akan mempunyai rumah di daerah ini. Fasilitas yang diberikan Abi bukan kaleng kaleng,Dila benar benar sudah mengangkat derajat keluarganya.


Setelah selesai berberes Abi dan Dila juga harus kembali pulang, karna besok mereka akan kembali beraktifitas lagi.

__ADS_1


__ADS_2