ISTRI GENDUTKU

ISTRI GENDUTKU
Mencicipi


__ADS_3

Fadila hanya diberikan waktu setengah jam saja oleh Abimanyu.


Ini sudah seperti ajang kompetisi memasak yang ada di televisi.


Setengah jam pun sudah berlalu, Dila sudah siap dengan kue kleponnya. Dia sudah seperti peserta kontes masak yang akan memberikan hasil masakannya kepada juri.


Jantungnya pun juga ikut berdetak kencang.


" Ya Allah semoga wadir menyukainya dan membuat lidahnya kembali ke asal." Gumam Dila dalam hati.


Kini jajanan bulat berwarna hijau yang menyerupai bola bola bakso yang berisi gula jawa dan dibaluri dengan parutan kelapa itu sudah berada tapat di depan Abimanyu.


Arman dan Indah pun tak luput dari pemberian Dila.


"Silahkan di cicipi pak !!" Seru Dila.


Abimanyu melihat piring yang berisikan kue bola bola berwarna hijau itu.


" Apa ini ??" Tanya Abimanyu.


" Ini namanya kue klepon pak, Terbuat dari tepung ketan dicampur sedikit tepung beras yang dalamnya diisi dengan gula jawa dan ditaburi parutan kelapa." Jelas Dila seolah dia sedang menjelaskan kepada juri yang akan menilai masakannya.


" Gimana dengan rasanya." Abimanyu bertanya lagi sambil mengerutkan keningnya.


"Enak paak, kenyal, lembut isinya bisa muncraat dan lumer di mulut, nggak kalah kok pak sama kue yang tadi bapak pesan." Jelas Dila antusias.


Lama Abimanyu hanya melihat sajian yang ada di depannya membuat Dila menjadi bingung dan menanyakannya,,,

__ADS_1


" Apakah bapak tidak mau mencobanya ??"


"Kamu tidak menyiapkan garpu.,sendok dan pisau kue untuk saya, Gimana saya bisa makan??."


" Orang orang biasanya langsung memakannya memakai tangan pak, langsung HAAP." Dila memakai gerakan. " Maka dari itu saya tidak menyiapkan alat makannya."


"JOROK." Satu kata keluar dari mulut Abimanyu.


" Kalau memakai alat makan pak, Nanti ditakutkan muncraatnya di luar pak, Nggak muncraat di dalam."


" Saya kok jadi geli ya mau makan ini." Abimanyu tampak ragu ragu.


Hening...


" Lu bayangin hal jorok kali pak sampe geli gitu..." Dila berkata dalam hati.


" Gimana,,, bapak jadi mau mencobanya ?? " Arman memecah keheningan mereka.


" Heemm..." Hanya itu jawaban yg keluar dari mulut Abimanyu.


Tiba tiba Abimanyu berdiri berjalan meninggalkan meja, dan tindakannya tersebut berhasil membuat Dila, Arman, dan Indah terkejut.


Menyangka Abimanyu akan meninggalkan kantin dan tidak mau memakan kue kleponnya tapi ternyata mereka salah. Abimanyu tampak berjalan menuju arah wastafel dan mencuci tangannya.


Kemudian kembali ke meja yang didudukinya tadi.


Melihat hal itu membuat ketiganya lega, Kemudian Indah dan Arman juga mengikuti apa yang dikerjakan atasannya barusan.

__ADS_1


Perlahan tapi pasti Abimanyu mulai meraih satu biji klepon, dan mengamatinya terlebih dulu sebelum Dia benar benar memasukkannya ke dalam mulut, Dan,,,


HAAP...satu biji klepon sudah masuk dalam mulutnya.


"Hekmm... eheem..." Abimanyu langsung menutup mulutnya seperti akan tersedak dan memuntahkannya.


Dan itu lagi lagi berhasil membuat ke tiga orang yang sedang menunggunya memakan klepon terkejut dan membelalakkan matanya.


" Mampuus " Mungkin kata ini yang ada dalam hati mereka.


" Ini apa yang muncrat muncrat ?? bikin kaget aja." Tanya Abimanyu sambil mengunyah dan merasakan sensasi rasa dan tekstur dari klepon.


Arman dan Indah tampak menahan tawa mereka.


" Itu isinya gula jawa pak." Dila menjawab.


" Kenapa isinya gula jawa, kok bukan coklat, keju atau rasa buah buah yang lain?" Entah Abimanyu bertanya atau sedang protes.


" Kalau isinya coklat dan yang bapak sebut tadi itu kue mochi pak. Dan ada juga pak yang dari bahan serupa tapi isinya kelapa parut yang dimasak dengan gula, itu namanya kue bugis, kue mendut, koci koci atau apapun tergantung dari daerah masing masing menyebutnya." Dila menjelaskan panjang lebar.


Abimanyu hanya manggut manggut seraya tetap mengunyah klepon yang tidak terasa sudah 5 biji yang masuk dalam mulutnya. Dan hatinya pun berkata...


" Gak buruk juga rasanya, benar yang dikatakan si gendut, teksturnya tidak terlalu jauh dari kue mochi, Cuma kenapa makan ini mulutku jadi terasa geli."


Mungkin yang dimaksud Abimanyu rasa geli itu dari tekstur klepon yang kenyil kenyil, bukan dari pikiran jorok yang sempat Dila tuduhkan padanya tadi.


Arman dan Indah hanya senyum senyum dengan kelakuan bosnya.

__ADS_1


__ADS_2