
Abi mengayuh sepeda yang harganya mencapai puluhan juta itu dengan memperlihatkan raut muka yang sumringah.
Senyumnya terus menebar di sepanjang jalan.
" Bisanya gue ngerjain si gendut sampe gitu,kok nagih ya rasanya." Begitulah batin Abi berkata.
Tibanya di rumah Abi langsung memarkir sepeda dan bergegas masuk ke dalam rumah. Dan ketika akan masuk ke kamar, Bu Lasmi terlihat sedang memasak di dapur.
" Abi sudah pulang kamu nak? Ayo makan dulu!" Teriak bu Lasmi dari dapur.
" Iya Buu nanti saja ." Jawab Abi sambil terus berjalan menuju kamarnya.
Setibanya di kamar Abi membersihkan diri dan bersiap siap untuk pergi lagi. Dia menyambar kunci mobil yang berada di laci nakas. Saat turun dari tangga Abi dihadang oleh Sang ibu kembali.
" Kamu mau pergi lagi nak ?, Makan dulu!" Tanya Ibu pada putra sulungnya.
"Iya bu ada perlu sedikit, nanti saja makannya Abi belum lapar!. Jawab Abi berpamitan sambil mencium tangan ibunya.
" Ada perlu sama calon mantu yaa?" Goda bu Lasmi.
" Calon ahli kubur." Jawab Abi sambil berlalu dari hadapan ibunya.
" Astaghfirullah...Abiiii serem gitu jawabnyaa." Seru bu lasmi sembari berteriak kaget akan jawaban si anak.
Sambil tertawa Abipun menyegerakan langkahnya sebelum ibunya semakin banyak mengajukan pertanyaan.
***
Di pasaar,,, tiga serangkai itu sedang memilih bahan yang berkualitas bagus dan segar.
Tapi mereka masih bingung, apa yang akan mereka buat untuk wadirnya tersebut.
Di sisi lain mereka sangat senang menikmati perbelanjaannya kali ini, bagaimana tidak, mereka menerima uang yang tak sedikit dari Abi untuk dihabiskan hanya berbelanja sayur di pasar.
" Eeh Dut andai pak Abi ngasih kita uang ini buat belanja baju gitu pasti girang 2 kali lipat yaa," Kata Riska di disela sela memilih sayur.
" Muke luu girang, gue yang kayang, orang nyusahin dan ngeselin model dia gak ada cermin cerminan jadi wakil direktur." Kata Dila yang masih kesal.
" Emang luu bisa Dut kayang ha ha ha." Sahut Ilham meledek Dila.
Setelah lama berkutat di pasar dan dirasa bahan yang di butuhkan sudah lengkap, mereka memutuskan untuk menyudahinya dan kembali menuju taman.
Sesampainya di taman, batang hidung Abi belum juga terlihat.
" Dut gue laper niih, uda jam 10 pak Abi belum keliatan juga, kita makan dulu yuuk." Riska mengeluh karna perutnya yang keroncongan.
" Boleh gue juga laper, yuk makan soto ayam mau?." Ajak Dila pada dua temannya.
Mereka bertigapun menghampiri penjual soto yang mangkal di sekitar taman dan segera memesannya.
Saat mereka sedang lahap menyantap soto, tiba tiba mereka dikejutkan oleh suara klakson mobil berkali kali dari arah seberang.
Tiin...tiin...tiiiiin....tiiiiiin.....
Mereka pun menoleh asal bunyi tersebut, Dan mereka mengenali siapa yang ada di dalam mobil karna jendela mobil terbuka.
Tapi berhubung mereka sedang asik menyantap soto mereka memilih untuk menghabiskan makanan mereka terlebih dahulu.
__ADS_1
" Udah biarin aja dulu,pura pura gak kenal, tanggung, mubadzir kalo gak dihabisin." Kata Dila yang malah berdiri mengambil kerupuk.
Riska dan Ilham menganggukkan kepalanya saja.
Merasa tidah dihiraukan oleh ketiga orang itu, Abi memutuskan keluar mobil menghampiri mereka.
" Bagus ya ditungguin malah enak enak makan soto disini, gak denger diklaksonin dari tadi." Abi marah marah.
" Eh bapak kirain siapa, makan pak." Dengan entengnya Ilham malah menawari orang yang sedang marah marah di depannya.
" Kalian sengaja yaa bikin saya marah? Ayook buruan, atau saya gulingin nih gerobak soto." Abi mulai mengeluarkan ancamannya.
" Iya pak ini tanggung, kita kan lapar pak, dari tadi kita nungguin bapak tapi gak datang datang, Yaudah kita nyoto dulu." Dila menjelaskan.
" Alasan aja bisanya." Gumam Abi.
Lalu mereka pun memutuskan untuk menyudahi kegiatan makan sotonya. Dila pun segera membayar ke tiga sotonya.
" Kamu bayar soto pake duit siapa?" Tanya Abi tiba tiba setelah Dila selesai membayar.
" Pake uang bapak yang tadi, kan sisanya masi banyak pak." Jawab Dila jujur.
" Korupsi kamu ." Cetus Abi.
" Astaghfirullahal 'adzim, iya iyaa nanti saya ganti." Dila kaget mendengar perkataan Abi yang notabennya memang orang kaya.
" Dasar pelit, orang kaya beneran apa orang kaya monyet sih." Gerutu Dila dalam hati.
" Ayo cepet naik."
"Bisa nyetir gak?" Tanya Abi pada Ilham.
Abi berdecak dan memutar bola matanya.
Mereka bertiga sudah berada di dalam mobil Abi dan entah kemana Abi akan membawa mereka bertiga.
Dua puluh menit kemudian mereka sampai di tempat tujuan Abi. Ternyata mereka dibawa ke apartemen Abi yang tempatnya tidak jauh dari tempat kerja mereka. Abi membawa ke tiganya menuju unitnya.
Setelah memasuki unit apartement Abi, mereka dibuat takjub akan kemewahan yang ada di dalamnya.
" Waah ini beneran sultan pak Abi mah." Ucap Ilham seraya mengamati semua barang yang ada di dalamnya.
" Ini punya pak Abi beneran." Timpal Riska yang tak kalah takjub denga Ilham.
" Bukan, punya kang kebun! Kalau bukan punya saya buat apa kalian saya ajak kesini?" Jawab Abi sambil merebahkan tubuhnya di sofa.
" Ya kali mau diajak nyolong pak." Celetuk Dila.
" Eh kamu kalo ngomong seenak jidat ya, sembarangan aja kalo ngomong, Gemes jadinya." Kata Abi yang tak sadar kalau bicaranya juga sering ngawur.
" Kaya situ gak seenak jidat aja kalo ngomong." Dila menggerutu dalam hati.
" Oke sekarang, itu dapur bisa kalian pakai sepuasnya untuk memasak dengan catatan selesai memasak harus kembali seperti semula. Dan kamu, kamu, hanya boleh membantu gendut untuk menyiapkan semua bahannya saja, dan untuk proses masak hanya dilakukan oleh si gendut. Paham?" Jelas Abi kepada mereka bertiga.
" Di dapur ada cctv jadi jangan coba coba membohongi saya." Lanjut Abi lagi.
Benar benar Mereka bertiga sudah seperti ikut dalam ajang kompetisi memasak, mereka hanya bisa menuruti semua kemauan wadirnya yang sebenarnya hanya ingin mengerjai Dila saja.
__ADS_1
" Saya ada di kamar, kalau semua sudah siap, panggil saya! Buat menu makanan yang banyak, Saya ingin mencoba masakan yang kalian anggap layak makan itu. Dan ingat jangan sampai nanti selesai melewati jam makan siang jadi kalian harus cepat, kalau sampai terlambat besok kalian tidak usah datang ke kantin. Mengerti??" Lagi lagi Abi mengeluarkan ancamannya.
Mereka serempak melihat jam dinding!
" Pak yang benar saja ini sudah mau masuk jam makan siang loo, apa tidak bisa ditambah jamnya." Dila mencoba bernegosiasi.
" Ditambah sampai jam makan malam, kamu mau bikin saya kelaparan? Paling lambat jam 2 harus sudah selesai, mangkanya jangan banyak bicara cepat lakukan mulai sekarang!!" Abi mempertegas ucapannya.
Akhirnya mereka segera bergegas ke dapur mewah milik Abi, Dan segera menyiapkannya.
" Waaaah peralatannya lengkap banget, semua mahal mahal, masa iya ini punya pak Abi, gak nyangka pak Abi koleksinya barang dapur ha ha ha." Ucap Dila yang masih terkesima dengan barang barang yang ada di dapur.
Setelah itu mereka bertiga pun segera melaksanakan tugas yang dititahkan oleh Abi.
Di kamarnya Abi melompat ke atas kasur yang sangat luas dan empuk itu dengan tertawa riang. Entah apa yang membuatnya seriang itu dan membuatnya terlihat sangat terhibur.
" Genduut, genduut, kenapa ya buat luu kesel malah bikin gue keterusan ngerjain luu. Lucu aja gitu liat muka yang setengahnya lemak semua itu ditekuk kesana sini Ha ha ha!!!" Kata Abi yang ternyata sedari tadi sedang memikirkan Dila.
Setelah senyum senyum dengan lamunannya sendiri, kini Abi meraih tas yang tadi diletakkannya di sofa kamarnya.
Dia mengeluarkan laptopnya untuk memantau cctv dapur yang sudah terhubung.
Abi mengamati kerja mereka.
" Cepat juga kerja mereka, si gendut kelihatan cekatan dan sudah lihai sekali memainkan alat daput. Siiat...siaat...siaat...hi hi hi." Ucap Abi sambil memperagakan gerakan seperti bermain pedang.
Sungguh konyol melihat tingkah Abi kala itu, hanya untuk memantau kinerja pegawai kantinnya terlebih hanya seorang Dila.
Abi mengambil hp dari saku celananya, tampak ia akan menelfon seseorang.
"Hallo Man , kamu sedang apa sekarang?" Ternyata Armanlah yang Abi telfon saat ini.
" Ini saya lagi jalan sama istri pak, bisa dibantu pak?" Sahut Arman.
" Jalan kemana, udah makan belum?" Tanya Abi seolah Dia sungguh perhatian dengan asisten pribadinya.
" Diih pak Abi kok perhatiannya lebay gini,pake nanya udah makan apa belum segala." Gumam Arman dalam hati.
" Jangan GR dulu Man, ni saya mau nyuruh kamu ke apartemen saya, makan gratis. Kamu kan paling bahagia kalo ada gratisan." Sahut Abi,Seakan mengerti dengan apa yang dipikirkan asprinya tersebut.
" Ada acara apa pak, saya ajak istri ya pak?"
" Nenekmu juga boleh, Udah jangan banyak tanya kesini cepet."
" Oke siap booss!!"
Abi pun menutup telfonnya dan kembali mengamati layar laptopnya.
Satu jam kemudian terdengar suara bel berbunyi. Orang yang berada di dapur saling berpandangan, seakan bertanya siapa yang datang. Lalu Abi pun datang untuk membuka pintu.
Tampak Arman dan sang istri tersenyum manis di balik pintu.
" Masuk Man!" Titah Abi.
Arman pun masuk seraya matanya menyisir sekitar ruangan dan waktu matanya tertuju dapur, Arman pun kaget melihat orang orang yang tidak asing buatnya berada di apartemen bosnya.
" Lhaah mereka ngapain pak disini?" Tanya Arman langsung.
__ADS_1
" Nyari keong." Jawab Abi judes.