
Setelah 2 jam perjalanan, Abimanyu sampai di rumah. Dewi dan bu Lasmi langsung menghampiri mereka.
Sebelumnya bu Lasmi sudah diberi tahu oleh Dewi kejadian yang sebenarnya.
Sesudah masuk ke ruang keluarga bu Lasmi menanyakan keadaan suaminya.
" Masih sakit yah Kakinya?"
"Iya lumayan bu tadi sudah di urut, masih sedikit bengkak. Bii untuk beberapa hari ke depan sampai kaki ayah benar benar pulih, pekerjaan kamu yang ambil alih ya.!"
" Iya yaah." Jawab Abi singkat.
***
Pagi ini seperti biasa Abi sudah siap akan ke kantor. Sebelumnya ia selalu menyempatkan sarapan terlebih dulu bersama keluarganya.
Di meja makan sudah terlihat ayah dan ibunya.
"Pagi yaah, ibu!" Sapa Abi.
" Pagi nak." Balas mereka hampir bersamaan.
Lalu merekapun mulai acara makan paginya.
" Ibu bisakah nanti malam buatkan Abi sayur asem?" perkataan yang membuat ibunya sedikit heran, tp tidak dengan ayahnya.
" Untuk apa nak?" Jawab ibu dengan mengerutkan keningnya.
" Pastinya untuk dimakan bu, Abi ingin makan sayur asem buatan ibu." Kata Abi sambil tertawa mendengar jawaban ibunya.
Abi menyelesaikan makannya dan berpamitan untuk segera pergi ke kantor. Meninggalkan kedua orang tuanya yang masi heran dengan kemauan putranya.
***
Di kantor sudah menunjukkan jam makan siang. Pak wakil direktur masih terlihat di ruangannya dengan beberapa berkas di tangannya. Lalu seseorang mengetuk pintu dan masuk.
" Bapak mau makan siang dimana? atau pesan makan saja?" Tanya Arman yang baru masuk ke ruangan bosnya.
" Entahlah man, perutku merasa lapar tapi tidak tahu aku ingin makan apa dan merasa bosan dengan makanan yang biasa ku makan." Tutur Abi membuat wajah Arman
" Apa makan di kantin aja pak?"
Sesaat Abi melihat Arman dan sejenak berfikir.
" Eemmm...yuk." Tanpa basa basi lagi Abi langsung berjalan keluar ruangaan.
" Looh looh paak ,,, pak mau kemana?" Kata Arman sambil mengejar langkah bosnya.
Tepat di depan meja sang sekertaris, Abi menghentikan langkahnya, membuat sang sekertaris cantik itu berdiri dan melihat 2 orang yang berwajah tampan di depannya.
" Kamu tadi ngajak saya kemana ?" Berbicara pada Arman.
" Bapak serius mau ke kantin?" Tanya Arman tak percaya dengan apa yang dilakukan si bos. Padahal Arman tadi hanya ingin meledek Abi saja, tapi ternyata respon Abi malah di luar dugaan Arman.
" Kalo kamu nggak mau yaa sudah, saya ngajak Indah. Ayo Ndah !"
Indah yang masi bengong kemudian hanya meng iyakan ajakan bosnya.
Abi pun melanjutkan langkahnya menuju kantin diikuti oleh Aspri dan sekertarisnya.
Sesampainya di kantin Abi mencari kursi kosong untuk dirinya duduk.
Banyak karyawan yang kaget melihat wakil direktur mereka, karna selama mereka bekerja belum pernah lihat wadir duduk santuuy di kantin seperti sekarang ini.
" Bapak mau makan apa?" Tanya Indah.
" Sayur asem ." Jawaban Abi singkat dan jelas.
Arman dan Indah dibuat melongo dengan jawaban Abi.
" Tapi pak menu hari ini bakso, mie ayam, soto ayam, lontong sayur dan gado gado." Jawab Indah sambil melihat papan menu.
" Saya nggak mau tau, pokoknya saya mau sayur asem." Kata Abi menekankan kata Sayur Asem.
" Suruh si gendut yang bikin." Kata Abi lagi.
" Bapak nyuruh Didut yang masak?" Lagi lagi Indah dibuat kaget dengan kemauan bosnya.
__ADS_1
"Didut ???"
"Emm...maksud saya Dila pak."
" Haah entah terserah siapa namanya, pokoknya suruh dia bikin sayur asem sekarang!!!"
" Baik pak!" Indah pun pergi menemui Dila.
Di dapur kantin Dila masih terlihat sibuk melayani karyawan yang mau makan.
" Dut ada tugas buat kamu dari pak Abi." Kata Indah yang menghampiri Dila.
" Pak Abi? Tugas apaan mbak??" Dila melihat Indah dengan tatapan penug tanya.
" Pak Abi pengen makan sayur asem."
"Ya makan aja kali mbak, kenapa laporan saya."
" Orangnya pengen kamu yang masakin sayur asemnya."
" Haaaah...kok saya??, lagian napa gak makan yang lain aja sih mbak, sibuk ini" Dila tampak kesal.
" Tau deeh kalo mau, ngomong sendiri sama orangnya,paling ujung ujungnya dia makan sayur asem buatan kamu juga!" Indah terus meledek Dila.
" Bos lu napa nyusahin mulu sih mbak?"
" Au ah... Banyak duit kali,,, Hahaha."
Indah pun berlalu, tinggal Dila yang hanya mendengus kesal.
" Riska...kalau kamu udah gk sibuk tolong bikinin sayur asem buat pak Abi yaa!!" Pinta Dila pada Riska.
" Oke! Bentar lagi ya Dut, tapi bahan seadanya yaa." Kata Riska menyanggupi.
" Iyee seraah yang penting enak, sampah lu cemplungin juga gpp, ha ha ha." Ucap Dila sambil ngakak.
" Lu tu ye... gak kapok kapok Dut, ketauan pak Abi lagi sukurin lu..." Riska juga ketawa mendengar perkataan temannya.
Dila hanya nyengir kuda sambil melanjutkan pekerjaannya.
15menit berlalu...
Di atas nampan sudah tertata satu piring nasi, satu mangkuk sayur asem, dan di piring lain ada ayam goreng, tahu dan tempe, serta sambal.
Sekarang tinggal Dila yang mengantarkannya.
" Ini pak, pesanannya sudah siap, silahkan dimakan!" Tutur Dila.
" Lama sekali, kamu sengaja bikin saya kelaparan." Ucap Abi sedikit kesal karna memang Dia sudah kelaparan sejak tadi.
" Iya pak karna mendadak tidak ada persiapan buat sayur asemnya jadi menggunakan bahan seadanya." Dila menjelaskan dengan sedikit kesal.
" Asal bukan sampah yang kamu masukkan kesana."
Perkataan Abi membuat Dila salah tingkah.
" Hah apa dia dengar ya ." Batin Dila.
" Apa kalian tidak makan dari tadi hanya minum saja." Tanya Abi pada Arman dan Indah.
" Ya kali kita makan duluan, orang kita nungguin dia, bisa dibalik ini meja kalo makan duluan." Guman Arman.
" Saya Soto ayam aja Dut,,, pak Arman pesen apa?" Indah bertanya.
" Samain aja Ndah." Jawab Arman.
Dila pun pergi ke dapur untuk menyiapkan pesanan Arman dan Indah. Dan Abi pun memulai acara makannya tanpa menunggu bawahannya.
Tiba tiba,,,
" GENDUUUT..." Abi tiba tiba saja menggebrak meja dan berteriak, untuk siapa lagi teriakan itu kalau bukan untuk Dila.
Teriakan Abi membuat Arman, Indah dan karyawan yang sedang makan di dekat mereka pun kaget.
" Indah panggil si gendut kesini." Titah Abi dengan kesal.
Indah dengan cepat melangkahkan kakinya menemui Dila.
__ADS_1
" Dut lu dipanggil pak Abi tu, Dia ngamuk! Lu apain masakannya, beneran lu kasih sampah? " Indah menyerocos.
Dila dan Riska perpandangan, kemudian Dila langsung bergegas menemui Abi.
" Ada apa bapak manggil saya?" Tanya Dila sesampainya di depan Abi.
" Kamu mau nyoba nipu saya"
" Maksut bapak apa ya?" Dila masih bingung dengan pertanyaan Abi.
" Apa ini ?" Bentak Abi sambil melempar sendok ke dalam mangkuk sayur asem.
" Sa sayur asem pak."
" Kenapa aroma dan rasanya berbeda dengan yang ada di rumah kamu kemarin??, Kamu mau meracuni saya?"
Sontak yang mendengar ucapan Abi langsung kaget dan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"Kenapa Pak Abi makan di rumah Didut?, kenapa pak Abi bisa di rumah Didut?, Ada hubungan apa pak Abi sama Didut?.
Yaa mungkin begitulah bisik bisik para karyawan.
" Yaa itu juga sayur asem pak namanya, Riska tadi udah masukin asemnya kok ke dalam."
" Apa?? Riska ?? Jadi bukan kamu yang masak?" Abi semakin mengeraskan suaranya.
Dan Dila sadar bahwa dirinya semakin salah karna sudah bilang kalau bukan dia yang memasak.
" Kamu mau lidah saya yang kesasar gak balik lagi ke tempatnya?" Abi mengingat perkataan Dila yang ngawur waktu itu.
"Saya nggak mau tau, kamu bikinkan saya sayur asem lagi yang rasanya sama persis seperti yang ada di rumah kamu kemarin!!.
" Tapi pak...." Dila mencoba protes.
" Sepuluh menit dari sekarang, kalau sampai lebih, kamu saya hukum!!" Titah Abi kemudian.
Tak berani protes lagi, Dila langsung berlari ke dapur menyiapkan pesanan Abi.
" Ris,,, kamu bikin sayur asem tadi bumbunya gimana sih, kok pak Abi protes gitu?" Tanya Dila begitu sampai di dapur dan bertemu riska.
" Ya apalagi Dut, gula, garem, asem sama micin dikit ." Jawab Riska dengan enteng.
" MIICIIN,,, ngapain pakai micin sih buat sayur asem, Terus para bawang, lengkuas dan temen temennya pada kemana?" Cercah Dila.
" Ya katanya minta cepet, terus enak, ya udah itu micin solusinya," Jawab Riska sambil nyengir.
" Duuh Riskaa untung gk kamu cemplungin sampah yang tadi aku bilang." Dila merutuki temannya.
Tanpa pikir panjang dan dengan cekatan Dila memasak ulang pesanan Abi. Dila mengingat bumbu sayur asem apa saja yang Abi makan di rumahnya kemarin. Waktu itu Dila memakai belimbing wuluh untuk rasa asemnya dan sayang di dapur kantin tidak tersedia jadi hanya memakai asam biasa.
Tak lama sayur asem pun matang, dan Dila segera mengantarkannya pada Abi!
"Silahkan pak, semoga ini sesuai dengan yang bapak rasakan kemarin."
Tanpa basa basi lagi Abi langsung melahap sayur asem di depannya.
" BWEEEH..." Pekik Abi.
" Awas panas pak." Ucap Dila.
" Telat..." Sambung Abi.
" Wibawamu hanyut dalam sayur asem pak broo." Batin Arman.
Abi tak bersuara lagi Dia menikmati segarnya sayur asem buatan Dila.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Mohon tinggalkan like dan komennya ya readers, supaya lebih semangat lagi nulisnya!! Terima kasih.