
Renata melajukan mobilnya ke arah kantor Abi, belum puas bermain dengan Dila dia sekarang melancarkan aksinya pada Abi.
" Pak, ada bu Renata ingin bertemu dengan bapak." tutur Indah berbicara lewat telfon yang tersambung ke ruangan Abi.
" Oke suruh masuk." jawab Abi singkat.
Di dalam ruangan Abi sedang bersama dengan Arman, Abi tak terkejut dengan kedatangan Renata yang memang sudah diprediksi pasti akan mendatangi kantornya.
" Melancarkan aksi yaa?" tanya Arman yang sedang menggunakan laptopnya.
Abi hanya mengangkat bahu untuk menjawab Arman. Lalu Arman pun membereskan pekerjaannya dan keluar dari ruangan Abi.
Tak lama pintu ruangan Abi terbuka lagi dan masuklah Renata.
" Hai...Bii..." sapa Renata dengan senyum sensualnya.
" Hai nyonya Krisyono, apa kabar?" balas Abi dengan senyum pula.
Renata yang mendengar penyataan Abi langsung menangkup senyum di bibirnya.
" Kenapa Bii, kamu cemburu yaa masih berharap sama aku?" jawab Renata dengan PDnya sambil berlenggak lenggok menuju arah Abi.
" Oh tenaang Ree, Aku udah ikhlas kok kamu dengan Yono, Melihat kamu bahagia aku sebagai teman juga bahagia."
Mendengar penuturan Abi, Renata sedikit merasa kesal. Dan tanpa disuruh ia mendudukkan dirinya di kursi sofa dan menyilangkan kaki jenjang nan mulusnya. Abi pun mengikuti Renata dan mengambil tempat duduk yang berhadapan dengan Renata.
" Ada apa Ree sampai kamu repot repot datang kemari?"
" Aku hanya kangen kamu saja Bii, bukankan dulu aku juga sering datang kemari? Ini aku bawakan kamu panna cotta kesukaan kamu." sambil menyodorkan papper bag ke arah Abi, Renata berpindah duduk menjadi di sebelah Abi.
" Ha ha ha Ayolaah Ree, sudah cukup basa basinya! Aku yakin ada yang ingin kamu sampaikan, lagi pula sekarang aku lebih suka cendol dawet." kata Abi dengan tawanya yang mengembang.
" Sejak kapan selera kamu berubah Bii.?"
" Sejak kamu pergi dari aku."
Jawaban dari Abi sedikit membuat dada Renata sesak, ingin sekali dia mengungkapkan penyesalannya pada Abi tapi itu tak mungkin dikatakannya saat ini.
" Ah iya kapan hari aku bertemu dengan Diandra, katanya dua minggu lagi akan ada reuni SMA satu angkatan kita, kamu pergi sama aku yaa Bii."
__ADS_1
Abi mengerutkan keningnya mencerna kata kata Renata.
" Yaa nanti aku ajak Dila sekalian aku akan mengenalkannya pada teman teman SMA kita."
" Ini tema acaranya single party, jadi ya kemungkinan mereka tidak ada yang mengajak pasangan tujuannya bernostalgia tanpa harus malu nanti jika aib waktu SMA terbuka, ha ha ha." seperti memaksakan tertawa dan agak gugup, Renata mencoba meyakinkan Abi.
" Oke nanti aku usahakan datang kamu kabari saja informasi selanjutnya, kamu yakin hanya itu saja yang ingin kamu katakan?."
"Iya hanya itu saja..." Renata tampak berpikir. "Baiklah, kamu makan panna cottanya yaa." Renata menawarkan sambil meraih benda yang ada di meja.
" Aku baru saja makan siang Ree dan masih merasa kenyang, nanti aku akan memakannya. Lagipula sebentar lagi aku ada rapat dengan klien." kata Abi bertujuan agar Renata segera pergi dari kantornya.
Mengerti akan perkataan Abi, Renata dengan kecewa dan berat hati pun memutuskan akan meninggalkan kantor Abi.
" Baiklah aku pergi dulu tapi kamu janji ya akan datang ke reuni, mereka pasti akan senang kalau kamu datang."
Abi hanya tersenyum, menunggu Renata melangkahkan kaki keluar dari ruangannya.
Sore hari ketika jam pulang kerja tiba, Abi selalu menjemput Dila terlebih dahulu ke restoran.
" Hallo cintakuu..." sapa Abi sambil mencubit kecil pipi Dila yang sudah menunggu Abi di ruangan kerjanya.
Mereka berdua menuju mobil, Dila terlihat sangat tak bersemangat, wajahnya sangat kusut kejadian Renata membuat moodnya sangat tidak baik. Abi menyadari hal itu ikut mengerutkan wajahnya.
" Kamu kenapa sayang, mukanya kusut banget." tanya Abi sambil menarik dagu Dila supaya menengok ke arahnya.
" Gak pa pa capek aja tadi restoran rame banget." Dila menyembunyikan perasaannya.
" Tadi Renata datang ke kantor." ucap Abi setelah beberapa saat ada keheningan antara mereka.
" Ooh Dia ke kantor kamu juga." jawab Dila pelan yang tidak mengalikhan pandangannya yang lurus menatap jalanan.
" Lhooh Dia ke resto juga? ngapain?" tanya Abi yang malah sedikit terkejut dengan pernyataan Dila.
" Cuma makan." Dila tak bersemangat untuk membahas Renata.
" Kamu yakin hanya itu saja?"
Dila membalas pertanyaan Abi hanya dengan satu anggukan kepala saja.
__ADS_1
" Kita ke rumah nemuin ibu dulu yaa, ibu nanyain kamu soalnya." ajak Abi pada Dila.
Heniing....
" Mas Abi senang bisa ketemu sama Renata lagi?" tiba tiba Dila menanyakan itu pada Abi membuyarkan keheningan antara mereka.
Abi sedikit terkejut
" Aku tidak punya alasan untuk tidak senang bertemu dengannya karna memang aku sudah tidak punya masalah apapun dengannya, aku sudah melupakan kejadian yang lalu...Dan juga perasaanku terhadapnya."
" Jadi kamu masih mau berteman seperti dulu?"
" Tidak ada salahnya berteman untuk menjaga silaturahmi, jika malah akan menjadi baik, kenapa tidak toh hanya berteman saja."
Entah kenapa seperti ada perasaan kecewa dibalik jawaban Abi yang membuat Dila terdiam seketika merasakan dadanya yang tiba tiba sesak.
Sesampainya di rumah Abi, mereka disambut oleh bu Lasmi dan membawa mereka masuk ke ruang kerja Pak Darma.
" Ada apa bu, sepertinya ada yang penting?" tanya Abi.
" Ibu sebenarnya akan membahas masalah ini di resto besok tapi Dila dan ibu sama sama sibuk jadi ibu bahas disini saja.." kata bu Lasmi menjeda kalimatnya.
"Renata tadi menelfon ibu, dan dia complain dan menceritakan semua tentang restoran yang pelayanan dan makanannya dirasa kurang dan sangat mengecewakan, apa yang sebenarnya terjadi Dila?" kata bu Lasmi melanjutkan.
Dila hanya menghela nafas, dan mengeratkan giginya menahan rasa kesal yang sedari tadi dia rasakan.
" Kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melayaninya tapi mungkin pelayanan kami masih dirasa kurang." jawab Dila seadanya tanpa memberitahu perlakuan Renata dan teman temannya.
" Kita bekerja memang harus semaksimal mungkin tanpa melihat siapa yang kita layani, baik keluarga, teman, orang lain atau bahkan musuh sekalipun jika sudah dalam pelayanan mereka harus kita layani dengan istimewa." nasihat Bu Lasmi.
Tapi entah karna Dila yang sedari tadi kesal akan perlakuan Renata dan jawaban yang kurang mengenakkan dari Abi, perkataan bu Lasmi barusan pun tidak diterima sepenuhnya baik oleh Dila.
Dila merasa bu Lasmi membenarkan perlakuannya pada Renata saat di restoran dianggap kurang maksimal karna Renata yang notabennya orang yang pernah dicintai oleh Abi. Dila berfikir bu Lasmi menganggapnya cemburu karna itu dia melayani Renata kurang maksimal.
Pembicaraan mereka pun selesai, Abi mengantarkan Dila untuk pulang ke kostnya.
Di kamarnya, Dila mengingat semua kejadian hari ini dan dia mulai khawatir akan hubungannya dengan Abi, disaat Dila sudah mulai mencintai Abi tapi tiba tiba muncul Renata yang dulu sangat dicintai Abi dan juga sangat dekat dengan keluarganya.
Tapi semua kekhawatiran itu ditepisnya karna mengingat Renata sudah menikah dan perkataan Abi yang sudah tidak lagi mencintai Renata.
__ADS_1