Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Sang empu


__ADS_3

Arka sangat-sangat shock, dahi Arka saat ini mengeryit sedemikian dahsyatnya kayak di RCTI, sehingga wajahnya miring sebelah.


Gue harus kerumah sakit. Perasaan, kepala gue gak pernah dilemparin sepatu sebanyak itu?." Batin Arka.


"Hahhahaaaa, terus kamu kabur. Sejak kejadian itu, kamu gak pernah lagi dateng." Sambil terkekeh


"Oh..." Dengan jari dibentuk bulat


"Padahal, kamu beli martabak itu utang uang aku, utang kamu juga masih banyak." Kata Ina.


Hah!!, utang?. Ini bukan gue!." Batin Arka


"Gak usah takut, aku gak nagih utang kok." Ucap Ina ramah, sehingga membuat hati Arka tenang.


"Oh, hahaaa.." Mereka berdua tertawa gak jelas, aneh banget sumpah.


"Gak nyangka, sekarang ketemu kamu lagi." Ucap Arka diiringi senyuman semanis buah blimbing kecil-kecil itu loh.


Ini Ina yang mana ya?." Batin arka lagi yang masih belum mendapatkan file masa lalunya.


Ini arka anak pak gian, bukan ya?." Batin Ina bingung. Sedangkan dimeja lain, saat ini Adit masih berbicara dengan Dita.


"Apa kau sudah punya pacar?." Tanya Adit serius menatap dita lekat.


"Maaf, tuan. Saya tidak bisa memberitahu." Sahut Dita tertunduk


"Hem, baiklah, tidak apa-apa." Balas Adit dengan senyuman


"Saya permisi tuan, banyak pekerjaan." Dan pergi meninggalkan Adit. Sedangkan arka dan ina, mereka berdua tengah berkelahi dengan pikirannya.


"Eh!, boleh nanya?." Tanya Ina ragu


"Nanya apa?." Tanya Arka balik


"Kamu, Aka anaknya Pak Gian, bukan?." Tanya Ina diikuti tangan menggaruk dikepala.


"Pak Gian siapa?." Tanya Arka balik, karena iya tidak kenal dengan yang namanya Pak Gian.


"Bullshitt!!. Maaf tuan, saya salah sasaran." Kata Ina dan segera pergi meninggalkan Arka yang masih melongo.


Kau sudah membuatkh gila, kau tidk akan bisa kabur dariku." Batin Arkatersenyum melihat kepergian Ina. Sedangkan Ina saat ini berada didalam taksi, iya terus mengutuki dirinya.


"Kau sudah gila Ina!!."


"Habislah aku."


"Taruh dimana ini muka?."


"Dilutut?, kaki?,... Aduhh, semoga saja gak ketemu lagi."


"Akkhhh, ini semua salahnya, coba aja dari pertama ketemu, bilang gak kenal."


"Bodo ah."


Gerutu Ina frustasi, sedangkan sang sopir hanya mengeryit kebingungan, melihat sang penumpang gak jelas.


"Siapa wanita tadi?." Tanya Adit yang kini duduk disebelah arka


"Wanitaku." Balas Arka cengir


"Tapi, kenapa dia kabur?." Tanya Adit bingung


"Di salah orang." Ujar Arka datar


"Hahhaaa,.. Udah bicara panjang kali lebar, ternyata salah orangnya." Kekeh Adit tak habis pikir.


"Udah ah, pulang aja!." Ketus Arka. Mereka berdua pun segera pulang, karena hari sudah sore, sama seperti Dita yang juga pulang.


Dita berjalan dengan santai, namun langkahnya terhenti saat seseorang memegang tangan kanannya.


"Eh?!."

__ADS_1


"Aku akan mengantarmu." Balasnya lembut


Dita pun mengangguk, dan kembali melanjutkan perjalanan pulangnya, yang ditemani oleh seseorang.


Mereka berdua sudah dekat dengan rumah Dita, sang empu yang tadi mengantarkan Dita pulang langsung berhenti.


"Aku sampai disini saja." Ucapnya tersenyum


"Baikah, sampai jumpa." Balas dita


Cup...!


Orang itu mencium pucuk kepala Dita dan mengacak-ngacak rambut Dita, sehingga membuat Dita kesal.


"Tuhkan, berantakan!." Cemberut Dita, orang itu hanya terkekeh melihat wajah Dita yang sangat imut baginya.


"Udah sana." Sang empu pun pergi meninggalkan Dita. Dita segera menuju rumahnya, dan segera masuk kedalam.


💙Malam hari....


Karena lapar, Dita pun segera kedapur untuk mengisi perutnya. Dan untunglah, masih ada sedikit sisa nasi yang ada diatas meja.


Saat dita hendak memakan, tiba-tiba Nyonya Sarah memanggilnya, Dita pun tidak jadi makan, dan segera menemui neneknya.


"I, iya Nek?." Tanya Dita


"Minta uang!." Ketus Nyonya Sarah


"D, dita tak punya u, uang Nek." Balas Dita gugup


"Kau bohong!!!." Sambil menjambak rambut Dita, sehingga membuat Dita kesakitan


Akkh


Hiksss


"S-sakit n-nek.. D-dita memang tak p-punya uang." Ujar Dita lirih karena kesakitan. Nyonya sarah semakin memperkuat jambakannya, sehingga membuat rambut Dita rontok.


"Carikan untukku!." Balas Nyonya Sarah ketus dan melepaskan jambakannya dengan kasar, sehingga membuat tubuh Dita terhempas kelantai.


Hikss


"D-dita m-mau makan dulu." Kata Dita lirih


"Sekaranggg!!." Ketus Nyonya Sarah dan pergi meninggalkan Dita yang terdampar dilantai.


Hiksss


Hiks


Dita menghapus air matanya, dan segera berdiri. Iya pun keluar dari rumah untuk meminjam uang pada tetangga. Tidak ada yang memberikan pinjaman untuk Dita, karena keungan mereka juga sangat kurang.


Karena leleh Dita pun duduk dikursi yang ada dipinggir jalan. Seseorang mengejutkan Dita yang sedang melamun, sehingga membuat Dita sangat shock.


"Hay." Sambil menepuk pundak Dita dari belakang


"Eh?." Ujar Dita terkejut


"Kau sedang apa?." Tanyanya yang sudah duduk disebelah Dita


"Mencari uang untuk Nenek." Balas Dita


"Berapa?." Tanya sang empu


"Terserah." Jawab Dita yang menyenderkan kepalanya dibahu sang empu.


"Nih." Sambil menyerahkan beberapa lembar uang yang berwarna merah, Dita pum mengambilnya tanpa sungkan.


"Maafkan aku." Lirih sang empu


"Hem, aku juga harus menjaga nenek." Balas Dita

__ADS_1


"Kau pulanglah." Suruhnya dan mengecup pucuk kepala Dita dengan lembut


"Hem, dahh."


Dita pun sangat senang karena mendapatkan uang dari orang yang dia sayang selama ini..


Semoga kita bisa bahagia bersama." Batin dita bahagia


Tak terasa Dita sudah sampai dirumah nya dan segera masuk kedalam.


"I-ini Nek." Sambil menyerahkan tiga lembar uang ratusan


"Apa kau mencuri?." Tanya Nyonya Sarah curiga.


"T-tidak Nek, tadi Dita pinjem uang sama seseorang." Jawab Dita


"Apa itu salah satu pria yang sering tidur bersama mu?." Sambil menatap Dita jijik


"T, tidak Nek." Sambil bergeleng kepala


"Heh, dasar tak tau diri." Ejek nyonya Sarah, dan pergi meninggalkan Dita. Karen perut Dita terus berbunyi, iya pun kembali kedapur untuk makan.


Namun, saat Dita berada didapur, nasi yang tadi sudah berada dipiring Dita sudah habis tanpa sisa.


"Kemana nasiku?." Gerutu Dita mencari-cari nasinya. Dan ternyata, nasi yang tadi hendak dita makan sudah dibuang oleh Nyonya Sarah ketanah.


Dita hanya menghembuskn napasnya kasar, dan segera mengambil air untuk iya minum


💙Pagi hari...


Hari ini dita tidak bekerja, karena merasakan tidak enak badan. Dita segera membersihkan tubuhnya yang lengket, dan setelah itu memasak.


Dita hanya memasak telor ceplok dan nasi goreng, itu juga satu biji telor dibagi empat. Dua untuk makan pagi, dan duanya lagi untuk siang hari.


"Kau mendapatkan uang dari mana?." Tanya Nuonya Sarah pada Dita yang sudah berada didepan meja.


"P-pinjam Nek." Sahut dita. Nyonya Sarah tidak membahas itu lagi, iya segera makan karena sudah sangat lapar. Dua puluh menit kemudian, dua empu itu baru saja selesai sarapan.


"Kau, bersihkan rumah!." Suruh Nyonya Sarah, Dita hanya bisa mengangguk. Percuma toh membantah.


Dita tengah menyapu halaman rumahnya, dan saat itu Pak Nasar dan temannya lalu didepan rumah Dita..


Pak Nasar terus tersenyum melihat Dita, sambil mengedipkan matanya, namun Dita hanya diam.


Orang yang berada disebelah Pak Nasar juga ikut tersenyum pada Dita, karena mereka berdua sama-sama duda yang punya lima orang anak.


"Dia cantikkan?." Tanya Pak Jadi dan diangguki oleh Pak Nasar.


.


.


Bab Author perbaharui🙏


.


.


Follow Ig Author:@anahmsr


Fb:anahmsr


Email:hasnahmr05@gmail.com


.


.


JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2