Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Berbohong


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, mereka berdua segera berangkat kekampus. Kini keduanya sudah berada dikampus, saat hendak menuju kelas langkah-nya Dita terhenti saat mendengar ada orang yang memanggil-nya.


"Kak Dita!." Ucapnya dari balik badan Dita. Dita langsung membalikkan badan-nya melihat siapa yang tadi memanggil-nya.


"Eh!, Jeni!." Kata Dita terkejut melihat Jeni berada dikampus-nya hari ini.


"Kak, aku gak jadi pindah kesini!." Sahut Jeni dengan wajah tertunduk sedih


"Hem. Ayolah, kan kita masih bisa bertemu." Ucap Dita yang kembali mengangkat wajah cantik Jeni, dan memeluk-nya.


Sedangkan Adit yang berada disitu hanya diam dan tersenyum, karen melihat Istri-nya sangat baik serta penyanyang.


"Tapi, aku pengen-nya setiap hari." Cemberut Jeni


"Hem. Kakak janji deh, kapan-kapan kesana." Perkataan Dita membuat Jeni bahagia, iya langsung memeluk tubuh Dita dengan sangat erat.


"Bener ya, kak!." Ucap Jeni kegirangan dan melihat kearah Adit "Ini suami kak Dita, ya?." Pertanyaan Jeni hanya diangguki oleh Adit.


"Jaga baik-baik kakak-Ku!!." Tatap Jeni dengan tajam


"Baik, Tuan Putri." Sahut Adit tulus. Karena menjaga Istri-nya adalah nomor satu sekarang.


"Good Joob." Mengacungkan jari-Nya diudara " Kalau begitu, Aku pamit kak." Ucap Jeni menyalami tangan Dita dan Adit.


"Hati-hati!." Balas Dita dan mencium pipi Jeni. Jeni hanya mengangguk dan pargi meninggalkan mereka berdua.


💙Empat hari kemudian...


Hari ini Adit kembali bekerja dibengkel karena Ujian-nya sudah selesai. Sedangkan Dita hanya berdiam diri dikontrakan-nya sambil memakan cemilan yang dibelikan oleh Adit.


Telpon milik Dita tiba-tiba berbunyi, iya pun segera mengangkat telpon itu.


"Hallo!!." Ucap Dita kepada Orang sebrang telpon


"........."


"Tunggu, aku!." Balas Dita dan mematikan sambungan-Nya.


Dita seger bersiap-siap, karena iya akan keluar untuk bertemu seseorang. Setelah sudah siap iya pun keluar dari kontrakan-nya.


Dita hanya berjalan kaki, karena tempat yang iya tuju tidak terlalu jauh. Dita merasa ada yang mengikuti-nya dari belakang iya pun segera bersembunyi disalah satu pohon.


Terlihat ada beberapa orang yang mencari keberadaan Dita. Dita yang melihat itu hanya tersenyum, dan segera pergi ketempat tujuan-Nya.


"Melelahkan sekali." Ucap Dita ngos-ngosan. Iya baru sampai karena tadi terus saja dikejar-kejar oleh orang-orang tadi.


"Bagaimana kabarmu?." Tanyanya


"Baik kok." Balas Dita ramah


"Apa kau tidak merindukan, Ku?." Tanyanya lagi sambil menatap Dita


"Aku sangat merindukan, Mu." Ucap Dita yang langsung memeluk Orang tersebut.


"Apa dia menyakiti-mu?." Tanya Orang itu khawatir


"Tidak. Dia sangat baik kepada, ku." Balas Dita melepaskan pelukan-nya


"Apa kau bahagia?." Tanyanya lagi yang diangguki pelan oleh Dita.


"Apa kau tetap akan bersama-nya?." Tanyanya terus. Dita yang mendapat pertanyaan itu hanya diam tak bergeming.


"Aku serahkan semua-nya kepada-mu. Dan aku akan tetap menjaga-mu, karena kau adalah satu-satunya orang yang paling aku sayangi dan aku cintai." Ucapnya sambil meneteskan air mata. Dita yang melihat orang yang iya sayang menagis langsung memeluk-nya.


"Aku baik-baik, saja." Sahut Dita. Orang itu langsung menyapu air mata-nya dan menatap Dita sendu.

__ADS_1


"Apa kau belum makan?." Tanya Pria itu. Dita yang sudah lama tak makan bersama orang itu langsung mengangguk-kan kepalanya.


"Ikut, Aku!." Langsung menarik tangan Dita menuju kedapur.


"Bi, masakkan makanan untuk Wanita yang paling Aku sayang, Ini." Ucapnya menyuruh kepada Bibi pelayan.


"Baik, Tuan." Sahut Bibi, dan segera memasakkan-nya.


Tak berapa lama, Bibi pelayan tadi membawakan makanan yang baru masak diatas meja makan.


"Silahkan, Tuan dan Nona." Ucap Bibi itu ramah


"Makanlah, Sayang." Ucap Pria itu kepada Dita dengan lembut


"Hem. Suapin." Sahut Dita manja sambil menyodorkan mulut-nya.


"Kau masih tidak berubah." Kata Pria itu terkekeh. Dita yang mendengar itu hanya tersenyum kecil.


Pria itu langsung menyuapi Dita dengan sangat berhati-hati. Dua puluh menit kemudian, mereka berdua selesai makan


"Aku pulang dulu." Ucap Dita yang berada di-ambang pintu.


"Hati-hati." Sahutnya dan mencium pucuk kepala Dita


Dita segera pergi dari rumah Pria itu dan berjalan menuju tempat Adit bekerja. Lima menit kemudian, Dita sampai dibengkel dan segera menemui Adit.


"Hay!!." Sambil melambaikan tangannya kepada Adit. Adit yang melihat kedatangan Istri-nya merasa senang, iya pun langsung menghampiri Dita.


"Aku tidak menyangka, kau akan kemari." Ucap Adit yang duduk disebelah Dita.


"Aku tadi kerumah Nenek, jadi sekalian deh mampir kesini." Sahut Dita berbohong. Sedangkan Adit, yang mendengar kata Nenek merasa marah dan menatap Dita.


"Apa kau terluka?." Sambil memeriksa tubuh Dita, karena Iya khawatir kalau Nyonya Sarah akan menindas-nya lagi.


"Aku baik-baik, saja." Sahut Dita, Iya paham bahwa Suami-nya itu khawatir dengan keadaan-nya.


"Aku mau ikut!." Rengek Dita


"Kemana?." Tanya Adit mengeryit


"Tuu!." Sambil menunjuk kearah Motor yang sedang di Otak-Atik.


"Nanti kotor, Loh!." Alasan Adit, agar Istrinya tidak menjalankan Niatnya itu.


"Dicuci bisa, Loh." Sewot Dita. Adit yang mendengar pembalasan dari Dita hanya terkekeh, karena Istri-nya sangat keras kepala.


Adit pun menggandeng tangan Dita menuju motor yang sedang di Otak-atik oleh pekerja lain.


"Wah. Keren." Reaksi Dita seperti Anak-anak yang mendapatkan hadiah kesukaan-nya.


"Nih, Keren lagi." Sahut Adit memoleskan Oli kepipi Dita


"Tuhkan, cemot." Cemberut Dita yang melihat wajahnya terpolesi oleh Oli


"Blebleeee." Hanya menjulurkan lidahnya kepada Dita. Dita yang mendapatkan perlakuan seperti itu tidak tinggal diam. Iya pun membalas perbuatan Adit tadi dengan ikut-ikutan memoles pipi Adit dengan Oli.


"Rasain, Tuh!!, Bleeeblee." Balas Dita senang.


"Biasa aja, Bleeee." Sahut Adit. Karena iya memang sudah biasa kalau banyak bekas Oli dipipi-nya.


"Curang!!." Kesal Dita


"Enggak ada." Sahut Adit santay, sedangkan Dita iya sangat kesal melihat Adit.


"Apa kau mau belajar." Bujuk Adit, Dita pun mengangguk dan langsung memperhatikan pekerjaan Adit.

__ADS_1


"Sini." Menarik tangan kanan Dita dan melajari-nya.


Kedua-nya saling tertawa, karena melihat muka masing-masing yang banyak terkena Oli. Tak terasa hari mulai sore, pasangan Suami-Istri itu segera pulang kekontrakan-nya.


💙Malam hari...


Mereka berdua tengah menonton Tv sambil memakan Ngemil. Tiba- tiba saja Dita berucap sesuatu kepada Adit


"Maafkan, Aku." Lirih Dita. Adit yang melihat Istri-nya sedih langsung memeluk Dita dari belakang.


"Ada apa?." Tanya Adit berbisik ditelinga Dita


"Aku tidak bisa menjadi Istri yang baik." Menundukkan kepala-nya


"Hey!." Sambil memalingkan badan Dita "Kau jangan berkata seperti itu." Sambung Adit mengangkat wajah Dita agar melihat kearah-nya.


"A, aku, tidak menjalankan kewajiban sebagai Istri dengan benar." Iya merasa sangat tidak enak hati kepada Adit, yang selama ini tidak pernah menjalankan kewajiban sebagai seorang Istri.


"Apa kau mau melakukan-nya." Goda Adit dengan senyum menyeringai dan diangguki pelan oleh Dita, karena iya malu untuk berbicara.


Adit yang mendapatkan anggukan dari Dita, langsung menggendong tubuh mungil Dita kedalam kamar.


Sedangkan Dita, wajahnya saat ini merah merona tak kuasa menahan malu. Adit mulai menciumi pipi milik Istri-nya itu dengan sangat lembut dan mengecup bibir Dita.


"Apa kau, siap?." Tanya Adit, karena iya juga tidak ingin melakukan-nya karena terpaksa.


"Aku siap." Sahut Dita tersenyum ramah. Adit kembali melanjutkan aksi-mya dengan melepaskan semua pakaian Dita dan milik-nya.


Kini mereka sudah berhubungan intim. Desahan demi desahan yang dikeluar-kan dari kedua-nya, membuat mereka semakin bergairah.


Satu jam kemudian, mereka akhir-nya selesai melakukan hubungan intim. Adit yang melihat Istri-nya tertidur hanya tersenyum.


"Terima kasih, Sayang." Mengecup kening Dita dan memeluk tubuh Dita yang tanpa sehelai benang.


💙Siang hari...


Dita masih tertidur dengan nyenyak, sedangkan Adit baru selesai mandi dan memandang wajah lelah dari Istri-nya.


Karena cahaya yang terkena mata Dita, iya pun menjadi terbangun dan mengucek-ngucek mata-nya.


"Aaaaaaaaaaa.......


.


.


Bab Author perbaharui🙏


.


.


Follow Ig Author:@anahmsr


Fb:anahmsr


Email:hasnahmr05@gmail.com


.


.


JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2