
"Kau pulanglah." Suruh Adit pada Dokter pribadi-nya. Sang Dokter itu hanya mengangguk dan segera kembali kerumah sakit-nya.
"Selamat sore, Nyonya." Sapa sang Dokter pada Nyonya Lusi yang baru sampai.
"Sore, Dok. Bagaimana keadaan Istri Adit?." Tanya Nyonya Lusi.
"Keadaan Istri-nya baik-baik saja, Nyonya." Balas sang Dokter sopan.
"Baiklah. Terima kasih, Dok. Kalau begitu berhati-hati lah." Ucap Nyonya Lusi dengan perasaan senang.
Beliau langsung menaiki tangga untuk menuju kekamar Adit. Terdengar suara ketukan dari luar kamar-nya, Adit pun langsung membuka-kan, ternyata itu adalah Nyonya Lusi.
"Mana Irfan, Mah?." Tanya Adit.
"Ada kok, tadi mamah kesini gak bilang-bilang." Jawab Nyonya Lusi, iya langsung menghampiri Dita yang tengah berbaring diatas ranjang.
"Bagaimna keadaan-mu?." Tanya Nyonya Lusi pada Dita yang baru saja sadar.
"Aku baik-baik aja mah." Balas Dita dengan suara parau.
"Mamah sangat bahagia, karena sebentar lagi akan mempunyai cucu." Kata Nyonya Lusi
"I, iya mah." Balas Dita malu. Adit langsung mencium kening Istri-nya tanpa merasa malu, sedangkan Dita merasa sangat malu karena diperlakukan seperti itu didepan ibu mertua-nya.
Nyonya Lusi sangat bahagia melihat keharmonisan rumah tangga Anak-nya itu, iya sangat berharap agar tidak ada yang mengganggu hubungan mereka nanti-nya.
"Ingin Pizza." Ucap Dita yang tiba-tiba. Adit yang mendengar permintaan Istri-nya langsung terkekeh sama seperti Nyonya Lusi.
"Kenapa?." Tanya Dita mengeryit
"Kau sangat lucu." Langsung menyentil hidung Dita dengan gemes "Kau disini saja bersama Ibu, aku akan membelikan-nya?" Sambung Adit lagi dan mencium pucuk kepala Dita.
"Yang enak." Sahut Dita. Adit pun mengangguk dan segera pergi meninggalkan mereka berdua.
"Diman orang tua-mu?." Tanya Nyonya Lusi. Dita yang mendengar pertanyaan itu langsung tertunduk sedih.
"Sudah meninggal bu." Jawab Dita lirih. Mendengar itu membuat Nyonya lusi merasa sangat bersalah.
"Maafkan Ibu." Ucap Nyonya Lusi yang ikut sedih.
"Tidak apa-apa bu." Balas Dita yang kembali tersenyum.
"Nih." Ucap Adit yang baru datang dan menyerahkan pizza-nya kepada Dita.
"Kenapa seperti ini?." Tanya Dita mengeryit.
"Kan itu pizza yang kau mau." Balas Adit. Nyonya Lusi yang melihat kelakukan mereka berdua hanya bis menahan tawa-nya.
"Oh." Balas Dita singkat dan langsunh memakan-nya.
Hoekkk
Baru saja satu gigitan, Dita langsung memuntahkan-nya. Adit hanya bingung melihat Istri-nya seperti itu, karena iya masih belum mengerti.
"Tidak enak, blekk." Ucap Dita jyjyk
"Hahhaahaaa, seperti-nya kau akan frustasi, Dit." Tawa Nyonya Lusi. Adit yang ditertawa-kan hanya mengeryitkan dahi-nya.
"Bukan kah kau menginginkan pizza?." Tanya Adit. Dita yang diberi pertanyaan oleh Adit langsung berpikir.
"Aku ingin Ice Cream saja." Balas Dita tanpa merasa berdosa sedikit pun.
"Apa lagi?." Tanya Adit yang mulai frustasi.
"Kau yang sabar Dit." Ucap Nyonya Lusi prihatin sambil menahan tawa-nya.
__ADS_1
"Itu saja." Balas Dita singkat
Adit pun segera pergi untuk membelikan Ice Cream yang diminta oleh Istri-nya. Sedangkan Nyonya Lusi menuju dapur untuk membuat-kan sesuatu untuk Dita minum.
Lima menit kemudian, Adit sudah kembali dengan membawa beberapa macam Ice Cream ditangan-nya dan segera menemui Ibu-nya didapur.
"Banyak sekali." Kekeh Nyonya Lusi.
"Nanti disuruh beli lagi." Frustasi Adit
"Hahhaaaa. Kau harus sabar." Ujar nyonya Lusi yang terus tertawa
"Huh."
"Ini jamu buat istrimu. Mamah mau pulang dulu, nanti bakal kesini lagi." Ucap nyonya Lusi menyerahkan segelas jamu keada Adit, dan segera pulang.
Adit pun mengangguk, iya segera keatas untuk menyerahkan Ice Cream dan Jamunya. Kini Adit sudah berada didepan pintu kamarnya, hanya tinggal masuk saja.
"Huh!. Tarik napasss!!." Sambil menarik napasnya panjang dan segera menghembuskan-nya dengan kasar.
Setelah sudah dengan semua persiapan, Adit segera masuk kedalam. Namun, saat Adit masuk kedalam ternyata Dita-nya sudah tertidur.
"Ck, ck. Untung istri." Kata Adit sambil memperhatikan istrinya yang sedang tidur.
"Semoga kau selalu sehat sayang." Kata Adit yang memusut kepala Dita sambil tersenyum.
Karena malam semakin larut, Adit pun segera ikut tidur disamping istrinya itu sambil memeluk dengan erat.
---------
Dua pasangan itu masih tertidur dengan nyenyak. Karena matahari masuk disela-sela jendela kamar, mereka pun akhirnya terbangun.
"Hoaaaaam!." Sambil menutup mulutnya yang baru saja menguap, dan mengumpulkan semua nyawa-nya yang masih terpisah.
"Sayang bangun." Panggil Dita. Padahal Dita lah yang masih belum sadarkan diri. Sedangkan Adit sudah berdiri dipinggir ranjang, sambil menahan tawa melihat tingkah istri kecilnya itu.
"Bodoh!. Orang sudah bangun lebih dulu, dan kau sok-sok'an bangunin orang. Ck, ck." Gerutu Dita mengejek dirinya sendiri.
"Ck, ck." Sahut Adit sambil menggelengkan kepalanya.
"Eh?!."
"Cepatlah mandi." Suruh Adit
"Gendong." Manja Dita. Adit hanya terkekeh melihat istrinya yang sangat manja itu, iya pun segera menggendong istrinya kekamar mandi.
Setelah berada didalam kamar mandi mereka berdua segera mandi bersama-sama. Eh, bukan mandi tapi bercumbu ya gaess, anjayy...
Adit mulai meremas payudara milik Dita dengan sangat bergairah. Sedangkan Dita terus mendesah ke(gak tau author hehehee).
Mereka berdua saling bercumbu dengan mesranya. Adit terus saja mengecup leher Dita, membuat tanda kepemilikan-nya dengan sangat banyak.
-------
Hari ini Adit tidak bekerja, karena iya hari ini ingin membawa istrinya untuk berjalan-jalan ditaman.
"Kita makan dulu, baru berjalan-jalan." Ucapan Adit hanya diangguki oleh Dita. Merek pun segera turun kebawah untuk sarapan pagi(ups siang).
-------
Kini mereka berdua sudah selesai sarapan, dan segera pergi keluar untuk berjalan-jalan.
"Ingin naik sepeda." Rengek Dita didepan rumahnya.
"Gak boleh!." Tegas Adit
__ADS_1
"Hikss, hiks. Bolehin yaa." Mohon Dita dengan berpura-pura menangis. Adit yang melihat Istrinya menangis merasa kasihan, iya pun terpaksa meng-iyakan permintaan Dita.
"Baiklah. Kau nanti dibelakang saja." Ucap Adit dengan suara cemas
"Tidak!!. Aku mau-nya didepan." Menatap Adit dengan tajam. Adit yang ditatap oleh istrinya hanya bisa menghembuskan napas dengan kasar.
"Tunggu sebentar." Ucap Adit pasrah
"Yey, horee!!. Nginggg nginggg, bushhh." Seru Dita kegirangan. Kelakuan Dita saat ini seperti anak berusia 5 tahun, yang sangat manja dan cengeng.
"Nih." Sambil menyerahkan sepeda yang seperti macam upin&ipin tuh.
"Wah, keren!!. Eitss, aku ingin pake baju couple." Manja Dita dengan bibir dimaju-kan.
"Huh!!. Warna?." Tanya Adit yang mulai gusar.
"Em, biru." Sahut Dita
"Ma...."
"Eh!!, pink." Potong Dita sambil tersenyum tanpa dosa.
"Huh!!, baiklah. Mari ikut." Sambil menarik tangan Dita masuk kedalam rumahnya.
-----
"Coba lihat, kerenkan." Sambil menunjukkan baju switernya yang berwarna pink kepada Adit.
"Ya. Sangat keren." Sahut Adit frustasi
"Kau seperti banc*." Ejek Dita asal-asalan.
Sabar Dit, dia lagi hamil." Batin Adit
-------
Kini mereka sudah berada ditaman. Dita masih duduk sepedanya, sama seperti Adit yang masih diposisi-nya, karena Adit takut kalau nanti Dita akan terjatuh. Iya masih memperhatikan istrinya yang ada didepan, dengan kaki dinaik-kan dan tanpa berpegangan.
***Q&A
Q:Thor, kok ceritanya udah jauh ya?.
A:Buat kalian yang dulu udah baca sampai Bab 28. Author saranin buat baca dari Bab 20/21. Karena dari situ cerita kelanjutan dari Bab 28.::
Q:Maksutnya thor?.
A:Kemarin Babnya Author perbaharui, dari Bab 1-28.
Q:Kenapa jadi diperbaharui thor?.
A:Karena, ada Bab yang kata-nya hanya sampe 50* lebih aja. Maka dari itu, Babnya Author perbaharui.
Q:Oh. Terus?, kok lama up-nya ya thor?.
A:Maaf ya🙏. Karena Author lagi berada dirumah sakit, jadi gak bisa ngetik. Nanti Author usahain buat Bab-nya lagi.
Q:Ok thor, semangat!!.
A:Thanks**
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG*...