Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Jujur! Siapa dia?


__ADS_3

Tak terasa hari sudah mulai gelap, kini Dita tengah beristirahat diatas kasurnya sambil memainkan ponsel milik Adit.


Ceklekk


Pintu kamar dibuka dan masuklah Adit dengan berpakaian sangat rapi, sehingga membuat Dita mengeryit.


"Kau mau kemana?." Tanya Dita mengeryit


"Kepoo lu." Sindir Adit


"Awassssss kau ya!." Langsung beranjak dan menghampiri Adit yang berada diambang pintu, saat Dita berlari, kakinya tak senghaja tersandung dan....


Untungnya Adit berhasil menyelamatkan istrinya yang hendak terjatuh tadi, jika tidak? Mungkin bayi yang ada didalam kandungan Dita tidak akan selamat.


"Kau hati-hatilah sayang, jika tidak ada aku mungkin kau akan celaka." Cemas Adit membawa istrinya untuk duduk


"Maafkan aku. Aku terlalu ceroboh." Balas Dita merasa bersalah


"Kau bersiap-siaplah sayang, kita akan keluar." Ucap Adit lembut sambil tersenyum getir


"Mau kemana?."


"Kau akan tau nanti." Balas Adit yang ingin memberi kejutan teristimewa kepada istri kecilnya itu.


"Baiklah, tunggulah sebentar." Langung pergi dan masuk kedalam ruang ganti. Tak berapa lama, Dita sudah keluar dari ruang ganti dengan memakai baju yang berbeda dari sebelumnya.


"Mari berangkat." Ajak Dita semangat, tanpa memolesi wajahnya dengan make up


"Apa kau tidak ingun berdandan?." Tanya Adir mengeryit


"Tidak, itu hanya memperlambat." Jawab Dita asal. Mendengar itu membuat Adir terkekeh sambil menggelengkan kepalanya. Ia pun segera menggandeng tangan istrinya dan membawanya keluar.


Saat sudah berada didalam mobil, Adit mengeluarkan kain panjang berwarna hitam lalu menyerahkan nya kepada Dita, sehingga membuat Dita bingung, itu untuk apa?


"Buat?." Tanya Dita singkat


"Pakailah. Aku akan memberi kejutan istimewa untukmu." Balas Adit tersenyum getir. Tanpa bertanya lagi, Dita langsung memakainya untuk menutupi kedua matanya itu.


Adit langsung menjalankan mobilnya menuju taman yang sudan ia hias tadi. Tak berapa lama, kini mereka berdua sudah sampai diparkiran taman tersebut.


Tidak ada siapa-siapa ditaman itu, hanya Adit dan Dita saja. Adit segera menuntun istrinya untuk turun dan membawanya kesebuah meja yang sudah ditaruh makanan serta minuman.


"Kemana, Dit?." Tanya Dita bingung


"Sebentat lagi sampai." Menggandeng tangan istrinya dengan berhati-hati, karena sudah sampai dimeja yang sudah dihias itu, Adit langsung mendudukkan istrinya dibangku, lalu membukakan penutup mata istrinya.


"Bagaimana? Apa kau suka?." Tanya Adir yang baru membuka penutup mata istrinya, sedangkan Dita yang ditanya hanya diam melongo melihat dekorasu yang sangat indah itu.


"Sudah ku duga, kau pasti menyukainya." Dengan bangganya mengucapka kalimat itu.


"Terima kasih, kau sudah membahagiakan ku." Ucap Dita lirih sambil tersenyum lekat kepada suaminya. Saat ini ia ingin sekali jujur dengan semuanya, namun rasa takut menutupi kejujuran itu, sehingga membuatnya mengurungkan niat tersebut.


"Sama-sama sayang. Makanlah." Suruh Adit, Dita pun langsung mengangguk dan mulai memakan makanan nya.


"Buka mulutmu." Melayangkan sendok dengan berisi makanan miliknya, Dita pun langsung menerima suapan itu dengan senang hati.

__ADS_1


Kini keduanya sudah selesai makan, Adit pun langsung pergi mengambil sebuah gitar yang sudah disediakan terlebih dulu.


"Apa kau bisa menyanyi?." Tanya Dita yang melihat suaminya membawa gitar


"Tentu. Kau dengarkan dan rasakan lah." Balas Adit getir, dan mulai memainkan gitatnya.


...................


•Cahaya dengarkan diriku bernyanyi..


Tentang rintihan hatiku ini


Yang selalu terluka..


Dan menderita karena cinta yang buta


•Cahaya tegarkanlah kakimu dibumi


Jadilah bintang yang selalu menyinari


Tetaplah ceria


Meski.. Dunia tak seindah kenyataan nya..


••Cinta memang membutakan mata


Hatiku yang selalu salah menilainya


Dia yang ku anggap sempurna


Ternyata berdusta...


••Kini dia pergi tancapkan luka


Dengarlah wahay cahayaaa.....


(Cieee jadi ikut nyanyi, wkwkwkkkk. Jangan baper ya sama lagunya awokkawok)


•Cahaya tegarkanlah kakimu dibumi


Jadilah bintang yang selalu menyinari


Tetaplah ceria


Meski.. Dunia tak seindah kenyataan nya..


•••••••••


••Cinta memang membutakan mata


Hatiku yang selalu salah menilainya


Dia yang ku anggap sempurna


Ternyata berdusta...

__ADS_1


••Cinta memang membutakan mata


Hatiku yang selalu salah menilainya


Dia yang ku anggap sempurna


Ternyata berdusta.......


••Kini dia pergi tancapkan luka


Dengarlah wahay cahayaaa


Dia memang tak pantass ada disamping kita.....


(Maaf ya gaes, kalau ada yang salah awokkawok)


"Bagaimana? Baguskan?." Tanya Adit menatap istrinya dengan lekat, sedangkan Dita saat ini merasa tegang.


"Ayolah sayang, kau kenapa?." Tanya Adit menyadarkan istrinya yang sadari tadi melongo


"Eh? Tidak ada apa-apa. Aku tidak menyangka, kau bisa bernyanyi sebagus itu." Kagum Dita, sebaik mungkin menenangkan pikiran nya yang saat ini tak karuan.


"Siapa dulu donk." Bangga Adit yang ingin menenangkan ketegangan dari istrinya. Ia tahu, bahwa istrinya saat ini tengah memikirkan sesuatu, sehingga membuatnya gugup


"Bangga banget." Sindir Dita


"Apa aku boleh bertanya?." Dengan suara yang serius


"Apa kau mencintaiku?." Tanya serius


"Aku sangat mencintaimu. Kenapa kau bertanya seperti itu sayang?" Tanya Dita mengeryit, karena tak biasanya suaminya itu bertanya seperti ini.


"Lalu? Ada hubungan apa kau dengan pria itu?."


Pranggg


Bagai petir yang menyambar dimalam hari. Mendengar pertanyaan itu membuat tubuh Dita langsung membeku ditempat, perasanya saat ini semakin tidak karuan, air matanya pun mulai keluar dari pelupuk matanya itu.


"M-maafkan aku." Sambil menangis


"Jujur! Siapa dia?." Tanya Adit sekali lagi, namun Dita diam saja. Saat ini Dita tengah memperhatikan sesuatu yang ganjal, dan tibalah.... Dita langsung beranjak dari duduknya lalu menghampiri Adit dan memeluknya dari belakang


Dorr


Dorr


Dorr


.


.


🌹*Jangan lupa kasih Like, Vote, Coment dan Ratenya ya, karena itu sangat berharga bagu Author.🌹


Mampir juga kekarya Author judulnya 'Nanda & Claundia' sama 'Wanita Pembunuh Berantai' nama penanya 'Asnah*'

__ADS_1


__ADS_2