
Pria yang tadi masuk kedalam ruangan Dita, langsung menghampiri Dita dengan wajah sendunya. Dita yang melihat kedatangan pria itu merasa sangat senang.
"Bagaimana keadaan kau dan bayimu?." Tanyanya cemas yang duduk disebelah Dita sambil memegang pergelangan tangan Dita.
"Aku baik-baik saja, tenanglah." Balas Dita menenangkan sang empu
"Kau ikutlah dengan ku, mereka tidak bisa menjaga mu." Ucapnya lirih
"Ia, nanti." Balas Dita memelas. Pria itu langsung mengecup pucuk kepada Dita dengan penuh kasih sayang, mereka berdua tak menyadari bahwa ada yang memperhatikan diluar. Ya, siapa lagi kalau bukan Adit, mendengar perkataan dari istri kesayang nya itu membuat hatinya hancur, ditambah lagi ia melihat istrinya bersama seorang pria.
"Baikah, aku pergi dulu." Ucapnya lalu segere pergi. Adit yang melihat pria itu hendak keluar langsung bersembunyi agar tidak ketahuan. Saat pria yang bersama Dita tadi keluar, barulah Adit kembali. Adit berdiri didepan pintu ruangan istrinya, sambil menguatkan hatinya yang sudah hancur.
Mengambil napasnya lalu menghembuskan dengan kasar, lalu membuat senyuman palsu supaya istrinya tidak curiga. Adit mulai membuka pintu ruangan istrinya itu dan masuk, walaupun hatinya sangat berat.
"Maaf sayang, menunggu lama." Ucap Adit lembut lalu menaruh bungkusan yang ia bawa tadi diatas meja.
"Tidak apa-apa sayang." Balas Dita membalas senyuman dari suaminya. Adit ingin sekali bertanya apa hubungan istrinya dengan pria tadi, namun ia kurungkan. Ia hanya menunggu sampai istrinya sendiri yang memberitahunya, walaupun menahan rasa sakit itu.
Adit mulai membukakan bungkusan itu, dan menyuapi rujak kepada istrinya. Dengan senang hati Dita menerima suapan dari suaminya itu.
------------
Malam hari, saat ini Dita sudah tertidur dengan pulas, sedangkan Adir terus menatap istrinya dengan tatapan sendu. Adit terus mengingat perkataan pria tadi yang hendak membawa istrinya pergi dari kehidupan nya.
__ADS_1
Karena meras terganggu, Dita membuka matanya dengan perlahan, dan tatapan keduanya bertemu.
"Kenapa kau belum tidur sayang?." Tanya Dita lembut
"Aku tidak bisa tidur." Balas Adit berbohong
"Naiklah, aku juga tidak bisa tidur nyenyak." Suruh Dita, dengan terpaksa Adir menuruti kemauan istrinya itu.
Mereka berdua saling bertatapan, karena merasa aneh, Dita pun langsung bertanya. "Apa kau baik-baik saja sayang?." Tanya Dita bingung
"Ia, aku baik-baik saja sayang. Tidurlah." Mengecup kening istrinya lalu memeluknya dengan erat, seperti tidak ingin kehilangan istri kecilnya itu.
------------
Mobil mereka langsung jalan menuju pulang. Adit terus memegang tangan istrinya dengan sangat erat, tanpa ingin melepaskan nya.
"Aku tetap akan disini, tidak akan kemana-mana." Ucap Dita mencium pipi Adit dengan lembut
"Berjanjilah, kau tidak akan pergi kemana-mana." Menunjukkan jari kelingking nya diudara. Melihat itu, Dita langsung membalasnya, kini jari kelingking keduanya telah bersatu.
"Aku berjanji." Balas Dita tersenyum.
Tak berapa lama kemudia, mobil mereka sudah memasuki gerbang rumah mereka sendiri. Terlihat Nyonya Sarah yang memyambut kedatangan mereka berdua. Adit langsung membukakan pintu untuk istrinya tutun.
__ADS_1
"Nenek." Panggil Dita menghampiri Neneknya dan langsung memeluknya
"Nenek sangat merindukan mu sayang." Ucap Nyonya Sarah lirih
"Aku juga, Nek." Sambil masuk kedalam rumahnya.
Keesokan harinya, saat ini Dita tengah menonton kartun kesukaan nya yaitu Upin&Ipin, semenjak ia hamil Dita langsung menyukai kartun tersebut. Sedangkan Adit, kini ia berada disebuah taman menyiapkan semuanya, karena malam nanti ia akan mengajak istrinya untuk berkencan, sekaligus bertanya.
Karena sudah selesai, ia pun segera kembali kerumah untuk bertemu istri kecilnya itu, karena posisi taman dan rumahnya tidak terlalu jauh, jadi tidak membutuhkan waktu lama bagi Adit sampai dirumahnya.
"Hai, sayang." Sapa Adit menghampiri istrinya
"Hai, juga sayang. Kau dari mana?." Tanya Dita yang langsung bersender dibahu suaminya.
"Ada urusan sedikit." Balas Adit dan mencium pucuk kepala istrinya dengan penuh kasih sayang. Entah kenapa perasaan nya saat ini sangat gelisah, seperti akan terjadi sesuatu.
.
.
🌹*Jangan lupa kasih Like, Vote, Coment dan Ratenya ya, karena itu sangat berharga bagu Author.🌹
Mampir juga kekarya Author judulnya 'Nanda & Claundia' sama 'Wanita Pembunuh Berantai' nama penanya 'Asnah*'
__ADS_1