Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Meninggal


__ADS_3

Ibu Sasa adalah salah satu wanita yang saat ini didekati Pak Udin, namun semuanya telah hancur.


Abis deh gue. Mah maafin udin, karena gak bis kasih mamah mantu lagi. Hikss, hiks." Batin pak udin menangis.


"Kata siapa?." Tanya Pak Aji santai yang masih ngupil


Karena iya tidak peduli, iya hanya tidak ingin kelakukan nya dilihat oleh Dita, calon Istri katanya wkkk.


Ibu Sasa yang melihat Pak Aji ngupil, merasa lucu dan gemes. Entah otak Ibu Sasa letaknya dimana, hanya tuhan yang tahu.


Pak Udin memperhatikan tatapan Ibu Sasa kepada Pak Aji yang membuatnya kesal.


"Kata Pak Udin." Jawab Ibu Sasa lemah lembut.


Hati pak udin saat ini sangat pahit meresap ketubuh, bagai tersayat sembilu, perih kedalam kalbu, lagu anjayy.


"Heh, sinting." Ejek Pak Aji.


Para murid yang berada disitu merasa senang, karena iya mendapatkan hiburan geratis dari guru-guru nya yang kagak ada akhlakk.


💙Dua hari kemudian....


Kondisi Dita sudah membaik, karena kemarin Jeni membawanya kerumah sakit untuk diperiksa.


Dita pun bersiap-siap untuk berangkat bekerja, Dita hanya berjalan kaki menuju tempat kerjanya karena iya tidak mempunyai uang untuk naik ojek.


Dua puluh menit kemudian Dita sampai direstoran tempat iya bekerja, baru saja membuka pintu, para pelayan yang sudah ada disana sudah mengejek Dita.


"Eh, kirain mengundurkan diri."


"Jala**."


"Sok cantik."


"Oplas."


Semua perkataan mereka hanya diabaikan oleh Dita, iya pun menuju dapur untuk bersiap-siap.


-----


Kini Dita tengah membersihkan meja yang sudah kotor, namun iya tiba-tiba dipanggil salah satu senior yang sudah lama bekerja disana.


"Heh, sini kau." Katanya. Dita pun segera menghampiri senior yang bernama Mila.


"I, iya Kak?." Tanya Dita dengan wajah tertunduk.


"Nih, ada makanan sisa buat lo." Menyerahkan dengan kasar


"M, maka..."


Byurrr


Makanan yang tadi hendak Dita ambil, malah disiramkan kebadan Dita, untungnya makanan itu sudah dingin, andai panas, mungkin kulit Dita sudah merah.


"Emang enak." Ejeknya dan pergi dari hadapan Dita.


Hikss


Hiks


Dita mengeluarkan air mata, dita terus berpikir 'Apa salahku?, sehingga terus dihina dn diinjam oleh orang-orang'. Karena sudah sore Dita segera pulang, dengan baju yang basah kuyup.

__ADS_1


Dita berjalan dengan tersenyum, layaknya tidak pernah ada beban sama sekali. Karena iya tahu, bahwa ada yang mengawasinya.


"Kau sangat pintar sayang, menyembunyikan kesedihan mu." Ucap seseorang yang tak jauh dari Dita.


Lima belas menit kemudian Dita sampai didepan rumahnya. Saat Dita hendak membuka pintu, tiba-tiba pintunya terlebih dulu dibuka oleh Nyonya Sarah.


Byurrr


Nyonya sarah langsung menyiram Dita dengan air sabun bekas cucian bajunya. Badan Dita pun bertambah basah, iya hanya bisa diam tertunduk, tanpa berkata sepatah kata pun.


"Anak sial." Kata Nyonya Sarah dan kembali masuk kedalam.


Dita segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sangat kotor. Dua puluh menit kemudian Dita baru keluar dari kamar mandinya.


Saat ini Dita sedang belajar dikamarnya, namun karena iya tidak makan dari siang, iya pun pergi kedapur untuk makan.


Saat Dita sudah berada didapur, Nyonya Sarah juga tengah berada didapur yang sedang sarapan.


Dita segera duduk dibangku, tapi sebelum itu, Nyonya Sarah terlebih dulu membuka suara.


"Kau tidak boleh makan malam ini." Kata Nyonya Sarah tanpa melihat kearah Dita yang sangat pucat. Mendengar itu membuat Dita tidak jadi duduk, iya pun kembali kekamarnya lagi.


Setelah berada dikamar Dita segera tidur, agar tidak merasa lapar lagi. Dita langsung terlelep, padahal perut Dita terus berbunyi.


Tengah malam, Dita tiba-tiba merasa sakit diperutnya, iya pun terbangun dan memegang perutnya dengan kuat.


"Akhh, sakit." Isak Dita


Iya pun segera keluar kamarnya dengan berhati-hati, Dita menuju dapur untuk mencari makanan sisa. Namun saat Dita mencari, tidak ada satu pun makanan yang bisa iya makan.


Dita pun akhirnya hanya minum dua gelas air untuk mengenyangkan perutnya. Kini dita sudah kembali kekamarnya dan segera berbaring


Saat dita sudah berbaring, tiba-tiba saja iya teringat sesuatu...


Dita, kakaknya dan kedua orang tuanya tengah berjalan dipinggir jalan.


Waktu itu harinya sudah malam, saat mereka hendak menyebrang, entah mobil itu dari mana, yang tiba-tiba saja melaju kearah mereka berempat.


Saat sudah dekat kedua orangtua Dita mendorongnya kepinggir bersama kakaknya.


Kepala dita terbentur dipinggir jalan, sedangkan kakaknya terbentur pohon-pohon yang lumayan besar


Titt


Titttt


Brukkkh


Kedua orangtua Dita mengalami kecelakaan yang parah, banyak orang-orang yang menggerumbungi tempat kejadian itu.


Dita yang melihat kedua orang tuanya belumuran darah, terus menangis sambil mengguncang tubuh kedua orang tuanya.


"Maaf Dek, orangtua Adek sudah meninggal." Ucapnya lirih yang baru memeriksa denyut nadi kedua orangtua Dita.


"Hikss, hiks. Ayah dan ibuku masih hidup, hiks, hiks." Isakan Dita semakin keras, karena kedua orangtuanya tak kunjung bangun.


Mobil ambulan baru tiba ditempat itu, dan segera membawa kedua orangtua Dita, termasuk kakaknya yang masih pingsan.


Hikss


Hiks

__ADS_1


Dita terus saja menangis tanpa henti, iya pun berniat untuk membalas dendam kepada orang yang sudah membunuh kedua orang tuanya itu.


Aku Anandita Kusuma, akan membalasman dendam atas mematian kedu orangtua-ku. Apa-pun akibatnya, akan aku lakukan." Batin Dita dengan penuh amarah dan sedih.


FLASHBACK OFF


Keringat dingin sudah membasahi Dita, kini air matanya terus mengalir saat mengingat kejadian malam itu.


Hikss


Hiks


"Maafin Dita, Mah, pah. Dita belum bisa membalaskan dendam atas kematian mamah dan papah. Hikss, hiks." Kata dita terisak. Karena ngantuk, Dita pun tertidur kembali.


💙Sedangkan kediaman Adit....


Saat ini Adit juga terbangun, karena merasa gelisah, pikirannya terus mengarah kewajah Dita yang bak bidadari itu. Iya pun segera membuka laci, dan mengambil ponselnya.


Didepan layar ada foto seorang wanita yang sangat cantik, ya siapa lagi kalau bukan Dita. Adit mendapatkan foto itu secara diam-diam agar tidak ketahuan Dita.


"Kau sangat cantik." Gerutu Adit tersenyum


"Kau kemana saja." Lirih Adit. Karena Adit sudah dua hari tidak melihat Dita dikampusnya.


Saat adit hendak menemui Dita, Nyonya Sarah malah mengusirnya dengan kasar. Adit pun terpaksa pergi dari kediaman Dita dengan berat hati.


"Entah, aku bingung, kenapa saat bersama mu, hatiku merasa aneh, saat kau bersamanya hatiku merasa sakit dan cemburu." Sambil melihat foto Dita


Adit pun kembali tertidur, karena matanya tiba-tiba sangat berat.


💙Pagi hari...


Dita sedang bersiap-siap untuk pergi berangkat bekerja.


Perut Dita terus berbunyi karena dari kemarian iya tidak makan, iDta pun berniat kedapur untuk mencari sesuap nasi untuk iya makan. Namun saat sudah berada didapur, tidak ada sebiji nasi pun diatas meja.


.


.


Bab Author perbaharui🙏


.


.


Follow Ig Author:@anahmsr


Fb:anahmsr


Email:hasnahmr05@gmail.com


.


.


JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2