Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Pingsan


__ADS_3

Tubuh dita tergeletak dilantai, dengan banyak memar disekujur tubuhnya. Dita terus menangis terisak-isak tak henti. Darah terus mengalir disudut bibir Dita. Akibat Nyonya Sarah yang terus menampar pipinya.


Sedangkan Nyonya Sarah. Bukannya menolong cucunya. Iya malah terus menghamburkan barang-barang milik Dita.


"Kemana kau sembunyikan. Jala**!!!." Marah Nyonya Sarah


Argghh


Hiks


Kaki Dita diinjek kuat oleh Nyonya Sarah. Dita pun terus menjerit kesakitan. Karena tak kuasa lagi. Iya pun akhirnya menutup mata, tak sadarkan diri.


Karena sudah puas menuduh cucunya. Nyonya Sarah pun keluar dari kamar Dita.


Tak terasa hari sudah mulai gelap. Saat ini Dita masih tergeletak dilantai tak sadarkan diri. Nyonya Sarah pun masuk kedalam kamar Dita, sambil membawa segelas air. Minuman itu langsung ditumpahkan Nyonya Sarah diwajah Dita.


Dita, langsung tersadar. Namun, iya masih belum sepenuhnya sadar. Dita masih tidak kuat untuk menyenderkan tubuhnya yang banyak memar.


"Bangun!!." Ketua Nyonya Sarah, sambil menyepak kaki Dita yang bengkak


Hikkkss


Hiks


Arghhh


"Makanya. Bangun cepat!!!." Suruh Nyonya Sarah.


Dita pun dengan cara perlahan-lahan mendudukkan badannya. Iya sangat berhati-hati, karna kaki Dita sangat bengkak, dan banyak memernya.


"Kau!!. Sangat lambat!!." Marah Nyonga Sarah. Iya langsung menjambak rambut Dita, sehingga membuat Dita meringis kesakitan


Aaakhh


Hikss


Hiks


"A, ampun. Nek." Mohon Dita terisak-isak


"Anak sialan!." Nyonya Sarah langsung pergi meninggalkan Dita yang sedang menangis menahan sakit disekujur tubuhnya.


Dita pun mengesotkan tubuhnya dengan perlahan, menuju kasurnya. Setelah sampai, Dita langsung berbaring, dan memejamkan matanya yang sembab.


💙Sore hari...


Kini Dita tengah menyapu halamannya dengan berhati-hati. Karena kakinya belum sembuh total. Sedangkan Nyonya Sarah, saat ini iya sedang tidur dikamarnya.


"Kau, kenapa?." Sontak membuat Dita terkejut, dan berbalik secara perlahan-lahan


"A, aku tidak apa-apa." Sahut Dita gugup.


"Kau jangan berbohong, Sayang." Langsung menggendong tubuh Dita, dan pergi menuju mobilnya, yang terparkir lumayan jauh dari rumah Dita.


"K, kita kemana?." Tanya Dita, yang baru masuk kedalam mobil sang Empu.


"Memeriksa-mu." Sahutnya, yang langsung menyalakan mobilnya dan menjalankan dengan cepat. Karena iya sangaf khawatir dengan keadaan Dita sekarang.

__ADS_1


"A, aku baik-baik, saja. Kita putar balik saja." Ucapan Dita tidak didengarkan olehnya. Iya terus menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Mereka berdua pun, akhirnya sampai diRumah sakit. Pria tadi kembali menggendong tubuh Dita menuju kedalam.


"Tolong periksa, Dia." Suruhnya, yang baru saja meletakkan tubuh Dita, diatas brangkar.


Dita dibawa keruang perawatan. Sedangkan sang empu tadi, tengah mengisi Administrasi untuk Dita. Setelah selesai, iya langsung menunggu didepan ruangan, dimana Dita yang sedang diperiksa didalamnya.


Tak berapa lama, seorang dokter keluar dari ruangan itu. Pria itu pun langsung menanyakan keadan Dita.


"Bagaimana keadaannya, Dok?." Cemasnya


"Tuan tidak usah khawatir. Saya sudah memberi salep dikakinya." Sahut sang dokter


"Lakukan yang terbaik, Untuknya." Perkataan Pria itu diangguki oleh sang Dokter.


"Kalau begitu, saya permisi." Langsung pergi meninggalkan-nya. Sang empu, langsung masuk kedalam untuk menemui Dita, yang tengah tersenyum kearahnya.


"Kau bersamaku, saja." Ajaknya sambil memegang tangan Dita dengan erat


"Nanti, saja." Sahut Dita lembut


"Aku sangat mengkhawatirkan keadaan-mu, ini." Ucapnya lirih. Iya sangat menyayangi Dita.


"Aku baik-baik, saja." Balas Dita tenang


"Diamlah!." Kesalnya. Karena Dita selalu saja berbicara 'baik-baik, saja'. Padahal, iya sedang tidak baik-baik saja. Sama seperti saat ini.


"Aku mau, pulang!." Berbicara dengan datar. Karena Dita sangat kesal kepada Pria itu.


"Nenek, kasihan." Cemberut Dita. Sang empu, hanya bisa menghembuskan napas-nya dengan sangat kasar. Iya pun menatap mata Dita dengan lekat. Hati-nya sangat sakit, saat orang yang iya Sayang, sangat memprihatin-kan.


"Apa kau, yakin?." Tanya sang empu lirih


"Yakin. Lagi pula, aku sudah sembuh." Sahut Dita semangat.


Pria itu pun langsung menggendong tubuh Dita dengan berhati-hati. Sedangkan Dita hanya diam dipelukan sang empu, sambil memainkan jari-jarinya.


Sang empu, itu memberhentikan mobilnya, disalah satu lestoran. Iya pun segera turun dari mobilnya dan masuk kedalam. Sedangkan Dita tertidur dikursi penumpang.


Kini Dita sudah sampai didepan rumahnya. Pria itu pun langsung mengecup pucuk kepala Dita dan pergi meninggalkan Dita, sebelum ada yang melihatnya.


Dita segera masuk kedalam rumahnya, sebelum Nyonya Sarah terbangun. Dita berjalan berhati-hati menuju kedapur, menaruh makanan, yang tadi dibeli.


💙Keesokan harinya...


Karena sudah sembuh. Dita pun akhirnya bisa kembali kekampus lagi. Banyak sekali yang mencari Dita, sama seperti Pak Aji. Iya terus saja mengomel kepada semua murid, karena tak bertemu dengan wanita pujaan hati-nya.


Dita baru saja sampai dikelasnya. Baru saja Dita hendak duduk, tiba-tiba Pak Aji masuk kedalam kelas Dita. Dan menghampiri Dita.


"Maukah kau menjadi, Istriku." Dengan mengeluarkan Cincin yang ada dikantong celananya. Pak Aji berlutut dibawah, dengan kepala terangkat keatas, menatap wajah Dita yang aduhai.


Para murid-murid yang berada didalam kelas langsung bersorak-sorak mendukung.


"Tolak."


"Tolak."

__ADS_1


"Semoga ditolak."


"Tolak."


Mereka semua mendukung Dita. Mereka berharap Dita menolak lamaran dari Pak Aji. Sedangkan Pak Aji, iya sangat kesal kepada murid-murid yang tidak mendukung-nya itu.


Hati Pak Aji sangat gelisah. Karena sampai sekarang Dita, masih belum menjawabnya. Perasaan Pak Aji campur aduk kayak Nasi uduk bukan kayak Odading, Mang Oleh.


"Maaf pak. Saya tidak bisa menerimanya." Pak Aji yang mendengar penolakan dari Dita langsung pingsan. Para murid yang melihat Pak Aji pingsan, bukannga membantu. Mereka semua malah tertawa terbahak-bahak.


Sedangkan Ibu Sasa yang baru lewat, kembali membalikkan badannya. Ibu Sasa masuk kedalam kelas Dita, iya sangat shock melihat Pak Aji yang tergeletak tak sadarkan diri.


"Kenapa kalian diam saja!!." Bentak Ibu Sasa yang sudah duduk disebelah Pak Aji. Para murid pun membantu membawa Pak Aji keruang UKS. Karena mereka tidak ingin dihukum lagi.


Mata kuliah hari ini sudah selesai. Dita segera pulang kerumahnya. Namun, saat didepan gerbang Adit megajak Dita puang bersama.


"Ikut, yuk!." Ajak Adit yang berada diatas motornya


"Apa tidak merepotkan?." Tanya Dita yang merasa tidak enak


"Tidak. Naiklah." Ucap Adit lagi. Dita pun segera naik kemotor Adit.


Adit segera menjalankan motornya dengan hati-hati. Mereka berdua tidak ada yang berbicara. Adit memberhentikan motornya didepan butik yang lumayan ramai.


"Mau apa?." Sambil mengeryitkan dahinya bingung


"Ikut saja." Ajak Adit, yang langsung menarik tangan Dita masuk kedalam


Adit terus memilihkan baju untuk Dita. Namun, Dita selalu menolaknya. Dita merasa tidak enak, karena Adit terlalu baik kepadanya.


.


.


Bab Author perbaharui🙏


.


.


Follow Ig Author:@anahmsr


Fb:anahmsr


Email:hasnahmr05@gmail.com


.


.


JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.


.


.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2