Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Darren atau Alek


__ADS_3

"Kau!!."


"Ya! Kenapa? Kau terkejut? Sekarang kau taukan wajahku? ...... Dan kau bertanya? Aku memiliki hubungan apa dengan nya? Aku adalah Darren, atau biasa disebut dengan panggilan Alek!." Balasnya dengan ketus


"Darren?." Tanya Tuan Dimas


"Ya, Darren! Apa kalian baru ingat ha? Dasar kaluarga pembunuh!!.... Kalian sudah membunuh Ayah dan Ibuku, dan sekarang Adikku!." Dengan penuh amarah


"Adik?." Tanya Adit


"Ya! Aku dan Dita atau nama aslinya Bella adalah Kakak beradik!.... Jika ada sesuatu terjadi pada Adikku!! Maka kalian semua akan mati ditangan ku!!." Ancam Darren, atau bisa disebut Alek.


Tuan Dimas dan Nyonya Lusi yang mendengar itu merasa sangat bersalah, karena merekalah Ayah dan Ibu Bella atau biasa dipanggil Dita, meninggal. Apalagi Adit, ia sangat bersalah, demi menanyakan sesuatu ia membuat istrinya mengalami musibah.


Kini Adit langsung tersender dan terjatuh kelantai dengan tubuh yang sangat lemas.


"M-maafkan kami." Suara lirih dari Tuan Dimas dan Nyonya Lusi


"Meskipun kalian meminta maaf sejuta kali! Ayah dan Ibuku tidak akan kembali!!." Pekik Darren


"Jika kau berhasil menangkap Aji, maka akan ku maafkan!." Ucap Darren menatap Adit dengan sangat lekat.


"Aji?." Tanya Adit bingung

__ADS_1


"Apa kau bodoh? Cepat cari Pak Aji sekarang!!!! Jangan sampai dia kabur terlalu jauh!." Pekik Darren


"Tidak mungkin, Pak Aji." Balas Adit yang tak mempercayainya.


"Cepat bodoh!!!."


Adit hanya mengangguk dan segera menelpon semua anak buahnya, agar bisa cepat menemukan keberadaan Pak Aji. Adit langsung menjalankan mobilnya menuju Apartemen Ibu Sasa. Karena posisi Apartemen Ibu Sasa dan Rumah sakit tidaklah jauh, kini Adit sudah sampai didepan Apartemen Ibu Sasa. Ia pun langsung masuk kedalam Apartemen tersebut.


Tokk


Tokk


Adit langsung mengetuk pintu ruangan Ibu Sasa, tak lama menuggu, Ibu Sasa yang berada didalam langsung membukanya.


"Berikan nomor Pak Aji sekarang." Ucap Adit dingin. Ibu Sasa pun mengangguk dan segera mengambil ponsel miliknya.


"+6282153471529(save nomor wa Author wkwk)."


Setelah urusannya selesai, Adit kembali kedalam mobilnya.


"Ini, Tuan." Menyerahkan alat pelacak yang canggir kepada Adit, karena sebelum Adit pergi ke Apartemen Ibu Sasa, ia menelpon anak buahnya agar mengambilkan alat pelacak tercanggih.


Adit langsung mengambil alat itu dan membawanya kedalam mobil, ia langsung menyambungkan ponsel miliknya kealat tersebut dan mencoba menelpon Pak Aji. Tak lama bagi Adit untuk menelpon Pak Aji, kini mereka berdua sudah saling terhubung. Kenapa Pak Aji mengangkat telpon itu? Karena nomor yang Adit gunakan adalah milik Ibu Sasa, karena Ibu Sasa dan Pak Aji sudah bertunanagan, maka dari itu Pak Aji langsung menjawabnya tanpa berpikir.

__ADS_1


"Hallo, sayang!." Ucap Pak Aji dari sebrang telpon. Saat sudah mendapatkan Alamat Pak Aji sekarang, Adit terlebih dulu memberitahu anak buahnya, agar Pak Aji tidak bisa kabur lagi.


"Uhukk uhuk!." Suara batuk yang senghaja dibuat Adit


"Kau kenapa sayang? Apa kau sakit?." Suara khawatir dari Pak Aji.


"Aku akan menangkap mu!." Ucap Adit dengan


"Kau?!!."


"Ya! Aku adalah Aditya Raharja, suami dari wanita yang kau tembak." Balas Adit. Mendengat itu, Pak Aji langsung mematikan sambungan telponnya.


"Kau akan mati ditangan ku! Dasar tua berdebah!!." Pekik Adit memukul setiran mobilnya.


Ia pun segera menjalankan mobilnya, agar bisa segera sampai ditempat Pak Aji sekarang, karena tempat Pak Aji sekarang cukup jauh.


Sedangkan dirumah sakit, saat ini kondisi Dita semakin parah, akibat banyaknya darah yang keluar dari tubuh Dita, ditambah bayi yang sudah tidak bernyawa didalam perut Dita saat ini. Mereka yang berada dirumah sakit tidak ingin memberitahu kondisi Dita saat ini kepada Adit.


.


.


🌹*Jangan lupa kasih Like, Vote, Coment dan Ratenya ya, karena itu sangat berharga bagu Author.🌹

__ADS_1


Mampir juga kekarya Author judulnya 'Nanda & Claundia' sama 'Wanita Pembunuh Berantai' nama penanya 'Asnah*'


__ADS_2