
Karena kuliah Dita hari ini sudah selesai, iya pun segera pulang kerumahnya.
Dita hanya berjalan kaki, karena iya tidak mau kalau Adit melihat kejadian sama seperti kemarin.
Lima belas menit kemudian, akhirnya Dita sampai dirumahnya, Dita pun segera masuk kedalam rumah untuk istirahat sejenak.
Namun itu hanya kehaluan untuk Dita, belum lagi mengganti pakaian yang dita kenakan. Tiba-tiba nyonya sarah memanggilnya untuk kedapur.
Dita yang mendengar panggilan dari Neneknya dari dapur segera menuju kedapur, karena iya tidak ingin dihukum.
Namun lagi-lagi, pemikiran dita salah, saat ini Nyonya Sarah sedang memegang satu tongkat ditangan kanannya.
"N, nek ada apa?." Tanya Dita gemetar
"Sini kau!." Suruh Nyonya Sarah
Dita yang disuruh mendekat hanya terdiam mematung dengan wajah tertunduk lesu.
"Apa kau tuli!!." Teriak Nyonya Sarah dan mendekati Dita.
Saat sudah dekat, Nyonya Sarah langsung menjambak rambut cantik milik Dita.
Hikss
Ahhhs
Dita mendesah kesakitan karena rambutnya yang dijambak oleh Nyonya Sarah dengan sangat kuat
"Sakit bukan!." Kata Nyonya Sarah menyeringai
Plakk
Bughh
Arkhhh
Nyonya Sarah menampar pipi mulus Dita dan memukul tubuh Dita dengan tongkat yang tadi dipengang nya.
Bughh
Hikss
Hiks
Saat ini Dita sudah tersungkur dilantai dengan banyak luka disekujur tubuhnya. Dan darah segar mengalir disudut bibir mungil milik Dita.
"A, ampun N, nek." Kata Dita terbata-bata
"Kau anak pembawa sial, jala**!." Hina Nyonya Sarah dan lagi-lagi memukul Dita dengan tongkatnya.
Bugh
Arkkh
Plakkk
Tubuh Dita terus dipukul oleh Nyonya Sarah dengan tongkatnya, dan sesekali menumbuk perut Dita yang membuat Dita kesakitan parah.
Hiksss
Hiks
Arkkkh
Karena tidak tahan lagi Dita pun akhirnya pingsan. Nyonya Sarah yang tidak mendengar isakan tangis dari Dita langsung melihat wajah Dita.
"Heh, dasar jala**." Hina Nyonya Sarah lagi dan pergi meninggalkan Dita tanpa membantunya.
Karena sebelum Dita datang kerumah ada seseorang yang menghampiri Nyonya Sarah. Dan membuat cerita bohongan, meskipun orang itu tidak menceritakan apa-apa, Nyonya Sarah sudah membencinya.
__ADS_1
Apa lagi saat mendengar cerita dari orang tadi, akan membuat Nyonya Sarah sangat benci dan jijik pada cucu kandungnya sendiri.
💙Malam hari...
Saat ini dita masih terbaring dilantai tak sadarkan diri. Sedangkan Nyonya s
Sarah tengah melihat dita yang masih terbaring dilantai.
Melihat itu, membuat Nyonya Sarah sangat jijik dan segera mengambil ember dan mengisinya dengan air dingin.
Byurrr
Tubuh Dita disiram oleh Nyonya Sarah dengan air dingin, yang senghaja dikasih es batu banyak-banyak.
Dita yang merasa dingin langsung sadarkan diri, dan mengerjipkan matanya dengan perlahan.
Tubuh Dita mulai mengembang akibat air dingin yang tadi Nyonya Sarah siram.
Dita mulai mendudukkan badannya dengan perlahan, karena iya masih merasakan sakit disekujur tubuhnya.
Saat sudah duduk dita segera memeluk kedua kakinya karena merasa kedinginan.
"Akhirnya, jala** ini bangun." Hina Nyonya Sarah dan pergi meninggalkan dita yang masih terduduk lemas.
Hikss
Hiks
Dita mulai mengelurkan air matanya, karena tak kuasa menahan sakit akibat ulah Neneknya sendiri.
Dengan sekuat tenaga, dita mulai berdiri dengan perlahan-lahan sambil berpegangan ditembok.
Hikss. Mah, Pah, Sakit. Hikss." batin dita menangis
Dita segera menuju kamar mandi dan mengganti pakaian nya dengan perlahan-lahan.
Sepuluh menit kemudian Dita sudah selesai mengganti bajunya yang tadi basah kuyup.
"Kau mau kemana?." Tanya Nyonya Sarah datar
"K, kamar Nek." Jawab Dita ketakutan dan tubuhnya saat ini semakin gemetar.
Bughh
Tiba-tiba saja kaki Dita dipukul oleh Nyonya Sarah dengan tongkatnya, sehingga membuat dita jatuh tersungkur.
Hikss
Hiks
"A, ampun Nek." Ucap Dita dengan isakan tangisnya. Nyonya sarah pun pergi kekamarnya, tanpa membantu Dita untuk berdiri.
Karena tidak sanggup lagi untuk berdiri, dita hanya mengesotkan tubuhnya dengan perlahan-lahan menuju kamarnya yang tidak jauh lagi.
Saat ini Dita sudah berada didalam kamarnya, iya segera membaringkan tubuhnya diatas kasur.
Karena lelah, Dita langsung tertidur, meskipun saat ini perut Dita sedang kelaparan namun rasa itu hanya ditahan oleh Dita, karena iya tidak sanggup lagi untuk menopang tubuhnya dengan kedua kaki yang saat ini sudah bengkak.
💙Pagi hari...
Hari ini Dita tidak masuk kampus, karena Dita saat ini terbaring lemas diatas kasurnya.
Sedangkan dikampus, saat ini Adit tengah mencari-cari Dita yang masih tidak terlihat batang hidungnya.
Kau kemana?. " batin adit khwatir "Apa kau dipukuli lagi oleh nenek-mu itu?, semoga saja tidak." Sambung adit lagi sambil menepis pemikiran buruknya.
Adit yang melihat Alek tengah duduk didalam kelasnya, segera menghampiri Alek untuk bertanya.
"Apa kau melihat Dita?." Tanya Adit langsung ke intinya.
__ADS_1
"Tidak, ada apa?." Tanya Alek balik
"Tidak ada!." Jawab Adit dan pergi keluar
Apa kau sakit sayang. Apa dia menghukum-mu?. Maafkan aku, karena tidak bisa menolong-mu. Aku tidak mungkin kesana untuk menemui-mu." Batin Alek lirih.
Jam pelajaran pun segera dimulai. Hari ini Dosen killer yang akan masuk ke kelas Adit, entah untuk mengajar atau melihat wanitanya.
"Pagi, anak-anak." Sapa pak aji "Dan wa....." Perkataan Pak Aji terputus saat melihat bangku sang wanita pujaan nya itu kosong.
Kau kemana calon istri-ku?." Batin Pak Aji gelisah
"Pagi, Pakk." Sahut semua siswa/i
"Eh, mata empat, kemana dia?." Tanya Pak Aji pada Adit.
"Tidak masuk Pak." Jawab Adit dengan suara sedikit teriak.
"Iya tau, tapi kemana?." Tanya Pak Aji sedikit kesal
"Uuu, rasain tuh, wanitanya tidak ada."
"Udah tua, masih aja godain siswinya."
"Semoga aja, dia pindah."
"Tua bangkee"
"Bujang lapuk aja dah."
"Wanitanya kabur, hahaaa."
Suara para siswa/i yang membuat Pak Aji marah, saat ini tubuh Pak Aji sudah diatas 38°c, sudah dipastikan bahwa pak aji positif corona.
"KALIANN DIAMMM!!!!." Bentak Pak Aji dengan memukul mejanya sendiri.
Brakkk
Aduhh, tangan we sakit, Hiks. Sialan imi meja, retak lagi. Aduhh retak?, nanti Dita tidak bisa belajar disini." Batin Pak Aji khawatir daan gelisah sambil menahan tangan nya yang merah.
Seluruh siswa/i yang ada didalam ruangan itu langsung terdiam membisu dengan wajah tertunduk. Keringat mereka semua mulai berjatuhan kemeja mereka masing-masing.
"Kalian semua!, kerjakan tugas yang pernah Bapa kasih sebulan yang lalu!." Perintah Pak Aji dingin. Para siswa/i yang mendengarnya menjadi tegang dan sangat shock.
Itu adalah tugas yang sangat-sangat dibenci oleh seluruh siswa/i yang ada dikampus tersebut.
.
.
Bab Author perbaharui🙏
.
.
Follow Ig Author:@anahmsr
Fb:anahmsr
Email:hasnahmr05@gmail.com
.
.
JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG.....