Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Retak ginjal


__ADS_3

Kini mereka sudah selesai memilih baju untuk resepsi pernikahan nya nanti. Adit menggandeng tangan kanan istrinya membawa masuk kedalam mobilnya.


"Cepat!." Pekik Dita kesal kepada sang sopir pribadinya. Sang sopir yang bernama pak Ujang itu hanya mengangguk pelan dan segera melajukan mobilnya.


"Kau kenapa?." Tanya Adit menahan tawanya


"Aku ingin segera membuat kue." Balas Dita datar


Mending gak usah deh, percuma! Yang makan kue nya kau juga, huh." Batin Adit lirih


"Pasti enak tuh." Balas Adit pura-pura kegirangan


"Tentu donk." Balas Dita bangga


"Tapi...."


"Sambung lagi! Retak ginjal kau!." Ketus Dita menatap Adit sambil melayangkan jari telunjuk nya.


"Ckckk."


Mobil mereka pun akhirnya sampai dikediaman keluarga Raharja. Adit segera membuka kan pintu mobil istrinya dan membawa nya kedalam.


"Kau mau apa?." Tanya Adit yang melihat istrinya yang langsung menuju ruang dapur.


"Membuat kue." Pekik Dita. Adit pun segera mengikuti istrinya kedapur, dan berniat untuk membantu istrinya itu.


"Akan ku bantu." Ucap Adit memeluk Dita dari belakang dan meletakkan dagu nya dibahu Dita.


"Awas! Nanti nyesel loh."

__ADS_1


Aku sudah pasrah." Batin Adit


"Gak papa lah." Balas Adit. Dita pun segera mengambil bahan-bahan kue nya, sedangkan Adit mengambil alat untuk membuat kue nya.


Mereka berdua segera mencampurkan semua bahan-bahan nya kedalam wadah. Tak lama kemudian, akhirnya adonan kue bolu panggang pelangi nya selesai diadon, dan segera memasukkan nya kedalam oven.


30 menit mereka berdua menunggu akhirnya kue bolu tadi mateng dengan sempurna. Adit segera mengambil pisau kecil untuk memotong kue itu, namun iya malah dihalangi oleh Dita.


"Aisssh, kau mandi lah dulu." Suruh Dita yang sadari tadi memegang hidung mancung nya itu.


"Aku wangi kok." Balas Adit yang sudah tahu itu hanya alasan yang dibuat-buat oleh istrinya.


"Kau sangat bau." Menjauhi Adit sambil membawa kue nya tadi.


Untung sayang." Batin Adit pasrah


"Hem, baiklah. Ingat! Sisa kan untuk ku." Kata Adit menatap istrinya tajam


Dita mulai memotong kue nya dan sesekali masuk kedalam mulutnya. Sepotong demi sepotong, kue bolu itu terus masuk kedalam mulut Dita dan masuk kedalam perutnya.


Kini kue yang tadi iya buat bersama suaminya tinggal satu potong lagi. Saat Dita hendak mengambil, tiba-tiba satu tangan mengambil kue itu. Dengan segera Dita membalik kan wajahnya untuk melihat siapa orang yang berani mengambil kue nya itu.


Iya sangat terkejut saat melihat wajah pria yang tak asing itu, ternyata adalah Adit suaminya sendiri. Melihat kue yang hendak iya makan tadi sudah dimakan oleh Adit, iya langsung mengubah wajahnya menjadi cemberut dan memajukan bibir nya.


"Itu milik ku, hiks." Rengek Dita tak terima


"Kau sudah sangat banyak memakan kue nya." Balas Adit menatap istrinya


"Tapi itu masih kurang, hiks."

__ADS_1


"Dasar bocil rakus." Menyentil kening Dita dengan lembut


Hikss


Hiksss


Suara tangisan Dita tiba-tiba saja pecah, sehingga membuat Adit ketakutan. Iya segera menenangkan istrinya itu, dan membawa nya kedalam kamar.


--------


Hari ini adalah hari pemotretan mereka berdua. Namun itu ditunda oleh Adit, saat melihat wajah istrinya yang sangat pucat dan lesu. Adit merebahkan istrinya keatas ranjang dengan berhati-hati. Sedangkan nyonya Lusi pergi kedapur untuk membuatkan minuman untuk menantu nya itu.


.


.


đŸ’™Visual sebagai Nyonya Lusi dan Tuan Dimas



***Jangan lupa kasih Vote, Like, dan Coment-nya ya para Readers!. Karena itu sangat berguna untuk Author!.


Instagram:@anahmsr


Facebook:AnahMsr


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG***.....


__ADS_2