
💙Malam hari....
Dita saat ini tengah menonton televisi bersama Adit. Karena sudah tak tahan lagi, Dita pun tertidur diatas kursi. Sedangkan Adit, iya masih pokus melihat televisi.
"Coba li...." Perkatan Adit terputus, karena Iya melihat Dita yang sudah tertidur dengan sangat nyenyak. Adit memandang wajah polos Dita, yang membuatnya saat ini sangat takut kehilangan sosok Dita.
Setelah sudah puas, Adit segera menggendong tubuh Dita dan membawanya kedalam kamar. Adit meletakkan tubuh Dita dengan berhati-hati, agar tidak membuat Adit terbangun.
Cup..!
Adit mengecup Bibir Dita sekilas. Karena baru kali ini iya mengecup bibir milik Dita. Adit mematikan lampu kamarnya, dan segera berbaring disebelah Dita. Adit langsung memeluk tubuh Dita dari belakang dengan sangat erat.
Karena merasa sangat ngantuk, Adit langsung tertidur.
Dita bangun lebih pagi dari biasa-nya. Iya langsung menuju kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, baru iya nanti kedapur untuk memasak.
Masakan Dita sangat wangi, sehingga membuat Adit terbangun dari tidurnya. Iya langsung menuju dapur untuk menemui Istrinya.
"Mandilah dulu." Suruh Dita yang melihat kedatangan Adit. Adit pun mengangguk dan segera menuju kamar mandi.
Sepuluh menit kemudian, Adit sudah selesai mandi dan berpakaian. Iya kembali menuju dapur, karena tak sabar lagi untuk makan masakan Istri tercinta-nya itu.
"Makanlah." Sambil menyerahkan piring yang berisi nasi kepada Adit. Adit menerimanya dengan senang hati, Iya langsung melahap makanan-nya tanpa sisa.
Keduanya sudah selesai makan, dan segera bersiap-siap untuk kekampus.
Dita sudah berada didalam kelasnya, bersama Adit. Bel masuk sudah berbunyi, semua murid tinggal menunggu kertas putih yang dikertas-nya tertulis beberapa soal untuk mereka jawab.
"Pagi anak-anak." Sapa Pak Aji dan tatapannya berakhir pada Dita. Pak Aji menatap Dita dengan perasaan bersalah dan merasa kangen. Karena Pak Aji sudah lama tak melihat Dita.
Saat tersebar-nya Video Yona dkk. Pak Aji memutuskan untuk tidak mangajar selama sepuluh hari. Dan baru hari ini, Iya kembali mengajar.
Pak Aji langsung membagikan kertas soalnya kepada semua murid. Saat Pak Aji membagikan kepada seorang siswa yang dimana dulu, kaos kakinya menempel dihidung Pak Aji. Siswa itu pun langsung membisikkan sesuatu kepada Pak Aji.
"Kasihan. Wanitanya sudah bersuami." Bisikan siswa tadi, membuat hati Pak Aji terasa sakit. Iya segera membagikan semua kertas soalnya, dan langsung duduk dimejanya kembali.
Semua murid sudah menyelesaikan ujian hari ini. Adit dan Dita seger pulang kekontrakan-nya. Namun, saat ditengah jalan. Dita menyuruh Adit memberhentikan motornya.
"Kenapa?." Sambil mengeryit kebingungan
"Ituu." Memunyungkan bibirnya, menunjuk kearah seberang. Adit yang melihat kelakuan Istrinya itu langsung terbahak-bahak.
Dita yang mendengar tawa dari Adit langsung cemberut. Karena sudah puas menertawakn Istrinya itu, Adit pun segera menyebrang, untuk membelikan Ice Cream untuk Dita.
"Nih." Menyerahkan satu Ice Cream kepada Istrinya
"Terima-kasih. Sayang!." Sahut Dita. Adit sangat senang karena iya dipanggil Sayang oleh Dita.
Adit kembali menjalankan motornya, menuju ketaman. Karena iya ingin berjalan-jalan bersama Dita.
Selama mereka menikah, kedua-nya tidak pernah berjalan-jalan ketaman. Maka dari itu Adit membawa Dita ketaman, tanpa persetujuan dari Dita.
__ADS_1
Motor Adit baru saja sampai diparkiran. Terlihat sangat banyak orang-orang yang berjalan sore ditaman itu. Ada yang bersama kekasih-Nya, dan ada juga yang ngehalu membayangkan sesuatu, tentu-nya itu adalah para Jomblo Ngenes.
"Situ, yuk!." Ajak Dita menarik tangan Adit. Iya sangat senang sekali bisa berjalam-jalan ketaman lagi.
Semenjak meninggal kedua orang tua-Nya, iya tidak pernah lagi berjalan-jalan ditaman, karena tak mempunyai waktu. Setelah kematin Ayah dan Ibu-Nya, Dita selalu dikurung dan disiksa oleh Nyonya Sarah.
Adit sangat senang melihat senyum yang mengembang dari bibir manis milik Dita. Dita terus saja tertawa sambil memukul lengan Adit, Tapi Adit tidak sama sekali merasa risih. Melihat tawa dari Istri-Nya saja membuat Adit sangat bahagia.
Karena hari sudah sore mereka pun menyudahi berjalan-jalan, dan segera pulang kekontrakan.
Setelah sampai, Dita langsung membersihkan badan-nya yang lengket, sedangkan Adit iya sedang memasak untuk Istri-nya.
"Wangi, bangett!." Ucap Dita yang baru keluar dari kamar mandi. Dita pun menghampiri Adit yang tengah menyelesaikan masakan-nya itu.
"Dorrr!!!." Sontak membuat Adit terkejut. Sedagkan Dita, iya tertawa terbahak-bahak melihat Adit yang sangat shock.
Karena tertawa dan banyak gerak, handuk yang Dita pakai akhir-nya terlepas.
"Apa kau mau menggoda-Ku." Senyum Adit menyeringai, Dita hanya mengeryitkan dahinya, karena iya masih tidak sadar. Adit yang tahu itu, langsung menunjuk kearah bawah.
"Hiyakkkkk.. Bodoh-nya aku!!." Teriak Dita. Iya langsung mengambil handuk-Nya dan berlari kekamar. Adit yang melihat ekspresi Istri-Nya tertawa terbahak-bahak.
"Menggemas-Kan sekali." Ucap Adit tersenyum
"Mati, Aku!." Gerutu Dita. Iya terus mengutuki dirinya yang sangat ceroboh tadi
Dita!!, kau sangat bodoh!!." Batin Dita mengutuki diri-Nya sendiri.
Adit yang melihat wajah Istri-nya mempunyai niatan untuk menggoda lagi, namun Dita terlebih dulu yang membuka suara.
"Apa, hah!!.. Tadi itu kembaran-ku." Ucap Dita tanpa dosa, iya langsung memalingkan wajah-nya dari Adit.
Perasaan Dita saat ini marah campur malu. Tapi iya juga lega, karena Adit tidak memakan-nya tadi.
"Wahh... Ternyata kau punya kembaran, Ya?." Tanya Adit berpura-pura bodoh dengan suara menggoda, Iya sangat suka melihat Istri-nya kalau lagi cemberut
"I, iya. Tadi itu kembaran-ku!." Sahut Dita gelagapan, wajah Dita menjadi merah seperti tomat karena malu.
"Tapi!!, kok kamu tau?.. Bahwa kembaran-mu tadi handuk-nya terlepas?." Adit terus saja menggoda Istri-nya.
"D, dia!!... Ah!!, Sudahlah, aku sangat lapar." Dita langsung mengalihkan pembicaraan-Nya, karena tidak ingin lagi mendengar pertanyaan dari Adit yang membuat Iya merinding.
"Hem, baiklah... Nanti ceritakan, Ya." Sahut Adit, yang masih berpura-pura. Dita hanya mengangguk tanpa melihat kearah Adit yang sedang menahan tawa-nya.
"Kau mau, Apa?." Tanya Adit yang sudah mengambil piring milik Dita.
"Ayam." Sahut Dita menunjuk
"Handuk?." Tanya Adit, yang berpura-pura tidak mendengar. Iya tidak habis-habis-Nya menggoda Dita karena kejadian tadi.
"Tau ah!!!." Cemberut Dita, karena merasa gemes, Adit langsung mencium pucuk kepala Dita
__ADS_1
Cup..!
"Baiklah, Ratu-ku." Ucap Adit dengan lembut, Iya pun segera mengambilkan Ayam yang diingin-Kan Istrinya tadi.
"Yang mana, lagi?." Tanya Adit, Iya masih setia melayani Istri kecil-Nya itu.
"Nasi-Nya lah." Balas Dita cemberut, karena Adit hanya mengambil Ayam saja tanpa Nasinya.
"Eh!!, hhahaaa lupa." Kikuk Adit. Adit pun langsung mengambilkan nasi-Nya dan menaruh kepiring milik Dita dan menyerahkan-Nya.
Mereka berdua segera menghabiskan makanan-Nya. Adit yang melihat dipipi Dita ada Nasi langsung membersihkan-Nya.
"Tuhkan, Cemot." Ucap Adit yang membersihkan pipi dan bibir Dita.
"Biarin, Bleee." Dita hanya menjulurkan lidah-nya keada Adit. Adit pun ingin ikut membalas Istri-Nya, namun lagi-lagi Dita yang terlebih dulu.
"Lupakan!!." Sahut Dita langsung, Iya tidak ingin Adit terus-terusan menggoda-Nya karena masalah tadi.
"Hhahhaa. Ok, ok." Ucap Adit tertawa.
Mereka berdua sudah selesai makan. Adit dan Dita mencuci piring-nya bersamaan, dan membersihkan meja tempat mereka makan tadi.
Setelah selesai dengan semua-nya, mereka berdua keruang tamu untuk menonton Tv. Tapi hanya Dita saja yang melihat Tv, sedangkan Adit terus memandangi wajah Dita tanpa bosan.
.
.
Bab Author perbaharui🙏
.
.
Follow Ig Author:@anahmsr
Fb:anahmsr
Email:hasnahmr05@gmail.com
.
.
JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.
.
.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1