Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Istri Kecil Kesayangan Tuan Muda
Jangan sentuh


__ADS_3

"Aku ingin ikut." Rengek Dita yang baru keluar dari kamar mandi. Sedangkan Adit, iya tengah bersiap-siap untuk pergi kekantor-nya.


"Nanti kau akan merasa bosan disana kalau ikut bersama-ku, aku tidak ingin melihat-mu merasa lelah atau bosan." Balas Adit sambil melingkarkan tangan-nya dileher putih Dita.


"Tap...." Belum selesai bicara, Adit langsung mengecup bibir mungil Istrinya itu.


"Besiap-siaplah." Suruh Adit yang baru melepaskan kecupan-nya tadi. Dita yang mendapat persetujuan dari Suaminya merasa senang, iya langsung mengecup bibir Adit dengan singkat.


"Kau sangat berani sekarang." Goda Adit pada Istri-nya yang berlari menuju ruang ganti


"Bodo Amat!." Teriak Dita. Adit hanya terkekeh mendengar jawaban dari Istri kecil-nya itu. Tak lama kemudian, Dita sudah keluar dengan berpakaian sangat rapi.



"Pakaian mu terlalu pendek." Protes Adit, yang melihat pakaian Dita. Padahal yang Dita pakai saat ini tidak terlalu pendek, iya memakai dress yang panjang-nya dibawah lutut.


"Mata mu." Protes Dita balik. Adit sebenar-nya hanya ingin bercanda dengan Istrinya itu, karena iya juga tahu bahwa yang Dita pakai tidaklah pendek.


"Kita makan diluar saja nanti." Ucap Adit yang diangguki oleh Dita.


Dita langsung menggandeng tangan kanan milik Adit. Adit yang tangan-nya digandeng oleh Dita langsung tersenyum kearah Dita, sedangkan Dita terus menjulurkan lidah-nya ada Adit.


"Silahkan masuk, Tuan dan Nona." Ucap sopir pribadi Adit mempersilahkan mereka berdua masuk kedalam mobil.


Dita dan Adit segera masuk kedalam. Mobil langsung dinyalakan oleh sopir dan segera menaikkan gas-nya. Adit terlebih dulu meminta berhenti disalah satu restoran, karena sudah sangat lapar. Apalagi iya yang mendengat perut Dita terus saja berbunyi. Sedangkan Dita, yang perutnya berbunyi hanya bisa tersenyum menahan malu.


---------


Kini Adit dan Dita sudah berada disalah satu restoran yang cukup terkenal. Kedatangan kedua-nya lagi-lagi mengundang perhatian orang-orang.


Orang-orang terus menebak, siapa yang berada disamping Adit itu. Sampai-sampai ada yang taruhan..


"Aku yakin dia pacar-nya."


"Gak!. Itu pasti hanya bohongan."


"Siap-siap kalah."


Ucapnya yang bermain taruhan. Adit dan Dita yang mendengarkan cerocosan dari mereka semua, hanya datar. Adit segera memesan makanan untuk iya makan bersama Istri-nya itu.


"Kau mau apa?." Tanya Adit


"Makan." Balas Dita singkat. Ingin rasa-nya Adit mencium bibir Dita yang ceplos-ceplos itu, namun iya kurungkan. Karena banyak-nya orang yang sedang memperhatikan mereka.


"Baiklah." Ucap Adit pasrah, iya pun memanggil pelayan. Pelayan yang Adit panggil sudah datang, Adit pun langsung menunjukkan pesanan-nya itu.


Lima menit kemudian, pelayan yang tadi sudah kembali dengan membawakan makanan mereka berdua. Tanpa menunggu Adit, Dita langsung memakan-nya, karena sudah sangat lapar.


"Kau tidak menunggu-ku." Dengus Adit.

__ADS_1


"Lapar." Balas Dita singkat tanpa melihat wajah Adit yang sangat kesal dengan kelakuan Istri-nya itu.


Karena sudah sangat lapar, Adit pun ikut makan. Padahal makanan Dita sudah hendak habis, sedangkan Adit baru memakan-nya.


"Makanan-ku habis." Cemberut Dita


"Lalu?." Sambil mengeryit


"Minta punya-mu." Dengan wajah imutnya. Adit sangat terkejut melihat sikap Istri-nya yang sekarang. Pasalnya Dita tidak terlalu banyak makan, apalagi kalau makan diluar.


"Buka mulut-mu." Ucap Adit menyuapi Dita. Dengan senang hati Dita menerima-nya, karena iya masih sangat lapar.


"Punya mu tidak enak." Balas Dita yang baru selesai mengunyah makanan yang ada didalam mulut-nya.


"Bukannya ini makanan yang sama?." Tanya Adit balik yang tidak paham dengan semua-nya.


"Tau, kau saja yang makan." Balas Dita dengan wajah kesal. Sedangkan Adit terus mengangkat alis melihat kelakuan Istri-nya yang sangat aneh.


"Cepat!, aku ingin kekantor-mu." Tegas Dita. Padahal Adit baru saja ingin menyuap makanan-nya, namun terhenti lagi.


"Kau kenapa?." Tanya Adit


"Tau, cepat-lah makannya!." Kesal Dita. Tanpa membahas lagi, Adit langsung melahap makanan-nya dengan cepat.


Sepuluh menit kemudian, Adit sudah selesai makan. Baru saja Adit hendak membayar makanan-nya, tiba-tiba Dita berucap...


"Apa kau mau makan lagi?." Tanya Adit mengeryit


"Bungkus saja lah." Sahut Dita. Adit pun langsung memesan makanan yang sama seperti tadi. Tak lama menunggu pesanan Dita sudah datang, Adit seger membayar semua makanan tadi.


-------


"Kenapa dengan-mu?." Tanya Adit yang sudah berada didalam mobil. Dita yang ditanya seperti itu hanya mengangkat kedua bahu-nya.


"Apa kau sakit?." Cemas Adit langsung menyentuh dahi Dita.


"Jangan sentuh!." Ketus Dita. Lagi-lagi Adit menjadi bingung melihat perubahan dari Istri-nya yang hampir 180°.


"Maaf." Kata Adit lirih. Mendengar kata maaf dari Adit, membuat Dita memgeryit.


"Kenapa?". Tanya Dita tanpa dosa.


"Tidak ada." Balas Adit kesal, Dita hanya mengangguk saja mendapatkan balasan dari Adit.


Mobil yang mereka tumpangi sudah masuk kedalam gerbang perusahaan milik Adit yang sangat besar. Dita yang mengintip dari jendela merasa sangat kagum dan gembira.


"Turunlah." Suruh Adit. Iya tidak ingin lagi mrmbuat Istri-nya marah kepada-nya, maka dari itu Adit tidak memegang tangan Dita lagi.


"Gendong." Pinta Dita dengan manja. Adit yang melihat Istri-nya yang seperti dulu merasa lega, iya pun langsung membuka-kan pintu mobil-nya.

__ADS_1


Mereka berdua sudah berada diluar mobil, banyak sekali yang melihat kedatangan mereka berdua. Saat Adit hendak menggendong tubuh Dita, lagi-lagi Dita berucap...


"Aku tidak ingin digendong!." Ketus Dita dan berjalan duluan. Adit hanya bisa menghembus-kan napas-nya kasar, melihat perubahan singkat dari Istri-nya.


Adit segera mengejar Dita yang sudah masuk kedalam, nampak para karyawan dan staff melihat kedatangan Adit dan Dita. Dita yang terus dilirik oleh mereka semua langsung menunduk-kan kepala-nya dibelakang badan Adit.


Tanpa persetujuan dari Dita, Adit langsung menggendong tubuh Dita untuk memasuki Lift. Para karyawan dan staff yang melihat itu sangat terkejut, karena Adit tidak pernah membawa perempuan kekantor-nya, apalagi berbuat seperti tadi.


-------


Dita sudah berada diruangan Adit, sedangkan Adit tengah berbicara dengan Sekertaris Ri diluar. Setelah selesai, Adit kembali masuk kedalam ruangan-nya, dan nampak-lah Dita yang sedang berputar-putar dikursi kebesaran milik Adit.


"Ehemzz." Dehaman Adit membuat Dita terkejut dan berhenti berputar-putar. Dita yang melihat Adit yang tengah berdiri diambang pintu hanya bisa tersenyum kecil dan segera bangkit.


"Jangan turun!." Tegas Adit. Dita yang mendengar ucapan Adit tidak berani lagi untuk menginjak-kan kaki-nya dilantai.


Adit yang melihat Istrinya sangat patuh langsung tersenyum, dan menghampiri Istri-nya. Saat sudah dekat Adit langsung mengangkat wajah Dita yang tengah tertunduk.


"Kau kenapa?." Tanya Adit lembut


"Ini." Yang langsung memajukan mulut-nya kearah Adit. Tanpa basa-basi, Adit langsung mengecup bibir milik Dita dengan sangat lembut.


.


.


Bab Author perbaharui🙏


.


.


Follow Ig Author:@anahmsr


Fb:anahmsr


Email:hasnahmr05@gmail.com


.


.


JANGAN LUPA VOTE, RATE, LIKE, DAN COMENT-NYA.


.


.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2